Setelah deal dengan Agam yang saat ini sudah resmi menjadi kepala pelayan di kediamannya. Ketiganya langsung mengunjungi Mansion milik Dara yang di namai Star Mansion.
Heru mendampingi Dara memperkenalkan setiap sudut Star Mansion. Ia juga memperkenalkan Dara pada tim keamanan yang menjaga kompleks Luxury Mansion.
Star Mansion sangat besar, memiliki fasilitas lengkap selain kamar yang pastinya sangat mewah. Mulai dari swimming pool, jacuzzi, private sauna, gym, bilyar, tennis court dan lain-lain.
Sebenarnya alasan mengapa Dara memilih mansion ini, karena di bagian belakang mansion ada halaman yang sangat luas. Dan ia memiliki ide untuk membiarkan White tinggal di sana.
"Apa ada yang tidak sesuai selera anda nona? Atau ada yang ingin di rubah?" tanya Agam.
"Tidak perlu di rubah, aku suka semua dekorasinya. Tapi Pak Agam, bisa tolong buatkan kandang ukuran besar di belakang rumah?" ucap Dara.
"Kandang? Apa anda punya peliharaan nona?" tanya Agam
"Ya, aku punya. Jadi bisakah membuat kandang yang besar? Untuk biayanya tolong pak Agam rinci total biayanya. Nanti saya akan kirim 10 milyar, itu uang untuk membeli beberapa bahan dan membayar tukang" ucap Dara.
"Tentu, tapi maaf nona. Seberapa luas anda menginginkan kandang yang akan di bangun?" tanya Agam
"Setengah dari halaman belakang" ucap Dara ringan.
Namun itu membuat dua orang di dekatnya terkejut. Setengah luas halaman belakang sama dengan 1000 meter persegi. Kandang apa yang memiliki luas seperti itu?
Star Mansion sendiri memiliki total luas lahan 10.000 meter persegi, dengan luas bangunan 4.000 meter persegi. Sisanya adalah halaman depan dan belakang.
"Bukankah itu terlalu luas untuk sebuah kandang, nona? Kalau boleh tahu, jenis hewan peliharaan seperti apa yang anda punya?" Tanya Heru penasaran.
"Sebenarnya yang saya sebutkan tidak terlalu luas dari pada tempat ia sebelumnya. Tapi aku pikir itu cukup untuknya. Peliharaanku hanya seekor kucing putih yang lucu" ucap Dara tidak menyebutkan jika itu adalah seekor harimau putih yang besar.
Mendengar kalau peliharaannya adalah seekor kucing, Heru dan Agam hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Mereka berpikir jika Dara sangat menyayangi peliharaannya itu. Seekor kucing saja di buatkan kandang sebesar itu. Orang kaya selalu ada-ada saja keinginannya, begitu pikir mereka.
"Ah ya, kandangnya bukan seperti kandang pada umumnya, ini hanya membuat batas di tepian saja dengan kaca yang tebal dan kuat, lalu luarnya buat pagar besi atau baja tingginya 4 meter cukup. Dan di sudut sana bangun rumah kecil ukuran 4x4 meter dan buat kolam kecil di sebelah sana" ucap Dara.
Agam dan Heru hanya mengangguk, pikiran keduanya sama. 'Sebenarnya nona ingin membangun kandang kucing atau harimau, sepertinya nona sangat menyangi dan memanjakan kucingnya'.
Mereka tidak tahu saja jika yang di pikiran mereka ternyata benar.
"Nona, maaf boleh saya bertanya sesuatu?" tanya Agam
"Tentu, tanyakan saja" ucap Dara
"Apa nona akan tinggal bersama orang tua dan saudara anda? Kamar mana yang harus saya siapkan untuk tuan besar dan nyonya besar? nona atau tuan muda yang lain? Juga berapa banyak pembantu yang ingin ada rekrut, apa anda memiliki kriteria khusus untuk itu?" tanya Agam.
"Aku sudah tidak memiliki orang tua Pak Agam, aku hanya tinggal bersama adik laki-laki ku, namanya Dimas. Jadi tolong siapkan kamar utama untuk saya dan adik saya. Dan untuk pembantu dan yang lainnya, itu terserah Pak Agam ingin merekrut berapa sesuaikan saja dengan kebutuhan. Untuk kriteria khusus, tidak ada. Hanya aku ingatkan untuk mencari pekerja memiliki atitude yang baik" ucap Dara
"Maafkan saya saya tidak tahu jika orang tua anda sudah tidak ada nona" ucap Agam
"Tidak apa-apa, itu sudah lama terjadi" ucap Dara.
"Katakan saja Pak, aku tahu ada yang ingin bapak utarakan, bukan?" ucap Dara saat melihat Agam seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi ragu.
