Pagi-pagi sekali, Dara dan Dimas sudah siap dengan barang-barang yang sudah di susun rapih di dalam ransel baru yang di beli Dara saat itu. Mereka tidak memasukan banyak pakaian, itu hanya beberapa pakaian yang masih bagus dan photo mereka bersama dengan ibunya.
Hari ini keduanya bersiap pergi ke ibukota, Dara sudah memesan tiket kereta api untuk ke sana. Jadi ia harus ke kota terlebih dulu untuk sampai ke stasiun.
Selama dua hari ini, Dara terbiasa menggunakan masker untuk menutupi wajahnya saat bepergian. Itu di karenakan beberapa hari yang lalu, ia bertemu warga desa dan membuat kampungnya seketika geger akan kecantikannya yang seperti seorang Dewi .
Hingga orang-orang berbodong datang ke rumah untuk melamar atau hanya sekedar melihatnya secara langsung karena penasaran dengan kabar itu.
Untungnya Dara dan Dimas sudah memiliki planing pindah ke ibukota hari ini.
"Kak, sepeda Dimas gimana?" tanya Dimas, ia memikirkan sepeda barunya itu.
"Nanti temen kakak yang kirim sepedanya ke alamat kita di sana. Kamu tunggu di sini, kakak antar sepedanya dulu ke sana" ucap Dara yang di angguki Dimas.
Dimas menunggu kakaknya di tepi jalan besar, di mana mereka akan naik angkot untuk sampai ke kota.
Kemudian Dara menggoes sepedanya masuk ke kampung lagi, setelah di rasa sepi dan aman, Dara segera memasukannya ke ruang dimensinya.
Karena berhubung di sana jarang ada taksi lewat, jadi keduanya naik angkot ke kota. Beruntung kejadian tidak mengenakan sebulan lalu di angkot itu tidak terulang lagi. Kalau tidak, Dara tidak segan-segan menghajarnya, bahkan membuatnya di ambang kematian.
Sesampainya di terminal, Dara dan Dimas naik angkot lain sekali lagi menuju ke stasiun. Jadwal keberangkatan mereka masih satu jam lagi, jadi keduanya bisa bersantai sejenak. Lalu masuk untuk cek-in setelah pengumuman terdengar.
Dara sempat bertanya ke security di mana lokasi tempat duduknya dengan menunjukan tiketnya. Kemudian dengan ramah security itu menjelaskannya. Dara memang sengaja memesan kursi eksekutif agar perjalanan 7,5 jam itu terasa nyaman untuk keduanya.
....
Ibukota...
Setelah sampai di Ibukota, Dara langsung membuka ponselnya dan memesan Taksi online, tujuannya adalah Diamond hotel. Ia sudah membooking presiden suite untuk 4 malam.
"Dek, kamu tunggu di sini dulu ya" ucap Dara
"Iya kak" ucap Dimas yang sedang terpesona menatap megahnya hotel bintang lima itu hanya mengangguk.
"Selamat malam kak, ada yang bisa saya bantu?" ucap resepsionis sopan.
"Malam mba, saya sudah pesan kamar secara online" ucap Dara
"Bisa lihat kartu identitasnya kak?" tanya resepsionis lagi
Dara langsung memberikan kartu identitasnya, resepsionis terkejut saat tahu Dara adalah tamu Ekslusif yang akan menginap di presiden suite. Bagaimana tidak terkejut? Kamar itu sangat mahal, bahkan hampir 150 juta permalam nya. Jadi sudah pasti Dara adalah wanita super kaya, bukan?
Resepsionis langsung memanggil karyawan lain untuk mengantar Dara dan Dimas ke kamar Presiden suite.
....
"Kak, ini rumah siapa kok gede banget?" tanya Dimas setelah keduanya sudah ada di kamar.
"Ini namanya hotel Dek. Kamu harus banyak belajar dari internet yang berhubungan dengan kehidupan di Ibukota, cara mereka bersosialisasi dan lain-lain. Tapi ingat jika menurut kamu dan yang orang tua kita ajarkan itu tidak baik, maka jangan di lakukan. Kamu mengerti?" tanya Dara
"Mengerti kak. Jadi ini Hotel kak? Bukannya menginap di hotel sangat mahal ya kak, kaya yang aku dengar kalau teman-teman ngobrol atau yang aku lihat di TV. Kakak dapat uang dari mana untuk menginap di sini?" tanya Dimas menatap kakaknya.
"Teman kakak yang atur semuanya dek, kamu jangan khawatir ya. Kita akan tinggal di sini selama beberapa hari saja, baru setelah itu kita pindah ke rumah kita" ucap Dara
"Rumah kita? kembali ke pondokan gitu kak?" tanya Dimas polos.
"Nggak dek, tapi rumah kita yang di sini. Temen kakak bilang dia ingin jual salah satu rumahnya pada kakak, dan kakak bisa membayarnya dengan memotong gaji kakak tiap bulan" ucap Dara
"Waahh, teman kakak baik sekali. Aku ingin sekali ketemu sama dia dan mengucapkan terimakasih" ucap Dimas benar-benar antusias.
