Di tinggal oleh pengantin pria

Sedangkan di luar kamar Salma, acara akad nikah sudah di mulai. Suara kata SAH....SAH....SAH terdengar jelas di telinga Salma dan Bibi Tia yang berada di kamar Salma. Tangisan Salma kembali meledak, meratapi nasibnya.

Dan kini sudah waktunya sang pengantin wanita keluar untuk bertemu pengantin pria. Semua tamu yang hadir menunggu moment pengantin pria dan pengantin wanita untuk bertemu.

Akan tetapi sebelumnya ...

Dertt ... Dertt ... Dertt

Handphone Kavin berbunyi pas saat acara akad nikah sudah selesai, melihat siapa yang menghubungi, Kavin langsung menjawabnya, dan seketika raut wajahnya mendadak berubah.

“Pak Didit, acara akad nikah sudah selesai. Dan saya tidak bisa menunggu lama untuk bertemu dengan anak korban. Mungkin lain kali saja. Saya ada keperluan mendesak harus kembali ke Jakarta. Segala perjanjian akan di urusi oleh asisten saya,” ujar Kavin, kemudian pria itu beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan rumah Salma.

Paman Didit dan para tamu yang hadir hanya bisa melongo, melihat sang pengantin pria meninggalkan rumah Salma begitu saja. Namun sayangnya semua tamu yang hadir, tidak tahu wajah Kavin, karena pria itu menutupi wajahnya pakai masker dengan alasan sedang sakit flu dan bisa menular ke orang lain, dan yang jelas mereka juga agak takut untuk mendekatinya, takut kalau Kavin bawa virus covid.

Ari menghela napas kasarnya, ketika Tuannya keluar begitu saja, padahal setidaknya bisa bertemu dengan gadis yang telas dinikahinya.

Paman Didit mengajak Ari sang asisten Kavin ke kamar almarhum kakaknya, karena tidak mungkin Ari menyelesaikan tugasnya di depan orang banyak.

 Ari bergegas mengurus urusan Tuannya dengan Didit, serta meminta tanda tangan untuk surat kesepakatan, agar di masa depan tidak ada tuntutan oleh Didit.

“Silahkan Anda tanda tangani surat kesepakatan ini. Dan jangan lupa untuk ke depannya tidak ada tuntutan apa pun kepada Tuan Kavin,” titah Ari tegas.

Paman Didit langsung menanda tangani surat kesepakatan tersebut tanpa membaca terlebih dahulu, seperti di buru-buru orang.

“Ini uangnya tiga ratus juta, sedangkan untuk biaya hidup Salma tiap bulannya, akan diberitahukan di kemudian hari. Saya undur diri dulu,” pamit Ari tergesa-gesa agar bisa menyusul Tuannya yang sudah terlebih dahulu keluar dari rumah Salma.

“Ya, terima kasih,” jawab Paman Didit.

Ini bukan pernikahan yang indah karena ikatan cinta, ini sebuah pernikahan karena sebuah keterpaksaan. Pria terpaksa karena ancaman adik korban, sang gadis terpaksa karena alasan adik korban tak mampu mengurusnya.

Setelah kepergian Ari dari rumah Salma, Paman Didit menatap amplop coklat besar yang diberikan oleh Ari, masih tergeletak di atas tempat tidur.

Haruskah aku menyimpan uang ini untuk kehidupan keluargaku saja, dan Salma tidak perlu tahu ... batin Paman Didit ingin berbuat licik.

Ingatlah Didit jangan pernah makan uang hak orang lain yang bukan hakmu, hidup kamu tidak akan pernah berkah sampai kapan pun kalau kamu berani memakan uang hak orang lain, apalagi itu hak anak yatim. Kamu bakal nelangsa menjalani kehidupan.

Cukup jangan kamu lakukan menyelip uang orang lain, lihatlah kemana kamu mencari kerja selalu saja tidak berhasil. Berhentilah berbuat curang Didit, Mas Yudo selama ini sudah berusaha membantu kamu mencukupi kebutuhan keluarga kamu. Carilah pekerjaan yang halal, walau hasilnya sedikit tapi jadi berkah.

Didiklah istri kamu, yang serakah akan harta, yang suka berbuat curang ... ingatlah selagi selama masih ada nyawa di badan.

Kedua netra Paman Didit tak terasa berair, pria paruh baya baru saja di ingatkan kembali dengan obrolan bersama kakaknya sebelum meninggal. Dan ucapan itu seakan terdengar jelas di telinganya, seakan kakaknya Mas Yudo sedang berbicara di hadapannya.

