Pagi-pagi sekali meskipun ayam terus menerus berkokok, namun matahari belum keluar sama sekali di peraduan nya. Dara sudah membangunkan Dimas untuk siap-siap berangkat ke sekolah.
Karena perjalanan yang jauh dan tidak memiliki motor ataupun sepeda, jadi mereka harus bangun lebih pagi di banding orang lain.
"Sarapan dulu Dek" ucap Dara
"Iya Kak" jawab Dimas
Keduanya menyantap ubi rebus untuk sarapan mereka pagi hari ini. Setelahnya Dara menyerahkan selembar uang lima ribuan untuk uang jajan Dimas di sekolah.
"Makasih Kak, Dimas berangkat dulu" ucap Dimas sambil Salim pada kakaknya itu.
"Iya hati-hati, belajar yang rajin ya Dek" ucap Dara yang di balas kode tangan oleh adik satu-satunya itu.
Dara membereskan peralatan makan, masih ada sisa ubi jadi ia simpan kembali di dapur untuk makan siang dirinya dan Dimas nanti.
Ia menatap uang yang di milikinya saat ini, tersisa sepuluh ribu. Dara menghela nafasnya karena keuangan di keluarga nya tidak ada peningkatan sama sekali. Justru semakin sulit mendapatkan uang, karena penjualan sayur di pasar tidak selalu laku.
Melihat hanya dua batang kayu bakar yang tersisa, Dara bergegas pergi ke hutan untuk mengumpulkannya seperti biasa.
Setelah berganti pakaian dengan pakaian panjang, ia berjalan ke hutan setelah matahari sudah terbit dan hari sudah terang.
"Kenapa Rantingnya tidak ada sama sekali, biasanya di sini cukup banyak. Apa aku harus masuk lebih dalam?" gumamnya
Dara tidak melihat ranting pohon di sepanjang ia berjalan. Karena tidak mungkin ia pulang tanpa membawa apa-apa, jadi Dara memutuskan untuk masuk ke hutan lebih dalam.
Ia memberikan tanda untuk jalan yang sudah ia lewati agar tidak tersesat, lalu melangkah ke dalam hutan.
Benar saja, ada lebih banyak ranting pohon yang sudah kering berserakan di sana. Dara tersenyum lebar dan segera mengumpulkan ranting itu.
Tiba-tiba ia mendengar suara yang membuat bulu kuduknya berdiri.
Grrrrr.... Aauuuuuuu.....
Dara sedikit menoleh meskipun ia sebenarnya tidak berani, karena ia yakin di belakangnya ada binatang buas yang siap menerkamnya. Dan benar seekor Serigala hutan yang besar dari kejauhan mendekat ke arahnya.
Serigala itu memanggil kawanannya, melihat itu dengan bergegas Dara lari menyelamatkan diri. Ia lari tak tentu arah, sesekali ia menengok ke arah belakang. Ia sama sekali tidak menyadari ia melewati gapura kecil yang mengeluarkan cahaya saat ia melewatinya.
Hingga membuat kawanan serigala itu berhenti lalu berbalik arah.
"Sudah aman kah?" ucap Dara pada dirinya sendiri dengan nafasnya tersengal, saat menoleh dan tidak mendapati adanya kawanan serigala itu
"Eh, di mana ini?" Dara terkejut saat menyadari tempat yang begitu asing di matanya.
"Si4l!! Seperti nya aku tersesat" ucap Dara lagi.
Ia kemudian berjalan mencari jalan keluar, namun setelah sekian lama ia berjalan, justru ia kembali ke tempat semula yang membuatnya frustasi.
Dara duduk di atas rerumputan tidak sengaja tangannya menyenggol sesuatu. Ia terkejut saat melihat sebuah pedang tertancap hampir seluruh nya di tanah rerumputan itu.
"Woah... Gagangnya indah sekali seperti pedang kuno, tapi bilahnya kenapa tidak berkarat? ucap Dara.
Ia menyentuh bilah pedang itu dan jarinya tersayat hingga darah menetes mengenai pedang itu.
"Awwsss, si4l, tangan ku tergores" gumam Dara
"Sepertinya pedang ini pedang antik tapi kenapa tidak berkarat sama sekali. Kenapa aku tidak mengambilnya? Siapa tahu masih laku untuk di jual. Lagian di tengah hutan begini, tidak mungkin punya pemilik" gumam Dara lagi.
Tanpa ba-bi-bu lagi Dara menarik pedang itu dan itu sangat mudah. Bahkan tanpa tenaga yang besar Dara sudah berhasil mencabutnya.
"Waaahhh gagah dan Indah sekali" ucap Dara terpesona melihat pedang itu.
Namun ia terkejut saat ia pegang, pedang itu bergetar, Dara segera melemparkannya karena takut. Bukannya tergeletak, pedang itu justru melayang di udara membuat Dara bergidik ngeri.
Pedang itu perlahan menghilang berubah menjadi sinar hijau, dan dengan cepat sinar hijau itu terbang dan masuk ke kepala Dara.
"Arrrgghhhh!!!!!!" teriak Dara dengan sangat keras.
Karena tidak kuat menahan sakit di kepalanya, Dara jatuh tidak sadarkan diri.
....
"Yang Mulia... Bangun Yang Mulia..." sebuah suara masuk di pendengaran Dara.
