Dua wanita itu mengepalkan tangannya erat, merasa tak terima mendengar perkataan Desy. Enak saja gadis gemuk itu menghina fisik mereka. Tak sadar keduanya sudah lebih dulu menghina fisik Desy.
Mereka bangkit dari kursi ingin memberi pelajaran pada Desy.
"Kurang ajar kau ya! Sudah gemuk, tak sadar diri lagi. Mulut mu suka menghina orang lain."
Dua wanita itu menghampiri Desy. Salah satu di antara mereka mengangkat sebelah tangan nya ingin menampar Desy. Namun sebelum tangan wanita itu menghampiri pipi Desy. Gadis itu sudah lebih dulu berdiri lalu menangkap tangan sang wanita dan membantingnya ke atas meja makan Desy.
Brak.
Kaki meja itu patah karena bantingan Desy sangatlah kuat membuat sang wanita membuka muutnya lebar berbentuk O.
"Akk." Rasa sakit pada tubuh wanita itu amatlah terasa, membuat sang wanita tak mampu berbicara. Hanya air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
Abraham menelan ludahnya kasar. Dia membayangkan dirinya berada di posisi wanita itu, bukanlah hal yang susah bagi Desy untuk membanting seseorang. Dia pandai ilmu bela diri, judo, Muay Thai dan karate ia khatam semua.
"Sepertinya mulai sekarang aku harus menjadi suami yang baik," gumam Abraham pelan seraya mengelus tulang ekornya.
Tuan Yuno pun terpukau dengan keterampilan Desy. Tidak menyangka gadis gemuk di hadapannya begitu pandai bela diri. Terlebih lagi penampilan Desy seperti anak orang kaya, semua barang yang di gunakan nya sangatlah mahal.
Gaun merek Gucci, tas Hermes, sepatu merek Adidas dan aksesoris yang ia gunakan limited edition.
"Luar biasa," gumam Tuan Yuno terdengar oleh telinga Abraham.
Entah mengapa ada rasa kesal dalam hatinya ketika melihat pria menatap Desy dengan tatapan penuh damba.
Kembali lagi pada Desy.
"Sial, gara-gara kau makanan ku semuanya mubazir!" umpat Desy kesal menatap piring makanannya pecah.
Teman wanita tadi merasa sangat marah melihat temannya di banting seperti itu. Dia pun mengambil pisau untuk mencincang steak di atas meja nya.
Para pengunjung lainnya sudah berteriak histeris melihat pertengkaran brutal antar wanita. Banyak yang merekam pertikaian tersebut. Tidak ada yang berani menolong dua wanita itu.
"Rasakan ini?!" teriak wanita itu ingin menancapkan pisau ke punggung Desy. Namun gadis itu sangatlah gesit, dia lebih dulu membaca pergerakan lawannya.
Desy menundukkan badannya lalu berbalik dan menendang kaki sang wanita hingga membuatnya terjatuh.
Bugh.
"Akk … sakit!" pekik sang wanita.
Namun …
Mata elang Desy tak sengaja bertatapan dengan Abraham. Gadis itu terkejut tak menyangka akan bertemu dengan sang suami. Padahal dia berniat untuk tidak memikirkan atau bertemu dengan Abraham hari ini.
Kenapa dia bisa ada di sini? Ya Tuhan … kalau jodoh memang tidak akan ke mana.
Tapi … tapi … dia sudah melihat ku berkelahi. Bagaimana ini? Abraham tidak menyukai wanita kasar.
Dia menyukai wanita lemah lembut.
Ya Tuhan, berikan aku petunjuk untuk melakukan sesuatu.
Iya benar … aku harus pura-pura sakit dan lemah.
Saat Desy kebingungan. Wanita yang di tendang nya tadi menyeringai kejam. Dia kembali mengambil pisaunya lalu berdiri ingin menancap kan ke punggung Desy.
"Rasakan ini kerbau sialan! Eh?" Wanita itu terkejut saat melihat Desy tiba-tiba pingsan sebelum pisau nya mengenai punggung Desy.
Bruk.
"Ayo, pingsan. Ayo pingsan, Desy! Kamu harus pingsan," gumam Desy dalam hati seraya memejamkan matanya erat.
Tangan wanita itu masih berada di udara. Tepat saat polisi datang, ternyata seorang pelanggan lebih dulu menghubungi polisi.
"Berhenti di tempat. Angkat tangan Anda!" tegas polisi yang baru saja tiba.
"Eh, ke-kenapa ada polisi?" tanya wanita itu dengan suara bergetar ketakutan.
Dua polisi itu menghampiri sang wanita langsung saja mereka memborgol tangan sang wanita.
"Loh, kenapa saya yang di tangkap, Pak? Ini bukan salah saya!" ujar wanita itu panik.
