Seorang gadis cantik sedang duduk di atas ranjangnya. Bersandar di tepi peraduan, lalu memandangi bingkai foto yang ia pegang. Terdapat foto masa kecilnya bersama dengan pria yang amat ia cintai.
Teringat kala itu dia sedang ulang tahun dan di beri kado kodok hitam oleh pria yang ia cintai, hingga membuat dirinya menangis sesenggukan. Pria kecil itu pun mencium pipinya guna meminta maaf, langsung saja dirinya yang kala itu masih kecil terdiam dan tersenyum bahagia.
Momen itu sempat di abadikan oleh sang ayah dengan kamera. Tidak lama lagi dirinya akan menikah dengan teman masa kecilnya itu.
"Aku tidak sabar menunggu hari H pernikahan kita. Aku janji meski kamu belum mencintai ku, aku akan terus berusaha untuk membuat mu jatuh cinta padaku."
"Aku benar-benar mencintaimu, Abra. Bahkan, kalau kamu meminta semua yang aku miliki, akan dengan senang hati aku berikan. Asalkan jangan suruh aku diet! Hiks … soalnya kamu itu persis seperti makanan. Sama-sama penting untuk kehidupan ku!"
Desy mencium bingkai foto itu berkali-kali. Gadis itu tersenyum-senyum sendiri mengingat siang hari tadi dia menghabiskan waktu bersama dengan pria yang ia cintai.
Pintu kamarnya di ketuk, membuyarkan khayalan Desy. Suara bariton cinta pertamanya terdengar membuat Desy tersenyum manis.
"Apa Daddy bisa masuk, My Princess?" tanya Damian terdengar menyejukkan hati Desy.
"Sure, My Love!" teriak Desy membuat Damian membuka pintu.
Pria paruh baya itu tersenyum manis melihat putri kecilnya yang kini telah beranjak dewasa. Wajahnya yang tampan rupawan, meski sudah tua. Bulu-bulu halus menghiasi dagunya.
Melangkah masuk ke dalam kamar putri tercinta nya. Desy langsung merentangkan tangannya membuat Damian tersenyum lebar dan langsung memeluk putri nya.
"Uhh … Putri Daddy, sudah besar rupanya. Tinggal hitung hari lagi akan menikah!" ujar Damian seraya mengusap puncak kepala putri kecilnya.
"He he, nanti setelah menikah, aku akan memberikan cucu yang banyak untuk Daddy dan Mommy. Biar kalian tidak kesepian lagi!" ujar Desy polos membuat Damian tertawa lepas.
Dia mengecup puncak kepala putrinya berkali-kali. Desy adalah anak tunggalnya, bukan tak ingin memberi adik untuk Desy.
Hanya saja rahim Sissy — ibu Desy. Bermasalah karena efek samping kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Sissy dan juga Desy yang kala itu masih berada dalam kandungan.
Alhasil, Sissy tak bisa hamil lagi. Ada kalanya Desy merasa sangat kesepian sebagai anak tunggal. Itulah sebabnya mengapa dia sangat bahagia saat sang ayah membawanya bertamu ke rumah Abraham atau Emma.
Di sana dia punya teman bermain. Dia tidak punya sosok kakak laki-laki yang melindungi nya. Itulah sebabnya Damian tak segan mengeluarkan dana banyak untuk sekolah Desy dulu. Agar tidak ada yang berani mencari masalah dengan Desy.
Tubuh Desy yang gemuk kerap kali mendapatkan Bullyan. Namun, dia tak bisa memaksa putri kecilnya untuk diet, karena suatu alasan.
"Ck, belum juga menikah. Kamu sudah bicara tentang anak! Tidak usah terlalu buru-buru punya anak. Nikmati saja nanti masa-masa mu bersama dengan Abraham."
Damian memberikan nasehat untuk putrinya. Dia tidak ingin Desy terlalu buru-buru untuk menjadi orang tua. Putrinya ini meski cerdas, namun belum pantas menjadi orang tua pikirnya.
Butuh penyesuaian karakter antara Desy dan Adam terlebih dahulu. Apalagi keduanya menikah karena di jodohkan. Pastinya di awal-awal nanti akan ada konflik yang terjadi.
