Dara keluar dari Toko Red Jewelry, ia di antarkan langsung oleh Dion dan Carmila. Karyawan semuanya terkejut dan bertanya-tanya, identitas apa yang di miliki Dara. Hingga kedua petinggi Red Jewelry mengantarnya keluar.
Karyawan yang melayani Dara pertama kali terkejut, ia sedikit menyesal karena tidak melayani Dara dengan baik. Namun ia juga lega, karena tidak menghina Dara secara langsung.
Dara berjalan menuju ATM terdekat setelah keluar dari Red Jewelry. Meskipun ia tidak tahu bagaimana caranya mengambil uang lewat mesin. Tapi ia tidak malu bertanya pada orang atau mengikuti cara yang mungkin terdapat petunjuk di sana, sekalian belajar.
Sesampainya di ATM center di kawasan ruko itu, kebetulan di sana ada security yang menjaga. Jadi Dara mencoba untuk bertanya padanya.
"Pak, maaf saya bisa minta tolong" ucap Dara.
"Minta tolong apa mbak?" tanya security yang mungkin berusia 30 tahunan.
"Saya baru pertama punya ATM, jadi saja tidak tahu cara mengambil uang. Bisa minta minta tolong bantu ajari saya caranya?" ucap Dara dengan sopan.
"Tentu, kalau boleh tahu dari bank apa? Biar nanti pakai mesin ATM yang sesuai dengan Banknya, agar tidak terkena potongan admin" ucap Security dengan sopan.
"Bank Central" ucap Dara yang mengingat nama bank yang ada di kartu Debet miliknya.
"Kalau begitu sebelah sini" ucap Security.
Beruntung di sana tidak banyak orang yang bertransaksi di ATM, jadi tidak perlu mengantri.
"Terimakasihnya Pak" ucap Dara tulus, setelah di bantu oleh Security.
"Sama-sama" balas Security.
Dara adalah orang yang cerdas, di tambah ingatan Liu Annchi yang juga manusia jenius pada jamannya yang memiliki memory fotografis. Jadi ia sangat cepat dalam belajar dan mempraktekkannya.
Dara mengambil uang tunai Lima juta, setelahnya ia simpan di kantong celana yang di teruskan ke ruang dimensi. Untung uang lima juta dengan lembaran ratusan ribu tidak terlalu tebal, jadi orang tidak curiga jika ia bagi uang itu lalu di masukan ke kedua kantong celananya.
Saat berjalan hendak ke Bank terdekat untuk membuat akun rekening pribadinya. Dara tidak sengaja melewati gerai toko baju.
"Sepertinya aku harus beli beberapa baju baru untukku dan Dimas. Aku juga harus beli tas, untukku gunakan sebagai perantara ruang dimensi, agar tidak membuat orang curiga" ucap Dara dalam hati
Dara pun akhirnya masuk ke gerai toko tersebut, dulu ia tidak kepikiran untuk bisa masuk dan membeli pakaian di toko mahal seperti ini. Namun sekarang ia bisa melakukannya.
"Permisi mbak..." ucap Dara sopan setelah masuk.
Pelayan di sana menoleh melihat ke arah Dara, ia memindai penampilan Dara dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Maaf toko ini tidak menerima peminta sumbangan" ucap pelayan itu dengan nada dan tatapan yang menghina.
"Saya bukan minta sumbangan, saya ingin membeli baju" ucap Dara sabar menahan emosinya.
"Membeli baju? itu sangat mustahil! Baju di sini semuanya di atas 500 ribu. Orang seperti kamu tidak mungkin bisa membelinya" ucap pelayan itu sombong.
"Ya Tuhan, mbak lihat orang tuh jangan hanya dari casingnya. Belum tentu orang yang suka pakai sandal jepit pakaian ala kadarnya itu orang miskin. Mungkin dia lebih kaya dari kamu, bisa jadi dia bos besar yang rendah hati. Nyesel saya datang ke sini, pelayanannya sangat buruk! Kasihan sama pemilik toko, mungkin tokonya akan gulung tikar lebih cepat, karena salah memilih karyawan modelan seperti kamu, ishhhh" ucap Dara jijik dan kemudian melangkah keluar.
"Issh, dasar miskin tidak tahu diri, sudah miskin, belagu, malah ceramah lagi di sini. Huuuhh" ucap pelayan.
Dara yang keluar toko karena kesal mengomel terus menerus. Ia menoleh ke toko itu lagi, ia lalu berjalan menuju lorong yang sepi.
Ia mengambil kertas dan tinta dari ruang dimensi. Lalu ia menuliskan sesuatu dan memberikan sedikit darah ke kertas itu.
