Suasana dalam sebuah bar besar di tanah Eropa itu sangatlah riuh. Banyak anak manusia yang berpasangan berdansa di lantai dansa. Ada pula yang datang sendirian, lalu mendapatkan pasangan di sana.
Seorang pria tampan sedang duduk di kursi bartender, meneguk minuman nya hingga tandas. Berulang kali dia melakukan hal yang sama, menuangkan minuman ke dalam gelas nya lalu meminumnya hingga tandas.
Berharap dirinya mabuk agar masalah yang ada dalam kepalanya menghilang, namun tak kunjung dirinya mabuk membuat sang pria menggerutu kesal. Bahkan, bayangan calon istrinya menari-nari dalam benaknya.
Bagaimana senyuman manis gadis itu tampak sangat menjengkelkan baginya.
"Ahhh … aku membencinya, tapi mengapa dia malah menjadi calon istriku. Hiks … ahhh … aku sangat marah sekarang!" racau Abraham kesal seraya menjambak rambutnya.
Pria tampan itu menangis tanpa air mata yang turun. Hati dan pikirannya kacau, takkan lama lagi dia akan menjadi suami orang, tentunya membuat Abraham sudah jajan di luar lagi.
Sebab dia menikah bukan dengan wanita sembarangan, akan banyak pasang mata yang memantau kelakuannya.
Seorang wanita cantik yang biasanya melayani Abraham datang dan langsung duduk di atas pangkuan pria itu.
"Hey, Honey … kita ke hotel yuk!" ajak wanita itu dengan nada suara sensual membuat Abraham menghela nafas berat. Pria tampan itu tak mungkin lagi ke hotel untuk berbuat hal yang tidak baik bersama dengan wanita bayaran. Wajahnya dan Desy telah terpampang di iklan Billboard, bahwa mereka tak akan lama lagi menikah.
Hanya dalam hitungan hari statusnya akan berubah. Ingin sekali dirinya menenangkan diri dengan berhubungan suami istri. Namun tak bisa, bayangan Desy di dalam benaknya sedang menari tarian kematian.
Seolah memberi peringatan, kalau Abraham berani tidur dengan wanita lain, maka Desy akan memberikan pelajaran pada pria itu.
"Tidak bisa, Beby. Mulai hari ini aku tidak bisa jajan lagi, karena aku akan menikah Minggu depan," ujar Abraham lembut seraya membelai bibir wanita itu dengan sensual.
"Apa kamu mencintai nya?" tanya wanita itu dengan nada menggoda terus memberikan sentuhan kecil di dada bidang Abraham.
Tatapannya begitu dalam membuat Abraham terpana. Wanita itu memang sangat ahli dalam menggoda dan berperang di atas ranjang. Itulah sebabnya Abraham bersikap lembut dan baik padanya.
Namun tetap saja, status wanita itu murahan.
"Tidak, aku menikah karena di jodohkan," balas Abraham jujur membuat wanita itu tersenyum penuh arti.
Dia menarik tengkuk Abraham dan keduanya berciuman panas. Hanya beberapa detik saja, wanita itu langsung terhempas ke lantai akibat dorongan seseorang.
Tangan Abraham di tarik paksa, pria itu sangat terkejut karena tak menyangka anak buah ayahnya ada di sana.
"Auch, sakit," pekik wanita itu saat merasakan pinggangnya sakit.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Abraham kaget bercampur rasa marah.
Lima pria berpakaian serba hitam dan bertubuh kekar menatap datar Abraham. Mereka sedang menjalankan tugas dari Diego untuk menjaga Abraham agar tak lagi jajan di luar.
"Menjemput Anda pulang, Tuan," balas salah satu dari pria berpakaian hitam itu dengan nada datar.
Gila! Mengapa mereka menjemput dirinya?
"Untuk apa? Aku sudah besar dan tahu jalan pulang," decak nya dengan nada kesal.
"Ini perintah dari Tuan besar. Mulai saat ini Anda di larang mendatangi bar dan meminum alkohol!" ujarnya dengan nada tegas membuat Abraham terkejut.
What? Tidak boleh meminum alkohol dan datang ke bar? Apakah mereka gila? Bar adalah tempat tongkrongan Abraham bersama dengan teman-teman pebisnis nya.
"What the hell? Lepaskan aku?!" teriak Abraham saat dirinya di seret keluar dari bar.
Banyak pasang mata memandang Abraham, mereka semua menertawakan Abraham. Pria itu seperti anak kecil saja, masih dalam pengawasan orang tua.
"Ahh, sialan. Aku bisa jalan sendiri, lepaskan aku?!" teriaknya Abraham tak di perdulikan oleh mereka.
Abraham di bawa masuk ke dalam mobil Van. Pria itu menggerutu kesal, belum juga menikah dengan Desy, tetapi dirinya sudah di kekang.
"Awas saja nanti kamu, Desy. Akan aku buat kamu menyerah dalam pernikahan ini. Agar aku bisa bebas seperti dulu," gumam Abraham kesal dalam hati.
Dia merasa sumber kesialan nya ada pada Desy. Wanita itu yang telah membuat kehidupan nya seperti di penjara. Tak boleh ini dan itu.
*
*
Wkwkwkwk rasakan, Abraham … makanya jangan suka jajan 😅😅🔨
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
fikiran hanya untuk celup saja 😒
2024-09-10
1
Ana Al Sapri
KL Abra jajan... kerangkeng aja Des....wkwk
2023-10-06
0
Rifa Endro
kamu masih pingsan Abra , belum sadar
2023-10-05
0