Kabar bahagia

2 bulan kemudian.

Jajang dan Sani kini telah memiliki kediaman sendiri di desa, sebuah rumah kecil nan sederna beratapkan jerami berdindingkan bambu anyaman dengan semua hal yang hampir dari alam, mereka bergotong royong dengan seluruh warga, hingga tidak butuh waktu sampai satu hari menyelsaikan pembuatan rumah itupun rampung.

Dan keesokan harinya Sani dan Jajang akan mengadakan acara syukuran, Sani yang sudah mengikuti kepercayaan sang suami dan sudah menjadi mu'alaf kini belajar menutup bagian bagian auratnya. Jajang amat bersyukur di karenakan para warga desa tidak keberatan dengan agama mereka, bahkan mereka juga ada beberapa yang ikut turut menjadi mu'alaf, memang benar beberapa orang sebelumnya sempat mengecam namun setelah di tuturkan merekapun mengerti dengan kepercayaan agama yang di anut oleh jajang.

Kepercayaan Sanghiang dan Islam memang berbeda namun keduanya menganut kepercayaan tuhan yang maha esa, mereka percaya bila tuhan hanya satu tidak berbentuk dan tidak menyerupai ciptaannya.

Sani siang itu sangat lemas entah mengapa akhir akhir ini tubuhnya sangat cepat lelah dan sering sekali muntah, bahkan dia juga sering pusing dan malas beraktifitas.

Jajang tengah memasak untuk membagikan makanan bagi warga desa namun berbeda dengan Sani yang tengah tertidur memperhatikan setiap gerak suaminya, seorang wanita tua tiba ke kediaman Jajang dan Sani dengan membawa beras dan ubi.

"Loh kok jadi si akang nya yang masak, kenapa denganmu nak?" tanya wanita paruh baya itu kepada Sani yang masih berbaring dan tidak bangkit untuk menyambutnya, hanya Jajang saja yang sigap membantu wanita tua itu menaruh barang bawaanya.

"Aku tidak rahu pasti mbah tapi aku sangat pusing dan sangat mual saat bangun." Sani menerangkan kondisi tubuhnya yang sedang tidak baik baik saja.

"Mana embah lihat perutnya." wanita tua itu meraih dan menekan beberapa bagian perut Sani dan tersenyum setelahnya, wanita tua itu memang sudah sangat curiga terlebih lebih melihat postur tubuh Sani yang berubah sangat banyak.

"Waah ini mah si enengnya lagi hamil nak, sepertinya sudah dua bulan usia kandungannya." ujar wanita tua itu yang memang dia juga merupakan sebagai indung beurang (bidah melahirkan) di tempat itu.

"Hamil?" serentak Jajang dan Sani berseru, dan langsung di angguki wanita tua itu. Jajang menatap lekat wajah Sani yang nampak memucat, memang akhir akhir ini selain keanehan dan sifat manja yang tiba tiba ada dalam diri Sani, Sanipun juga sangat sulit makan karena Sani selalu merasa makanan apapun yang dia makan selalu pahit dan membuatnya mual hingga akhirnya makanan yang dia makan akan kembali di muntahkan.

Jajang mendekati isterinya dan menggenggam perut sang isteri yang nampak masih rata, Jajang mengecup kening Sani lembut tak memperdulikan bila ada yang melihatnya. Rasa bahagia yang memburu memenuhi sanubarinya hingga diapun menjadi tidak perduli akan siapapun yang kini tengah memperhatikan tingkah lakunya.

"Selamat ya nak, semoga anaknya baik baik saja" ucap wanita tua itu penuh haru, Jajang dan Sani mengangguk dan tersenyum setelahnya.

"Baiklah ayo mbah bantu!, apa saja yang harus mbah lakukan?" wanita tua yang hampir setengah abad usianya itu, nampak masih sangat bersemangat seakan energi tubuhnya yang sangat banyak dan tak luntur termakan usia.

"Terima kasih mbah, tapi ini sudah selesai kita hanya perlu membagikannya saja, dan sebagian lagi sudah di bagikan surwa tadi." Jajang menerangkan dan mengambil sebuah bingkisan dari daun pisang dengan anyaman bambu sebagai penahan, dia memberikan benda itu yang berisikan makanan buatannya kepada wanita tua itu.

