Mendapati bosnya jatuh terjerembab membuat kedua anak buahnya terkejut. Kejadian itu begitu cepat, bahkan mereka tidak menyadari kedatangan orang lain di sana.
Bahkan Felicia yang sedang di pegangi oleh kedua anak buah itu pun terkejut, saat melihat tubuh Toni melayang dan jatuh terjerembab.
"Aaakkhhh, kurang ajar! Siapa yang berani memukulku" Teriak Toni.
"Aku yang melakukannya!" ucap Dara yang tengah duduk di sofa tunggal dengan kaki menyilang, sangat tenang.
"S*al! Siapa kamu wanita si*lan, Bagaimana kamu bisa masuk? Beraninya kamu memukulku, kamu tidak tahu siapa aku hah?" teriak Toni sambil menahan sakit di wajah dan juga pantatnya.
"Kenapa tidak berani? Lepaskan wanita itu! Maka aku akan melepaskan kalian. Kalau tidak, aku tidak janji membiarkan kau keluar dalam keadaan utuh dari sini" ucap Dara dengan dingin dan menyeringai di balik maskernya.
"Cih, dasar j*lang! Beraninya kau mengancamku! Kenapa kalian berdua diam saja, tangkap wanita itu! Akan aku biarkan kalian bersenang-senang dengannya sebelum mencabut nyawanya!" teriak Toni pada anak buahnya.
Dua anak buah Toni bergegas melepaskan cekalannya pada Felicia dan menghampiri Dara. Namun, belum sampai mereka menyentuhnya, terdengar suara yang begitu nyaring dan memekakkan telinga.
KREK!!! KREK!!! KREK!!!
"Aaaaaarrrggghhhhhhh!!!!" teriakan keduanya begitu memilukan.
Kini keduanya jatuh di lantai, tangan kedua anak buah Toni beserta kedua kakinya patah dan melengkung ke arah berlawanan. Sangat menyeramkan melihat kondisi mereka yang sudah cacat.
"Aaaarrrggghhhh!!!! Sakiiitttt!!! tanganku!!! kakiku aaaakkkhhh" teriakan itu terus menggema di kamar itu.
Toni yang melihat itu melebarkan matanya terkejut, itu hanya kurang dari sedetik sebelum mereka berdua di buat tidak berkutik dengan kondisi yang mengenaskan.
Toni beringsut ke pojokan, kakinya mulai melemas, bau Pesing perlahan menyerebak keluar. Ia mengompol saking ketakutannya.
"Iihhh Jorok!" ucap dingin Dara jijik.
"Am- Ampun nona! Aku minta maaf, jangan kemari, toloong!" ucap Toni dengan tubuh gemetar.
KRAK!!! KRAK!!!
Dengan tanpa ampun Dara membuat kedua tangan dan kaki Toni patah, sama seperti keadaan anak buahnya.
"Aaaarrrggghhh ampuuuunnn sakiitttt!!!! Berhenti kau j*Lang si*lan" teriak Toni
"Masih bisa mengumpat hmm... Baiklah, aku punya hadiah untukmu" ucap Dara.
Ia mengeluarkan satu set jarum apukuntur dari kantong celananya. Ia menusukkan jarum itu ke beberapa titik, setelahnya terdengar teriakan lebih kencang dari Toni.
"Aaaarrrggghhhh ampuuuuuunnnn huaaaa hikkkssss burungkuuuuu, aaaakkhhhh" teriak Toni begitu kesakitan.
"Itu pelajaran untukmu karena suka mengancam orang dan suka sembarangan menebar benih, ya aku masih berbaik hati hanya memberikan sedikit pelajaran. Rasa sakit yang terasa nyilu, panas tak tertahan dan seperti tersengat ribuan serangga di benda keramatmu itu, hanya akan bertahan 1 Minggu saja kok tenang saja" ucap Dara dengan nada seperti gadis polos.
"Ingat perkataan ku, jangan pernah bersenggolan denganku atau orangku. Jika kau melakukannya, maka kau akan menerima pelajaran lebih dari ini, mungkin aku akan membuatmu lebih memilih untuk segera mati. Jadi ingat itu!!! Ah aku lupa, agar kau tidak lupa padaku maka kau harus mengingat panggilan ku bukan. Kau bisa memanggilku 'Star Queen'." ucap Dara.
Mendengar itu Toni bergetar, ia merasakan sakit di kedua tangan, kaki dan juga burung prekututnya. Namun ia tidak berani marah ataupun mengumpat, karena ia tahu jika ucapan Dara tidaklah main-main.
Dara berjalan menghampiri tubuh wanita yang bergetar di atas kasur. Felicia jelas takut jika dirinya juga terkena amukan Dara.
