Plak.
Desy menampar pipinya sendiri, kakinya luruh ke lantai dan ia menjambak rambutnya. Sakit sekali hatinya ketika teringat masa lalu
Masa di saat Abraham menolongnya, membalas semua kejahatan anak-anak yang membully Desy. Kalau bukan karena kekayaan Diego, Abraham pasti sudah di keluarkan dari sekolah sebab berulang kali terlibat perkelahian.
Pria itu paling tidak tahan kalau mendengar, melihat atau mengetahui Desy di bully oleh wanita maupun laki-laki. Dia tidak akan segan menyakiti orang itu bila berani melukai hati Desy.
Meski mulutnya tajam dan dia sendiri membully Desy. Tetapi, dia tidak suka saat orang lain membully nya.
Benteng Takeshi! Panggilan tersebut adalah panggilan kesayangan Abraham untuk Desy. Hanya saja dia tidak mengakuinya, Abraham akan marah dan cemburu saat ada orang yang memanggil Desy dengan panggilan tersebut.
Oleh karena itu, Desy jatuh cinta pada Abraham. Dia merasa nyaman dan aman saat bersama pria itu, dia juga mengira Abraham mencintainya.
Namun apa? Ternyata kebaikan Abraham selama ini disalah artikan oleh Desy.
Kembali lagi pada Desy dan Abraham.
Pria itu melebarkan matanya tak percaya melihat Desy menyakiti dirinya sendiri. Sontak saja dia mencekal kedua tangan Desy. Menekuk kedua kakinya di lantai mensejajarkan tinggi nya dengan sang istri.
"Hentikan?! Jangan sakiti dirimu sendiri?!" bentak Abraham dengan nada tinggi saat Desy melawan nya.
"Tidak usah sok baik padaku?! Jangan pedulikan aku lagi?! Pergi kamu sana … pergi?! Kamu jahat?! Hiks … kamu jahat?!" teriak Desy histeris meluapkan segala rasa sesak yang membelenggu hatinya.
Abraham langsung memeluk erat tubuh Desy, meski gadis itu berulang kali mendorong nya.
"Lepaskan aku?! Lepaskan aku … hiks?!"
Suara Desy perlahan melemah, gadis itu menangis dalam pelukan Abraham. Sakit sekali hatinya ketika mendengar jawaban dari pertanyaan nya tadi.
Berbeda dengannya yang selalu berdoa pada Tuhan agar Abraham menjadi jodohnya. Sedangkan orang yang di doakan malah menolak menjadi pasangannya.
Sakit sekali hatinya.
Sesak nafasnya.
Remuk raganya.
Hancur jiwanya.
Bukan salahnya mencintai Abraham! Cinta adalah anugerah yang diberikan Tuhan pada setiap manusia.
Cinta tidak bisa di paksa kepada siapa berlabuh.
Abraham sudah bertahta di hati Desy sejak kecil. Pria itu adalah pangeran berkuda putihnya yang selalu menyelamatkan diri nya dari orang-orang jahat.
Panglima perang yang siap menghantam orang-orang jahat yang melukai hati Desy.
"I'm so sorry. Please, don't cry anymore!" Abraham berbisik pelan seraya terus mengeratkan pelukannya.
Sejenak pertengkaran keduanya terhenti, tidak ada lagi yang berteriak atau memakai. Hanya terdengar suara Isak tangis Desy.
Setengah jam mereka berada dalam posisi berpelukan. Kaki Abraham kesemutan, karena terlalu lama memeluk atas lantai. Dia mendengar nafas Desy sudah teratur membuat Abraham menghela nafas pelan.
Begitu banyak beban yang sedang di pikulnya. Masalah pekerjaan yang tentu saja tidak ada habisnya. Di tambah beban asmara rumah tangga nya bersama dengan Desy.
Sungguh kepalanya sangat sakit. Berdenyut nyeri memikirkan semua masalah yang ada.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku sangat lelah … memaksakan diri untuk mencintai gadis yang tidak aku cintai sangatlah susah. Sudah ku coba tapi tidak bisa!"
"Tuhan, tolong hapuskan rasa cintanya untukku agar dia tidak sakit lagi karena aku yang tidak membalas cintanya."
Abraham berdoa dalam hati. Sungguh dia tidak ingin menyakiti Desy. Namun keadaan lah yang membuatnya melakukan hal itu.
Cinta tidak bisa di paksa.
Abraham mengangkat tubuh gemoy Desy. Lalu ia letakkan atas ranjang secara perlahan. Pria itu juga naik ke atas ranjang lalu ikut tidur di sebelah Desy, menarik gadis itu masuk ke dalam pelukannya.
Keduanya terlelap menuju alam mimpi.
*
*
Matahari terbit dari ufuk timur, cahaya keemasan nya menyinari bumi. Burung berkicau di atas udara, suara klakson mobil terdengar bersahut-sahutan.
Suara dering ponsel berbunyi membuat sekarang pria terjaga. Dengan nyawa yang masih belum terkumpul, dia mengambil ponsel yang berada di atas meja nakas.
"Halo." Suaranya terdengar serak basah khas bangun tidur.
[Tuan, Anda ada di mana? Kenapa belum juga datang ke kantor? Sekarang saatnya meeting dengan klien dari Jepang! Tuan Yuno sudah menunggu Anda sedari tadi!]
Mata pria itu langsung terbuka lebar. Abraham terkejut mendengarnya, dia segera terduduk bersandar di tepi ranjang. Melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 09:15 pagi.
"Baik-baik, aku akan segera ke sana sekarang. Katakan pada Tuan Yuno kalau Tuan Abraham meminta maaf sebab keterlambatan nya!"
Abraham segera menutup teleponnya dan beranjak menuju ke kamar mandi. Dia tidak membersihkan tubuhnya, hanya mencuci wajah dan menyikat gigi.
Dia marah pada Desy, sebab gadis itu tidak membangunkan nya.
"Di mana dia? Kenapa tidak membangunkan ku?" gumam nya pelan dengan nada kesal.
Setelahnya Abraham keluar dari kamar mandi dan berharap Desy telah menyiapkan pakaian kantor nya.
Nihil … tidak ada pakaiaydi atas ranjang.
"Haiss, kenapa aku bisa kelabakan seperti ini? Padahal saat lajang semuanya busa ku lakukan sendiri!"
Abraham mengomel seraya memilih pakaian kantor nya.
*
*
Abraham turun dari atas tangga menelisik ke penjuru rumah mencari keberadaan sang istri, namun tak ada.
"Ke mana dia?" tanya Abraham pada dirinya sendiri.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir juga ke novel temen author 🥰❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Ludi Asih
mulai peduli abra
2023-10-06
0
Rifa Endro
sekarang, kamu bisa menilai diri mu sendiri, Abra. coba rasakan kebendaannya saat ada Desy dan tidak... bagaimana rasanya ???
2023-10-05
0
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
Doamu dan harapanmu sudah didengar dan dikabul oleh Allah, Abra. Selamat. 😔
2023-09-23
0