"Kekuatan ku masih belum ada. Tapi setidaknya kertas ini masih di penuhi aura ruang dimensi. Meskipun tidak memiliki efek yang besar. Namun untuk membuat Orang sial selama setengah tahun itu sudah cukup memberikan pelayan itu pelajaran" gumam Dara.
Ia kemudian kembali ke toko itu, ia melihat pelayan itu dari kaca di ruangan. Dara sangat hati berjalan seperti pura-pura lewat dan mencari barang yang jatuh.
Meskipun Dara orang kampung, tapi ia juga tidak kampungan. Ia pernah melihat sinetron di televisi milik Bu Naah, pemilik warung di desanya, yang kebetulan ada TV di depan warung yang sering untuk di pakai tempat tongkrongan dan menonton bola para pemuda.
Dan setiap siang sampe sore, ramai ibu-ibu menggosip di sana sambil menonton adegan di film iklan terbang.
Jadi Dara tahu, jika di kota, baik itu di rumah, perkantoran atau toko tertentu memiliki CCTV. Maka dari itu ia sangat hati-hati, agar tidak ketahuan.
Saat Dara jongkok mencari sesuatu, ia membelakangi CCTV dan mengeluarkan kertas dan membaca sedikit mantra pendek. Kertas itu terbakar dengan cepat. Setelahnya Dara pergi dari sana.
....
Dara kini berada di toko Baju yang jaraknya hanya 4 ruko dari toko baju pertama tadi.
"Selamat datang kak, cari pakaian seperti apa? Ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan dengan senyum ramah.
Pelayan itu senang karena akhirnya mendapat pelanggan, meskipun ia tidak tahu pelanggan itu datang membeli atau hanya sekedar lihat-lihat.
Namun ia melayaninya dengan baik, karena mungkin dengan pelayanan nya yang baik. Orang yang awalnya hanya melihat bisa tergerak untuk membeli.
"Nah, kalau pelayanannya gini kan enak" gumam Dara dalam hati puas
"Saya mencari pakaian yang cocok untuk saya dan pakaian untuk adik laki-laki saya" ucap Dara.
"Ikut saya sebelah sini kak" ucap pelayan itu menunjukan beberapa koleksi terbaik di tokonya.
"Pakaian model seperti ini sedang booming kak di kota, pilihan warnanya juga beragam untuk Size lengkap. Kakak bisa mencobanya dulu di kamar pas sebelah sana" ucap Pelayan itu.
"Kalau begitu aku coba yang model ini, dan baju ukuran yang M dan L" ucap Dara akan mencoba baju dengan model yang sama tapi beda ukuran, dan celana dengan ukuran yang biasa ia pakai.
Di dalam kamar pas, Dara mengangguk puas melihat bayangan dirinya di dalam cermin. Harga setelan yang di kenakan nya adalah 1,3 juta. Itu sudah sepadan dengan bahan dan kualitasnya.
"Wah, kakak cantik dan cocok sekali dengan pakaian ini" puji pelayan. Meskipun itu adalah tugasnya, namun ia juga tidak berbohong saat melihat kecantikan Dara.
"Terimakasih mbak, kalau begitu saya ambil yang ini. Ini bisa langsung saya pakai?" tanya Dara
"Boleh kak, tapi maaf sesuai aturan toko harus di bayar terlebih dulu" ucap pelayan sopan.
"Tentu, Bisa pakai Debet?" tanya Dara menyodorkan kartu Debet miliknya. Karena ia melihat mesin EDC di sana. Ia tahu kegunaan mesin EDC dari TV.
"Bisa kak, Permisi ya kak, tunggu sebentar" ucap pelayan itu mengambil kartu milik Dara dan menggeseknya di mesin EDC.
"1.298.000 ya kak, tolong di cek lagi nominalnya" ucap pelayan.
Setelah selesai pembayaran, Dara tidak langsung pulang. Ia masih memilih pakaian untuk dirinya dan Dimas, sepatu dan juga tas.
Dan akhirnya ia belanja 3 stel pakaian termasuk yang ia pakai dan 3 stel untuk Dimas. Sepatu ukuran dirinya dan Dimas, Juga tas gendong untuk Dimas dan tas jingjing untuk dirinya sendiri.
Total semuanya ia menghabiskan 8 juta, andai itu dulu tidak mungkin ia menghabiskan uang begitu entengnya. Namun sekarang ia memiliki 500 milyar di tangannya, jadi ia ingin membahagiakan diri sendiri dan adik satu-satunya itu.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
Sarita
seneng banget JD dara.kadang sy juga pengin begitu .Nemu harta Karun dan JD kaya raya 🤣🤣🤣 boleh kan Thor mimpi 😁
2024-02-09
5
Rici Afandi
mantapppp
2024-01-24
1
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-09-21
1