Bertemu untuk pertama kali

“Paman, besok tolong antar Salma ke bank. Dan uang ini..... Salma berikan untuk Retno, kami punya mimpi berdua untuk bisa melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah di ibu kota. Salma harap paman bisa mendukungnya,” kata Salma, suara seraknya masih terdengar, sembari meletakkan uang tersebut di hadapan Paman Didit.

Hati Paman Didit tersentuh dan tak menyangka atas hal apa yang di lakukan oleh keponakannya, dalam duka masih memikirkan orang lain.

Retno terharu dengan sikap saudara sepupunya, tanpa terasa gadis itu matanya berkaca-kaca.

Lalu Salma kembali mengeluarkan dua buntalan ikatan uang berwarna merah itu

“Paman Didit, ini untuk keperluan acara tahlilan bapak, sisanya untuk bantu usaha Paman,” Salma menyodorkan uang tersebut.

Sikap Salma saat ini bagaikan cambuk buat pria paruh baya itu, menggoreskan luka di punggung walau tak tampak, tak sungguh membuat tubuh pria itu kesakitan. Rasa malunya pun mulai menderu hatinya atas sikap buruknya yang telah di lakukan terhadap keponakannya.

“M-maafkan.......Paman, Salma,” ujar lemah Paman Didit. Pria paruh baya itu langsung memeluk keponakannya, terasa sesak hati Paman Didit setelah berbuat jahat dengan keponakannya, malah dibalas dengan kebaikan oleh keponakannya. Dalam pelukan paman Didit, Salma ikutan menangis kembali. Retno pun turut memeluk Salma dan ikut menangis.

Awal ingin berbuat licik dan curang, namun segera dihempaskan keinginan tersebut oleh Paman Didit. Allah langsung membayar tunai, Paman Didit kebagian uang duka tanpa di minta, dan itu di berikan secara ikhlas. Maka dari itu jangan pernah menunda untuk berbuat baik, hindarinya untuk berniat jahat. Jika kita berbuat baik, pasti akan menuai kebaikan juga.

Sedangkan di luar kamar Salma, Bibi Tia terlihat ngedumel tak jelas, hingga beberapa nampan kena banting oleh wanita itu.

🌻🌻

Rumah Sakit Umum Daerah

Sungguh tragedi yang mengerikan ketika dua kendaraan beradu, semua orang yang lohat langsung berpikir, selamatkah yang ada di dalam mobil tersebut.

Kini......

Tergolek lemah pria tampan bernama Kavin di atas brankar dengan noda darah yang menempel di bagian kaki serta kepala, begitu pun dengan sang sopir, namun untungnya Ari kondisinya hanya lecet di bagian tangan dan wajahnya saja. Tidak separah Kavin yang tergencet di bagian tempat duduk penumpang dengan tempat duduk sopir.

Beberapa dokter cepat menangani kondisi Kavin dan sopir, sedangkan Ari setelah mendapat penanganan oleh Dokter, segera mengurus administrasi Tuan serta sopirnya dan kemudian menghubungi keluarga Kavin.

🌻🌻

Esok Hari...

Sawah yang berwarna hijau membentang luas di hadapan, beberapa kerbau tampak sedang membantu petani membajak sawah. Burung burung sudah mulai berkicau indah di pagi hari, para ibu-ibu dengan membawa termos dan jinjingannya mengikuti langkah para bapak-bapak yang membawa alat bertaninya. Pemandangan ini selalu ada di pagi hari, di tempat Salma tinggal.

Setelah kejadian pernikahan kemarin, yang memilukan hati gadis itu. Salma berusaha untuk memulihkan hatinya walau belum menerima. Tapi gadis itu berusaha berdamai dengan Paman Didit, satu-satunya saudara yang di miliki oleh gadis itu.

Sesuai permintaan Salma, pagi ini Paman Didit mengantarkan Salma ke kota untuk ke Bank, dan tak lupa Retno juga turut ikut ke Bank. Jadilah mereka bertiga naik motor menuju kota, harap maklum dengan pemandangan satu motor untuk tiga orang, karena hal ini sudah lumrah terjadi walau sering kena teguran Pak Polisi, tapi mau bagaimana lagi kendaraan umum untuk ke kota masih sedikit dan sangatlah jarang.

Walau tinggal di desa, masalah pendidikan almarhum bapak Salma sangat mengutamakan untuk anaknya, jadi tidak salah lagi jika Salma memiliki otak yang lumayan pintar, seperti sekarang uang yang di berikan oleh pria yang menabrak bapaknya, akan di tabungnya untuk bekal dia, bukan untuk berfoya-foya. Gadis itu hanya menyisihkan beberapa juta untuk pegangan kasnya . Retno yang melihat Salma seperti itu, minta ke bapaknya untuk di tabung juga, uang pemberian dari Salma sebesar tujuh puluh juta.

