Di hotel, Dimas dengan anteng diam di sana, kadang ia berenang. Menonton TV, memesan makanan dan juga bermain ponsel.
Sesekali ia mengirim pesan pada kakaknya dan menanyakan kapan ia pulang. Ia ingin kakaknya membelikan milk tea, karena ia sangat ingin mencoba minuman itu saat tidak sengaja ia browsing di internet.
Sedangkan Dara saat ini sudah sampai di Red Jewelry cabang ibukota yang berada di dalam sebuah Mall, Holly Mall namanya. Itu merupakan salah satu mall terbesar di ibukota, khususnya daerah Ibukota pusat.
"Selamat datang di Red Jewelry, ada yang bisa saya bantu Nona?" ucap karyawati di sana dengan tersenyum sopan.
"Saya ingin bertemu dengan Nona Carmila" ucap Dara
Karyawati terkejut, namun hanya sebentar. Karena sebelumnya Lukman, manager Red Jewelry cabang ibukota sudah memberitahu. Kalau sebentar lagi akan ada tamu untuk bigbos.
Dia terkejut karena ternyata tamu yang di maksud ternyata masih muda. Meskipun Dara memakai masker, karyawati itu yakin jika Dara adalah gadis yang cantik.
"Ah, tolong ikuti saya sebelah sini Nona Addara" ucap Karyawati itu yang sudah di beri tahu nama Dara.
Dara mengikuti Karyawati itu menuju ruangan yang terletak di bagian dalam. Setelah mengantarkan Dara, ia pun pamit pergi.
"Hai Dara, apa kabar?" sapa Carmila tersenyum lembut.
"Hai Carmila, kabar baik. bagaimana denganmu?" sapa Dara kembali.
"i'm good. Ayo silahkan duduk!" ucap Carmila.
"Mau minum apa?" tanya Carmila lagi
"Teh saja" jawab Dara dengan ringan.
Kemudian Carmila meminta karyawannya untuk menyajikan teh terbaik yang ada di toko untuk Dara. Saat ingin meminum teh, Dara pun melepaskan maskernya.
Hal itu lagi-lagi membuat Carmila terkejut, meskipun tidak separah orang-orang yang melihat wajah Dara sebelumnya.
"Wow, kamu tampak sangat menakjubkan di banding terakhir kali kita bertemu" puji Carmila jujur.
"Ah, terimakasih pujiannya" jawab Dara tersenyum tipis.
"Apa rahasianya?" ucap Carmila setengah berbisik.
Bagaimana pun dia juga perempuan, sudah sewajarnya ia ingin berpenampilan cantik dan menarik meski sudah tidak gadis lagi. Carmila adalah seorang wanita karir yang sudah masuk usia 30 an, dia sudah menikah dan memiliki seorang putra.
Jadi ia menanyakan hal itu pada Dara karena ia juga ingin menjaga penampilannya untuk suami dan dirinya sendiri, meskipun ia tidak yakin Dara akan mengatakan rahasia itu padanya.
"Aku pandai meracik obat, jadi aku membuat obat sendiri untuk perawatan kulitku" ucap Dara.
Carmila tidak terkejut saat tahu Dara tidak ingin memberi tahu hal yang sebenarnya. Namun ucapan Dara berikutnya membuat ia terkejut dan setengah tidak percaya.
"Apa kau ingin obatku? Aku tidak keberatan memberikannya untukmu kalau kau mau" ucap Dara dengan tulus.
Ia sedikit bohong jika dia pandai meracik obat, pasalnya obat yang saat ini tersedia adalah pil yang di suling oleh Liu Annchi yang di simpan di ruang dimensi, dengan jumlah sangat banyak. Ya meskipun ia juga bisa, hanya saja kekuatannya belum cukup.
Dan untuk pil kecantikan itu, meskipun tidak bisa mengubah seseorang menjadi terlihat secantik Dara. Namun efeknya cukup besar, pil kecantikan buatan Liu Annchi merupakan Pil tingkat 5.
Ia memiliki manfaat peremajaan kulit, menghaluskan kulit, mengencangkan kulit, mencerahkan kulit dan detoksifikasi kotoran dalam tubuh. Membuat orang yang meminumnya tidak mengalami bau badan dan meningkatkan volume payudara.
"Benarkah?" ucap Carmila dengan mata berbinar.
"Tentu saja, kebetulan aku membawanya, ini ambilah" ucap Dara memasukan tangannya ke tas miliknya yang terhubung ke ruang dimensi. Dan memberikannya ke Carmila.
Pil itu di simpan di botol atau porselen khusus yang juga jumlahnya sangat banyak, dan itu bisa di temukan di ruangan dimensi.
