Damian menatap putri kecilnya, tak menyangka kalau dirinya sudah menjadi seorang ayah yang telah berhasil membesarkan seorang putri cantik dan baik hati seperti Desy.
Gadis itu tumbuh menjadi anak yang sangat menyayangi dirinya dan sang istri. Butiran kristal membasahi pipinya, segera ia hapus saat sang putri semakin mendekat ke arahnya.
"Daddy," panggil Desy dengan mata yang berkaca-kaca melihat sang ayah baru saja mengusap air mata.
"Hey, My little princess you look so gorgeous!" Damian menyambut uluran tangan Desy. Tak lupa ia kecup punggung tangan sang putri tercinta.
Tersenyum Desy menanggapi pujian sang ayah. Gadis itu sangat bersyukur karena memiliki orang tua yang sangat menyayangi dirinya. Tak banyak menuntut harus jadi ini dan itu. Tidak pula menghina atau malu memiliki putri yang gemuk seperti Desy.
"Tentu saja aku cantik, Dad. Siapa dulu orang tuanya?" balas Desy dengan nada bercanda membuat Damian terkekeh.
"Sudah-sudah, acara sudah di mulai. Sebentar lagi waktunya Desy masuk ke dalam."
Sissy berkata dengan lembut. Calon pengantin wanita itu merasa sangat gugup, dia berusaha memasang ekspresi normal seolah dirinya baik-baik saja. Padahal hatinya sedari tadi sudah seperti musik DJ.
*
*
Abraham merasa sangat kesal, gugup dan marah bercampur menjadi satu. Hari ini merupakan hari pernikahannya, di mana dia akan mengganti status menjadi seorang suami dari Desy Simanjuntak.
Dia berdiri di aula menunggu kedatangan calon istrinya. Para tamu sudah duduk di tempat yang sudah disediakan, banyak pasang mata menatap Abraham yang berada di atas panggung.
"Ya ampun, aku ingin kabur sekarang. Tapi, kaki ku tidak bisa jalan. Rasanya tubuhku kaku."
"Ah … perasaan apa ini? Kenapa rasanya berdebar dan gugup? Padahal sudah jelas kalau aku tidak mencintai gadis itu," gumam Abraham pelan.
Dia melirik ke arah saudara kembarnya – Adam. Tampak pria itu sedang duduk santai berteman gadis eksotis. Abraham mengumpat kesal dalam hati. Merasa tak adil karena saudara laki-lakinya tidak lagi di paksa menikah.
Hanya gara-gara beberapa waktu lalu Adam mengalami kecelakaan.
"Apa aku harus melompat dari gedung ini juga agar gagal menikah?" gumam Abraham pelan.
Namun, ketika membayangkan bagaimana sakitnya Adam saat tulang rusuknya patah membuat Abraham bergidik ngeri.
"Tidak mau ah … aku takut, kalau iya gagal nikah, kalau tidak? Bisa-bisa tulang rusuk ku patah akan semakin parah, karena setiap malam tidur dengan lemari berjalan itu," ucap Abraham pelan.
Pembawa acara memberikan aba-aba untuk pengantin wanita. Banyak tamu undangan menoleh ke arah pintu besar ruangan.
"Mari kita sambut pengantin wanitanya!"
Abraham menatap lurus ke depan. Dia penasaran dengan sosok Desy, apakah wanita itu terlihat seperti lemari berjalan? Atau jin Tomang yang sedang bertamasya!
Pintu ruangan terbuka menampilkan sosok pengantin wanita di gandeng oleh calon mertua laki-laki Abraham.
Degg.
Jantung Abraham berdegup kencang, hatinya berdebar-debar tak karuan. Pipinya merona dan matanya melebar sempurna melihat penampilan Desy.
Tubuhnya gemuk, namun terlihat anggun di balut gaun pengantin mahal. Menggemaskan pastinya membuat banyak pria yang hadir di sana ikut terpana.
Apalagi pria yang memang pada dasarnya menyukai gadis gemoy seperti Desy.
"Seumur hidup baru kali ini aku melihat lemari berjalan bertransformasi menjadi seorang gadis menggemaskan," ujar Abraham pelan tanpa sadar memuji Desy.
Dasar Abraham … memuji tapi, masih terdapat kata-kata yang membuat sakit hati.
