Abraham melangkah cepat, karena beban yang sedang di pikulnya saat ini sangatlah berat. Dia bertanya-tanya dalam hati berapa kilo makanan masuk ke dalam perut istrinya, karena semalam dia juga menggendong Desy. Namun tak sampai seberat ini.
"Ya Tuhan, area parkirnya sangat jauh. Kalau sampai Desy dan aku jatuh, maka kejantanan ku di pertaruhkan."
Abraham meracau pelan, wajahnya merah padam karena lelah. Keringat membasahi leher dan keningnya. Dia kesusahan menggendong istrinya berharap dirinya mampu membawa Desy masuk ke dalam mobil nya.
Suara derap langkah seseorang mengejar Abraham terdengar. Ternyata sekretaris Jo mendahului Abraham, pria berkacamata itu melihat tuannya tampak sangat lelah.
Dia menelan ludahnya kasar sebab membayangkan berada di posisi Abraham. Tubuh Desy sangatlah gemuk, wajar saja kalau saat ini tuan nya tampan kelelahan.
"Tuan, apa Anda butuh bantuan saya?" tawar Sekretaris Jo membuat harga diri Abraham sebagai laki-laki kuat tergores. Dalam hati dia ingin sekali berteriak setuju menerima bantuan sekretaris Jo.
Namun dia terlalu malu dan tak mau kalau sampai istrinya di sentuh oleh pria lain. Kaki Abraham sudah gemetar dan tangannya pun begitu.
"Tidak perlu. Cukup buka pintu mobil saja!" titah Abraham saat tiba di area parkir.
Sekretaris Jo pun langsung berlari menuju mobil milik Abraham. Di buka kan nya pintu mobil membuat Abraham segera memasukkan tubuh gemuk Desy ke dalam mobil.
Dia rebahkan secara hati-hati atas kursi belakang. Barulah Abraham bernafas lega, kakinya gemetar mbuat Abraham langsung ambruk ke lantai.
Dia duduk bersandar pada body mobilnya. Melonggarkan dasinya, karena tubuhnya gerah. Keringat membasahi tubuhnya.
"Jo, tolong ambilkan air mineral ku di dalam mobil!" titah Abraham pada sekretaris nya. Buru-buru dia mengambil air mineral milik Abraham.
Di berikan nya ke pada pria itu. Tak menunggu waktu lama, Abraham segera meneguk minuman tersebut hingga tandas. Kerongkongan nya terasa kering.
"Hah … tubuhku benar-benar lelah, Jo. Rasanya besok pagi tubuhku akan remuk dan pegal-pegal!" ujar Abraham dengan nafas terengah-engah membuat sektretaris Jo berusaha menahan tawanya.
Katanya tidak suka, tidak cinta. Malu punya istri gemuk, tapi dia baru saja mengaku kalau wanita gemuk itu istrinya di depan orang banyak, pikir sekretaris Jo.
"Apa kita harus ke rumah sakit, Tuan?" tanya sekretaris Jo membuat Abraham mengangguk kepalanya.
Dia teringat akan Desy, gadis itu sedang membutuhkan pertolongan. Dia segera bangkit berdiri lalu masuk ke dalam mobil, duduk di kursi sebelah supir.
Sangat tak mungkin dia duduk di belakang, sebab tubuh Desy memenuhi kursi belakang.
Abraham menelan ludahnya ketika melihat paha Desy. Sangatlah besar dan putih.
"Perasaan setiap harinya bobot tubuh Desy bertambah," gumam Abraham pelan.
Kembali lagi pada Desy. Gadis itu merasa bahagia sebab suaminya tampak perhatian padanya. Walau kejadian semalam masih membekas di dalam benaknya.
Rencananya juga Desy ingin kabur dari rumah selama dua hari dan menginap di hotel mewah agar di sajikan makanan mewah pula. Namun tak jadi sebab sudah bertemu dengan Abraham.
Seolah semesta melarang nya pergi jauh dari Abraham.
"Aku yakin kalau kamu sudah mulai menyukai ku, Abra. Hanya saja kamu masih jual mahal."
Desy berkata dalam hati.
