Feli jelas sangat terkejut mendengar ucapan Dara. Ia menanyakan kembali apa yang baru saja di ucapkan Dara, Dara dengan santai mengulangi kata-katanya membuat Feli tetap saja terkejut.
"Kenapa anda mau menolong saya" tanya Feli
"Hanya ingin!" ucap Dara santai
"Bilang pada sahabatmu. Aku bisa membantunya agar perusahaannya tidak mengalami Colaps. Tentu saja tidak gratis, aku menginginkan 90% saham sebagai gantinya. Tapi aku akan membiarkannya tetap mengelola perusahaan dan memiliki 10% saham lainnya. Bagaimana?" ucap Dara serius.
"Apa anda serius?" tanya Feli.
"Apa aku terlihat bercanda? Tapi yang jelas aku tidak menginginkan pengkhianatan. Jika hal itu terjadi, aku sendiri yang akan menghancurkannya. Dan aku tidak main-main dengan itu" ucap Dara
GLEK!!!
Feli jelas tahu jika yang di ucapkan Dara semuanya benar, dan Dara tidak akan ragu dan melakukan apa yang di ucapkannya.
"Aku mengerti, nanti aku akan membicarakannya dengan Lucas" ucap Feli
"Mana nomor rekeningmu?" tanya Dara
Feli segera memberikan nomor rekeningnya, tak butuh waktu yang lama. Feli menerima pesan dari bank di ponselnya, itu benar-benar 10 milyar.
Dengan tatapan kagum yang luar biasa, Feli menatap Dara sebagai idolanya saat ini. Meskipun ia penasaran dengan wajah Dara yang di tutup oleh masker, namun ia tidak membahasnya takut membuat Dara tidak nyaman.
Setelahnya, Dara meminta Feli menginap dan menempati kamar yang kosong sambil menunggu esok hari.
Dara kembali melanjutkan kultivasinya yang sempat tertunda, ia pun kembali duduk bersila di atas tempat tidur.
....
Pagi harinya, Dimas terkejut saat melihat seorang wanita cantik duduk di sofa tamu sedang melihat TV. Ia seperti pernah melihat wanita itu, tapi entah di mana ia lupa.
"Anda siapa?" tanya Dimas.
Mendengar ada suara laki-laki, Feli terkejut dan menoleh ke samping. Dapat di lihat anak laki-laki remaja yang terlihat tampan yang memanggilnya.
"Ah, aku...." ucap Feli bingung
"Dia teman kakak dek" ucap Dara yang baru keluar dari kamarnya menyela ucapan keduanya.
Dara datang dengan pakaian yang sudah rapih, ia juga tidak lupa mengenakan masker. Feli tahu jika Dara adalah gadis yang cantik, meskipun wajahnya di tutup dengan masker.
Terlebih aura yang memikat, penuh kekuatan dan kebangsawanan menguar begitu kuat dari dalam diri Dara. Jadi Feli yakin jika Dara dari kalangan orang atas. Hanya saja ia bingung mengapa Dara menggunakan masker, bahkan saat mereka di dalam kamar hotel.
"Dia teman kakak yang itu?" tanya Dimas terlihat begitu antusias.
"Bukan, dia teman baru kakak, dia seorang artis" ucap Dara.
"Oh benarkah? pantas aku seperti pernah melihat kakak, ternyata kakak artis. Salam kenal, namaku Dimas adik kak Dara" ucap Dimas sopan.
"Sa-salam kenal juga tuan muda, nama saya Feli" ucap Feli gugup, karena ia tidak menyangka seorang anak konglomerat berbicara begitu sopan padanya.
"Kenapa kakak panggil aku tuan muda, panggil saja Dimas" ucap Dimas dengan polosnya.
Feli menoleh ke arah Dara, Dara hanya mengangguk saja. Jadi Feli menghela nafas lega dan memanggil Dimas tanpa embel-embel tuan muda.
"Boleh nanti aku minta foto bareng kak? Minta tanda tangan juga" ucap Dimas semangat.
"Tentu" jawab Feli dengan senyum.
Tok! Tok! Tok!
"Dek buka pintunya, itu mungkin petugas hotel, kakak sudah pesan sarapan untuk kita bertiga tadi" ucap Dara.
Dimas mengangguk dan bergegas ke pintu, setelahnya petugas hotel dengan pakaian putih-putih, mungkin koki atau petugas dapur. Ia mendorong troli berisi makanan dan menatanya di meja makan.
"Ayo kemari dan nikmati sarapannya" ucap Dara.
Dimas dan Feli pun duduk, melihat bagaimana sopan dan ramahnya kedua kakak beradik itu. Membuat Feli merasa nyaman dan tenang, jadi ia tidak lagi gugup.