*
*
Damian menggenggam erat tangan putrinya saat merasakan tangan sang putri dingin. Dia paham kalau saat ini putri tercintanya sedang dilanda kegugupan. Persis sepertinya dulu yang sangat gugup di kala menikah.
"It's okay, ada Daddy di sini. Jangan khawatir, kalau ada yang mengusik mu, langsung saja Daddy tendang dia dari ruangan ini saat itu juga," bisik Damian pelan guna menenangkan putri kecilnya.
Desy tersenyum manis mendengar bisikan sang ayah. Hatinya yang tadi gelisah kini berubah menjadi hangat. Merasa sangat bahagia tentunya.
Desy menatap Adam dari kejauhan. Pria itu sangatlah tampan dengan setelan jas putihnya.
Tak sadar kalau Desy sudah berada di depan Abraham. Keduanya terdiam sejenak saling menatap satu sama lain dengan tatapan penuh arti.
"Cantik."
"Tampan."
Bibir keduanya bergerak sendiri untuk memuji. Meski tidak ada suara yang keluar, Damian tersenyum kecil menyaksikan dua anak manusia yang sebentar lagi akan mengucapkan janji suci pernikahan.
"Genggam tangan putriku." Damian mengeluarkan suaranya membuat Desy maupun Abraham terkejut. Keduanya pun tersadar bahwa semua mata tamu memandang ke arah mereka.
Langsung saja Abraham menggenggam tangan Desy untuk pertama kalinya.
Ada rasa hangat menjalar dalam hati Desy. Seumur hidup dia yang selalu lebih dulu menggenggam tangan pria itu. Kini Abraham lah yang lebih dulu menggenggam tangannya.
Damian berdiri di samping Desy dan di seberang sana berdiri Diego. Kedua pria paruh baya itu mendampingi anak-anak mereka yang sebentar lagi akan menikah.
Janji suci Desy dan Damian ucapkan. Tangis haru para wanita yang menyayangi kedua pengantin itu pecah. Mereka tidak menyangka akan menyaksikan pernikahan dua manusia yang selalu berdebar bila bertemu.
Sama seperti dengan yang lainnya, Desy juga meneteskan air mata haru. Dia merasa sangat bahagia karena telah menjadi bagian dari hidup Abraham. Meski cintanya belum terbalas, dirinya telah berhasil menduduki jabatan Nyonya Abraham Dicaprio.
"Cium … cium … cium."
Para tamu bersorak menyuruh keduanya untuk berciuman. Abraham menatap lekat wajah cantik Desy. Dia menarik pinggang gadis yang telah sah menjadi istrinya secara hukum dan agama itu.
Cup.
Abraham mencium lembut bibir Desy. Gadis itu memejamkan matanya pelan menikmati sentuhan pria itu pada bibirnya.
"Selamat datang dalam belenggu rumah tangga ku, Desy," bisik Abraham tepat di telinga gadis itu membuat mata Desy melebar sempurna.
Degg.
Namun, tak lama kemudian matanya menyipit karena tersenyum penuh arti. Dia membalas bisikan Abraham.
"Lebih tepatnya, selamat datang dalam belenggu cinta ku, My Love."
Senyuman kejam di wajah Abraham langsung hilang, ketika mendengar bisikan Desy. Gadis itu memang sangat pandai membuat mood nya berubah.
"I hate you.," desis Abraham kesal dengan suara pelan.
"But, i love you," balas Desy tersenyum ramah.
Entah bagaimana pernikahan mereka ke depannya? Dua anak manusia yang perangai nya bak tikus dan kucing disatukan dalam sebuah pernikahan.
Cinta bertepuk sebelah tangan akankah berakhir bahagia? Atau malah berujung luka?
*
*
Up udah seperti biasa ya guyss 🌹🌹🥰
Yuk vote mingguan biar karya ini semakin rame dan author semakin semangat.
Bersambung
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Ludi Asih
dalam penulisan suka ketuker nama tokohnya
2023-10-06
0
Ukhty Nur Siahaan
Dandan cantik Desy biar jatuh cinta suamimu smmu
2023-05-13
0
Roslina Dewi
ya amppuunn masa lemari berjalan😁
2023-05-09
0