"Kamu naik mobil mu saja. Aku tidak mau semobil dengan banteng!" dengus Abraham menarik paksa lengan nya dari genggaman Desy. Gadis itu menatap calon suaminya dengan tatapan sinis.
"Sudah ku bilang mulai sekarang kamu harus membiasakan diri dengan kehadiran ku, Abra. Kelak kita akan menikah dan setiap harinya gadis yang kamu sebut banteng ini akan menjadi teman hidupmu!" balas Desy santai lalu menarik paksa pria itu masuk ke dalam mobil.
Abraham terkejut, pria itu menatap horor calon istrinya. Dalam hati dia sedikit takut dengan kekuatan yang di miliki Desy.
"Gila, tenaga nya besar sekali. Gimana malam pertama nanti?" batin Abraham takut membayangkan apa yang terjadi pada malam pengantin mereka.
"Alangkah baiknya, aku kabur saja nanti," gumam Abraham pelan tak terdengar oleh Desy.
Pria itu benar-benar sangat khawatir dengan keadaan tubuhnya bila malam pertama nanti. Bisa-bisa remuk tulang rusuknya karena di tindih oleh Desy.
Gadis ini benar-benar sangat menyeramkan. Pikir Abraham.
"Jalan, Pak!" titah Desy seraya memeluk manja lengan Abraham dan menyandarkan kepalanya di pundak pria itu.
Suasananya menjadi hening untuk sementara, mereka berdua tak memulai pembicaraan. Masih sibuk dengan pemikiran masing-masing, berharap hari esok akan lebih baik.
Bila Desy mengharapkan pernikahannya dan Abraham menjadi pernikahan impian. Maka Abraham berharap Pernikahan nya dan Desy adalah mimpi buruk belaka.
Siapapun tolong Abraham? Bangunkan dia dari mimpi buruknya. Tak mampu ia pungkiri bahwa sedari tadi Abraham mengumpat kesal Desy, dia sangat geram dengan tingkah laku gadis gemuk ini.
Tak tahu malu dan sangat percaya diri.
"Aku senang sekali kalau nanti kita jadi menikah. Aku akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak," lirih Desy pelan menatap lurus ke depan dengan sorot mata penuh kebahagiaan.
Tak sabar hari H pernikahan nya tiba.
"Kau senang, aku sedih," balas Abraham datar membuat Desy mencebikkan bibirnya.
Dia merasa calon suaminya ini sangat menjengkelkan.
"Kamu mau punya anak berapa nanti, Suamiku?" tanya Desy berusaha bersikap manis tanpa memperdulikan mimik wajah Abraham yang tampak sangat kesal.
Pria itu hampir saja tersedak ludahnya sendiri, ketika mendengar pertanyaan Desy. Sungguh di luar nalarnya calon istrinya bertanya demikian.
Apa tadi? Ingin anak berapa? Omong kosong apa yang dibicarakan oleh Desy?
"Kamu gila benar-benar sangat gila, mana mungkin kita punya anak?" sentak Abraham menatap tajam Desy, membuat gadis itu tertawa kecil.
"Tentu saja kita bisa punya anak, Bodoh. Bukankah kita akan menikah dan segera menjadi suami istri, otomatis kelak kita akan punya anak setelah melakukan mantap mantap di malam harinya!"
Desy berkata dengan jelas, dia tidak berniat meng sensor perkataan nya. Bagaimanapun melihat raut wajah kesal Abraham, merupakan kesenangan tersendiri baginya.
Wajah tampan dan galak itu sangat menarik di pandang bagi Desy.
Lihatlah, bagaimana cara Abraham menatap dirinya sekarang? Matanya hampir keluar dari tempatnya!
Uhh … menggemaskan batin Desy memuji.
"Kamu gila, bagaimana mungkin aku tidur denganmu. Bisa-bisa tulang rusukku patah karena kamu tindih!" umpat Abraham dengan nada tinggi membuat Desy tertawa lepas.
Entah terbuat dari apa hati Desy, sehingga masih berlagak baik-baik saja. Meski sudah di hina berulang kali oleh calon suaminya sendiri.
"Tenang, Sayang. Calon istrimu ini adalah pabrik uang berjalan, kalau tulang rusukmu patah. Tinggal operasi, ganti yang baru!" balas Desy tertawa angkuh menutupi mulutnya berlagak seperti wanita anggun yang sedang menahan tawa.
Abraham bergidik ngeri menatap calon istrinya.
"Aku penasaran bagaimana cara orang tuamu mendidik mu!" ujar Abraham tanpa sadar membuat Desy tersenyum genit.
"Tak perlu penasaran, Sayang. Nanti akan aku praktekan langsung saat anak kita lahir," balas Desy membuat Abraham tertekan.
"Pak, kita mampir ke rumah sakit dulu. Sepertinya darah tinggi ku kambuh," lirih Abraham memijat pangkal hidung nya mubat Desy tertawa lepas.
"Ha ha, pusing kan kamu? Makanya jangan ajak aku berdebat," ejek Desy lalu memeluk erat pinggang calon suaminya seolah tak ingin lepas.
*
*
Mohon dukungan nya yah. 😘😘
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
pasti Desy merasakan sakit dengan perkataan Abraham
2024-09-10
0
Yunerty Blessa
ke situ pula pemikiran Abraham 🤣
2024-09-10
0
Yunerty Blessa
belum nikah tapi sudah terfikir malam pertama 😂
2024-09-10
0