Dara mengikuti cara yang ia tahu dari ingatan Liu Annchi untuk melihat ruang dimensi di tubuhnya. Ia terkejut mendapati dirinya bisa mengakses ruang dimensi tubuh milik Liu Annchi.
Ruangan dimensi tubuh adalah hal yang langka di kekaisaran Bintang, luasnya bisa mencapai satu kota kecil.
Jaman Annchi dulu, tidak banyak orang tahu ruang dimensi tubuh. Karena biasanya orang akan menyimpan barang mereka di sebuah kantong penyimpanan atau cincin ruang yang di buat ahli tempa.
Dan hanya tiga orang yang mengetahui kelebihan Liu Annchi yang memiliki ruang dimensi di tubuhnya. yaitu ia sendiri, ayah kaisar dan Xiao bao.
Kekaisaran Bintang merupakan kekaisaran terbesar, termakmur dan terkuat di daratan benua Biru saat itu. Itu tidak lepas dari pimpinan ayah kaisar Liu Chang yang sangat hebat, cerdas dan adil. Juga Jendral wanita muda yang tidak lain adalah putrinya sendiri yang memimpin ratusan ribu pasukan.
Ada tiga bakat hebat di dataran Benua Biru Ketiganya adalah, Kultivator, Alkemis dan ahli menempa. Dan ketiganya memiliki tingkatan, semakin tinggi tingkatannya, semakin tinggi pula ilmunya.
Dan Annchi merupakan bakat istimewa dengan memiliki ketiga bakat itu sejak ia lahir, tidak hanya itu, ia memiliki ruang dimensi tubuh yang baru di ketahui saat ia berusia tujuh tahun.
"Luar biasa, Xiao Bao!! Aku bisa mengakses ruang dimensi. Woah...!!! Aku bisa kaya raya, aku melihat begitu banyak Emas dan permata di dalamnya" ucap Dara berteriak kesenangan.
Bagaimana tidak? Begitu banyak Emas dengan berbagai bentuk seperti koin, telur dan lain-lain. Berbagai batu permata di dalam ruang dimensi juga berserakan begitu saja. Itu karena kekuatan Liu Annchi yang mencapai Tingkatan 10 saat itu, jadi ia bisa mengubah suatu benda apapun yang ia hendaki menjadi emas, permata atau bentui lain sesuka hatinya.
"Selamat Yang Mulia" ucap Xiao bai ikut senang mendengarnya.
"Mengingat tebakan hamba benar, Kemungkinan tebakan lain juga benar. Apa Yang mulia tidak mencobanya juga?" tanya Xiao Bao
"Ya kau benar, Tidak perlu mencobanya. Aku bisa merasakannya, aku bisa mengasah kembali bakatku sama seperti Liu Annchi dulu meskipun itu sangat susah mengingat aura di Bumi sangat tipis" ucap Dara tersenyum.
Karena bakat Liu Annchi sebagai kultivator, Alkemis dan ahli tempa juga ikut masuk ke tubuhnya. Dara bertekad untuk mengasahnya. Hanya saja, Dara harus memulainya dari awal kembali, untuk membentuk semuanya.
"Xiao Bao, Karena di negara ini namamu sangat aneh aku akan menganti namamu menjadi White karena tubuhmu sangat putih bersih atau di daerah lain di sebut maung bodas, seperti salah satu cerita sejarah" ucap Dara
"Hamba tidak keberatan yang mulia. Jadi pangggilan hamba sekarang adalah White" ucap Xiao Bao atau kita sebut White.
"Sekarang bawa aku ke pinggir hutan! Aku harus pulang karena hari sudah gelap. Aku takut Dimas khawatir karena aku belum pulang" ucap Dara
"Baik yang mulia, silahkan naik ke atas punggung hamba" ucap White menunduk.
White berlari kencang dengan Dara yang menungganginya, tidak ada hewan penghuni hutan yang berani keluar saat ia lewat. Karena tekanan dari aura spiritual milik White, membuat semua hewan tunduk.
White kemudian berhenti saat mereka sudah hampir sampai di ujung hutan.
"Masuk lah ke ruang dimensi ku White. Aku akan mengeluarkanmu jika aku sudah menemukan tempat yang cocok untukmu atau aku membutuhkan bantuanmu suatu hari nanti" ucap Dara, White mengangguk.
Dara, memegang pucuk kepala White, lalu memusatkan pikirannya. White langsung menghilang dan saat ini sudah berada di dalam ruang dimensi Dara.
....
"Kakak!!" panggil Dimas dengan raut wajah khawatir bergegas menghampiri kakaknya yang baru saja keluar dari hutan.
"Aku kira kakak nggak akan pulang lagi, aku sangat takut" ucap Dimas sambil menangis, tubuhnya bergetar. Ia takut di tinggalkan sendirian, karena ia sudah tidak memiliki keluarga selain kakaknya.