"Aku heran dengan istriku, Jo. Kebanyakan orang yang sedang stress makannya sedikit dan bakal kurus. Tapi, istriku ini memang beda dari yang lain. Semakin dia stres, semakin dia banyak makan. Tidak hanya beban hidupnya yang banyak, beban tubuhnya pun bertambah," gerutu Abraham pada sekretaris Jo membuat Desy mengumpat kesal dalam hati mendengarnya.
"Ck, tidak tahu saja dia kalau beban hidupku akan berkurang, setelah aku makan banyak. Buktinya saat ini, tadinya aku marah pada nya, tapi setelah makan kemarahan ku hilang. Beban yang berada di pundak ku langsung hilang saat aku kenyang," batin Desy berbicara kesal.
Sekretaris Jo tidak menanggapi perkataan Abraham. Walau dalam hati dia membenarkan apa yang di katakan oleh tuan nya. Desy memang sangatlah berbeda dengan wanita lain.
Andai saja gadis itu kurus, maka penampilannya benar-benar akan sangat cantik dan menarik. Otaknya pintar, jago bela diri dan cantik.
Sungguh sempurna pikir Jo.
Kembali lagi pada Abraham yang tidak berhenti menggerutu kesal.
"Apa dia tidak kasihan dengan kesehatan nya? Tiap hari kerjaan nya nyampah. Semua yang bisa di makan, pasti dia makan. Heran aku, Jo!" ujar Abraham membuat pria berkacamata itu membuka suaranya.
"Nona Desy akan banyak makan kalau sedang punya banyak beban dan masalah. Anda suaminya dan usahakan tidak membuat masalah atau menambah beban pikiran, Nona Desy. Agar beliau tidak makan banyak lagi."
"Bagi saya apa yang di lakukan Nona Desy lebih baik. Di luar sana sangat banyak wanita atau pria, tua dan muda memilih jalur barcode, mabuk-mabukan dan memakai narkoba atau obat terlarang demi meringankan beban yang di pikulnya."
"Bahkan, ada orang yang tampak baik-baik saja, tidak memakai narkoba atau makan banyak saat sedang stress. Tetapi, tahu-tahunya dia mati gantung diri!" jelas sekretaris Jo membuat Abraham terkejut.
Pria itu merasa tertampar mendengar penjelasan sekretaris Jo. Benar bahwasanya di luar sana banyak sekali orang-orang yang memilih memakai narkoba guna menghilangkan stres.
Sedangkan istrinya memilih makan. Seribu kali lebih baik makan banyak, daripada memakai narkoba.
Dia terdiam tak lagi menggerutu kesal. Seolah penjelasan Jo tadi seperti hujaman di dalam hatinya.
Tak sengaja dia melihat ke arah spion depan menatap ke belakang. Mata Abraham terbuka lebar ketika melihat wajah Desy tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi rapi nya.
"Kurang asam, kau mengelabui ku, Desy. Ternyata kau pura-pura pingsan!" omel Abraham mendengus kesal menoleh ke belakang membuat Desy merutuki kebodohan nya.
Tadinya dia merasa bahagia mendengar perkataan sekretaris Jo yang terkesan tak menyudutkan nya. Hingga tanpa sadar dia tersenyum lebar, namun tak menyangka kalau senyuman nya itu di lihat oleh Abraham.
Perlahan gadis itu membuka matanya lebar lalu tertawa cengengesan melihat wajah merah padam Abraham.
"He he …" Dua kata itu yang keluar dari mulut Desy membuat pria itu memgunpati kesal.
"He he, dengkul mu. Pinggang ku sakit gara-gara menggendong mu tadi, apa kau tahu itu, huh?! Dasar istri nakal!" maki Abraham geram ingin menjambak rambut Desy.
Sekretaris Jo melebarkan matanya saat Abraham bangkit melangkah ke belakang ingin menjambak rambut Desy.
Dia yang sedang mengemudi pun merasa terganggu.
"Eh eh … Tuan-tuan akkk!"
Brak.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Suriani Lahusi Lajahiti
aduh desy perut ku sampai sakit
🤣🤣🤣🤣🤣
2023-12-17
0
fitriani
wkwkwkwkwkk emang enak d kerjain🤪🤪🤪🤪🤪
2023-10-24
0
Ludi Asih
lahh dia orang kaya,bisa kabur cari makanan enak,lah istri orang dah miskin diskitin suami ya pasti gantung diri 😄😄😄
2023-10-06
0