Tak terasa waktu berjalan cepat, awan cerah tak lagi menghiasi langit. Telah digantikan dengan awan gelap bersama indahnya bulan juga bintang menemani kesunyian malam.
Seorang pria tampan duduk di kursi taman. Merenungi masa depan nya kelak akan seperti apa. Tak lama lagi status lajang nya akan berubah menjadi suami orang.
Apakah langkahnya untuk menikahi teman masa kecilnya benar? Akankah dia bisa bahagia dan membahagiakan? Terlebih lagi dia tak sedikitpun mencintai calon istrinya.
Tak juga benci, hanya saja dia telah menganggap teman masa kecilnya itu sebagai adik perempuannya sendiri.
Lalu kalau benar sebagai adik, mengapa sikap Abraham sangat cuek dan tak segan mencaci Desy?
Jawabannya adalah pria itu ingin gadis itu sadar kalau Abraham tak mencintai nya sedikitpun. Dia kesal karena gara-gara Desy menaruh perasaan padanya, membuat Abraham selalu menjaga jarak dari Desy.
Guna tak memberikan harapan palsu.
Seseorang menepuk pundaknya, membuat Abraham terhenyak dan menoleh ke samping. Ternyata Xander yang datang.
Sahabatnya itu menghempaskan bokong lalu duduk di sebelahnya.
"Sedang memikirkan apa?" tanya Xander datar menangkap guratan kekhawatiran di wajah Abraham.
Pria itu mampir ke rumah Abraham untuk makan malam bersama. Rumahnya terlalu jauh dan perutnya keburu lapar, alhasil Xander memilih singgah ke rumah sahabat ayahnya untuk makan malam bersama.
"Pernikahan ku," balas Abraham seraya menghela nafas berat.
Pria tampan itu memandang lurus ke depan. Menikmati pemandangan indah danau buatan. Cahaya bulan memantul dari air danau membuat suasana terasa indah dan romantis.
"Nikmati saja," ujar Xander santai membuat Abraham berdecak kesal.
"Kau berkata seperti itu karena tidak berada di posisi ku. Menikah dengan orang yang tidak kita cintai itu adalah petaka!" sanggah Abraham dengan nada kesal membuat Xander tersenyum kecil.
Pria itu menyandarkan punggungnya pada kursi besi itu. Lalu menatap ke langit-langit memandangi indahnya rembulan menyinari gelapnya malam.
"Menikah dengan orang yang kita cintai itu adalah harapan. Tapi, mencintai orang yang kita cintai itu adalah kewajiban."
"Tidak peduli siapa dia? Dari mana dia berasal? Seperti apa wajahnya dan sikapnya? Yang namanya kewajiban harus di lakukan. Percayalah, kamu akan sangat bahagia setelah menikah dengan Desy!"
Xander berkata dengan bijak. Sang cassanova itu memang bijak dan berpikiran positif seperti sang ayah. Meski hobinya bermain sana-sini, tetap saja Xander menghormati wanita.
Tentunya dengan caranya sendiri. Dia hanya meniduri wanita malam yang tentunya bersih dari penyakit. Xander juga baik pada gadis yang baik pula.
Tetapi, bisa menjadi bengis bila berhadapan dengan orang yang jahat menurutnya.
"Tahu apa kau tentang Desy! Dia hanya gadis manja yang tahunya berlindung di balik uang dan kuasa ayahnya."
Abraham berkata dengan nada kesal membuat Xander tersenyum sinis. Dia menoleh menatap wajah suram sahabatnya.
"Dia putri tunggal dari keluarga kaya raya. Tentu saja dia manja dan dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Kau ini ada-ada saja. Lagi pula dia perempuan, sikap manjanya pasti sudah mendarah daging. Mau se-mandiri apapun seorang perempuan, pasti ada sisi manja nya."
Xander lagi dan lagi berkata dengan bijak memberi nasehat pada sahabatnya yang sedang gelap mata. Tak bisa melihat kelebihan dari calon pasangan nya.
"Kalau begitu, kenapa bukan kau saja yang menikahinya? Kenapa aku harus aku? Kau tahu sendiri kalau aku tidak pernah ingin menikah. Kalaupun iya, aku pasti akan menikahi gadis yang aku cintai?!"
Abraham mengumpat kesal, dia begitu marah dengan keputusan keluarganya yang menyuruhnya untuk menikah dengan Desy.
"Kau bodoh atau apa? Bagaimana bisa aku menikahi Desy sedangkan dia maunya menikah denganmu? Lagian Desy mencintaimu tulus apa adanya. Jaman sekarang sangat langka ada wanita tulus sepertinya. Jadi, kau laki-laki beruntung karena dicintai oleh wanita sepertinya!"
"Sekarang aku tanya, kenapa kau tidak mencoba mencintai nya? Apa karena dia bukan tipe mu? Dia tidak seksi?" tebak Xander membuat Abraham terdiam.
Pria itu tidak tahu harus menjawab apa? Karena memang kalau masalah fisik Abraham tak mempermasalahkan nya. Karena dia sendiri pernah tidur dengan wanita gemuk.
Lalu apa?
"Karena dia adalah Desy," balas Abraham datar lalu memejamkan matanya mengingat masa kecilnya bersama dengan Desy.
Gadis kecil berbadan gemuk dan menggemaskan selalu saja mengikuti ke manapun ia pergi. Selalu marah saat ada wanita dewasa maupun muda mendekatinya.
Tak segan mengasari orang yang mengganggu ketenangan Abraham.
"Aku rasa dia tidak mencintaiku, tapi dia terobsesi padaku," gumam Abraham pelan membuat Xander tersenyum kecil.
"Cinta dan obsesi itu beda tipis. Kau akan menemukan jawabannya nanti setelah menikah dengannya. Dan ku rasa dia mencintaimu, karena biasanya orang yang terobsesi akan menghalalkan segala cara untuk memilikimu. Tetapi, Desy? Orang tua ku langsung yang memilih nya. Bukan dia yang merengek pada orang tuanya maupun orang tuamu agar menikahkan kalian!"
"Saran ku hanya satu. Jangan berbuat sesuatu yang nantinya akan kau sesali. Orang tulus tidak akan datang dua kali!" nasehat Xander sebelum pria itu beranjak pergi dari sana.
Abraham terhenyak mendengar nasehat dari sahabatnya.
"Orang tulus tidak datang dua kali," gumamnya mengulangi perkataan Xander.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
kau boleh buktikan perkataan Xander....
2024-09-10
0
Yunerty Blessa
betul Xander,sebejat bejat nya lelaki pasti akan menghormati wanita...
2024-09-10
0
Yunerty Blessa
kau menghina Desy gemuk sedang kan kau pernah menjamah tubuh gemuk seorang pelacur, sungguh keji sekali kau...
2024-09-10
0