"Maaf, tadi kakak sempat tersesat saat mencari kayu bakar. Sudah jangan menangis, kamu adalah laki-laki. Kamu jangan cengeng" ucap Dara memeluk adiknya itu.
"Iya kak, tapi jangan lagi nekad masuk ke hutan terlalu dalam. Aku tidak ingin kakak kenapa-kenapa" ucap Dimas.
"Baiklah, sekarang ayo masuk! Kau pasti belum makan. Kakak akan masak dengan sisa kayu bakar yang ada. Besok baru cari kayu bakar lagi" ucap Dara yang di angguki Dimas.
Dara langsung menuju dapur kecil dan menyalakan tungku perapian. Ia masak makanan untuknya dan Dimas. Nasi, tumis kangkung dan telor dadar. Lalu keduanya menyantap dengan lahap.
....
Pagi hari sudah menyambut, Dara duduk di emperan pondokan. Udara pagi menerpa wajahnya begitu menyejukkan. Dimas sudah berangkat ke sekolah sejak tadi.
Dara kemudian mengeluarkan sebuah koin emas di tangannya dari ruang dimensi. Koin emas itu jika di timbang mungkin seberat 20 gram. Dan itu merupakan koin emas dengan ukuran terkecil yang ada di ruang dimensi.
Dari ingatan Liu Annchi, Dara mengetahui hobby unik Liu Annchi yang suka mengubah beberapa benda menjadi emas atau permata hanya karena bosan. Lalu itu semua ia biarkan begitu saja berserakan di ruang dimensi. Karena di kehidupan nyata, Liu Annchi bisa mendapatkan segalanya dari kekaisaran.
"Aku tak menyangka bisa mendapatkan hal yang sangat tidak masuk akal seperti ini. Tapi meskipun begitu, aku bersyukur karena dengan ingatan mu, kemungkinan besar aku bisa mengubah nasib keluarga ku. Dan terimakasih, atas hobi anehmu yang kamu buat iseng-iseng karena bosan, namun itu sangat berharga buat ku di kehidupan ini" gumam Dara mengamati emas di tangannya.
"Aku harus memulai kultivasi sesuai ingatan Annchi. Tapi mungkin akan sulit karena tubuhku adalah tubuh manusia biasa. Sepertinya tidak ada jalan lain. Aku hanya punya satu cara, yaitu Pil Roh Suci. Yang memaksa meridianku agar terbuka dan mengubah tubuhku menjadi tubuh seorang kultivator" gumam Dara lagi.
"Sepertinya aku harus melatih fisikku terlebih dahulu sebelum memulainya. Pil Roh Suci sepertinya ada di ruang dimensi, di sana masih banyak obat-obatan yang berguna untuk kultivasiku kelak, setidaknya sampai aku masuk ke tingkat tiga untuk memulai menyuling pil kembali" monolognya.
"Sekarang aku harus menjual emas ini terlebih dulu ke kota. Setidaknya aku memiliki uang untuk membeli peralatan memasak yang lebih modern dan sisanya aku simpan untuk keperluan lain.
Setelahnya berkata seperti itu, Dara masuk kembali ke dalam rumah. Ia bersiap untuk pergi ke kota yang cukup jauh dari tempat tinggalnya.
Pusat kota Y, di tempuh kurang lebih satu setengah jam dari Desa S. karena Dara harus berjalan kaki terlebih dulu untuk sampai ke jalan utama, itu memakan waktu sejam. Sedangkan untuk ke kota Y membutuhkan waktu 30 sampai 45 menit dari jalan utama terdekat.
...••••...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
Nor Azlin
pindah aja deh dari tempat mu itu cari aja rumah yang layak buat kamu sama Dimas yah jangan tinggal terlalu jauh dari kota & gunakan uwang emas buat membeli rumah atau apa aja deh ...kayak nya kamu pun haru melanjutkan sekolah mu yang tergendala itu deh kerana,sekarang kamu tidak kekurangan uwang lagi kan jadi lanjutkan lah sesuai kelulusan di dunia nyata ini jangan terlalu bergantung dengan uwang nya si anchi ...kerana kamu pun harus cerdas seperti orang lain ...bukakan toko atau apa kek agar pendapatan mu ada seperti seharusnya bijak lah mengunakan kelebihan mu itu kerana kalau terlalu mendadak pasti orang2 akan hairan yah ...lanjutkan thor
2024-07-10
0
Adrian Syifa
kenapa gw kesel ya
2024-03-28
0
🇵🇺🇹🇷🇮 🇬🇮🇴🇰
ini aku ulang lagi bacanya sambil nunggu author up...ini udah 6x baca /Smile/
2024-02-23
3