Desy membuka matanya perlahan, pandangan nya masih buram dan nyawanya belum terkumpul sempurna. Tubuhnya merasa kaku tak bisa bergerak, sebuah tangan melingkar di pinggang nya.
Saat pandangan nya menjadi jernih dan nyawanya sudah terkumpul. Barulah sadar Desy bahwa dirinya sedang berada dalam pelukan Abraham. Gadis itu menghela nafas pelan, dari pertama nikah sampai saat ini Abraham sangat suka memeluknya tengah malam.
Menjadikannya bantal guling yang sangat nyaman di peluk. Gadis itu mendengus kesal, siang hari pria itu mendengus kesal, karena tubuhnya gemuk. Namun di malam hari Abraham merasa sangat nyaman tidur memeluk nya.
"Dasar Tuan tsundere, katanya tidak suka, tapi lihat sekarang! Aku di jadikan bantal guling olehnya."
Desy menggerutu pelan. Perlahan dia melepaskan tangan Abraham di perutnya. Gadis itu berbalik menatap lekat wajah tenang sang suami saat sedang tidur. Teringat pertengkaran mereka semalam membuat hati Desy kembali sesak.
Dia tersenyum miris meratapi lukanya seorang diri. Haruskah ia menyerah sekarang? Atau berjuang tanpa ujung?
Tidak tidak … Desy tidak ingin menyerah. Dia akan terus berjuang lagi dan lagi sampai dia lelah berjuang.
Dia akan bersabar sampai lelah bersabar. Tidak apa di sakiti berulang kali, memang cinta itu sakit. Cinta butuh pengorbanan.
"Kamu tahu, Abra? Apa yang paling aku takutkan?"
"Yang aku takutkan adalah saat aku menunggu kamu membalas cintaku, aku merasa lelah dan cintaku ini lebih dulu menghilang. Barulah cintamu datang. Saat itu tiba, semuanya akan sia-sia!"
Desy menyentuh rahang tegas Abraham pelan. Pelupuk matanya kembali berair, dia merasa sangat sedih dengan keadaan sekarang. Hatinya sakit karena tidak mendapatkan balasan cinta dari Abraham.
Cup.
Dia mengecup bibir Abraham lebih lama. Cairan bening kembali keluar dari pelupuk matanya. Hingga perlahan dia menjauhkan wajahnya dari Abraham.
"Aku pergi istirahat dulu yah. Aku ingin mengistirahatkan jiwa dan raga ku dulu. Sampai hati ini kembali kuat untuk meraih cinta mu."
Setelah itu Desy turun dari ranjang nya. Dia melihat arah jarum jam menunjukkan pukul 6 pagi. Dia tidak membangunkan Abraham, karena belum sanggup untuk berkomunikasi dengan pria itu.
Hatinya masih sakit dan pikirannya jenuh. Takut menangis lagi dan terluka kembali. Biarlah dia pergi sebentar untuk menenangkan hatinya.
Desy masuk ke dalam kamar mandi. Dia membuka pakaian nya dan menatap pantulan tubuh polosnya di depan cermin. Lemak di bagian perutnya sangatlah menonjol.
Hah.
Gadis itu menghela nafas berat. Susah baginya untuk menurunkan berat badan. Dia pun tersenyum palsu menipu dirinya sendiri menatap kembali dirinya di depan cermin dengan penuh percaya diri.
"Tidak apa-apa gemuk, Desy. Yang penting bahagia! Dari pada nanti kamu kurus di kira menderita batin," gumamnya pelan seraya tersenyum manis menipu dirinya sendiri.
Nyatanya hatinya juga sakit. Dia ingin kurus, dia ingin langsing seperti gadis lain. Tetapi, Desy tidak bisa.
Desy memiliki kelainan pada tubuhnya sedari kecil. Tidak ada yang tahu selain orang tua dan dirinya.
Itulah sebabnya makan nya banyak.
Segera Desy bergegas membersihkan dirinya. Setelah selesai dia memakai gaun dan tak lupa sarapan pagi.
Desy mengeluarkan obat dari dalam tas nya. Dia menatap obat tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.
"Huff … tidak berguna," gumam nya pelan lalu membuat obat tersebut ke dalam tong sampah.
Desy pun beranjak pergi keluar dari rumah mewah itu. Tak lupa ia memberi makan kucing peliharaannya terlebih dahulu.
*
*
Abraham menghela nafas lega. Meeting nya berjalan lancar dan untung saja klien nya sangat baik. Mau memaafkan keterlambatan nya.
Abraham berjabat tangan dengan pria Jepang itu tak lupa dia membingkai senyuman manis.
"Senang bekerja sama dengan Anda, Tuan Yuno. Saya harap Heli Taksi terbaru yang kita luncurkan tahun ini maju pesat."
Abraham berkata dengan nada diplomatis. Membuat Tuan Yuno tersenyum lebar.
