Dimas terlihat senang dan bersemangat saat ia memainkan permainan di Timezone. Ia sudah pernah melihat itu di internet dan TV, tapi baru kali ini ia melihat dan juga memainkannya.
Dara juga ikut bermain bersama dengan adiknya sampai puas, ia juga merasakan perasaan bahagia yang sama dengan Dimas. Hanya saja ia terlihat seperti biasa saja, padahal dalam hati ia juga bersorak bahagia ikut menikmati semua permainan yang ada di sana.
Mereka manusia biasa, terlebih mereka dari desa dan tidak pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya. Jadi hal yang wajar jika mereka sangat bahagia, hanya dengan hal sederhana seperti itu.
"Capek Kak!" ucap Dimas menghela nafas dan mendudukan dirinya di bangku panjang yang ada di sana.
"Ya sudah tunggu bentar, kakak beli minum dulu" ucap Dara yang di jawab anggukan oleh Dimas
Ia kemudian melangkah ke stand yang menjual minuman. Ia membeli es teh manis dan juga Milo dengan ukuran Large. Lalu kembali ke tempat Dimas duduk.
"Kamu mau yang Milo atau es teh manis dek?" tanya Dara memperlihatkan minuman di kedua tangannya.
"Aku mau nyoba yang Milo kak" ucap Dimas.
Dara memberikan minuman itu ke adiknya, keduanya pun menikmatinya, setelah beberapa saat mereka lanjutkan permainan lagi, tapi hanya sebentar lalu pergi.
Sebelum pulang, Dara mengajak adiknya ke toko bermerek seperti Channel, Louis Vuitton, Dior, Guci dan yang lain. Ia ingin mengisi lemari-lemari di walk in closet di kamarnya dan juga kamar Dimas.
Dimas yang di ajak hanya ikut saja saat tangannya di tarik kakaknya masuk ke dalam toko Channel. Dara juga menyuruhnya untuk memilih beberapa pakaian yang ia suka. dan menyuruhnya mencobanya.
SPG laki-laki datang melayani Dimas dengan baik, begitu pun SPG perempuan yang melayani Dara dengan baik pula dan merekomendasikan pakaian yang baik dan cocok untuk keduanya.
Dimas mencoba beberapa baju dengan ukurannya, ia sangat suka dengan semua pakaian yang ia coba. Ia juga suka dengan sepatu dan juga tas di sana. Namun ia sungkan jika memilih semuanya, jadi ia melihat harganya terlebih dulu saat ia mencoba di fitting room.
Dimas mengerutkan keningnya saat ia melihat $800 di sana. Ia tidak paham dengan harga dolar dan sebagainya. Karena ia pikir $800 itu terlihat seperti murah jadi ia tidak sungkan memilih beberapa pakaian lagi.
Ia keluar dari kamar pas dan berjalan mendekati Dara.
"Kak, aku boleh pilih keempat baju ini? Aku juga suka sepatu yang itu, sandal yang itu dan tas yang di sana" ucap Dimas dengan senyum di wajahnya.
"Hanya itu?" tanya Dara
"Sebenarnya aku suka beberapa, tapi bukankah terlalu banyak jika kita ambil semua?" ucap Dimas cengengesan
"Oke, kalau begitu beli semua yang kamu suka tidak perlu sungkan" ucap Dara ringan.
"Tapi Kak, apa nggak terlalu kebanyakan? Yang aku suka semuanya ada belasan belum sepatu dan yang lainnya" ucap Dimas terkejut.
Bukan hanya Dimas saja, tapi pelanggan lain dan juga karyawan di sana juga. Bagaimanapun yang di pilih Dimas setidaknya senilai 40.000-50.000 Dolar, atau setara 700 juta-an.
"Itu tidak banyak, kamu duduk saja di sana. Kakak urus pembayarannya dulu" ucap Dara
Dimas hanya mengangguk senang saat ia kan memiliki pakaian baru yang banyak dan yang ia suka, ia kemudian duduk di sofa dengan tenang menunggu kakaknya.
"Mbak yang saya pilih semua yang tadi saya coba. semuanya ukuran M, juga semua sepatu dan tas yang tadi saya pegang. Dan mas, sekalian yang di sukai adik saya tadi di jadikan satu saja pembayarannya" ucap Dara pada kedua penjaga toko yang melayaninya dan juga Dimas.