Berbeda dengan generasinya dulu. Menikah karena cinta.
"Kenapa, Dad? Jadi, orang tua itu susah ya?" tanya Desy polos mendongak menatap wajah tua sang ayah yang masih tetap tampan.
"Iya! Kamu harus benar-benar siap menjadi orang tua. Karena tugas orang tua itu tidaklah mudah, apalagi nanti kamu harus mendapatkan cinta Abraham dulu. Apa jadinya kalau sampai kamu punya anak dalam keadaan Abraham belum cinta sama kamu? Tentunya akan berimbas pada calon anakmu juga nantinya. Jangan sampai juga dia mencintai mu karena anak."
"Karena, kita tidak tahu masa depan. Boleh jadi anak itu hanya singgah sesaat di dunia ini dan cintanya padamu akan kembali hilang. Kamu harus membuat dia mencintai mu karena kamu. Bukan karena yang lain!"
Damian berkata bijak membuat Desy tercenung. Gadis itu merenungi semua nasehat ayahnya. Akankah hari itu tiba? Hari di mana Abraham mencintai nya karena dirinya. Karena dia adalah Desy.
Sama seperti Desy yang mencintai Abraham karena dia adalah Abraham. Tidak punya alasan lain.
Sejatinya seorang pecinta adalah saat dia mencintai tanpa alasan. Bila kata cinta terucap karena sebuah alasan. Maka itu bukanlah cinta yang tulus.
Cinta sejati tak membutuhkan suatu alasan.
"Baik, Dad. Aku akan berusaha untuk membuat Abraham cinta sama aku. Sama seperti aku mencintai nya!" balas Desy semangat dengan mata berbinar membuat Damian tersenyum manis menyembunyikan senyum getir.
Sebagai seorang ayah dia tidak ingin putrinya menikah dengan pria yang tidak mencintainya. Namun, apalah daya nya? Desy tetap kekeh ingin menerima perjodohan ini.
"Tapi, kalau nanti kamu lelah berjuang. Jangan segan untuk menyerah, ya!" ujar Damian penuh makna membuat Desy terdiam.
Gadis itu tak menjawab melainkan mengeratkan pelukannya pada sang ayah. Dia menyembunyikan wajahnya ke dalam dada bidang sang ayah.
Tempat ternyaman nya adalah pelukan sang ayah maupun sang ibu.
"Mommy tidak di ajak ceritanya ini?" tanya Sissy dengan nada merajuk membuat Damian dan Desy terkejut karena wanita itu tiba-tiba sudah berdiri di hadapan mereka.
"Mommy, ayo sini."
"Ayo, Sayang."
Damian menarik wanita tercintanya itu ke atas pangkuan nya. Lalu ia peluk Desy dan Sissy secara bersamaan. Dua wanita yang paling ia cintai di dunia ini cerada dalam pelukannya.
Desy mengintip dari pelukan Damian, mendongak dan melihat sang ayah melabuhkan ciuman penuh cinta di bibir ibunya.
Ciuman itu hanya sesaat. Namun, penuh rasa kasih dan cinta.
"Tuhan, semoga kelak Abraham bisa menjadi rumah kedua ku selain orang tuaku."
"Tuhan, semoga kelak Abraham mencintaiku seperti Daddy mencintai mommy."
"Tuhan, semoga kelak rumah tanggaku seperti rumah tangga orang tuaku. Di penuhi rasa suka, canda, haru dan bahagia. Meski ada air mata, maka air mata itu turun karena rasa bahagia."
"Aku mohon. Bila memang Abraham berjodoh dengan orang lain. Jadikanlah orang lain itu adalah aku, Tuhan."
Desy berdoa dalam hati. Berharap Tuhan mengabulkan permintaan nya.
*
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
fitriani
desy itu doa apa maksa😂😂😂😂😂
2023-10-24
1
novi 99
doa terakhir Desy , pemaksaan ya🤣🤣
2023-10-10
0
Utinya AL Ghifari
Aamiin
2023-10-08
0