Saat ia ingin mengatakan sesuatu, ia melihat ada pelanggan lain yang baru masuk dengan matanya berbinar. Pelanggan itu seorang laki-laki paruh baya dengan Stelan pakaian rapih dan bermerek, tentunya lebih meyakinkan di bandingkan Dara.
"Tunggu sebentar" ucap Penny kemudian buru-buru meninggalkan Dara sendirian di sana tanpa lebih dulu mendengar jawaban dari Dara.
"Cih pelanggan iseng yang cuma ingin melihat-lihat saja, males banget aku ladeninnya. Mending aku layani pelanggan lain" gerutu pelan Penny, namun Dara masih bisa mendengarnya dengan jelas dan menggelengkan kepalanya, tidak puas.
Penny terlihat menghampiri pramuniaga lain, dan menunjuk ke arah Dara. Terlihat pramuniaga itu mengangguk patuh dan menghampiri Dara. Sedangkan Penny melangkah menghampiri pelanggan lain yang baru saja masuk.
Dara tentunya paham apa yang terjadi, ia pernah melihat adegan itu di film ataupun membacanya di novel yang rajin ia baca beberapa hari belakangan ini. Ia melakukan itu agar ia memahami dan belajar kehidupan di kota seperti apa.
Ia tidak habis pikir, banyak orang yang suka memandang seseorang dari penampilannya saja. Padahal Dara sudah menggunakan pakaian rapih dan bagus, meskipun ia membeli pakaian itu sekitar satu jutaan. Tapi itu termasuk pakaian cukup layak, yang bahkan sebagian orang tidak mampu membelinya.
"Hallo nona, izinkan saya mendampingi anda. Rekan saya ada urusan lain, apa anda tidak masalah dengan hal itu, nona?" ucap pramuniaga bernama Shelly dengan sopan dan tersenyum.
"Tidak masalah! Bisakah kau perlihatkan hunian yang di jual di Luxury Mansion?" tanya Dara.
Shelly terkejut mendengar itu, sekarang ia tahu kenapa Penny melempar pelanggan ini padanya. Karena ia tahu jika Luxury Mansion adalah hunian yang sangat mahal. Bahkan harga terendah di sana adalah 50 Milyar.
Ia juga sebenarnya ragu jika Dara bisa membeli hunian itu, namun ia tetap tersenyum dan melayaninya dengan baik. Setidaknya ia melakukan prosedur kerja secara profesional sesuai SOP yang harus di terapkan. Meskipun nantinya Dara tidak jadi membeli.
"Silahkan sebelah sini Nona" ucap Shelly lembut, mengajak Dara ke area sebelah kanan.
Di sana ada berbagai miniatur bangunan yang akan di jual, berikut keterangan dan juga harga yang tertera di sebuah buku besar. Buku itu meliputi keterangan unit yang di jual berikut foto, detail bahan yang di gunakan, kelebihan dan lain-lain.
"Untuk saat ini, mansion yang tersedia tinggal mansion nomor 2, 3, 6, 9, 16, 17, 18 dan 20 dari total 20 unit di area Luxury Mansion" ucap Shelly menjelaskan mansion nomor berapa saja yang masih ada.
Dari 20 mansion, 12 di antaranya sudah laku terjual dan tersisa 8 mansion.
"Keamanan di area Luxury Mansion terjamin bagus. Meskipun masing-masing rumah biasanya memiliki security, tapi di dua pintu masuk komplek di jaga oleh tim keamanan dengan sangat ketat dan tidak sembarang orang bisa masuk kecuali penghuni atau tamu Luxury Mansion" ucap Shelly.
Dara melihat-lihat mansion nomor tiga, ia mengangguk puas. Mansionnya sangat besar dan desainnya ia sangat suka terlebih kolam renang di sana, selain itu budgetnya juga cukup untuk membeli mansion itu.
Mansion nomor 1, 2 dan 3 memiliki harga dengan kisaran yang sama, yakni berkisar 350 milyar. Hanya saja memiliki design yang berbeda.
*Mansion yang di pilih Dara.
"Berapa harga mansion nomor 3?" tanya Dara meskipun ia sudah melihat harga di sana, namun ia tetap menanyakannya untuk memastikannya.
