Melihat Carmila yang terkejut, Dara hanya tersenyum tipis. Itu adalah salah satu perhiasan milik Liu Annchi di masa lalu, itu terlihat sangat indah, namun baik Liu Annchi ataupun Dara kurang begitu menyukainya.
Kalung itu adalah milik salah satu selir kesayangan Raja di kerajaan Gura. Kerajaan itu kalah saat berperang, dan menyatakan tunduk di bawah kekuasaan kekaisaran Bintang.
Kalung itu salah satu harta rampasan yang ayahnya kaisar untuknya. Bukan hanya kalung, tapi juga ribuan tael emas, porselen, lukisan, sebidang tanah dan lain-lain juga Kaisar memberikan itu padanya. Meskipun Liu Annchi tidak menyukainya. Namun ia tetap menyimpannya.
Lagian, di ruang dimensi banyak harta yang tidak terpakai, jadi tidak masalah ia jual beberapa.
"Kenapa kau begitu terkejut?" tanya Dara
"Bagaimana aku tidak terkejut, ini adalah berlian yang indah. Aku taksir ini pasti lebih dari 100 karat" ucap Carmila.
"Ambillah dan berikan pada pamanmu untuk di nilai. Kebetulan aku juga memiliki lukisan, tapi aku tidak tahu apa lukisan itu bernilai atau tidak" ucap Dara sembari menyeruput tehnya.
"Lukisan?" tanya Carmila terkejut, ia yakin jika lukisan itu pasti sama berharganya juga.
"Ya, tapi aku tidak membawanya. Itu ada di hotel tempatku menginap" ucap Dara
"Kalau begitu aku akan meminta orang untuk mengambilnya setelah kamu pulang ke hotel" ucap Carmila
"Oke, aku akan mengabarimu saat aku sudah balik ke hotel" ucap Dara
"Memang kamu ingin kemana lagi setelah ini?" tanya Carmila.
"Tidak kemana-mana, aku langsung balik ke hotel" ucap Dara ringan
"Kalau begitu sekalian saja aku mengantarmu ke sana dan mengambil lukisannya. Agar bisa sekalian jalan" ucap Carmila.
"Baiklah, ayo" ucap Dara tidak menolak.
Keduanya kemudian keluar dari ruangan itu, Dara mampir terlebih dulu ke tempat milk tea untuk Dimas dan dirinya, ia menawarkan satu untuk Carmila. Tapi Carmila menolaknya karena dia sedang diet. Mereka berdua kemudian menuju ke Diamond hotel setelahnya.
Carmila yang sudah mengambil lukisan milik Dara, ia pun langsung pergi lagi. Kali ini ia langsung berkendara ke kediaman pamannya, untuk menilai barang milik Dara untuk di lelang.
....
Dara menikmati tinggal di hotel bersama adiknya, mereka makan bersama dan menonton TV bersama dengan perasaan bahagia.
Saat hari sudah malam, Dimas langsung tidur di kamarnya dan Dara juga masuk ke kamarnya namun ia tidak tidur. Ia langsung duduk bersila dan melakukan kultivasi.
Bagi seorang kultivator seperti dirinya, tidak tidur dan makan selama tiga hari pun tidak masalah. Semakin tinggi ilmu mereka, mereka bisa tidak tidur lebih lama lagi.
Meskipun begitu Dara tetap makan kerena akan terlihat aneh jika ada manusia yang tidak makan selama beberapa hari. Untuk tidur, Dara bisa menyempatkan untuk tidur jika dia ingin. Bagaimanapun Kultivator juga butuh istirahat.
Keesokan harinya, Dara tidak ada kegiatan sampai acara pelelangan di mulai saat malam hari. Jadi ia berencana mengajak adiknya untuk pergi keluar pagi ini.
Pagi sekali sudah ada pesan masuk di ponselnya, satu dari Agam, satu dari Carmila.
Agam mengatakan jika ia sudah membeli mobil jenis MPV, yakni Lexus LM yang di bandrol 2,4 Milyar. Agam juga memberitahu jika pembangunan kandang sudah di mulai dan membutuhkan waktu setidaknya 2 hari karena Agam mempekerjakan banyak orang agar segera jadi.
Dara membalas pesan itu, ia mengatakan jika uang yang ia berikan kurang, Agam bisa langsung menghubunginya.