"Hmm, nanti kita ucapkan itu bareng-bareng saat ia pulang dari luar negeri. Sekarang jangan terlalu di pikirkan, lebih baik makan dulu. Kamu bisa lihat menu nya" ucap Dara beralasan dan menyodorkan menu di hotel.
Dimas menatap takjub dan kadang mengerutkan keningnya saat membaca menu yang tidak ia mengerti. Menu di sana selain Indonesian food ada juga western dan Chinese food yang sangat asing di mata Dimas.
Presiden suite memiliki 3 kamar tidur, sebelum istirahat. Dara memesan makanan yang di antar ke kamar untuk mengisi perut mereka. Dara menjelaskan satu-satu apa yang di maksud makanan itu semua.
Ia menjelaskan semuanya yang ia tahu dari hasil membaca di internet, tapi untuk rasanya? Mungkin mereka baru akan mencobanya beberapa saat lagi.
Layanan Presiden suite memang sangat di prioritaskan. Hanya menunggu 15 menit makanan sudah siap dan keduanya makan malam dengan lahap.
....
Dara kini duduk bersila di kamarnya untuk berkultivasi seperti biasanya. Dirinya sudah masuk ke tingkat satu level puncak. Ia di ambang kenaikan ke tingkat dua.
"Haaaahhh Chi di ibukota sangat tipis sekali, bahkan tidak ada setengah dari Chi yang ada di pondokan" gumam Dara.
Saat Dara duduk bersila, dia terkejut dengan suara minta tolong yang masuk ke pendengarannya. Pendengaran Dara memang sangat tajam sebagai seorang kultivator, ia dengan jelas bisa mendengar sesuatu dari jarak 20 meter meskipun orang itu hanya berbisik.
Meskipun hotel ini di lengkapi dengan peredam suara yang baik, namun itu tidak berlaku untuk Dara.
Dara mempertajam pendengarannya, ia yakin jika suara itu berasal dari kamar yang tepat berada di bawahnya. Ia bergegas mengambil masker, menguncir rambutnya tinggi dan berjalan menuju arah Balkon.
"Nggak ada cara lain" gumam Dara saat melihat ia berada di lantai 20
Hap!!!
Dara meloncat dari balkon kamarnya, ia berayun dan mendarat di balkon kamar yang berada di bawah kamarnya, dengan pendaratan yang sempurna dan tanpa menimbulkan suara. Ia segera bersembunyi di balkon dan melihat situasi terlebih dulu. Ia harus tahu apa yang terjadi sebelum ia melakukan tindakan.
"Jangan mendekat!!! Toloooong, siapapun tolong aku!!!!" teriak seorang wanita yang terlihat cantik yang duduk di sudut tempat tidur dengan ketakutan.
Namun jika di bandingkan dengan kecantikan Dara, itu masih jelas berada di bawahnya.
"Teriak saja sampai suaramu habis cantik! Tidak akan ada yang mendengarnya. Sudahlah, kamu diam dan nikmati saja. Aku pastikan kau akan mengerang nikmat dan justru akan memintaku melakukannya berkali-kali" ucap pria bertubuh gempal terkekeh
"Cih, sampai mati aku tidak akan menyerahkan kehormatanku untuk pria bajingan sepertimu!!!" ucap wanita itu meludah dan berbicara dengan keras.
"**** dasar ja**ng, beraninya kau meludahiku!! Kalian pegangi dia!!!" teriak pria gempal itu pada dua orang yang ada di belakangnya.
PLAK!!!
Tamparan keras mengenai pipi wanita cantik itu, lalu mencengkeram pipinya dengan kuat.
"Dasar ja**ng tidak tahu diri, aku dengan baik hati memberikan kesempatan emas untuk kamu menjadi pemeran utama di Film ku. Harusnya kamu bersyukur aku menawarkannya padamu. Tapi kau malah sok jual mahal! Tidak mau di ajak enak sebagai gantinya. Asal kau tahu, aku sudah membayar mahal ke agensimu untuk bisa menidurimu. Jadi Diam dan lakukan tugasmu dengan baik Felicia sayang!!" ucap Pria gempal itu sambil menjilat bibirnya.
"Tidak!!! jangaaannn!!! Bunuh saja aku! Aku lebih baik mati dari pada melayanimu Toni bajingan" ucap Wanita bernama Felicia itu.
Pria bertubuh gempal yang bernama Toni itu mengulurkan tangannya untuk membuka pakaian wanita yang tengah di pegangi dua pria di sisi kanan dan kirinya.
BUGH!!!
Tiba-tiba pukulan besar itu melayang ke arah wajah Toni hingga membuatnya terbang hingga dua meter dan jatuh terjerembab di lantai.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
SweetiePancake
Gimana reaksinya jika dia tahu apa yang ada didalam ruang penyimpanannya, langsung koma 1 abad itu🗿👍
2024-02-07
4
Mas Halu
Berarti 4 malam = 600 Juta
2023-12-02
3
Sri Mulyaningsih
keren sih ceritanya
2023-11-09
2