“Maafkan, aku ... Mas Yudo. Aku juga sudah gegabah menikahkan anakmu, Mas,” gumam Didit, baru tersadar apa yang telah dia lakukan, tapi semuanya sudah terjadi.

Hembusan angin dingin lewat begitu saja di bagian punggung Paman Didit, seperti seseorang lewat dengan cepatnya. Paman Didit langsung mengusap bagian tengkuknya, bulu halusnya seketika itu juga merinding.

🌻🌻

Semua tamu yang turut hadir sudah pulang setelah menyantap makan siang ala kadarnya, tanpa mengucapkan selamat kepada kedua mempelai pengantin terlebih dahulu. Bagaimana mau memberikan doa dan selamat kepada pengantin baru, pengantin pria setelah mengucapkan ijab kabul langsung pergi, sedangkan pengantin wanita, Salma masih menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya, di temani oleh Retno.

Pernikahan dadakan ini sudah menjadi gosip hangat di kampung Salma. Apalagi Salma kembang desa yang sangat terkenal, dasar mulut emak-emak, kecepatan beritanya bagaikan angin topan hingga mengalahkan kecepatan sosial media. Lebih lengkap dan akurat pastinya.

“Eeeh ... tahu gak, aduh si Salma baru di nikahi langsung di tinggalin sama suaminya, kasihan banget." Oh, mulut emak mulai bergosip ria.

“Suaminya orang mana? Kayaknya bukan dari kampung kita ya. Jangan-jangan si Salma cuma buat jadi istri simpanan aja ya ... aduh jangan sampe deh anak saya jadi istri simpanan kayak si Salma,” balas emak yang lain.

Emak-emak hanya menganggukkan kepalanya.

 🌻🌻

Retno merasa tidak enak hati dengan saudara sepupunya setelah mengetahui Salma dipaksa nikah oleh Bapaknya. “Salma, maafkan bapakku ya. Aku ndak tahu kalau kamu di nikahkan dengan pria yang menabrak bapakmu,” sesal Retno, andaikan gadis itu tahu rencana bapaknya, kemungkinan Retno akan memberitahukan Salma dari kemarin.

Salma yang masih menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya yang tertekuk, sedikit mendongak.

“P-paman dan bibi sangat tega sama aku, mentang-mentang bapakku sudah tiada ... hiks ... hiks,” masih tersedu-sedu gadis yatim piatu itu, lalu kembali menelungkupkan wajahnya.

Paman Didit mendengar ucapan Salma ketika masuk ke kamar Salma yang di ikuti oleh Bibi Tia, wanita paruh baya itu sepertinya menjaga langkah suaminya, apalagi wanita itu tahu jika anak buah Kavin telah memberikan uang sebanyak tiga ratus juta. Sedangkan suaminya belum berbicara atau diskusi dengan dia mengenai uang yang sudah diterima oleh Paman Didit.

“Sekarang kamu sudah menikah, Salma,” ucap Paman Didit memberitahukannya.

Salma mendongakkan wajahnya agar jelas menatap pamannya yang wajahnya hampir mirip dengan mendiang bapaknya.

“Sa-sampai kapan pun Salma tidak pernah mengakui pernikahan itu!!” jawab Salma dengan nada emosinya.

“Ya, tapi kamu sudah sah kok secara agama nikah dengan pria itu. Tapi sayangnya suami kamu sudah meninggalkan rumah kamu,” sambung Bibi Tia, dengan culasnya berkata.

Dalam raut wajah sedihnya, gadis itu menyeringai.“Baguslah kalau perlu mati di jalan sekalian. Salma tidak perlu lihat laki-laki itu!!” sumpah serapah keluar dari mulut Salma.

Di tempat lain, tepatnya di jalan raya ...

BRAK!!!

BRAK!!!

Suara benturan dua kendaraan begitu kencang dan keras, membuat pengguna jalan raya, terlonjak kaget.

Mobil yang membawa Kavin, di tabrak oleh mobil lain dari belakang.

Semua orang yang melihat kecelakaan tersebut langsung mendekati tempat kecelakaan, dan segera menyelamatkan orang yang ada di dalam mobil tersebut.

Sepertinya ucapan Salma langsung di kabulkan oleh Yang Maha Pencipta.

bersambung ... benarkah doa Salma langsung di kabulkan? Berarti Kavin meninggal??

"Tuan Kavin inilah gadis yang telah Tuan nikahi dan ditinggalkan begitu saja," ucap Ari sang asisten*

"Saya tidak ingin tahu wajah gadis itu, sampai kapan pun, Ari!!" seru Kavin

Terpopuler

Comments

Nuryati Yati

Nuryati Yati

beneran Kavin gk mau lihat wajah istrimu ntar nyesel lho

2024-12-18

1

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

heleh Kavin pengecut.... /Panic//Panic/
biarin ketabrak ....

