Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Pagi berganti siang begitupun malam berganti pagi lagi. Abraham merasa sangat frustasi karena keesokan paginya dia akan menikah dengan Desy. Hati ini merupakan hari terakhir dirinya sebagai bujangan.
Pria tampan itu sedang membasuh tubuhnya yang terasa lengket, karena tidak mandi selama dua hari sebab frustasi. Dirinya asik bermain game di kamar nya, karena sang ayah tak mengizinkan nya keluar lagi.
Terakhir kalinya Abraham keluar saat dirinya berciuman dengan wanita di bar. Setelah itu dia bagaikan burung dalam sangkar. Saat ini rumahnya terasa sepi karena seluruh anggota keluarganya sibuk mempersiapkan acara pernikahan nya yang akan di laksanakan di gedung hotel milik keluarga Dicaprio.
Namun tetap saja Abraham tak bisa keluar dari rumahnya. Banyak pengawal ayah ya yang bertugas menjaga rumah sekaligus dirinya agar tak kabur. Benar-benar sangat menjengkelkan.
"Ahh … aku benci keadaan yang aku alami sekarang. Kebebasan ku telah di renggut oleh pernikahan!"
Pria tampan itu merasa marah. Berulang kali dia meninju tembok membuat punggung tangannya memar.
Setelah dirasa segar tubuhnya, pria itu segera mengakhiri acara bersalin nya. Dia keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang ia lilitkan pada pinggang nya. Rambutnya masih basah dan air yang belum kering pada badannya membuat pesona pria itu teramat sangat seksi.
Uhh … lihatlah perutnya kotak-kotak seperti nasi kotak. Seorang gadis cantik bertubuh berisi sedang duduk di atas ranjang menatap lapar perut Abraham.
Tes.
Air liurnya keluar dari mulutnya tanpa sadar. Gadis itu benar-benar berpikiran mes*m saat ini. Membayangkan sesuatu yang nantinya akan di lakukan ketika dia menikah. Abraham tak menyadari bahwa ada orang lain dalam kamarnya.
Hingga saat pria itu bercermin barulah ia tahu bahwa ada sosok lain berada dalam kamarnya. Pria itu terkejut bukan main, matanya hampir saja keluar dari kelopaknya.
"Akkk … apa yang kau lakukan di sini?" teriak Abraham tak mampu menahan suaranya untuk tak berteriak. Pria itu terlalu terkejut dengan kehadiran Desy yang tidak ada permisi.
"Apa kau tidak punya mata? Kau lihat aku sedang duduk berarti aku sedang duduk. Kenapa malah bertanya lagi?" tanya Desy tersenyum santai seraya memindai wajah merah Abraham hingga ke bagian inti pria itu yang tertutupi oleh handuk.
Sontak saja Abraham memelototkan matanya menatap tajam Desy yang tak gentar sedikitpun dengan sorot mata calon suaminya.
"Jaga matamu Desy. Jangan jelalatan sembarangan menatap burung orang lain!" sentak Abraham dengan nada tinggi bercampur kesal membuat Desy tertawa cekikikan.
Gadis itu tertawa lepas seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia merasa sangat terhibur dengan ekspresi dan reaksi Abraham.
"Uhh, Sayang. Burung mu itu juga akan menjadi burung ku besoknya setelah menikah. Tenang saja, kita akan merawatnya bersama-sama dan aku akan memberikannya makan sehari tiga kali agar dia kenyang dan tumbuh sehat!"
Desy berkata panjang lebar tanpa pikir panjang. Gadis itu mengeluarkan semua isi kepalanya, memang tak dapat di elak lagi kalau Desy benar-benar keturunan Damian Simajuntak.
Berani, lantang, tegas dan m*sum pastinya.
Tidak tahu saja Desy bagaimana bentuk burung Abraham yang sudah besar dari remaja. Entah apa yang di pikirkan oleh gadis itu, dia mengira akan menyenangkan nantinya memberi makan burung Abraham.
"Ternyata bukan hanya n*fsu makan mu yang besar ternyata n*fsu mu lainnya juga besar. Ck … aku tidak menyangka kalau kau sangat m*sum. Aku pun ragu kalau kau masih perawan!" ujar Abraham dengan nada sinis membuat Desy melebarkan matanya kesal.
"Ya?! Jangan menilai buku dari sampulnya. Jangan menilai orang dari luarnya, mulutku memang begini tapi bukan berarti aku tidak perawan lagi!"
Desy meluapkan amarahnya pada Abraham. Gadis itu tidak terima kalau pria itu menghina dirinya. Tentu saja dia merasa sangat terhina, sudah berumur 23 tahun bahkan belum pernah melakukan hal aneh-aneh.
Alkohol saja Desy tak pernah menyentuhku. Dia adalah definisi gadis baik-baik yang nyaman di rumah bersama dengan kedua orang tuanya.
Lalu dengan entengnya Abraham menuduhnya tak perawan lagi? Ayolah … dia hanya m*sum begini di depan Abraham saja.