"Baik, ikut saya ke kasir, nona" ucap SPG toko dan Dara mengikutinya menuju ke kasir.
"Saya hitung dulu ya... To-totalnya jadi 1.566.000.000 nona" ucap kasir dengangugup dan suara yang sedikit bergetar. Bagaimana pun itu uang satu koma lima milyar lebih (Rupiah).
"Bisakah semuanya di kirim ke rumah?" tanya Dara sembari menyerahkan kartu miliknya.
"Tentu, untuk pengiriman gratis selama masih di daerah Ibukota pusat" ucap kasir dengan sopan.
"Kalau begitu tolong kirim ke Luxury Mansion No. 3" ucap Dara membuat semua yang mendengar di sana terkejut.
Pasalnya luxury mansion adalah komplek perumahan Elite dan paling mahal di ibukota. Semua orang tahu jika mansion nomor 1 sampai nomor 3 adalah yang termahal di sana.
TING! Tiba-tiba suara tanda pembayaran berhasil membuyarkan keterkejutan mereka.
"Ini kartu anda nona, maaf atas nama nona siapa?" tanya Kasir dengan sopan.
"Addara Azalea" ucap Dara
"Ah baik nona Addara, barang anda akan di kirim sore ini juga. Tunggu sebentar, karena anda berbelanja lebih dari 100.000 dolar, anda mendapatkan member card VIP. Anda akan mendapatkan potongan 5% dari total harga yang anda belanjakan di kunjungan anda berikutnya" ucap Kasir
"Ah, terimakasih" ucap Dara
"Terimakasih kembali, senang melayani anda. Dan terimakasih sudah berbelanja di toko kami" ucap Kasir sembari memberikan kartu member pada Dara.
"Loh kak mana belanjaannya?" tanya Dimas melihat kakaknya tidak membawa barang belanjaan.
"Barangnya nanti di kirim ke rumah kita, jadi kita tidak perlu repot-repot bawa" ucap Dara. Dimas hanya mengangguk paham, meskipun ia tidak tahu yang di maksud rumah itu yang mana, dia akan bertanya lagi nanti.
"Oke, kalau begitu ayo kita pergi ke toko lain" ucap Dara
"Toko lain? Bukannya kita sudah beli banyak kak?" tanya Dimas terkejut saat mendengarnya.
"Itu tidak banyak, kita butuh pakaian untuk sehari-hari. Tidak mungkin kita pakai pakaian yang itu-itu saja, kakak ingin membelikan kamu pakaian yang lebih baik, jadi jangan menolak" ucap Dara
"Baiklah, terimakasih Kak" ucap Dimas terharu.
Meskipun ia tidak membutuhkan baju banyak tapi ia tidak ingin mengecewakan kakaknya yang ingin membuatnya bahagia. Ia juga senang membeli pakaian baru, karena dulu ia tidak bisa membeli pakaian yang bagus.
Dimas pikir pasti kakaknya itu mendapatkan uang lebih dan masih tersisa banyak untuk membelikannya beberapa pakaian lagi.
Keduanya kemudian membeli pakaian di toko lainnya, tak terasa keduanya sudah membeli puluhan stel pakaian dan aksesoris lainnya. Semua barang itu di kirim ke Luxury Mansion. Hanya dua paper bag yang di bawa Dimas dan Dara untuk ia pakai selama di hotel.
Setelah hari mulai petang, keduanya kembali ke hotel. Terutama Dara harus bersiap karena jam 7 malam nanti, Carmila akan menjemputnya untuk pergi ke pelelangan.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
Nor Azlin
apa khabar yah ayah nya yang membuang mereka sehingga menjadi miskin yah ...apa terjadi setelah dia mencampakkan isteri & anak2 nya yah aku ingin tau juga nasib nya setelah menikah dengan janda kaya raya yang dikatakan nya itu deh ...apa hidup nya bertambah mampan atau udah jadi gembel kena kerok harta nya...lanjutkan thor
2024-07-10
0
PGM Komino Kings👑
dulu susah sekarang bahagia ..
2024-01-10
1
Hairani Siregar
thor, aku jdi nge Halu tingkat Dewi ini. smpai merinding Disco. Lanjut thor.
2023-12-02
2