Nafas Desy naik turun, gadis cantik itu berdiri menatap tajam calon suaminya dengan bola mata merah dan bergetar. Emosinya meluap-luap, gadis cantik itu tidak terima dengan perlakuan Abraham.
Pria itu selalku menolak kehadiran nya, walau sekeras apapun dia mencoba untuk menjadi apa yang Abraham inginkan.
"Apa yang harus aku lakukan agar kau mau membalas cintaku, Abra? Apa? Katakan padaku agar aku bisa mendapatkan cintamu?" tanya Desy dengan suara parau bergetar menahan tangisnya.
Gadis cantik itu merasa sangat sakit hatinya di kalau mendapatkan tatapan tajam dan penuh amarah Abraham. Sebagai seorang perempuan hati Desy pastinya lembut dan peka.
Wanita tidak suka di bentak.
Apalagi di bentak oleh pria yang dia cintai.
Abraham mengusap wajahnya frustasi, pria itu tidak ingin menyakiti Desy lebih lanjut. Namun gadis ini sangat keras kepala, berulang kali dia mengingat kan Desy agar mundur dari perjodohan ini.
Tetapi, gadis itu tetap kekeh pada pendiriannya. Yakin bahwa suatu hari Abraham akan membalas cintanya.
"Tidak ada yang harus kamu lakukan agar bisa mendapatkan cintaku, Desy. Berhentilah mencintaiku karena kamu yang akan terluka nantinya?!" desis Abraham kembali mengingatkan Desy tentang kenyataan saat ini.
Hati pria itu dingin tak tersentuh. Dia belum pernah jatuh cinta, terkecuali pada gadis SMA yang dulunya pernah menjalin hubungan dengan Adam dan Abraham menjadi kekasih keduanya.
"Kenapa?! Kenapa kamu tidak mencoba untuk mencintaiku, Abra?! Kenapa?! Apa kurangnya aku?!" teriak Desy dengan nada tinggi diiringi tetesan cairan bening membasahi pipi chubby nya.
Mata, hidung, bibir dan pipi gadis itu merah padam karena menangis. Kulitnya yang putih kemerahan pun semakin jelas kemerahan nya karena murka.
"Karena itu kamu, Desy. Karena itu kamu?! Makanya aku tidak bisa jatuh cinta padamu sampai kapanpun?! Tolong mengertilah, cinta tidak bisa di paksa?!" tegas Abraham dengan suara tak kalah meninggi. Pria tampan itu nyaris frustasi. Dia bingung dengan kelakuan calon istrinya.
Abraham pada dasarnya bukanlah pria jahat yang tega melukai hati wanita. Namun berbeda dengan Desy yang hampir setiap pertemuan dia menyakiti gadis itu. Berharap rasa cinta Desy menghilang.
Desy mengepalkan tangannya erat. Dia menghapus air matanya kasar. Mendengar jawaban Abraham membuat gadis itu paham di mana letak permasalahannya.
Tidak masalah bila Abraham tak mencintai dirinya. Setidaknya dia akan terus berjuang untuk mendapatkan hati pria itu. Walau pada akhirnya hanyw luka yang ia dapatkan.
Bukankah, cinta itu tuli dan buta?
Benar. Karena Desy saat ini tuli dan buta akan keadaan.
Wanita itu terlahir normal tanpa kekurangan sedikitpun. Namun, ketika beranjak dewasa dan mengenal cinta. Tiba-tiba dia menjadi tunarungu dan tunanetra saat berhadapan dengan pria yang ia cintai.
Penglihatan dan pendengaran nya rusak bila berhadapan dengan Abraham. Apakah hal ini wajar?
Jawabannya tentu saja wajar, karena siapapun pasti merasakan hal yang sama seperti Desy. Di butakan oleh cinta.
"Baiklah, aku lelah mengemis cinta padamu. Lebih baik aku simpan tenaga ku untuk acara pernikahan kita besok, Honey. Tidak masalah kau mencintaiku atau tidak, yang jelas besok kita menikah dan kau selamanya akan menjadi milikku!" ujar Desy dengan nada tegas.