Urusan di Bank lumayan memakan waktu satu jam, karena antreannya begitu banyak untuk membuka rekening baru.

“Salma, Retno......mumpung ada di kota, kita mampir ke rumah sakit ya. Kemarin bapak dapat kabar Pak Juki kecelakaan nabrak mobil orang, sekarang sedang di rawat,” ujar Paman Didit.

“Ya udah Paman, mumpung belum terlalu siang, kita ke rumah sakit,” jawab Salma. Sedangkan Retno menganggukkan kepalanya saja.

Jadilah mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit......

Wajah gadis itu seperti menahan sesuatu.“Paman Didit, Retno duluan aja masuk ke dalam. Salma mau mampir ke kamar mandi, udah gak tahan,” ujar Salma.

“Ya sudah, nanti kamu menyusul Paman di kamar mawar 111,” jawab Paman Didit.

“Ya Paman.....,” Salma samar-samar mendengar suara Paman Didit, malah gadis itu langsung mencari kamar mandi, dan menuntaskan hajat yang sudah ditahannya selama di jalan.

“Agh, leganya......,” gumam Salma, sembari merapikan celana jeansnya, kemudian keluar dari kamar mandi.

Kepala gadis itu tampak menoleh ke kanan lalu ke kiri, sambil mengingat ucapan Paman Didit.

“Tadi Paman sebutnya kamar mawar nomor berapa ya 110 atau 111?” gumam Salma sendiri, sembari mencari ruangan kamar mawar.

Sambil menunjuk-nunjuk kamar mawar 110, gadis itu dengan percaya diri masuk ke dalam kamar tersebut.

Ceklek.....

Gadis itu celingak celinguk ketika masuk ruangan, kedua netra gadis itu melihat tidak ada Paman Didit dan Retno, yang ada  gadis itu melihat pria yang sangat tampan terbaring lemah dengan kondisi kepala di perban, dan kedua kakinya di gips, dan di sanggah oleh sebongkah papan di kedua kaki pria itu.

Tanpa sengaja mereka berdua beradu pandang, pikir pria itu yang masuk sang asisten ternyata orang lain. Pria itu memicingkan kedua netranya, memperhatikan sosok perempuan yang masuk ke dalam ruangannya.

Wajah putih agak kebulean, hidung mancung, warna rambut agak coklat di kepang dua, bibir merah alami, dan terlihat sangat muda, itulah lukisan yang tertangkap oleh kedua netra pria itu, wujud perempuan yang tiba-tiba muncul.

“Maaf Pak, sepertinya saya salah masuk ruangan, permisi Pak.” kata sopan Salma, kemudian berbalik badan.

“Sebentar dek, boleh saya minta tolong.....,” pria itu menahan gadis itu, agar tidak keluar dari kamarnya.

Salma kembali membalikkan badannya, “minta tolong apa ya Pak...?” tanya Salma dalam keraguannya.

“Saya haus dan lapar, boleh minta tolong suapi saya.....asisten saya belum datang,” pinta Pria itu, tanpa ragu minta tolong tapi terdengar memaksa.

Pria itu sedari tadi menahan rasa haus di tenggorokannya, sedangkan perutnya juga sudah terasa perih. Makanan dan minuman sudah tersedia di atas nakas tapi tidak ada seorang pun yang menolong pria itu, untuk minum maupun makan.

“S-suapi.......s-saya suapin Bapak.....begitu maksudnya,” ujar Salma dengan menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.

“Saya akan memberikan uang sebagai upahnya jika kamu mau melakukan apa yang saya minta,” ujar pria itu dengan nada angkuhnya.

Gadis itu tidak langsung menjawabnya, tapi kembali menatap pria itu, dengan tatapan kesal.

bersambung.......kira-kira permintaan Kavin di turuti gak ya sama Salma 🤔

Simpan disini sebagai jejak kisah Salma dan Kavin, masya Allah sudah masuk rangking karya baru.....diriku terhura 😭😭.

