Sesampainya di rumah, Dara menyiapkan makanan yang ia beli tadi. Saat ia datang, Dimas sedang belajar di belakang pondokan, jadi Dimas tidak tahu jika kakaknya sudah pulang.
"Dimas, ayo makan dulu! Kakak bawain kamu makanan" ucap Dara setengah berteriak memanggil adiknya
"Loh, kakak kapan pulang?" tanya Dimas datang dari belakang, ia langsung bergegas masuk saat ia di panggil.
"Barusan, makan dulu yuk kakak bawain nasi padang" ucap Dara
"Woah..." mata Dimas berbinar.
Bagi Dimas, nasi Padang adalah makanan ternikmat yang pernah ia makan. Karena nasi Padang merupakan hal langka yang ia makan. Bisa setahun sekali atau dua tahun sekali, tergantung ada tidak adanya uang lebih.
"Kak, pake baju siapa?" tanya Dimas setelah ia selesai makan, ia baru sadar jika pakaian kakaknya sangat bagus.
"Oh ini, ya baju kakak. Tadi saat kakak mau ke pasar, kakak ketemu sama teman sekolah yang memang asalnya dari ibukota. Dia kasih ini buat kakak, dia juga kasih buat kamu. Tuh ada di kamar kamu" ucap Dara
Dimas bergegas masuk ke kamarnya, ia melihat ada dua cover bag besar, yang satu berisi tiga pasang pakaian. Dan yang lainnya Sepatu dan juga Tas.
"Kak, ini banyak sekali! Tunggu dulu, kenapa teman kakak baik banget? Apa dia pacarmu kak??" tanya Dimas
"Kau ini, emangnya kakak nggak normal apa, masa pacaran sama cewek" ucap Dara.
"Temen kakak cewe?" tanya Dimas
"Iya cewe, dia kasih ini sebagai oleh-oleh dan membelikanmu sepeda untuk pulang pergi ke sekolah katanya" ucap Dara
"Temen kakak kasih aku sepeda juga?" tanya Dimas dengan terkejut dan berbinar saat mendengarnya.
"Tapi kak, kenapa temen kakak baik banget? Memangnya siapa teman kakak itu, apa aku kenal?" tanya Dimas sedikit curiga.
"Nggak usah berpikir yang tidak-tidak, temen kakak baik karena kakak juga baik padanya. Dia tahu jika kehidupan kita jauh dari kata mampu. Ia hanya sekedar ingin membantu saja. Kamu nggak pernah ketemu sama dia, karena dia cuman satu semester saja waktu sekolah di sini" ucap Dara mencari alasan.
Dimas hanya mengangguk saja, ia percaya jika kakaknya itu tidak mungkin berbuat macam-macam. Di paham betul sifat kakak perempuan nya itu.
"Dek, ada yang ingin kakak bicarakan denganmu" ucap Dara
"Mau bicara tentang apa kak?" tanya Dimas.
"Setelah kamu lulus sekolah, kakak berencana mengajakmu ke ibukota dan melanjutkan sekolah di sana. Temen kakak ingin buka usaha, dan minta kakak untuk mengelolanya. Bagaimana menurut kamu Dek?" tanya Dara
"Kakak serius? Tapi emang nggak apa-apa aku sekolah di ibukota kak? Bukannya sekolah di kota apalagi di ibukota sangat mahal ya kak?" tanya Dimas ragu mengingat besarnya biaya sekolah di kota besar.
"Kamu tidak perlu pikirin uang sekolah, kakak mampu kok biayain kamu. Lagian kamu pintar, kamu bisa ajuin beasiswa di sana kan?" ucap Dara
"Iya juga ya kak, aku sih mau kak sekolah di kota. Emang temen kakak nawarin kerja apa?" tanya Dimas.
"Usaha kuliner, dia mau buka restoran bintang lima. Jadi dia membutuhkan orang yang sangat ia percaya buat jadi manager di sana. Temen kakak bilang, meskipun kakak tidak punya pengalaman kerja, tapi kemampuan bisa di asah, asal ada keinginan yang kuat buat belajar. Teman kakak yakin kakak pasti bisa karena dulu kakak sangat pintar di sekolah. Jadi bagaimana Dek, apa kakak terima saja kerjaannya?" ucap Dara
"Kalau begitu, kakak terima saja kak. Bukannya itu kesempatan yang sangat bagus buat karir kakak dan masa depan kakak. Tapi emang nggak apa-apa nunggu sebulan lagi? Kan Dimas selesai ujian dan terima kelulusan sebulan lagi kak" ucap Dimas.