Sedangkan pesan dari Carmila sangat heboh, Carmila mengatakan jika ia sudah mengkonsumsi Pil darinya dan hasilnya sangat menakjubkan. Dia juga memberitahu kalau barang milik Dara yang akan di lelang sudah selesai di nilai. Dan semuanya merupakan barang asli dan bernilai tinggi dan hari ini akan segera di iklankan sebelum lelang mulai.
...
Dara dan Dimas bersiap untuk pergi ke luar, mereka di antar oleh mobil hotel ke Holly Mall. Dimas yang baru pertama kali melihat mall menatapnya dengan takjub. Meskipun ia sudah pernah lihat itu di TV dan di internet sebelumnya, tetap saja ia masih terpana saat melihat langsung.
"Kamu senang dek?" tanya Dara tersenyum di balik maskernya.
"Banget Kak, makasih udah ngajakin Dimas ke sini" ucap Dimas.
"Ya sama-sama, kamu harus terbiasa dengan hal-hal baru di dunia luar. Di masa depan kamu akan sering ke sini dan ke tempat baru. Ingat yang kakak katakan padamu?" ucap Dara.
"Hmm ingat kak, kakak bilang jangan terlihat seperti orang kampung yang baru pertama melihat kota, meskipun memang kenyataannya seperti itu. Karena di dunia ini banyak sekali orang yang tidak kita ketahui sifatnya yang mungkin mengolok dan mempermalukan kita. Kita harus belajar bagaimana bisa menempatkan diri dengan baik. Tapi kita harus pintar memilah yang baik dan yang tidak" ucap Dimas pelan.
"Kita juga tidak boleh merendahkan orang lain, jika kita ingin di hargai kita harus menghargai diri sendiri dan orang lain. Jika kita mampu, kita harus membantu orang lain yang membutuhkan. Meskipun kita tidak mengenal orang itu. Kita juga tidak boleh sombong dengan apa yang kita miliki, kita harus tetap rendah hati." ucap Dimas lagi.
Tidak ada orang di dekat mereka jadi tidak ada yang tahu apa yang mereka obrolkan.
"Bagus, kamu memang adik kakak yang pintar. Terus ingat pesan kakak, sekarang kamu mau berkeliling atau membeli sesuatu?" tanya Dara
"Berkeliling dulu kak, aku mau lihat semua isi Mall, kalau ada yang suka baru bilang" ucap Dimas dengan nada yang semangat.
"Oke, ayo..." ucap Dara.
Keduanya kemudian berkeliling mall, Dimas sangat bersemangat. Ia beberapa kali bertanya pada kakaknya tentang apa yang ia lihat, dengan nada pelan yang hanya bisa di dengar oleh keduanya.
Saat sudah waktunya makan siang, Dara mengajak Dimas untuk makan siang terlebih dulu. Dimas terkejut dengan harga makanan di sana, namun ia diam tidak berkomentar.
Melihat kakaknya dengan tenang memesannya, Dimas hanya menyebutkan apa yang ingin dia makan. Setelah pelayan yang mencatat pesanan mereka pergi, Dimas tidak bisa untuk tidak bertanya.
"Kak, makanan di sini sangat mahal. Sama seperti di hotel" ucap Dimas setengah berbisik.
"Di kota, terutama di mall atau restoran, harga segitu sudah lumrah. Tidak perlu terkejut dan khawatir kakak tidak bisa membayarnya. Kakak memiliki uang dan kamu harus terbiasa dengan sekeliling" ucap Dara
"Besok kakak ajak kamu keliling ibukota, kita lihat warung pinggir jalan dan pedagang kaki lima yang harganya terjangkau. Ya meskipun tetap saja, makanan di kota lebih mahal dari pada di desa tapi kamu harus terbiasa dengan itu. Lalu setelahnya kita akan mendaftar di sekolahmu yang baru" lanjut Dara.
"Hmm aku mengerti" ucap Dimas mengangguk.
Setelahnya mereka menikmati makan siang mereka yang sudah di antar pelayan.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
Chantika Putri
Bagi dong berliannya satu aja.
Enak bener kayaknya hidup.
Haduh saya aja mau makan susah.
2024-04-25
1
PGM Komino Kings👑
hidup bahagia.
2024-01-10
0
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-09-21
1