2025-01-29

0

Fitri Yenti

Fitri Yenti

yee ele thor bnayak iklan pusing pala eke

2025-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Kehilangan
2 Ide Bibi Tia
3 Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4 Nikah Paksa
5 Di tinggal oleh pengantin pria
6 Masalah Uang 300 juta
7 Bertemu untuk pertama kali
8 Bertemu untuk berpisah
9 Datang ke Jakarta
10 Melamar pekerjaan
11 Acara seminar - 1
12 Acara seminar - 2
13 Terpilih
14 Yasmin Sofika
15 Posisi kerja
16 Berargumen
17 Peraturan yang konyol
18 Terlalu cantik
19 Penasaran
20 Pertemuan Bisnis
21 Tuduhan Kavin
22 Kavin Meradang
23 Ancaman Kavin
24 Licik dibalas dengan kelicikan.
25 Bertemu dengan Mama Rossa
26 Tawaran Mama Rossa
27 Perdana ke mansion Adiputra
28 Salma emosi
29 Kedatangan Andri
30 Berteman dengan Andri
31 Makan siang bersama
32 Dasar Iblis
33 Hati yang memanas
34 Salma vs Merry
35 Kavin bertanya-tanya
36 Di kamar hanya berdua
37 Masih di kamar
38 Tak bereaksi
39 Ketika menantu kedua masak
40 Teguran Mama Rossa
41 Pikiran negatif
42 Mencarinya ke kantin
43 Ada apa di dalam lift?
44 Permintaan Salma
45 Kedatangan orang tua Yasmin
46 Pewaris kekayaan Kavin
47 Hati Kavin yang meragu
48 Selembar cek
49 Rencana ke Bali
50 Kavin galau
51 Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52 Panggil Mama
53 Ketika Kavin di omelin Salma
54 Rahasia Kavin
55 Tawaran Keanu
56 Opa Braymanto
57 Mereka datang
58 Baku hantam
59 Tuan Kavin IMPOTEN
60 Amarah Mama Rossa
61 Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62 Terbongkarnya satu rahasia
63 Salma pingsan
64 Kebencian Salma
65 Di rumah sakit
66 Kesedihan Salma
67 Menerima menikah kembali
68 Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69 Di balik sikap istri yang baik
70 Menjauhlah dari Salma
71 Langkah selanjutnya
72 Jangan sampai Kavin tahu
73 Kebahagian Kavin sesaat
74 Hasutan Yasmin
75 Permainan di mulai
76 Permainan gagal
77 Petaka minuman dan obat laknat
78 Dia telah tiada
79 Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80 Mencintainya
81 Hukuman Yasmin
82 Ini kah takdir ku!
83 Sepuluh bulan kemudian...
84 Datang ke Belanda
85 Rayyan Abizar Adiputra
86 Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87 Teka Teki Baby Rayyan
88 Rencana test DNA
89 Salma, kamu masih hidup!
90 Hasil test DNA
91 Rayyan,...ini daddy
92 Takkan menceraikan Salma
93 Ungkapan hati Salma dan Kavin
94 Baby Rayyan sakit
95 Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96 Mengukir kenangan indah
97 Rahasia Allah
98 Kembali ke Indonesia
99 Akhirnya...
100 S2 : Ada yang patah hati
101 S2 : ada yang sakit
102 S2 : Dikira mimpi
103 S2 : Perhatian Kavin
104 S2 : Ari ajak nikah
105 S2 : Emy sang baby sitter
106 S2 : Emy mulai berulah
107 S2 : Sarapan pagi bersama
108 S2 : Teguran Salma
109 S2 : Tidak jadi baby sitter
110 S2 : Keributan di dapur
111 S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112 S2 : Jawaban
113 S2 : Retno malu
114 S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115 S2 : Persiapan acara makan malam
116 S2 : Jamuan makan malam
117 S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118 S2 : Minta izin
119 S2 : Terima nasibmu Emy
120 S2 : Persiapan acara nikah
121 S2 : Wedding Party
122 S2 : Honeymoon-1
123 S2 : Honeymoon - 2
124 S2 : Retno dan Ari
125 Akhir kisah Salma & Kavin
126 Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127 Rayyan, anak Kavin dan Salma
128 Om Bram, Nikah Yuk!
129 Pengasuh Majikan Impoten
130 HIJRAH ITU CINTA
131 My Sexy Husband
132 UnExpexted Marriage
133 Penghangat Ranjang Suami Orang
134 Baby Berondongku
135 Simpanan Bapak Kost