"Jangan takut, aku di sini untuk menolongmu. Ayo kita keluar!" ucap Dara
Mendengar itu ia menghela nafas, Felicia tidak lagi takut dengan Dara. Ia menatap wajah Dara yang sebagian tertutup masker. Ia pun mengucapkan terimakasih padanya.
....
Di kamar presiden suite yang di tempati Dara dan Dimas, wanita itu duduk si sofa tamu yang memang di sediakan di kamar presiden suite.
Felicia terlihat sangat terkejut mengetahui jika orang yang menolongnya ternyata orang yang sangat kaya, buktinya ia menyewa kamar presiden suite. Yang tentu saja mengeluarkan kocek lebih dari seratus juta permalamnya.
"Nona.... Nona Star Queen, aku..." ucap Felicia
"Dara, panggil aku Dara karena itu namaku yang sebenarnya" ucap Dara dengan lembut namun juga tegas.
"Ah, ya nona Dara, terimakasih sudah membantuku. Perkenalkan namaku Felicia anda bisa memanggilku Feli, maaf sudah melibatkanmu dengan masalahku nona" ucap Feli dengan tulus.
"Aku tidak akan mendapatkan masalah, karena tidak ada bukti atas tindakkanku menyelamatkanmu" ucap Dara santai
"Tapi, hotel ini pasti memiliki CCTV yang bisa di jadikan bukti" ucap Feli polos
"Aku tahu, hotel memiliki CCTV. Tapi apakah menurutmu orang yang bernama Toni itu akan mengungkapkan kejahatannya sendiri?" ucap Dara
"Maksud anda?" tanya Feli tidak mengerti.
"Ia membawamu ke hotel ini pasti sudah di rencanakan hal itu matang-matang, yang pastinya ia tidak meninggalkan bukti yang membuat dirinya kesulitan di masa depan. Tentu saja CCTV itu sudah di matikan sebelumnya" ucap Dara ringan sambil meminum air mineral di atas meja.
"Ah, anda benar nona. Aku tidak memikirkannya sampai ke sana" ucap Feli.
"Tidak perlu khawatir, karena jika ia berani melibatkan aku atau kamu. Ia akan menerima resiko karena telah menyinggungku" ucap Dara, Feli hanya mengangguk lega.
"Kenapa kau bisa terjebak dengan pria mesum itu?" tanya Dara.
Meskipun secara garis besar Dara mengetahui dari percakapan mereka. Namun secara keseluruhan ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku seorang aktris yang baru saja naik daun dan mendapatkan dua penghargaan, aktris pendatang baru terbaik dan aktris pendamping wanita terbaik. Itu karena film yang aku perankan yang rilis tahun ini mencapai hasil yang memuaskan dan tokoh yang aku perankan mendapatkan respon baik dari masyarakat. Agensiku terus menerus menekanku untuk membuatku menemani para investor, yang akan menanam investasi mereka di film baru yang akan tayang, dimana aku di janjikan menjadi pemeran utama" ucap Feli dengan wajah sedih dan menunduk.
"Aku sering menolak permintaan agensi yang tidak masuk akal itu, menurutku aku mampu naik tanpa harus mengandalkan atau menyenangkan pria-pria tua untuk menarik mereka berinvetasi padaku. Aku bisa mengikuti casting dengan kemampuanku dari pada melalui jalan pintas, tidak masalah aku menjadi pemeran kedua atau figuran sekalipun. Namun agensiku menekanku terus menerus dan memaksaku bertemu dengan orang-orang itu, termasuk Toni, kalau tidak mereka akan memboikotku dari dunia hiburan dan menuntutku sesuai kontrak. Dan terjadilah kejadian seperti yang anda lihat Nona" ucap Feli merasa hidupnya miris.
"Kenapa kau tidak keluar dari agensi buruk itu? Bukankah banyak agensi lain yang lebih memanusiakan artis-artisnya" tanya Dara
"Aku pernah berkeinginan memutuskan kontrak dan bergabung ke agensi yang baru di dirikan salah satu sahabat baikku. Namun aku harus membayar denda 10 milyar untuk memutuskan kontrak kerja, tapi aku tidak memiliki uang sebanyak itu. Aku hanya memiliki uang kurang dari 1 milyar di tabunganku selama satu tahun ini. Dan secara kebetulan perusahaan agensi milik sahabatku terancam Colaps, karena kekurangan dana yang di sebabkan oleh pacar sahabatku" ucap Feli apa adanya.
"Keluarlah dari agensi itu, biar aku yang membayar denda pemutusan kontrakmu" ucap Dara santai
"Apa????" ucap Feli sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
Kartika Lina
sekalinya menolong ga tanggung2 dara,, menolong hingga tuntas,, keren 👍
2024-02-17
6
Santo Londho
kaget kaya mendadak kok malah boros
2023-10-28
3
fifid dwi ariani
trus sehat
2023-09-21
1