"Kami sudah selesai berlari." Kata Steven melihat pria berusia 40an.
"Karena kalian semua memiliki Skill Tehnik Pedang. Kalian tidak perlu lagi berlatih dasar tehnik berpedang." Kata Pria berusia 40an.
"Hari ini kalian akan bertarung 1 vs 1 melawanku." Kata pria berusia 40an melihat Arthur dan yang lain.
"Siapa di antara kalian yang ingin bertarung lebih dulu." Pria berusia 40an melihat Arthur dan yang lain.
"Aku yang akan bertarung lebih dulu." Kata Steven. Pria berusia 40an kemudian memberikan pedang kayu kepada Steven.
"Serang aku dengan kemampuan terbaikmu." Kata pria berusia 40an melihat Steven.
"Baik." Steven mengangguk dan menyerang pria. "Wuusshh." "Wuusshh." Pria berusia 40an menghindari serangan Steven dengan mudah.
Arthur melihat pria berusia 40an dan bergumam. "Aktifkan skill Observasi. Munculkan status pria." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Romeo
Usia : 41 tahun
Level : 210
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 260
Agility : 260
Vitality : 260
Stamina : 260
Magic : 10
Skill : Tehnik Pedang (S)
"Levelnyanya 210 dan Tehnik Pedangnya level S." Arthur terkejut saat melihat status Romeo.
"Akan sia-sia jika aku tidak menyalin jobnya." Gumam Arthur kemudian berkata.
"Aktifkan skill Copy salin Job Swordsman Romeo."
"Anda menyalin job Swordsman."
"Anda mendapatkan tehnik pedang (S)."
"Bagus. Skill Tehnik Pedangku level S." Arthur tersenyum melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Cukup. Sekarang gilaranmu." Romeo melihat Arthur. Arthur mengambil pedang kayu dan berjalan ke arah Romeo.
"Serang aku dengan kemampuan terbaikmu." Kata Romeo melihat Arthur.
"Baiklah, jika itu keinginanmu." Kata Arthur menyerang Romeo.
"Wusshh." Romeo menghindari serangan Arthur. "Jika level kita sama. Aku pasti akan terkena serangannya." Gumam Romeo melihat Arthur.
"Cukup. Kamu bisa berhenti." Kata Romeo melihat Arthur. Arthur kemudian berhenti menyerang Arthur.
"Sekarang giliranmu." Romeo melihat pemuda gemuk berkacamata yang tidak lain Deni.
"Baik." Deni mengangguk.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur telah selesai latihan dan berada di kamarnya. "Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu.
Arthur membuka pintu dan melihat Erika berdiri di luar pintu. "Arthur apa kamu mau menemani ibu berbelanja." Erika melihat Arthur.
"Baiklah, aku juga ingin berbelanja." Kata Arthur. Setelah selesai latihan Rapunsel dan Romeo memberikan masing-masing 1 coin emas kepada dirinya dan teman-temannya.
Arthur dan Erika kemudian keluar dari istana. "Kota ini seperti abad pertengahan." Kata Erika melihat semua bangunan dan rumah.
Tidak lama kemudian Arthur dan Erika masuk ke dalam toko pakaian. "Selamat datang ada yang bisa saya bantu." Kata penjaga toko pakaian melihat Arthur dan Erika.
"Kita berdua ingin melihat-lihat pakaian." Balas Erika.
"Arthur apa pakaian ini cocok denganku." Erika menunjukan sebuah pakaian kepada Arthur.
"Bu Erika memiliki wajah cantik. Tidak ada pakaian yang tidak cocok saat di kenakan bu Erika." Kata Arthur.
"Aku tidak menyangka kamu pandai merayu." Kata Erika dengan wajah merah.
"Berapa harga pakaian ini." Tanya Erika kepada pelayan toko.
"Harga pakaian itu adalah 2 coin emas." Balas penjaga toko.
"Ahhh. Aku hanya memiliki 1 coin emas." Kata Erika.
"Pakai saja uangku bu." Arthur memberikan 1 coin emas kepada Arthur.
"Tapi." Erika melihat Arthur. "Kamu bisa mengembalikan besok. Jika putri Rapunsel memberikanmu uang." Kata Arthur melihat Erika.
"Baiklah, aku akan mengambalikan uangmu besok." Erika mengangguk. "Aku membeli pakaian ini." Kata Erika memberikan 2 coin emas kepada penjaga toko.
Tidak lama kemudian Arthur dan Erika keluar dari toko pakaian. "Arthur, Bu Erika." Arthur melihat Deni yang berjalan ke arahnya.
"Bu Erika mengapa kamu bersama Arthur. Jangan bilang kalian berdua berkencan." Kata Deni.
"Deni ibu tidak berkencan dengan Arthur." Balas Erika dengan wajah merah.
