Melihat seseorang yang datang, dahi Penny berkeringat banyak. Sudah jelas jika laki-laki itu adalah atasan nya, dan ia mungkin akan kehilangan pekerjaannya jika masalah ini di ketahui oleh atasannya itu.
"Pak Heru..." ucap Penny dengan suara bergetar.
"Ada apa ini Penny, bisa kau jelaskan apa yang terjadi?!" tanya Heru. Bukannya Penny yang menjawab, namun Dara yang bertanya padanya.
"Maaf Tuan, Anda siapa?" tanya Dara
Mendengar pertanyaan itu, Heru menoleh ke arah Dara. Ia segera menyadari jika keributan itu melibatkan Dara.
"Saya adalah manager umum dan juga orang yang bertanggung jawab di sini. Bisakah nona menjelaskan apa yang terjadi di sini?" tanya Heru dengan sopan. Ia bukan tipikal orang yang melihat sesuatu dari cangkangnya saja.
Terlebih ia merasakan aura misterius dari diri Dara, jadi jelas Dara bukan sosok yang mampu ia singgung.
"Saya datang kesini ingin membeli rumah, awalnya nona Penny datang melayani saya. Setelah saya mengatakan ingin melihat-lihat rumah di Luxury Mansion, ia melihat saya dengan tatapan jijik. Dia memilih melayani pelanggan yang baru masuk dan menyuruh nona Shelly untuk menggantikannya menemaniku. Saya cukup sabar saat itu. Setelah Nona Shelly menjelaskan dengan sabar dan memperlakukan saya dengan baik, akhirnya saya tertarik untuk membeli mansion nomor 3 di Luxury Mansion dan ingin melakukan pembayaran penuh. Namun tiba-tiba, nona Penny datang dan ingin mengambil alih untuk mengurus dokumen dan menyuruh Nona Shelly melayani pelanggan lain. Saya mengatakan saya hanya ingin di layani nona Shelly, jika tidak saya tidak jadi membeli mansion itu. Namun sepertinya Nona Penny enggan untuk membiarkan Shelly yang melakukannya. Jadi saya bilang saya tidak jadi membeli mansion itu dan mengambil kartu saya kembali" jelas Dara
Mendengar penjelasan Dara, wajah Heru memerah karena marah. Ia menoleh ke arah Penny dengan tatapan tajam ke arahnya. Penny menunduk takut dan tubuhnya gemetar.
"Apa itu benar Penny?" tanya Heru dengan tegas.
"Pak, it-itu... sayaa..." ucap Penny tidak tahu harus mengelak seperti apa.
"Shelly apa yang di bilang nona ini benar?" tanya Heru berbalik ke arah Shelly.
"I-iya Pak" ucap Shelly mengangguk.
Heru menghela nafas panjang dan berbalik ke arah Dara dan membungkuk padanya meminta maaf.
"Nona, tolong maafkan pelayanan staf saya yang kurang menyenangkan. Saya akan membiarkan Shelly tetap melayani anda untuk mengurus pembelian itu dan saya akan memecat Penny sebagai gantinya. Bagaimana dengan itu nona?" ucap Heru dengan tulus.
"Baiklah, aku rasa cukup" ucap Dara mengangguk puas
"Tidak! Pak Herru, Nona tolong maafkan saya, saya tidak akan melakukan hal seperti ini lagi. Saya mohon jangan pecat saya" ucap Penny dengan berlutut dan menangis.
"Itu konsekuensi yang harus kamu terima, Penny. Sebaiknya kau jadikan ini pelajaran dan jangan kau ulangi di tempat lain. Sekarang kamu kemasi barang kamu dan pergi dari sini! Kalau tidak, aku bisa saja memblacklist kamu agar tidak bisa bekerja di manapun" ucap Heru dengan tegas.
Dengan berat hati Penny meninggalkan tempat kerjanya, ia menyesal sudah menyinggung orang yang tidak bisa ia singgung.
Dengan adanya Heru yang membantu Shelly mengurus berkas itu, hanya butuh waktu kurang dari satu jam sampai berkas itu jadi.
Dengan penjualan ini, Shelly merasa senang. Karena dengan ini dia menjadi karyawan tetap dan mendapat bonus 175 juta karena yang ia jual adalah mansion paling mahal. Itu jumlah yang sangat banyak. Bahkan gajinya jika sudah menjadi karyawan tetap hanya 5 juta perbulan, sangat jauh berbeda dan hal ini jarang terjadi.