Makasih buat Kakak Readers yang mendukung karya ini. Love You Sekebon 🌻🌻🌻🌻🌻

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

selmat ya mom ranking nya
paling tu Kavin tp gak tega jg ngeliatnya... kasih makan minum Sal toh kamu jg blm kenal org itu... pdhl itu 🤭🤭

2025-01-29

0

hanie tsamara

hanie tsamara

selamat kk author atas rankingny🤗💖

salma sm kevin..klo udah jodoh pasti ketemu..walaupun gk saling kenal😁

2025-01-21

0

Fitri Yenti

Fitri Yenti

yg tau kisah nya kmu thor/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Kehilangan
2 Ide Bibi Tia
3 Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4 Nikah Paksa
5 Di tinggal oleh pengantin pria
6 Masalah Uang 300 juta
7 Bertemu untuk pertama kali
8 Bertemu untuk berpisah
9 Datang ke Jakarta
10 Melamar pekerjaan
11 Acara seminar - 1
12 Acara seminar - 2
13 Terpilih
14 Yasmin Sofika
15 Posisi kerja
16 Berargumen
17 Peraturan yang konyol
18 Terlalu cantik
19 Penasaran
20 Pertemuan Bisnis
21 Tuduhan Kavin
22 Kavin Meradang
23 Ancaman Kavin
24 Licik dibalas dengan kelicikan.
25 Bertemu dengan Mama Rossa
26 Tawaran Mama Rossa
27 Perdana ke mansion Adiputra
28 Salma emosi
29 Kedatangan Andri
30 Berteman dengan Andri
31 Makan siang bersama
32 Dasar Iblis
33 Hati yang memanas
34 Salma vs Merry
35 Kavin bertanya-tanya
36 Di kamar hanya berdua
37 Masih di kamar
38 Tak bereaksi
39 Ketika menantu kedua masak
40 Teguran Mama Rossa
41 Pikiran negatif
42 Mencarinya ke kantin
43 Ada apa di dalam lift?
44 Permintaan Salma
45 Kedatangan orang tua Yasmin
46 Pewaris kekayaan Kavin
47 Hati Kavin yang meragu
48 Selembar cek
49 Rencana ke Bali
50 Kavin galau
51 Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52 Panggil Mama
53 Ketika Kavin di omelin Salma
54 Rahasia Kavin
55 Tawaran Keanu
56 Opa Braymanto
57 Mereka datang
58 Baku hantam
59 Tuan Kavin IMPOTEN
60 Amarah Mama Rossa
61 Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62 Terbongkarnya satu rahasia
63 Salma pingsan
64 Kebencian Salma
65 Di rumah sakit
66 Kesedihan Salma
67 Menerima menikah kembali
68 Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69 Di balik sikap istri yang baik
70 Menjauhlah dari Salma
71 Langkah selanjutnya
72 Jangan sampai Kavin tahu
73 Kebahagian Kavin sesaat
74 Hasutan Yasmin
75 Permainan di mulai
76 Permainan gagal
77 Petaka minuman dan obat laknat
78 Dia telah tiada
79 Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80 Mencintainya
81 Hukuman Yasmin
82 Ini kah takdir ku!
83 Sepuluh bulan kemudian...
84 Datang ke Belanda
85 Rayyan Abizar Adiputra
86 Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87 Teka Teki Baby Rayyan
88 Rencana test DNA
89 Salma, kamu masih hidup!
90 Hasil test DNA
91 Rayyan,...ini daddy
92 Takkan menceraikan Salma
93 Ungkapan hati Salma dan Kavin
94 Baby Rayyan sakit
95 Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96 Mengukir kenangan indah
97 Rahasia Allah
98 Kembali ke Indonesia
99 Akhirnya...
100 S2 : Ada yang patah hati
101 S2 : ada yang sakit
102 S2 : Dikira mimpi
103 S2 : Perhatian Kavin
104 S2 : Ari ajak nikah
105 S2 : Emy sang baby sitter
106 S2 : Emy mulai berulah
107 S2 : Sarapan pagi bersama
108 S2 : Teguran Salma
109 S2 : Tidak jadi baby sitter
110 S2 : Keributan di dapur
111 S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112 S2 : Jawaban
113 S2 : Retno malu
114 S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115 S2 : Persiapan acara makan malam
116 S2 : Jamuan makan malam
117 S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118 S2 : Minta izin
119 S2 : Terima nasibmu Emy
120 S2 : Persiapan acara nikah
121 S2 : Wedding Party
122 S2 : Honeymoon-1
123 S2 : Honeymoon - 2
124 S2 : Retno dan Ari
125 Akhir kisah Salma & Kavin
126 Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127 Rayyan, anak Kavin dan Salma