Pria tampan itu memutar bola matanya malas.
"Kalau kau tidak ingin di tuduh tidak perawan. Maka bersikap lah seperti gadis yang perawan. Bukan malah bersikap tak sopan dan agresif seperti wanita bayaran."
Abraham berkata pedas membuat Desy terbungkam. Diam nya Desy penuh makna, dia menatap Abraham dengan sifir mata tak dapat di artikan.
Memang benar apa yang di katakan oleh Abraham. Jika tidak ingin di nilai seperti itu, maka jangan berpenampilan seperti itu.
Jika suatu buku tidak ingin di nilai buruk hanya berdasarkan sampulnya. Maka jangan buat sampulnya buruk agar tak di nilai buruk.
Gampang kan? Jadi, apa yang harus dibuat susah. Abraham adalah pria yang menyederhanakan segala sesuatu.
"Kau menyamakan ku seperti wanita bayaran?" tanya Desy serius membuat Abraham tersenyum sinis.
"Iya. Karena selama ini yang agresif pada ku adalah wanita bayaran. Bukan gadis perawan atau gadis baik-baik!" ujar Abraham tersenyum sarkas membuat Desy tersenyum hambar.
"Maka anggaplah aku wanita bayaran seperti apa yang kau pikirkan! Tapi, ingat! Aku hanya wanita bayaran mu, bukan pria lain!" balas Desy datar dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Ada rasa sakit saat melihat sahabat masa kecilnya menatapnya dengan sudut mata berkaca-kaca. Dia merasa sangat bersalah. Namun, rasa kesal karena besok dia akan menikah dengan Desy membuatnya gelap mata.
"Baik, kalau itu mau mu!" Abraham langsung mendorong tubuh Desy hingga jatuh ke atas ranjang. Segera dia menindih tubuh gadis itu dan mencium kasar bibir Desy.
Dia tak memberi waktu untuk gadis itu melepaskan ciuman itu. Tangannya juga berjalan ke mana-mana membuat Desy merasa terhina.
Apakah ini yang di namakan cinta? Terlalu buta untuk melihat kenyataan kalau dirinya tak diinginkan oleh pria yang ia cinta.
Apakah ini yang di namakan cinta? Terlalu tuli untuk sekedar mendengar kata orang bahwa dirinya tak di cinta.
Apakah ini yang di namakan cinta? Mengapa hatinya begitu lapang saat orang yang ia cintai menyakitinya.
Apakah ini cinta? Mengapa dia begitu gampang di bodohi oleh pria yang ia cintai.
Butiran kristal keluar dari sudut mata Desy, karena perlakuan Abraham. Hati kecilnya menangis sesenggukan, berteriak karena kesakitan.
Cinta hanya terdiri dari satu kata, namun memiliki sejuta makna.
Cinta mampu membuat seseorang buta dan tuli. Bahkan, cinta mampu membuat orang mati.
Kembali lagi pada Abraham. Pria itu sengaja membuka matanya melihat bagaimana reaksi Desy saat ia cium.
Setetes air mata keluar dari pelupuk mata Desy mampu menusuk hati Abraham.
Pria itu segera menghentikan ciumannya lalu bangkit dari tubuh Desy. Dia tidak ingin menyakiti hati sahabat kecilnya. Dia hanya ingin menyadarkan Desy bahwa dirinya tidak mencintai Desy.
Abraham membuka lemarinya lalu mengambil segepok uang dollar dari dalam laci.
"Ini bayaran mu!" desis Abraham lalu melempar uang dollar itu ke udara, berterbangan menimpa tubuh Desy.
Gadis itu menggigit bibirnya guna menahan suara tangisnya.
"Kau sudah membayar ku, maka biarkan aku menuntaskan pekerjaan ku!" lirih Desy seraya duduk lalu menurunkan resleting bajunya membuat mata Abraham terbelalak.
"Desy?!" bentak Abraham murka dengan tingkah murahan Desy.
Ini bukan Desy yang ia kenal.
"Apa?! Huh?! Bukankah ini yang kau inginkan?! Hiks … kalau memang dengan menjadi wanita bayaran kau akan membalas cintaku. Aku rela jadi wanita bayaran mu?!" teriak Desy dengan suara yang tak kalah tinggi.
*
*
*
Realita nya orang yang sedang jatuh cinta itu tuli dan buta. Tak perlu di nasehati, biarlah rasa sakit yang ia rasakan karena jatuh cinta membuatnya sadar. Bahwa cinta tak selamanya indah. Karena ada jenis cinta yang membuat luka.
Salah satu kebodohan adalah mencintai orang yang tidak mencintai kita.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
balas Desy
2024-09-10
0
Efrida
krn itu aku tdk mau mengenal yg namanya cinta.....nonsen to love
2023-10-05
0
Rifa Endro
oh God !!! Kenapa hatiku sakit ya ???
2023-10-05
0