"Nona Addara ini sertifikat, kunci mansion dan kartu dan identitas milik anda. Apa ada yang bisa saya bantu lagi Nona?" ucap Heru sopan.
Jelas ia sangat sangat sopan, orang kaya mana yang mengeluarkan ratusan milyar tanpa berkedip. Jelas ia tahu jika Dara merupakan sosok yang tidak bisa ia singgung, dan ia yakin jika Dara dari keluarga yang sangat berpengaruh.
"Kebetulan, apa anda tahu di mana saya bisa merekrut orang untuk bekerja di rumah?" tanya Dara.
"Maksud anda asisten rumah tangga, koki dan yang lainnya?" tanya Heru
"Ya" ucap Dara
"Ah kebetulan saya tahu seseorang yang sangat kompeten sebagai kepala pelayan. Namanya Pak Agam, dia berusia 40 tahun. Pengalamannya sebagai kepala pelayan sangat baik. Ia Tapi ada situasi khusus yang sedikit..." ucap Heru ragu.
"Situasi seperti apa?" tanya Dara
"Dia memiliki syarat, ia ingin pekerjaan yang bisa membayar gajinya satu tahun di muka" ucap Heru ragu.
Ia mempromosikan Agam karena ia adalah kenalan, ia merasa kasihan dengan kehidupannya dan ia tahu jika Agam sedang membutuh uang yang cepat sekarang. Ia pikir mungkin Dara bersedia untuk membantunya.
"Oh, memang berapa gaji dia di tempat yang lama?" tanya Dara
"20 juta perbulan" ucap Heru
20 juta perbulan, jika di hitung dan di bayar 1 tahun penuh, itu sebanyak 240 juta.
"Bisakah aku bertemu dengannya dulu?" tanya Dara
"Tentu bisa! Kebetulan dia ngontrak di daerah dekat sini. Saya akan memanggilnya sekarang jika anda tidak sibuk saat ini" ucap Heru.
"Tentu, aku bisa menunggunya di sini" ucap Dara, sembari menyeruput teh hijau di depannya.
Tanpa menunggu lama, Heru menghubungi Agam dan memintanya datang. Setelah 15 menit, Agam datang dengan pakaian cukup rapih. Ia terlihat sangat berwibawa di usia paruh baya.
Heru langsung memperkenalkan Dara dan juga sebaliknya. Ia sudah menjelaskan tentang syarat ia bekerja pada Dara. Sekarang bagaimana keberuntungan berjalan, apakah ia cukup beruntung untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus syarat yang ia inginkan.
"Boleh saya tahu, untuk apa uang sebanyak itu Pak Agam?" tanya Dara.
Agam menghela nafas dan melirik ke arah Heru yang mengangguk memberi semangat.
"Saya membutuhkan uang untuk biaya operasi anak sulung saya. Saya sudah menjual rumah dan semua harta yang saya punya, tapi itu semua masih belum cukup" ucap Agam dengan raut wajah sedih.
"Anak bapak sakit apa?" tanya Dara.
"Dia mengalami kecelakaan sebulan yang lalu, ia mengalami pendarahan di otaknya dan harus segera di operasi" ucap Agam.
Mendengar itu Dara berpikir, ia bisa saja membantu menyembuhkan sakit anaknya. Tapi karena sakitnya parah itu butuh waktu, setidaknya ia bisa mengobati itu sampai ia memiliki kekuatan tingkat 3 awal.
Kalau tidak dia bisa memberikan pil penyembuhan dari ruang dimensinya. Bagaimana pun pil di sana sangat banyak, namun Dara tidak tahu harus dengan alasan apa memberikannya. Ia juga tidak ingin menimbulkan masalah yang tidak di inginkan.
"Baiklah, aku setuju. Aku akan menawarkan gaji 30 juta perbulan, tapi aku akan membayar 220 juta di muka. Jadi setiap bulannya anda masih punya 10 juta. Bagaimana" ucap Dara.
Mendengar itu tentu saja Agam dan Heru terkejut, karena justru Dara memberikan penawaran yang terbaik. Keduanya bersyukur dengan itu.
Agam pun dengan semangat langsung mengangguk setuju setelahnya.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
fitri
kalau dapat majikan macam ni nak kata pepatah dapat durian runtuh
2024-02-06
5
fifid dwi ariani
trus semangat
2023-09-21
1
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
menyesal tidak akan mengubah apapun😌
2023-08-03
1