"Ini mhab untuk mbah terima kasih telah memberikan kabar bahagia pada kami." ucap jajang seraya menundukkan pandangannya.

"Wah itu sudah menjadi kewajiban mbah nak, tapi terima kasih banyak untuk makanannya, mbah pamit dulu hendak kembali." Jajang tersenyum dan mengangguk mengantarkan wanita tua itu menuju depan rumahnya.

Jajang kembali ke rumahnya dan melihat sang isteri yang nampak masih terbaring, sani tersenyum dan berusaha bangun namun di hentikan Jajang dan memberikan pahanya untuk di tiduri sang isteri.

"Selamat isteri ku!" kata itu lolos dari bibir Jajang menggambarkan bertapa bahagianya dia saat ini.

"Iya suamiku, selamat untukmu juga." ucap sani merasakan punggungnya yang sering sakit mendapatkan elusan lembut dari tangan Jajang.

Suasana hening seketika hingga akhirnya Surwa datang menghancurkan suasana syahdu yang semula tercipta.

"Jang, mana lagi sudah habis yang tadi!" tanya Surwa langsung nyelonong masuk tanpa permisi atau sekedar mengetuk pintu. Jajang menghembuskan nafasnya kasar, meski bagaimana pun Surwa sudah sangat banyak membantunya untuk melakukan berbagai hal, terutama dalam penyatuannya dengan Sani.

"Oh itu disana, dan yang besar itu untukmu, terima kasih banyak Sur" ucap Jajang tersenyum setelahnya.

"Sama sama Jang, nanti sore jadi kan?" tanya Surwa meminta pendapat yang entah apa maksudnya dia bertanya seperti itu.

"Insya allah Sur bila tidak ada halangan," jawab Jajang seakan mereka telah bersekongkol sebelumnya dan tersenyum setelahnya.

Tanpa di ketahui Jajang, Sani yang tengah tertidur di pahanya memperlihatkan wajah masam, Jajang menatap Sani yang ampak tengah sangat masam.

"Ada apa sayang?" Jajang yang merasa ada yang tidak beres lantas mengelus pipi isterinya yang nampak sangat masam seperti lemon berwarna kuning.

"Mau keman sore ini?" Tanya Sani dengan ketus dan bibir yang di majukan.

"Aku mau ke sungai menyimpan jeratan ikan untuk makan kita besok." ucap Jajang jujur.

"Tidak boleh!, di sana pasti banyak gadis yang tengah mandi, tidak boleh ke sana!" Sani melarang Jajang dan sontak saja Jajang menghembuskan nafasnya kasar, Sani memang sangat cemburuan dan sangat mudah tersinggung saat ini.

"Baiklah, nanti isteriku ikut denganku agar tidak terjadi salah faham, bagaimana?" tanya Jajang tersenyum lembut.

"Gak mau, masih ada ubi untuk makan besok tidak perlu mengambil ikan, biqrkan saja si duda mesum itu pergi sendiri suamiku tidak boleh ikut!." ucap Sani manja dan langsung memeluk suaminya. Jajang menghembuakan nafasnya kasar dan kembali mengelus lembut kepala sang isteri.

"Baiklah, aku akan menurutimu isteriku" Jajang menyetujui keinginan isterinya.

Sebenarnya tujuan Surwa sebnarnya ingin mengintip gadis gadis yang tengah mandi, tanpa di ketahui Jajang namun Sani yang sudah mengtahui keburukan Surwa, dan ada udang di balik bakwan dan rencana surwa akhirnya diapun melarang sang suami, dia sudah peka oleh sebabnya dia melarang sang suami untuk turut ikut bersama Surwa.

"Mengapa kamu sangat benci kepada Surwa?" tanya Jajang merasa heran dengan sikap isterinya yang biasanya selalu ramah pada siapapun.

"Karena dia itu pria mesum, suami saja yang belum tahu tindak tanduk pria itu, dia memang baik namun sikap mesumnya itu sungguh membuatku jijik." jawab Sani bergidik ngeri saat mengingat bagaimana kenakalan surwa yang terkadang membawa petaka akan dirinya sendiri.

Bersambung...