Raut wajah sedih dan sendu gadis itu berubah menjadi datar dan dingin. Begitu mudahnya dia mengganti ekspresi wajahnya. Entah terbuat dari apa hati dan jiwa gadis itu. Sangat kuat dan tegar.
Aura alpha girl tampak dari nada bicara dan gayanya berjalan juga menatap orang.
Abraham mengepalkan tangannya erat. Dia sangat frustasi menghadapi Desy. Berulang kali dia menyuruh gadis itu untuk menyerah mencintai nya, namunsangat sulut. Gadis itu pantang menyerah.
"Omong kosong. Jangan ingatkan aku dengan pernikahan sialain itu?! Ingat, Desy! Sampai kapanpun aku tidak akan menikahimu. Bila memang kamu tetap kukuh ingin menikahi ku. Maka jangan salahkan aku kalau hanya luka yang aku berikan selama kita menikah nantinya!" ancam Abraham tak main-main.
Pria itu membuat perhitungan pada Abraham. Berharap gadis itu mau mendengar nya dan patuh pada perintah Abraham. Bukan maksud ingin menyakiti dan melukai, namun hanya ingin menunjukkan realita pada Desy.
Bahwa, cinta tidak bisa di paksa dan tidak pula selamanya bisa di miliki.
Desy tersenyum sinis, dia berlagak santai seolah semuanya baik-baik saja. Gadis itu berjalan menuju meja rias Abraham yang di desain maskulin. Dia mengambil sisir milik calon suaminya lalu ia sisir rambutnya dengan pelan.
Abraham melirik ke arah Desy. Gadis itu benar-benar hebat. Tak gentar sedikitpun dengan sorot mata intimidasi calon suaminya. Dia mampu menyembunyikan rasa sakit dengan wajah datar nya.
"Luka apa yang akan kamu berikan padaku? Fisik? Batin? Luka apa? Katakan padaku, Abra?" tanya Desy santai seraya menyisir rambutnya yang berantakan karena ulah Abraham tadi.
Brrr.
Abraham menggeram kesal. Pria tampan itu mengepalkan tangannya erat. Dia melangkah mendekati Desy, lalu berbisik.
"Jangan menantangku, Desy?! Aku bisa melakukan apa saja padamu nantinya!" ujar Abraham penuh penekanan berbisik pelan di telinga Desy.
Pria tampan itu benar-benar sangat marah dengan ketenangan wajah Desy. Seolah gadis itu baik-baik saja. Padahal Abraham tahu hatinya sedang terluka.
Abraham benci kepura-puraan Desy.
"Maka lakukan apa saja yang mampu melukai ku?! Aku pun akan melakukan apa saja untuk menyembuhkan luka itu dan terus menerus berjuang agar mendapatkan cintamu. Kamu ingin melukai ku fisik? Ha ha … aku rasa itu tidak bisa, karena aku punya Daddy yang selalu mengawasi ku 24 jam."
"Dia bisa membunuhmu dalam sekejap mata bila kamu berani melukai fisik ku. Luka batin? Ha ha … jangan bercanda, Abra. Aku sudah terbiasa dengan luka batin yang kamu berikan?!"
Desy mengambil parfum Abraham lalu menyemprot nya ke ceruk leher dan lengan tangan nya. Gadis itu berbalik menatap datar pria yang amat ia cintai. Pria yang menjadi cinta pertamanya.
"Kau benar-benar gila?!" desis Abraham frustasi tak tahu harus berkata apa lagi.
"Benar, aku gila. Gila karena mencintai pria gila sepertimu?!" balas Desy penuh penekanan. Lalu beranjak keluar dari kamar Abraham dengan anggun.
*
*
*
Berikan satu kata untuk Desy! 😎
Kalau mau visual jangan lupa follow IG author. Di sana nanti author bakal kasih visual Desy dan Abraham.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Esti Sugiyani
jempol untuk perjuangan cintamu des
2024-10-13
0
Totoy Suhaya
smgt desi jangan kalah sama c ibra..bikin dia bucin sama kamu
2023-10-28
0
fitriani
wah desy keren bgt... tegar bgt... kl itu aku udh nangis gak pake rem
2023-10-24
0