*kurang lebih seperti ini.
"Wah botol yang sangat cantik, bukankah ini merupakan barang antik?" ucap Carmila terkesima karena botol antik itu.
"Kenapa kau terkejut begitu melihat botol biasa seperti ini" ucap Dara
"Biasa? Hei jangan bercanda. Meskipun aku nggak tahu barang antik asli atau palsu. Tapi jikapun ini adalah imitasi, harganya pasti mahal jika di lihat dari kualitasnya. Benar kau memberikannya padaku?" ucap Carmila menatap Dara tidak percaya.
"Ah botol itu tidak sebanding dengan Pil yang ada di dalamnya. Oh iya, jika kau meminum pil itu, pastikan kamu berada di dekat kamar mandi. Karena pil itu berguna untuk membersihkan tubuh dan juga kecantikan, jadi dia akan mengeluarkan kotoran dari tubuh kamu" ucap Dara.
"Ah terimakasih kalau begitu" ucap Carmila.
Meskipun sedikit ragu dengan ucapan Dara, namun melihat ekspresi wajah yang serius Dara. Ia memutuskan untuk percaya kali ini. Lagi pula ia juga penasaran dengan hasilnya, apa benar seperti yang di sebutkan Dara.
"Jadi ada apa kamu ingin bertemu denganku, pastinya kau membutuhkan bantuanmu bukan?" tanya Carmila.
"Benar, aku memang butuh bantuanmu untuk menjual permata milikku" ucap Dara
"Permata lagi? Sebenarnya kau punya berapa banyak?" ucap Carmila terkejut saat mendengarnya.
"Tidak banyak, mungkin sekitar puluhan" ucap Dara bohong.
Jelas bohong! Karena permata yang terdapat di dalam ruang dimensi Dara sangat banyak hingga tak terhitung.
"Serius? Astaga!!! Luar biasa" ucap Carmila takjub.
Puluhan Permata bukankah itu berarti sama saja dengan Dara memiliki uang puluhan triliun bahkan mungkin ratusan triliun.
"Jadi bagaimana?" tanya Dara
"Ah aku minta maaf, anggaran yang aku miliki tidak cukup untuk membeli batu berhargamu itu. Tapi jika kau mau, kamu bisa melelangnya, hasil dari perlelangan pastinya lebih tinggi dari harga yang bisa aku tawarkan" ucap Carmila
"Ah, berapa banyak kira-kira yang bisa aku dapatkan? Kapan acara lelang itu di laksanakan?" tanya Dara
"Besok, kebetulan akan di adakan lelang yang di adakan pamanku di Convention center. Jika kau mau, aku bisa membawamu serta. Untuk berapanya aku tidak bisa memastikan sebelum melihat barangnya" ucap Carmila.
"Tentu aku mau, jadi besok kita janji ya ke pelelangan." ucap Dara
"Baik, kalau begitu besok aku jemput. Di mana kita ketemuan?" tanya Carmila.
"Di Diamond hotel, kebetulan aku menginap di sana" ucap Dara.
"Oke" ucap Carmila
"Ngomong-ngomong, apa saja yang akan di lelang di sana?" tanya Dara
"Banyak, ada lukisan, rumah, tanah, perhiasan, obat-obatan dan masih banyak lagi. Kebetulan besok pasti banyak pengusaha yang datang, karena akan ada pulau yang akan di lelang. Dan jika orang-orang tahu akan ada Blue Diamond, pasti akan gempar dan makin banyak yang datang" ucap Carmila dengan semangat.
"Ah aku lupa, aku akan mengatakan pada pamanku setelah ini, kalau tidak keberatan dan percaya padaku. Bisakah aku bawa permata yang ingin di lelang? Agar bisa langsung di nilai dan di iklankan" ucap Carmila
"Ya kau bisa membawanya. Sebentar aku ambil dulu" ucap Dara kemudian mengambil kotak yang ia gunakan sebagai tempat permata miliknya.
Bukan hanya satu permata, tapi dua. Hanya saja Blue Diamond masih berbentuk utuh dan lebih besar dari yang di beli Carmila. Sedangkan yang lain adalah sebuah kalung dari berlian besar yang terlihat sangat cantik.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
mB€|6€D€§
gak komen dulu ahh.. lagi asyik baca..
enak sih diikuti ceritanya... 🤭
2024-12-20
0
PGM Komino Kings👑
ceritanya asik...
2024-01-10
1
Elly Sari Narulita
wadidawwwww.... khayalan nya tingkat tinggi thorrr
2024-01-07
0