"Deni kamu ingin pergi kemana." Arthur melihat Deni.
"Aku ingin makan di restoran. Apa kamu ingin ikut." Balas Deni.
"Sayang sekali, aku sudah menghabiskan uangku." Arthur menggeleng.
"Tidak perlu khawatir. Aku akan mentraktirmu." Deni tersenyum.
"Apa kamu juga bisa mentraktir bu Erika." Arthur melihat Deni.
"Ahhh." Erika terkejut dengan kata Arthur.
"Jika 1 coin emas cukup untuk makan 3 orang. Tidak masalah jika aku mentraktir bu Erika." Kata Deni.
"Tidak perlu khawatir. Aku akan pesan makanan termurah." Arthur tersenyum.
"Baiklah, jika begitu ayo kita pergi ke restoran." Deni tersenyum.
Tidak lama kemudian Arthur, Erika dan Deni berada di restoran. "Selamat datang, apa yang ingin tuan dan nona pesan." Pelayan restoran tersenyum kepada Arthur, Erika dan Deni.
"Apa makanan termurah di sini.' Tanya Arthur.
"Makanan termurah disini adalah salad." Balas pelayan restoran.
"Aku pesan 1 porsi salad dan segelas air." Kata Arthur.
"Aku juga pesan salad dan segelas air." Kata Erika.
"Aku juga pesan 1 salad dan segelas air." Kata Deni.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran berjalan ke dapur.
"Mengapa kamu juga memesan salad." Arthur melihat Deni.
"Tidak enak jika aku sendiri yang memesan daging." Balas Deni.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat pelayan restoran berjalan ke arahnya. "Ini pesanan tuan dan nona." Kata pelayan restoran mengantarkan pesanan Arthur, Erika dan Deni.
"Baiklah, ayo kita makan." Kata Arthur.
"Baik." Balas Deni dan Erika.
Beberapa menit kemudian Arthur, Deni dan Erika telah selesai makan. "Deni terimakasih sudah mentraktir ibu makan." Erika tersenyum.
"Ibu sebaiknya berterimakasih kepada Arthur. Jika bukan karena Arthur. Aku tidak akan mentraktir bu Erika." Balas Deni.
"Terimakasih Arthur." Erika tersenyum kepada Arthur.
"Terimakasih kembali bu. Aku juga senang bisa makan bersama bu Erika." Arthur tersenyum dan memegang tangan Erika. Erika tersipu malu saat mendengar kata Arthur.
Deni tersenyum saat melihat Erika yang tersipu malu. "Aku akan kembali dulu ke istana." Kata Deni berjalan keluar restoran.
"Arthur sampai kapan kamu ingin memegang tangan ibu." Kata Erika dengan malu.
"Tangan ibu sangat lembut. Jadi sangat nyaman saat memegang tangan ibu." Arthur tersenyum dan melepas tangan Erika.
"Baiklah Arthur. Ayo kita kembali ke istana juga." Kata Erika.
"Baik bu." Arthur mengangguk. Arthur dan Erika kemudian berjalan keluar restoran.
Tidak lama kemudian Arthur dan Erika kembali ke istana. "Arthur terimakasih sudah menemani ibu berbelanja." Erika tersenyum kepada Arthur.
"Tidak perlu terimakasih bu. Aku juga senang menemani bu Erika berbelanja." Balas Arthur memegang tangan Erika. Erika tersipu malu saat mendengar kata Arthur.
"Baiklah Arthur. Ibu akan kembali ke kamar." Kata Erika berlari ke arah kamarnya. Melihat Erika yang pergi, Arthur berjalan ke arah kamarnya.
Erika masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di kasur. "Jangan bilang aku suka kepada Arthur." Gumam Erika dengan wajah merah.
"Tapi Arthur sangat tampan." Gumam Erika membayangkan wajah Arthur.
Keesokan harinya Arthur dan teman-temannya berada di lapangan. "Hari ini kita akan berburu Slime." Kata Romeo melihat Arthur dan yang lain.
"Slime." Semua teman sekelas Arthur terkejut.
"Apakah Slime itu monster berbentuk jelly." Tanya Deni.
"Benar, slime adalah monster berbentuk jelly." Romeo mengangguk.
"Hehe, jika itu slime. Kita akan mudah mengalahkan slime." Pemuda dengan gigi kelinci tertawa.
"Kalian semua ikuti aku." Kata Romeo berjalan pergi.
"Baik." Balas semua teman sekelas Arthur secara bersamaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Zoelf 212 🛡⚡🔱
hu
2023-11-10
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Tsk, kenapa juga harus terulang, Ini semua karena Pahlawan yang naif itu Tch
2023-01-29
3
Jimmy Avolution
Ayo...
2022-11-28
2