136 Gara-gara Turun Ranjang
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kehilangan
2
Ide Bibi Tia
3
Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4
Nikah Paksa
5
Di tinggal oleh pengantin pria
6
Masalah Uang 300 juta
7
Bertemu untuk pertama kali
8
Bertemu untuk berpisah
9
Datang ke Jakarta
10
Melamar pekerjaan
11
Acara seminar - 1
12
Acara seminar - 2
13
Terpilih
14
Yasmin Sofika
15
Posisi kerja
16
Berargumen
17
Peraturan yang konyol
18
Terlalu cantik
19
Penasaran
20
Pertemuan Bisnis
21
Tuduhan Kavin
22
Kavin Meradang
23
Ancaman Kavin
24
Licik dibalas dengan kelicikan.
25
Bertemu dengan Mama Rossa
26
Tawaran Mama Rossa
27
Perdana ke mansion Adiputra
28
Salma emosi
29
Kedatangan Andri
30
Berteman dengan Andri
31
Makan siang bersama
32
Dasar Iblis
33
Hati yang memanas
34
Salma vs Merry
35
Kavin bertanya-tanya
36
Di kamar hanya berdua
37
Masih di kamar
38
Tak bereaksi
39
Ketika menantu kedua masak
40
Teguran Mama Rossa
41
Pikiran negatif
42
Mencarinya ke kantin
43
Ada apa di dalam lift?
44
Permintaan Salma
45
Kedatangan orang tua Yasmin
46
Pewaris kekayaan Kavin
47
Hati Kavin yang meragu
48
Selembar cek
49
Rencana ke Bali
50
Kavin galau
51
Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52
Panggil Mama
53
Ketika Kavin di omelin Salma
54
Rahasia Kavin
55
Tawaran Keanu
56
Opa Braymanto
57
Mereka datang
58
Baku hantam
59
Tuan Kavin IMPOTEN
60
Amarah Mama Rossa
61
Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62
Terbongkarnya satu rahasia
63
Salma pingsan
64
Kebencian Salma
65
Di rumah sakit
66
Kesedihan Salma
67
Menerima menikah kembali
68
Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69
Di balik sikap istri yang baik
70
Menjauhlah dari Salma
71
Langkah selanjutnya
72
Jangan sampai Kavin tahu
73
Kebahagian Kavin sesaat
74
Hasutan Yasmin
75
Permainan di mulai
76
Permainan gagal
77
Petaka minuman dan obat laknat
78
Dia telah tiada
79
Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80
Mencintainya
81
Hukuman Yasmin
82
Ini kah takdir ku!
83
Sepuluh bulan kemudian...
84
Datang ke Belanda
85
Rayyan Abizar Adiputra
86
Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87
Teka Teki Baby Rayyan
88
Rencana test DNA
89
Salma, kamu masih hidup!
90
Hasil test DNA
91
Rayyan,...ini daddy
92
Takkan menceraikan Salma
93
Ungkapan hati Salma dan Kavin
94
Baby Rayyan sakit
95
Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96
Mengukir kenangan indah
97
Rahasia Allah
98
Kembali ke Indonesia
99
Akhirnya...
100
S2 : Ada yang patah hati
101
S2 : ada yang sakit
102
S2 : Dikira mimpi
103
S2 : Perhatian Kavin
104
S2 : Ari ajak nikah
105
S2 : Emy sang baby sitter
106
S2 : Emy mulai berulah
107
S2 : Sarapan pagi bersama
108
S2 : Teguran Salma
109
S2 : Tidak jadi baby sitter
110
S2 : Keributan di dapur
111
S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112
S2 : Jawaban
113
S2 : Retno malu
114
S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115
S2 : Persiapan acara makan malam
116
S2 : Jamuan makan malam
117
S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118
S2 : Minta izin
119
S2 : Terima nasibmu Emy
120
S2 : Persiapan acara nikah
121
S2 : Wedding Party
122
S2 : Honeymoon-1
123
S2 : Honeymoon - 2
124
S2 : Retno dan Ari
125
Akhir kisah Salma & Kavin
126
Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127
Rayyan, anak Kavin dan Salma
128
Om Bram, Nikah Yuk!
129
Pengasuh Majikan Impoten
130
HIJRAH ITU CINTA
131
My Sexy Husband
132
UnExpexted Marriage
133
Penghangat Ranjang Suami Orang
134
Baby Berondongku
135
Simpanan Bapak Kost
136
Gara-gara Turun Ranjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!