128 Om Bram, Nikah Yuk!
129 Pengasuh Majikan Impoten
130 HIJRAH ITU CINTA
131 My Sexy Husband
132 UnExpexted Marriage
133 Penghangat Ranjang Suami Orang
134 Baby Berondongku
135 Simpanan Bapak Kost
136 Gara-gara Turun Ranjang
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kehilangan
2
Ide Bibi Tia
3
Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4
Nikah Paksa
5
Di tinggal oleh pengantin pria
6
Masalah Uang 300 juta
7
Bertemu untuk pertama kali
8
Bertemu untuk berpisah
9
Datang ke Jakarta
10
Melamar pekerjaan
11
Acara seminar - 1
12
Acara seminar - 2
13
Terpilih
14
Yasmin Sofika
15
Posisi kerja
16
Berargumen
17
Peraturan yang konyol
18
Terlalu cantik
19
Penasaran
20
Pertemuan Bisnis
21
Tuduhan Kavin
22
Kavin Meradang
23
Ancaman Kavin
24
Licik dibalas dengan kelicikan.
25
Bertemu dengan Mama Rossa
26
Tawaran Mama Rossa
27
Perdana ke mansion Adiputra
28
Salma emosi
29
Kedatangan Andri
30
Berteman dengan Andri
31
Makan siang bersama
32
Dasar Iblis
33
Hati yang memanas
34
Salma vs Merry
35
Kavin bertanya-tanya
36
Di kamar hanya berdua
37
Masih di kamar
38
Tak bereaksi
39
Ketika menantu kedua masak
40
Teguran Mama Rossa
41
Pikiran negatif
42
Mencarinya ke kantin
43
Ada apa di dalam lift?
44
Permintaan Salma
45
Kedatangan orang tua Yasmin
46
Pewaris kekayaan Kavin
47
Hati Kavin yang meragu
48
Selembar cek
49
Rencana ke Bali
50
Kavin galau
51
Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52
Panggil Mama
53
Ketika Kavin di omelin Salma
54
Rahasia Kavin
55
Tawaran Keanu
56
Opa Braymanto
57
Mereka datang
58
Baku hantam
59
Tuan Kavin IMPOTEN
60
Amarah Mama Rossa
61
Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62
Terbongkarnya satu rahasia
63
Salma pingsan
64
Kebencian Salma
65
Di rumah sakit
66
Kesedihan Salma
67
Menerima menikah kembali
68
Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69
Di balik sikap istri yang baik
70
Menjauhlah dari Salma
71
Langkah selanjutnya
72
Jangan sampai Kavin tahu
73
Kebahagian Kavin sesaat
74
Hasutan Yasmin
75
Permainan di mulai
76
Permainan gagal
77
Petaka minuman dan obat laknat
78
Dia telah tiada
79
Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80
Mencintainya
81
Hukuman Yasmin
82
Ini kah takdir ku!
83
Sepuluh bulan kemudian...
84
Datang ke Belanda
85
Rayyan Abizar Adiputra
86
Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87
Teka Teki Baby Rayyan
88
Rencana test DNA
89
Salma, kamu masih hidup!
90
Hasil test DNA
91
Rayyan,...ini daddy
92
Takkan menceraikan Salma
93
Ungkapan hati Salma dan Kavin
94
Baby Rayyan sakit
95
Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96
Mengukir kenangan indah
97
Rahasia Allah
98
Kembali ke Indonesia
99
Akhirnya...
100
S2 : Ada yang patah hati
101
S2 : ada yang sakit
102
S2 : Dikira mimpi
103
S2 : Perhatian Kavin
104
S2 : Ari ajak nikah
105
S2 : Emy sang baby sitter
106
S2 : Emy mulai berulah
107
S2 : Sarapan pagi bersama
108
S2 : Teguran Salma
109
S2 : Tidak jadi baby sitter
110
S2 : Keributan di dapur
111
S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112
S2 : Jawaban
113
S2 : Retno malu
114
S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115
S2 : Persiapan acara makan malam
116
S2 : Jamuan makan malam
117
S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118
S2 : Minta izin
119
S2 : Terima nasibmu Emy
120
S2 : Persiapan acara nikah
121
S2 : Wedding Party
122
S2 : Honeymoon-1
123
S2 : Honeymoon - 2
124
S2 : Retno dan Ari
125
Akhir kisah Salma & Kavin
126
Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127
Rayyan, anak Kavin dan Salma
128
Om Bram, Nikah Yuk!
129
Pengasuh Majikan Impoten
130
HIJRAH ITU CINTA
131
My Sexy Husband
132
UnExpexted Marriage
133
Penghangat Ranjang Suami Orang
134
Baby Berondongku
135
Simpanan Bapak Kost
136
Gara-gara Turun Ranjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!