Desy hampir saja tersedak makanan saat melihat Abraham sudah berdiri di hadapannya dengan raut wajah tak enak di pandang. Pria itu memandang nya seperti hewan buas yang sedang ingin mencabik-cabik mangsanya.
Sayangnya sorot mata seperti itu tidak mampu membuat Desy sedih atau merasa galau. Gadis itu adalah tipikal gadis ceria dan bodoh amat dengan segala apa yang menimpa nya.
Masalah sebesar apapun dan sebanyak mana orang-orang mencela bentuk tubuhnya tak akan mampu membuat Desy terpuruk. Dia hidup untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain.
"Hey, Abra. Duduklah, aku sudah pesan banyak makanan untukmu!" ajak Desy santai dengan sorot mata berbinar.
Matanya tak bisa berbohong kalau dirinya merasa sangat bahagia dengan adanya Abraham di sisinya.
Sontak saja pria itu berdecak kesal, dia mencebikkan bibirnya, karena Desy tak terpengaruh sedikitpun dengan sorot mata intimidasi nya.
Sampai kapanpun gadis gemuk ini adalah manusia paling menjengkelkan bagi Abraham.
Ahh … kenapa harus menikah dengan Desy? Pekik Abraham dalam hati.
"Kamu ini, bisanya cuma makan saja!" umpat Abraham seraya menghempaskan bokongnya di atas kursi.
Desy memutar bola matanya malas. Gadis itu sudah terbiasa dengan kata-kata pedas Abraham.
"Hidup untuk makan, Abra. Kalau manusia tidak makan bagaimana mereka hidup!" balas Desy dengan nada santai tanpa beban sedikitpun.
"Haiss, apa kamu tidak lihat tubuhmu sudah seperti gentong minyak? Kamu ini wanita, setidaknya peduli lah dengan bentuk tubuhmu!" tegas Abraham membuat Desy kesal langsung mengebrak meja, sehingga membuat pengunjung lainnya menatap ke arah mereka.
"Tubuh-tubuh ku apa urusannya dengan mu. Aku ini sudah cantik, manis, kaya dan pintar. Kekurangan ku cuma satu yaitu gemuk, kalau saja aku kurus. Maka kamu bukan level ku lagi!" balas Desy angkuh penuh percaya diri membuat Abraham mendengus kesal.
Gadis ini benar-benar tipikal manusia yang mencintai diri sendiri, tanpa memperdulikan omongan orang lain.
"Terserah lah, memang sangat susah meyakinkan lalat kalau bunga lebih manis daripada sampah!" sindir Abraham halus membuat Desy tersenyum sinis.
"Lalat bukannya tidak tahu kalau bunga itu manis, tapi lalat tahu diri kalau bunga diciptakan untuk kumbang, bukan untuknya," balas Desy dengan nada sarkas mampu mematahkan argumen Abraham.
Pria itu mengumpat kesal dalam hati, karena Desy selalu saja mampu mematahkan perkataan nya.
"Kalau begitu kamu juga harus sadar diri, karena aku diciptakan bukan untukmu!" balas Abraham kesal menganggap dirinya bunga.
"Maksudmu aku adalah bunga dan kamu lalat?" tanya Desy dengan nada mengejek membuat Abraham merasa sangat geram.
Dia melonggarkan dasinya, karena terlalu gerah berhadapan dengan Desy. Gadis ini benar-benar sangat keras kepala dan tajam lidahnya.
"Kamu benar-benar manusia paling menjengkelkan yang pernah aku temui di dunia ini. Entah apa yang membuat orang tuaku begitu kekeh ingin menjadikanmu istriku. Padahal setahuku kelebihanmu hanya lemak saja! Lainnya tidak."
Abraham tak berhenti memakai Desy membuat gadis itu menatap tajam Abraham.
"Hey, Abra. Kelebihan ku banyak! Selain lemak di tubuhku, aku punya otak yang pintar, pendidikan ku sudah S2, aku cantik, baik dan kaya dari lahir. Apa yang kamu miliki saat ini aku juga punya."
"Jadi, jangan berlagak kamu lebih sempurna dariku. Ingat! Kekurangan ku cuma satu, yaitu gemuk. Kalau aku mau, sudah dari dulu aku diet agar tubuh ku kurus!" desis Desy geram membuat Abraham memutar bola matanya malas.
"Kalau begitu kenapa kamu tidak diet?" tanya Abraham dengan nada mengejek.
"Seperti yang aku katakan tadi, ini tubuhku, bukan tubuhmu!" balas Desy santai membuat Abraham kesal.
"Ck, berbicara denganmu sama saja seperti sedang berbicara dengan meja ini," geram Abraham ingin sekali menjambak rambut emas Desy.
"Berarti kamu gila kalau sampai berbicara dengan meja," ujar Desy santai seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Ahhh.
Abraham berteriak dalam hati, pria itu benar-benar merasa sangat marah sekarang.
Murka pada takdir percintaan nya, mengapa harus di paksa menikah dengan gadis yang paling ia benci sedunia.
Namun, Abraham tak sadar kalau cinta dan benci itu beda tipis. Banyak orang yang awalnya benci lalu berubah menjadi cinta. Begitu Pula sebaliknya.
"Kenapa harus benteng Takeshi ini yang harus menjadi istriku, Tuhan," jerit Abraham dalam hati.
*
*
Wkwkwkwk si Abraham memang cocok dengan si Desy ya, Bun 😅😅
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
mantul
2024-09-10
0
Yunerty Blessa
kena kau Abraham 😏
2024-09-10
0
Yunerty Blessa
padan muka kau Abraham 🤣🤣
2024-09-10
0