Suasana pernikahan Abraham dan Desy berubah kacau, ketika suara tembakan terdengar dari salah satu ruangan. Para tamu berteriak berlari keluar dari gedung, karena panik. Apalagi terdengar suara tembakan susulan.
Mata Abraham dan Desy membulat sempurna. Mereka berdua sedang asik berdebat atas panggung ikut terkejut mendengar suara tembakan itu.
"Kenapa ada suara kembang api di sini?" tanya Desy heran membuat Abraham langsung menampar bokong Desy.
Plak.
"Bukan kembang api, Bodoh. Tapi, suara tembakan!" ketus Abraham dengan nada kesal membuat Desy panik sekaligus takut.
Gadis itu menelan ludahnya kasar dan segera memeluk lengan suaminya. Dia menyembunyikan wajahnya di balik lengan Abraham.
"Aku takut, Abra," lirih Desy pelan ketika melihat para tamu undangan berlari ketakutan dari pernikahan nya dan Abraham.
Untuk saat ini Abraham tak segan merangkul Desy, karena memang suasana sedang tak aman. Salah tak cinta, tetapi dia berusaha melindungi Desy yang merupakan seorang wanita. Terlebih lagi Desy adalah anak dari sahabat ayahnya.
"Kamu tunggu di sini, biar aku ikut Daddy pergi ke ruangan itu," ujar Abraham lembut di balas gelengan oleh Desy. Gadis itu tidak mau bila Abraham pergi meninggalkan nya.
"Aku mohon, jangan pergi ke sana. Lebih baik kita ke kamar pengantin saja! Aku mau istirahat," ajak Desy polos membuat Abraham menelan ludahnya kasar. Dia teringat kalau malam ini adalah malam pertama nya dengan Desy.
Tentunya sesuatu yang lazim akan terjadi antara sepasang suami istri. Namun, dia tidak mau melakukannya bersama dengan Desy.
"Kau gila?! Acara pernikahan kita sedang kacau seperti ini, masih bisa kau mengajakku untuk buat anak?! Aku bingung bagaimana kau bisa cumlaude dengan pikiran yang minim seperti ini?!" sentak Abraham dengan nada meninggi.
Dia panik setengah mati saat mendengar suara tembakan itu dan Desy dengan enteng mengajaknya untuk bercocok tanam di kamar hotel. Tak tahukah gadis ini bisa saja ada banyak orang jahat yang berada di acara pernikahan mereka mengincar nyawa Abraham maupun Desy.
"Aku ingin istirahat, bukan melakukan yang tidak-tidak?! Apa kau tidak lihat wajah ku sangat pucat, huh?! Apa kau mau aku mati berdiri?!"
Desy membalas perkataan Abraham dengan suara tak kalah meninggi. Memang benar wajahnya pucat pasi dan bibirnya mengering, Desy belum makan dari tadi siang, karena tak ingin lipstik nya terhapus.
Juga banyak tamu yang berdatangan mengajaknya berbicara. Abraham menelisik wajah Desy yang pucat pasi pun tersasar kalau istrinya itu memang berkata jujur.
"Kamu belum makan dari tadi siang?" tanya Abraham serius.
Sudah menjadi rahasia umum kalau Desy tak mampu menahan lapar. Tentu saja Abraham terkejut bila benar gadis rakus di hadapannya ini menahan diri untuk tidak makan.
"He'um, dan sekarang aku lemas sekali. Butuh istirahat dan makanan," lirih Desy pelan.
Matanya terpejam sesaat, rasa pusing merang kepalanya membuat Abraham merasa takut sudatu hal yang buruk terjadi pada istrinya.
Bisa mati muda dia kalau sampai Desy terluka.
"Haiss … kenapa kamu tidak makan kalau begitu? Bikin susah saja!" dengus Abraham kesal lalu sekuat tenaga menggendong tubuh Desy.
Untung saja Abraham pria Kuat dan rajin berolahraga. Sering mengangkat beban berat, sehingga tak kesusahan saat mengangkat tubuh gemuk Desy.
Desy tak membalasnya lagi karena memang perutnya sakit dan kepalanya pusing. Dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Abraham, mencium aroma tubuh suaminya.
"Wangi," gumam Desy pelan.
Saat tiba di kamar pengantin, Abraham merebahkan tubuh Desy dengan lembut atas ranjang. Tak hanya itu dia menghubungi sekretaris nya untuk membawa makanan, sekaligus ingin bertanya tentang keadaan di bawah.
"Aku lapar," ujar Desy pelan seraya menekan perut buncitnya.
"Tunggu sebentar, aku sudah menyuruh Jo untuk membawa makanan untukmu," balas Abraham datar melirik ke arah Desy yang memejamkan matanya.
Lima menit kemudian.
Sekretaris Abraham tiba di depan kamar pengantin nya. Dia pun bertanya tentang aoa yang terjadi di bawah seraya menerima sepiring nasi jumbo.
"Apa yang terjadi di bawah, Jo?" tanya Abraham penasaran.
"Calon istri Tuan Adam di tembak oleh orang tak di kenal," balas Jo datar membuat Abraham terkejut.
"Apa?!"
*
*
Maaf baru update 🌹🌹
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Rifa Endro
Zara ???
2023-10-05
0
Ukhty Nur Siahaan
Pasti suruhan mami it (Mami wanita mlm)
Krn g rela dia
zara keluar dari kelum mlm it
2023-05-13
0
Felisha Almaira
Desy berat nya brp ya Thor??
2023-03-09
3