"Kak, kenapa kakak pakai masker di dalam? Gimana kakak mau makan kalau begitu?" tanya Dimas merasa aneh.
Karena pasalnya, semenjak kejadian banyaknya orang berbondong-bondong ke pondokan demi melihat wajah cantik kakaknya yang bak Dewi. Dara sering menggunakan masker jika keluar rumah sedangkan di dalam tidak, namun saat ini Dara menggunakannya di dalam kamar hotel.
"Ah kakak lupa, mungkin karena kebiasaan" ucap Dara ringan kemudian ia membuka maskernya.
Trang!
Sendok yang di pegang Feli terjatuh saat melihat wajah asli Dara. Ia tercengang, takjub melihat betapa cantik dan luar biasanya gadis di depannya.
"Dewi..." gumam Feli terpana.
Dimas yang melihat itu terkikik pelan, ia sudah tidak aneh melihat orang lain melihat wajah kakaknya berekspresi seperti itu. Sedangkan dirinya sudah terbiasa melihat kecantikan kakaknya itu, jadi Dimas sudah tidak kaget.
"Kak Feli teman baru kakak, pasti belum pernah lihat wajah asli kakak sebelumnya, kaget pasti kan?" tanya Dimas sambil terkekeh.
Feli yang sadar karena ucapan Dimas mengangguk dan tersenyum kikuk. Ia sedikit malu karenanya.
"Iya benar, wajah nona Dara sangat cantik, bahkan wanita tercantik yang pernah saya lihat dalam hidup ini, pasti banyak yang menyukai nona. Saya jadi minder" ucap Feli merasa tidak ada apa-apa nya di banding Dara.
Ia akhirnya tahu kenapa Dara selalu memakai masker, mungkin karena kecantikan nya ia tidak ingin membuat seluruh kota gempar karenanya.
"Kenapa harus minder? Di luar sana banyak yang lebih cantik dariku, hanya saja kau belum melihatnya. Lagian selera kecantikan orang itu berbeda-beda, tidak semua orang menyukai ku dan tidak semua orang menyukai kecantikan" ucap Dara pelan.
Feli hanya mengangguk setuju, meskipun sebenarnya ia ragu ada wanita yang lebih cantik dari Dara.
Mereka melanjutkan acara sarapan bersama, setelahnya Feli pamit pergi untuk menyelesaikan urusannya di kantor agensi dan menemui temannya untuk menawarkan solusi agar perusahan sahabatnya tidak Colaps.
Dara juga pamit keluar pada adiknya, ia mengatakan ingin melihat lokasi Restoran. Jadi Dimas menurut dan menunggu di hotel, lagian ia sangat senang berada di dalam kamar hotel mewah yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Jadi ia sangat menikmati tinggal di hotel, terlebih ia bisa berenang di kolam.
....
Kantor agen properti.
Dara turun dari Taxi di kantor agen properti penjualan Rumah atau Villa. Ia sudah searching sebelumnya di Mbah Google, dan ia mendapati alamat ini.
Ia memutuskan akan membeli rumah di pusat ibukota, yaitu area Luxury Mansion, ia juga sudah mencari sekolah yang bagus untuk adiknya.
Teranish School, yaitu Sekolah menengah atas yang merupakan sekolah Elite kelas internasional, dan jarak dari perumahan yang ingin ia beli hanya berjarak 3 kilometer saja.
Saat Dara masuk, beberapa karyawan menoleh ke arahnya. Penampilan Dara menarik, namun ia terlalu ia muda dan datang menggunakan taksi.
Sebenarnya bisa saja Dara datang dengan mobil hotel, karena merupakan fasilitas dari presiden suite. Namun ia lebih memilih menggunakan taksi.
Jadi beberapa pramuniaga memandangnya remeh, meskipun begitu ia tetap di layani oleh pramuniaga perempuan. Terlihat pramuniaga itu malas melayaninya, tapi ia masih berusaha untuk tetap berbicara sopan dengan Dara.
"Hallo nona ada yang bisa saya bantu?" ucap pramuniaga yang bernama Penny, di lihat di name tag nya.
"Saya ingin melihat-lihat rumah, bisakah anda memperlihatkan rumah di Luxury Mansion padaku?" tanya Dara
Mendengar itu Luxury Mansion Penny sedikit menghela nafas kesal, ia sudah menebak jika Dara tidak mungkin mampu membeli nya dan pastinya hanya ingin melihat-lihat saja jika di lihat dari usia dan penampilan Dara. Penny terlihat ogah untuk melakukan pekerjaan yang menurutnya akan sia-sia.
...•••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
SweetiePancake
bukan anak konglomerat yang berinisiatif kenalan, tapi Shenhao cuk👍🗿
2024-02-07
1
Metro Kdw
bagus Thor
2023-12-09
1
fifid dwi ariani
trus ceria
2023-09-21
1