"Harganya 350 milyar, itu bisa di bayar selama 6x angsuran dan hanya terkena biaya 2% dari harga aslinya. Pemilik mansion Luxury mansion akan di kenakan biaya keamanan, kebersihan dan akomodasi kendaraan sekitar kompleks total 20 juta/bulannya. Dan penghuni baru akan mendapatkan biaya keamanan, kebersihan, akomodasi kendaraan gratis selama 3 bulan " ucap Shelly
"Aku ambil Mansion nomor tiga, aku bayar penuh. Tolong segera urus berkasnya" ucap Xena memberikan kartu platinum miliknya yang sudah ia upgrade tanpa limit sebelumnya di kota Y. Karena Black Card miliknya belum jadi dan belum ada kabar dari Fadli, direktur cabang kota Y.
"Ya nomer tig... Eh, apa?? A-anda ingin mengambil nomor tiga? Ba-ba-bayar pe-penuh?" ucap Shelly terkejut, tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Mendengar seruan itu, Penny yang sedang menjelaskan pada pelanggannya tidak sengaja mendengar ikut terkejut. Begitu pun dengan pelanggan di sebelahnya yang juga sama terkejutnya.
"Ya, apa ada yang salah?" tanya Dara
"Ti-tidak, sa-saya akan mengurusnya. Nona tolong silahkan duduk dulu sebentar, saya akan segera menyiapkannya. Ah iya nona mau minum kopi atau teh?" ucap Shelly dengan raut wajah cerah dan semangat.
"Teh tanpa gula, terimakasih" ucap Dara, Shelly mengangguk dan permisi.
Ia baru bekerja kurang dari 1 bulan, jika ia berhasil menjual salah satu dari tiga unit termewah di sana. Bukan hanya membuatnya menjadi karyawan tetap, ia juga akan memiliki bonus sekitar 100 juta an atau lebih saat pembayaran berhasil.
Namun tiba-tiba Penny sudah berdiri menghalangi Shelly. Dengan tidak tahu malu ia mengatakan sesuatu.
"Shelly, kamu bisa membantu menemani pelanggan yang lain. Biar nona ini saya yang urus berkasnya" ucap Penny dengan angkuh.
"Ta-tapi..." ucap Shelly.
Jujur saja ia marah karena pekerjaannya di sabotase, namun dirinya masih baru dan masih masa magang. Dan Penny merupakan seniornya yang berkuasa di sini, jadi mau tidak mau ia harus menahan amarahnya.
"Sudah sana layani pelanggan lain!!" ucap Penny tidak sabar dan mengambil kartu milik Dara dengan cepat.
Shelly menggigit bibirnya matanya sudah berkaca-kaca, dengan marah, sedih, kecewa dan dongkol yang ia tahan karena tidak berhasil menjual saat kesempatan ada di depan mata. Shelly hendak pergi menghampiri pelanggan lain. Namun suara Dara menginterupsi.
"Nona Shelly anda mau kemana, bukannya ada akan mengurus berkas mansionku?" tanya Dara pura-pura tidak tahu.
Padahal ia memiliki pendengaran yang tajam, jelas ia mendengar semua percakapan keduanya.
"Ah, Shelly akan melayani pelanggan lain nona. Jadi saya yang akan mengurus berkas pembelian mansion anda. Tolong tunggu sebentar saya akan segera kembali." ucap Penny dengan senyum seramah mungkin dengan pelanggan kaya raya.
"Tunggu!! Sepertinya anda salah paham, saya hanya ingin di layani oleh Nona Shelly bukan orang lain. Jika tidak, saya tidak jadi membelinya" ucap Dara dengan tegas.
"Eh, tapi nona. Shelly masih baru dan belum mengerti tentang prosedur untuk pembelian. Jadi biarkan saya membantu anda agar prosesnya lebih cepat" ucap Penny kesal namun ia berusaha untuk tetap lembut dan sopan saat berbicara.
"Kalau begitu saya tidak jadi beli, menyebalkan!" ucap Dara sedikit berteriak kesal dan mengambil kembali kartu miliknya di tangan Penny.
"Ada apa ini?" ucap seseorang pria dengan tinggi dan badan sedikit gempal. Jika di lihat dari ciri-ciri nya, Dara memastikan jika pria itu adalah bos atau manager di kantor agen properti ini.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
mB€|6€D€§
xena siapa thuorrr...? 🤭
2024-12-20
0
tukimin tjokromihardjo
xena...?
2024-05-01
1
SweetiePancake
"Es teh panas pake garam, terimakasih."
2024-02-07
1