"Hey, kerbau. Bangun! Jangan pura-pura pingsan." Wanita itu menendang perut buncit Desy membuat gadis itu menggigit bibirnya agar tak mengumpat.
"Sialan kau sapu lidi. Untung ada Abraham, kalau tidak! Sudah ku pastikan kau menjadi tusuk gigi ku," umpat Desy dalam hati menahan sakit di bagian perutnya.
Sontak saja Abraham berlari menghampiri Desy. Dia sangat takut terjadi sesuatu yang buruk pada sahabat masa kecil sekaligus istrinya.
"Desy, bangun! Hey, are you okay?" Abraham menepuk halus pipi sang istri membuat semua orang yang berada di sana termangu. Tidak menyangka gadis gemuk itu adalah kenalan Tuan Abraham.
Begitu pula dengan dua polisi dan dua wanita itu. Mereka semua pasti kenal siapa Abraham.
"Tuan Abraham!" pekik mereka serempak membuat Abraham menatap tajam ke arah wanita yang ingin menikah Desy tadi.
"Siap-siap kau mendekam di penjara, karena sudah berani menyakiti istriku." Abraham berkata dengan nada tegas dan dingin. Dia tidak akan menarik kata-kata nya lagi.
Meski dia tidak mendengar dua wanita itu berbisik menghina fisik Desy lebih dahulu. Tetapi, dia yakin kalau Desy pasti punya alasan menyakiti dua wanita itu.
Sebab Desy tidak akan berubah kasar bila tidak ada orang yang mengasari dirinya lebih dulu.
Desy tersenyum manis mendengar ucapan Abraham. Pria itu mengakui dirinya sebagai istrinya di depan umum.
"Ah, perutku langsung sembuh setelah mendengar ucapan mu, Abra. Kau memang penyembuh ku," batin Desy berbicara.
Wanita itu melihat Desy tersenyum pun langsung marah.
"Dia tersenyum! Aku melihatnya tersenyum tadi. Dia tidak pingsan, Tuan Abraham. Dia hanya berpura-pura!" pekik wanita itu membuat Abraham menunduk menatap wajah Desy.
Cairan bening keluar dari pelupuk mata Desy membuat pria itu murka.
"Tersenyum apaan? Dia malah menangis. Awas saja kalau dia kenapa-kenapa. Aku akan membuat mu tidak bebas dari penjara!"
Abraham ingin menggendong Desy. Namun ..
Krakk.
Tulang punggungnya berbunyi membuat Abraham mengumpat kesal dalam hati.
"Sial, perasaan semalam berat badannya tidak seberat ini," gerutu Abraham dalam hati.
"Apa Anda butuh bantuan, Tuan?" tanya polisi itu membuat Abraham memasang wajah datar.
"Tidak! Aku bisa sendiri!" Abraham mengerahkan seluruh tenaganya untuk menggendong Desy.
Dia lupa berpamitan pada Tuan Yuno. Segera dia membawa sang istri keluar dari restoran Jepang itu.
Tuan Yuno terkejut mengetahui fakta Desy adalah istri Abraham. Dia mengira Abraham masih lajang.
Sekretaris Abraham segera meminta izin untuk pergi.
"Mohon maaf, Tuan Yuno. Acara makan siang bersama Tuan Abraham sangat kacau. Lain kali saya akan mengatur waktu untuk menggantikan acara makan siang ini. Saya permisi dulu!"
Sekretaris Jo mengambil tas kerja Abraham dan tas kerjanya lalu beranjak pergi dari sana. Sebelum itu Tuan Yuno lebih dulu memanggil nya.
"Tunggu dulu, sekretaris Jo!" panggil Tuan Yuno membuat Jo menghentikan langkahnya.
"Iya, Tuan."
"Apa benar yang tadi itu istri Tuan Abraham?" tanya Tuan Yuno serius membuat Jo tersenyum samar.
"Benar, Tuan." Jo membungkukkan badannya sedikit guna menghormati budaya Jepang Tuan Yuno. Lalu beranjak pergi dari sana.
"Menarik," gumam Tuan Yuno tersenyum penuh arti.
*
*
Mau up lagi?? Yuk komentarnya yang banyak. Dan kasih segelas kopi buat author.
Bersambung.
Jaman lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰 🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️ 🙏
Mampir juga ke novel temen author 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
mamae zaedan
orang lain aja tertarik pada istrimu wahai abra,jangan sampai keduluan donk😙
2023-11-08
0
fitriani
pelajaran yg bisa kita dpt dr bab ini adalah seseorang yg qta anggap gak menarik tapi akan menarik dimata org lain
2023-10-24
0
Utinya AL Ghifari
mantap Desy...😂
2023-10-08
0