"Ah, begini nona. saya memiliki dua anak, anak sulung saya di rumah sakit tapi yang bungsu tinggal sendiri, bolehkah..." ucap Agam.
"Jika Pak Agam mau, ajak saja anak Bapak tinggal di sini begitupun dengan anak bapak yang sakit, setelah sembuh ajak dia tinggal di sini juga. Bapak bisa pilih kamar di lantai satu untuk di tinggali kedua anak bapak. Ngomong-ngomong, berapa usia anak bapak? Dan bagaimana dengan istri bapak, kalau mau bapak bisa mengajak istri bapak tinggal" ucap Dara.
"Ah terimakasih banyak nona. Istri saya sudah meninggal" ucap Agam
"Ah maaf" ucap Dara
"Tidak apa-apa nona. Ah iya, Kedua anak saya laki-laki. Si sulung bernama Alan dia berumur 18 tahun dia kecelakaan setelah mengikuti ujian di SMA. Dan si bungsu bernama Ryan berumur 15 tahun, dia baru lulus SMP" ucap Agam.
"Hmm, Ryan sebaya dengan adik saya. Itu bagus, mereka bisa berteman" ucap Dara menganggukkan kepalanya.
Mendengar itu Agam terharu, jarang sekali anak orang kaya ingin berteman dengan orang dari kalangan bawah. Hal itu membuat Pak Agam semakin menghormati Dara.
"Apa bapak sudah mendaftarkan Ryan sekolah? Apa Alan juga ingin lanjut kuliah?" tanya Dara.
"Kedua anak saya ingin lanjut sekolah, tapi karena Alan kecelakaan dan butuh biaya banyak. Jadi saya meminta Ryan untuk melanjutkan sekolah tahun depan, tapi setelah saya mendapatkan pekerjaan ini. Saya berubah pikiran dan ingin menyekolahkannya lagi" ucap Agam dengan jujur.
"Ah, bagaimana kalau Ryan bersekolah dengan Dimas? Untuk biaya, tidak perlu khawatir. Aku akan mengurus semuanya" ucap Dara
Mendengar itu Heru menepuk bahu Agam yang masih terkejut karena kebaikan Dara. Heru memberikan selamat pada Agam, karena mendapatkan majikan yang sangat baik.
Agam juga sangat berterima kasih pada Heru, karena berkatnya ia mengenal Dara dan mendapatkan pekerjaan yang sangat bagus. Ia berjanji akan membelikan heru makanan sebagai ucapan terima kasih.
....
Waktu sudah menunjukan jam makan siang, ketiganya pun memutuskan untuk makan siang di restoran yang dekat dengan Luxury Mansion.
Saat makan mau tak mau Dara membuka maskernya. Hal itu membuat syok Heru dan Agam, keduanya sangat takjub dan terpesona melihat kecantikan yang menakjubkan di depannya.
Namun setelah sadar, mereka mencoba untuk tenang. Untung saja mereka makan di ruangan tertutup, kalau tidak mungkin banyak orang terpesona dan membuat keributan di sana.
Setelah makan, Dara memberikan tugas untuk Agam membeli sebuah mobil dan mencari supir untuk antar jemput Dimas dan dia nantinya. Sedangkan kendaraan untuk pribadi Dara, ia akan memikirkannya nanti.
Lagian ia belum bisa menyetir mobil ataupun motor. Jadi ia akan belajar terlebih dulu nanti sebelum ia membelinya.
Setelahnya mereka bertiga berpisah, Dara menghubungi Carmila dan menanyakan keberadaannya. Dan kebetulan Carmila berada di ibukota saat ini.
Dara bermaksud menjual beberapa permata atau barang lain yang bisa di jual. Karena keuangannya sudah kembali menipis setelah begitu banyak uang yang ia keluarkan.
Di kartu nya saat ini, ia hanya memiliki uang sekitar 100 milyar saja. Dia harus menghasilkan uang lagi, apalagi ia akan mengakuisisi perusahan Entertainment Lucas yaitu teman Feli. Jadi ia butuh uang yang banyak.
Dan untuk kebutuhan lain secara mendadak yang tidak ia ketahui. Jadi ia harus mempersiapkannya lebih awal.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
Rafinsa
halunya tingkat tinggi tapi seru... kapan lagi ngehalu tingkat dewa begini ..🤭
2024-10-19
1
ismasri rahayu
senengnya baca novel ini.... walaupun suka suka halunya..... tapi ide cerita dan alurnya enak dibaca..... sah saja...ini fiksi... semangat pokoke...
2024-09-08
1
Kartika Lina
hanya di dunia novel ada orang baik yang ga segan2 membantu hingga tuntas
2024-02-17
5