Perlahan Dara membuka matanya, seperti nya ia pingsan begitu lama. Karena terlihat hari sudah mulai sore.
"Ughh..." Dara memegang kepalanya yang sedikit pusing.
Ia memejamkan matanya lagi, agar pusingnya menghilang. Setelah di rasa sudah lebih baik, Dara membuka matanya kembali. Di Lihatnya seekor harimau putih yang sangat besar di depannya.
"Xiao Bao..." ucap Dara memanggil Harimau itu tanpa takut sama sekali.
"Yang Mulia, akhirnya anda sadar" ucap Xiao Bao
Selama Dara tidak sadarkan diri, ia bergelut dengan seseorang untuk menempati tubuhnya dan mendapat ingatan dari orang itu yang memiliki wajah yang sama persis dengannya. Jadi ia tidak terkejut melihat Harimau yang ia panggil Xiao Bao, yang merupakan peliharaan dari wanita yang mirip dengannya.
Liu Annchi seorang putri dari seorang kaisar dan juga seorang jendral wanita yang paling di segani di daratan kekaisaran Bintang.
Liu Annchi meninggal karena pengkhianatan sahabat baiknya Fang Yue yang merupakan putri dari perdana menteri, yang memberikannya racun pelumpuh tulang.
Setelah nya Fang Yue menusuk jantungnya dengan pedang kesayangan Annchi sendiri dan membawa tubuh Annchi yang sudah tidak bernyawa ke tebing dan di buang di jurang kehampaan.
Dara menghela nafasnya, ia tidak percaya ia mengalami kejadian tidak masuk akal seperti ini. Awalnya ia merasa itu hanya mimpi, namun terlalu nyata ia rasakan. Namun ia sadar, jika ingatan Liu Annchi kini bersarang di kepalanya. Bahkan jiwa Liu Annchi sudah menyatu dengan jiwanya setelah entah bagaimana ia mengalahkan jiwa Liu Annchi yang ingin menguasai tubuhnya.
"Aku tidak menyangka kau masih hidup setelah ribuan tahun berlalu, Bao. Kau pasti melakukan pengorbanan besar untuk itu" ucap Dara mengelus kepala Xiao Bao.
"Tidak besar yang mulia, karena hamba juga tidak mengerti dan ikut tersedot ke pusaran arus jurang kehampaan. Saat hendak menyelamatkan tubuh yang mulia yang terjatuh. Entah kenapa, hamba justru secara tidak sengaja masuk ke dalam pedang milik yang mulia dan terjebak di dalamnya" jelas Xiao Bao
"Lalu apa rencana mu setelah ini? Kau sudah bebas sekarang, kau bisa pergi kemanapun yang kau mau setelah ini" ucap Dara.
"Hamba tetap ingin mengikuti anda Yang Mulia" ucap Xiao Bao.
"Tapi aku saat ini manusia biasa dan Liu Annchi sudah tidak Ada di dunia ini. Aku adalah Dara, manusia biasa yang secara kebetulan memiliki memori tentang kehidupan Liu Annchi, meskipun jiwanya sudah melebur bersama jiwaku. Aku tetap bukan majikanmu Liu Annchi, Xiao Bao" ucap Dara mengatakan yang sebenarnya.
Karena memang dirinya adalah Dara, meskipun jiwa dan ingatan Liu Annchi ada padanya. Tapi jelas Dara lebih dominan dan bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.
"Hamba tahu, jika anda bukanlah Tuanku. Tapi Tuanku memilih anda untuk mewarisi memori nya. Jadi hamba memutuskan untuk mengikuti anda" ucap Xiao Bao tetap pada pendiriannya.
"Tapi aku tidak bisa membawamu bersamaku. Bisa gempar seluruh penduduk desa jika aku membawa harimau besar ke dalam pondokan. Dan adikku juga akan takut melihatmu" ucap Dara
"Yang mulia bisa memasukan hamba di ruang dimesi milik anda" ucap Xiao Bao.
"Ruang dimensi? Ruang dimensi hanya di miliki manusia istimewa seperti Liu Annchi, Sedangkan aku tidak memilikinya, lagian ini jaman modern mana ada hal yang seperti itu." ucap Dara tidak percaya jika milik Liu Annchi juga ikut masuk ke tubuhnya.
"Anda memang tidak memilikinya sebagai manusia biasa yang mulia, Tapi jiwa, memori dan semua pengalaman Yang Mulia Liu Annchi yang dulu ada pada tubuh anda sekarang. Kemungkinan keistimewaan Yang Mulia Liu Annchi juga ikut masuk ke tubuh anda" ucap Xiao Bao
"Mungkinkah keistimewaan Liu Annchi ikut masuk ke tubuhku?" ucap Dara
"Hamba hanya menebaknya. Tapi tidak ada salahnya anda mencoba melihat di dalam tubuh anda" ucap Xiao Bao.
Dara mengangguk, ia mencoba mengikuti apa yang di sarankan Xiao Bao. Bagaimana Dara tahu caranya? Tentu Dara bisa tahu karena memori milik Liu Annchi yang kini di kepalanya itu.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
indah
masi nyimak aku thor😁
2024-09-10
1
Sarita
menarik sepertinya..
2024-02-09
2
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
mampir thor. nyimak dulu
2023-11-08
1