Episodes
1 Darah dan lumpur
2 Cinta itu apa?
3 Aku mencintaimu Sani
4 anggukkan
5 Aku masih utuh!
6 Rasa bersalah
7 Adat istiadat
8 Patah arang
9 Nampak jelas belangnya
10 Pinggan pecah
11 Pemberontakan
12 Pengasingan
13 Permohonan maaf
14 Aku mengingat semuanya
15 Kujang
16 Kabar bahagia
17 Kewalat
18 Hari berdarah
19 Tanah air mata
20 Aku serdadumu
21 Kobaran perjuangan
22 Kenangan
23 Senandung jeritan rindu
24 Pembantaian
25 Para Syuhada
26 Pohon kematian
27 Keserakahan pembawa maut
28 Jajang dan Jaka si putera Ibu Pertiwi
29 Jadilah orang yang berguna
30 Pamit
31 Sesuatu yang tidak dapat dibagi
32 Kesatria bayangan
33 Mimpi basah
34 Menyergap
35 Identitas sesungguhnya
36 Rasa ingin tahu
37 Pelajaran pertama
38 Bunga cinta
39 Ingin mengambil hati
40 Siasat Kelam
41 Anu
42 Makna di balik musibah
43 Tidak dapatkan restu
44 Nokhrah cinta
45 Mimpi
46 Keraguan
47 Nampak Udangnya
48 SANI
49 Sastra Sunda
50 Si Mempesona
51 Bos!
52 Mematri dalam hati
53 Tidak terduga
54 Bahan perhatian
55 Sosok istimewa
56 Pertemuan Tidak Sengaja
57 Pria asing
58 Deja vu
59 Rasa aneh
60 Kamu nuaanynya?
61 Acara lelang
62 Pemain Sultan
63 Teman Online
64 Penjamret hati
65 Tantangan
66 Trauma
67 Berubah
68 Salah faham
69 Tamu tak diundang
70 Alik tidak hamil!
71 Kepergian Zahra dan Jaka
72 Ungkapan
73 Kaya raya
74 Posesif
75 Sebuah kisah panjang
76 Siasat Satria
77 Gugup gagap gempita
78 Kehncuran menuju kebabasan
79 Perbedaan Cinta dan pelecehan
80 Wanita lain
81 Tukang sosor
82 TAMAT
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Darah dan lumpur
2
Cinta itu apa?
3
Aku mencintaimu Sani
4
anggukkan
5
Aku masih utuh!
6
Rasa bersalah
7
Adat istiadat
8
Patah arang
9
Nampak jelas belangnya
10
Pinggan pecah
11
Pemberontakan
12
Pengasingan
13
Permohonan maaf
14
Aku mengingat semuanya
15
Kujang
16
Kabar bahagia
17
Kewalat
18
Hari berdarah
19
Tanah air mata
20
Aku serdadumu
21
Kobaran perjuangan
22
Kenangan
23
Senandung jeritan rindu
24
Pembantaian
25
Para Syuhada
26
Pohon kematian
27
Keserakahan pembawa maut
28
Jajang dan Jaka si putera Ibu Pertiwi
29
Jadilah orang yang berguna
30
Pamit
31
Sesuatu yang tidak dapat dibagi
32
Kesatria bayangan
33
Mimpi basah
34
Menyergap
35
Identitas sesungguhnya
36
Rasa ingin tahu
37
Pelajaran pertama
38
Bunga cinta
39
Ingin mengambil hati
40
Siasat Kelam
41
Anu
42
Makna di balik musibah
43
Tidak dapatkan restu
44
Nokhrah cinta
45
Mimpi
46
Keraguan
47
Nampak Udangnya
48
SANI
49
Sastra Sunda
50
Si Mempesona
51
Bos!
52
Mematri dalam hati
53
Tidak terduga
54
Bahan perhatian
55
Sosok istimewa
56
Pertemuan Tidak Sengaja
57
Pria asing
58
Deja vu
59
Rasa aneh
60
Kamu nuaanynya?
61
Acara lelang
62
Pemain Sultan
63
Teman Online
64
Penjamret hati
65
Tantangan
66
Trauma
67
Berubah
68
Salah faham
69
Tamu tak diundang
70
Alik tidak hamil!
71
Kepergian Zahra dan Jaka
72
Ungkapan
73
Kaya raya
74
Posesif
75
Sebuah kisah panjang
76
Siasat Satria
77
Gugup gagap gempita
78
Kehncuran menuju kebabasan
79
Perbedaan Cinta dan pelecehan
80
Wanita lain
81
Tukang sosor
82
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!