"Bukan hanya demi kakak dek, tapi demi masa depan kamu juga. Nggak apa-apa, dia bilang kalau restorannya masih dalam tahap renovasi kok. Paling satu atau dua bulan lagi baru launching" ucap Dara
"Tapi gimana cara hubungin temen kakak? Kita kan nggak punya ponsel" tanya Dimas
"Tenang, kakak sudah punya kok. Di kasih dia juga tadi, buat komunikasi bisnis katanya. Dan dia juga bilang kalau kamu berhasil dapat nilai rata-rata minimal 9 untuk semua mata pelajaran saat ujian. Temen kakak mau kasih kamu handphone juga" ucap Dara.
"Woaahh, hebat!!! Aku akan rajin belajar mulai sekarang. Tapi apa boleh aku coba sepeda barunya kak?" tanya Dimas
"Boleh, Sepedanya ada di depan" ucap Dara.
Dimas dengan riang dan semangat, keluar untuk mencoba sepeda baru. Meskipun mereka tidak pernah punya sepeda, tapi mereka pernah belajar pakai sepeda milik teman-temannya di desa atau di sekolah.
....
Keesokan harinya, setelah Dimas berangkat sekolah. Dara keluar menuju hutan, ia ingin melatih fisiknya terlebih dulu sebelum ia mulai kultivasi.
Dara memerlukan bantuan Pil Roh Suci untuk membuka titik meridiannya. Dia sudah mulai dengan pelatihan Fisiknya, White membantunya sebagai lawan tanding. Untungnya Dara memiliki Fisik yang cukup kuat dan lentur. Hingga tidak terlalu susah untuk di latih dan bergerak.
Begitu kegiatan rutin dara selama seminggu ini melatih fisiknya agar kuat secara fisik. Pelatihan ekstrem ia gunakan agar ia cepat terbiasa, agar ia bisa kuat menahan rasa sakitnya saat menelan Pil Roh Suci.
.....
Dan pagi ini setelah seminggu berlatih dengan sungguh-sungguh dan di rasa sudah cukup kuat untuk menanggung sakitnya. Dara masuk kembali ke hutan untuk melakukan reformasi tubuh dengan Pil Roh Suci.
Dengan menunggangi White, Dara sampai di sebuah air terjun yang sangat indah di pedalaman hutan.
"White, kamu jaga di sini! Jangan biarkan ada yang mengangguku di saat aku mulai membuka meridianku" ucap Dara
"Baik yang mulia" ucap White
Dara langsung masuk ke dalam air terjun, melangkah ke tengah lalu bersila di batu yang letaknya di tengah air terjun. Ia mengatur nafasnya dan mulai menelan pil Roh.
Rasa panas mulai terasa sedetik setelah ia meminumnya, perlahan rasa sakit yang sangat menyakitkan seperti ada yang merobek organ vitalnya dari dalam.
Perlahan Tulang-tulang dara seperti di patahkan, di lolosi lalu di satukan kembali. Begitupun dengan dagingnya yang terkoyak lalu di bentuk kembali.
Dara menahan rasa sakitnya yang sangat menyiksa, namun ia mencoba bertahan dan tetap sadarkan diri. Proses ini harus di lakukan olehnya dalam keadaan sadar, jika tidak, nyawa taruhannya.
KREKK!!!
KREKK!!!
Bunyi tulang di patahkan terdengar sangat keras. Dara menggigit lidahnya agar tetap sadar.
"Aaaarrrrrggghhhhh....." suara teriakan Dara menggema di seluruh penjuru hutan. Burung-burung pun berterbangan mendengar teriakan itu.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
Aditya Jetli
Sangat susah dijumpai sebuah novel yang mc nya mau berterus terang pada keluarganya, termasuk novel bergenre sistem. Kebanyakan bohong dan merangkai cerita.Jadi...? baca saja
2024-03-19
0
Nona Seram Neite Tenine
baru Nemu lagi cerita yg seru
2024-03-17
0
Sri Mulyaningsih
keren 👍🏻
2023-11-09
1