"Saya yang harusnya berterima kasih pada Anda, Tuan Abraham. Ide Anda untuk meluncurkan Heli taksi sangatlah tepat. Di era modern sekarang kita membutuhkan Heli taksi guna meminimalisir kemacetan."
Tuan Yuno tersenyum bangga. Ide Abraham sangatlah jenius, cocok sekali dengan kebutuhan pasar sekarang.
Tentu saja Heli Taksi di tujukan untuk para bangsawan, konglomerat, dan milyarder.
"Ha ha … Anda bisa saja, Tuan Yuno."
"Bagaimana kalau kita makan siang bersama hari ini, Tuan?" tawar Tuan Yuno membuat Abraham menganggukkan kepalanya.
"Ide bagus."
Abraham dan Tuan Yuno juga di ikuti sekretaris masing-masing pun segera pergi menuju restoran makanan Jepang.
*
*
Mulut Abraham terbuka lebar. Dia melihat sosok istrinya sedang asik menyantap makanan Jepang seorang diri. Beragam jenis masakan Jepang tertata di atas mejanya. Dia tidak memperdulikan sekitarnya, fokusnya tertuju pada makanan di hadapannya saja.
Tuan Yuno juga ikut terpukau dengan selera makan Desy. Dia tidak pernah melihat gadis yang suka makan banyak. Tetapi, sekarang? Dia melihat sosok gadis cantik berbadan gemuk sedang asyik menyantap makanan nya.
"Pelayan." Desy memanggil seorang wanita berseragam hitam.
"Iya, Nona."
"Aku pesan ramen satu porsi lagi, sushi salmon juga. Tuna mentah satu porsi lagi, tambah nasi putihnya juga!" pinta Desy serius membuat pelayan itu menelan ludahnya kasar.
Satu porsi lagi? Sudah empat kali dirinya di panggil untuk membawakan makanan "satu porsi lagi".
"Mohon maaf, Nona. Apa Anda benar-benar ingin tambah lagi? Anda sudah menghabiskan masing-masing dari menu di sini tiga porsi!"
Pelayan itu ingin memastikan lagi apa yang di dengarnya. Desy menganggukkan kepalanya santai.
"Benar, kamu tidak salah dengar! Jangan heran aku makan banyak, karena aku sedang stress. Banyak sekali beban yang sedang aku pikul sekarang. Biasanya aku tidak makan sebanyak ini, palingan cuma dua kali tambah. Tapi, karena akhir-akhir ini sedang banyak masalah. Aku harus banyak makan agar punya tenaga untuk menghadapi masalah itu!" jelas Desy panjang lebar membuat pelayan itu menahan tawanya.
"Baiklah, Nona. Sebentar lagi pesanan Anda akan datang."
Desy menganggukkan kepalanya dan kembali menyantap makanannya. Dia menghirup kuah ramen nya sampai habis.
"Ahh … enaknya! Memang kalau sedang stress enaknya makan banyak." Desy bergumam pelan setelah bersendawa.
Dia benar-benar gadis barbar yang tidak peduli dengan image nya.
Seorang wanita yang duduk tak jauh dari Desy berbisik menghina fisik Desy pada temannya.
"Lihatlah dia sudah seperti kerbau, tapi masih saja makan banyak. Apakah dia tidak malu dengan gender perempuan nya?"
Telinga Desy yang tajam mampu mendengar bisikan tersebut. Dia menatap tajam ke arah dua wanita itu.
Dia tertawa sinis menatap kedua wanita langsung itu dari atas sampai bawah.
"Cih, baru kali ini aku lihat wanita mirip sapu lidi. Depan belakang tipis seperti triplek. Itu apa? Dada? Kok rata seperti jalan tol?" ejek Desy savage membuat dua wanita itu mengepalkan tangan nya erat. Wajahnya merah padam.
"Apa yang kau katakan?"
"Ha ha, ternyata selain mirip sapu lidi kau juga tuli!" balas Desy tertawa mengejek seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Tuan Yuno yang mendengarnya pun tertawa pelan. Merasa tertarik dengan Desy. Sedangkan Abraham sedari tadi hanya diam saja dan pandangannya tak lepas dari Desy.
"Baru kali ini saya melihat ada gadis gemuk yang tidak insecure dan mulutnya sangat tajam," ujar Tuan Yuno membuat Abraham menoleh ke arahnya.
Abraham dapat melihat tatapan Tuan Yuno pada Desy seperti tertarik.
Brak.
Suara keras membuat jantung Abraham hampir copot dan menoleh ke arah Desy.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir juga ke novel temen author 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Utinya AL Ghifari
lawan Des klo ada yg menghinamu nanti kubantu pukul dia
2023-10-08
1
Rifa Endro
siapa lagi yan menggebrak meja
2023-10-05
0
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
ya kau benar Desy. ada saatnya perjuangan dan pengorbanan keras mati²an untuk seseorang.. tapi usaha tersebut tak pernah dihargai. Sakit, lelah. Dan hati sudah menyerah, berhenti diakhir perjalanan sia sia yg tiada ujungnya.
2023-09-23
0