"Deni perhatikan belakangmu." Teriak Romeo.
"Slassshh." Arthur menebas goblin yang hendak menyerang Deni dari belakang.
"Apa kamu baik-baik saja." Arthur melihat Deni.
"Aku baik-baik saja." Kata Deni mengusap mulutnya. "Terimakasih Arthur sudah menyelamatkanku." Kata Deni melihat goblin yang Arthur bunuh.
"Arthur mengangguk dan berkata. "Jika kamu berdiam diri saja. Levelmu akan ketinggalan dengan yang lain." Kata Arthur menyerang goblin.
"Benar, aku tidak boleh ketinggalan dengan yang lain." Kata Deni berlari ke arah goblin.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat mayat puluhan goblin yang tergeletak di tanah.
"Bagus. Kalian semua berhasil mengalahkan puluhan goblin." Kata Romeo melihat mayat puluhan goblin.
"Aku tidak menyangka akan 2x level up setelah membunuh 5 goblin." Kata pemuda dengan gigi kelinci.
"Tingkatkan status kalian. Setelah itu kita akan lanjut berburu." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Baik." Deni dan semua teman sekelas Arthur mengangguk.
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 24 Next Level Membutuhkan 25 Exp
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 25
Agility : 25
Vitality : 25
Stamina : 25
Magic : 30
Poin : 20
Poin Skill : 2
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Tehnik Pedang (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C)
"Aku akan menambahkan 5 poin pada Strength, 5 poin pada Agilty, 5 poin pada Vitality, dan 5 poin pada stamina." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Dengan begini semua statusku 30 poin." Gumam Arthur.
"Arthur berapa banyak goblin yang kamu bunuh." Lisa bertanya kepada Arthur.
"Aku membunuh 10 goblin." Balas Arthur.
"Kamu sungguh hebat. Bahkan kita semua rata-rata membunuh 4 sampai 6 goblin." Balas Lisa.
"Jika kamu mencapai level 20 sepertiku. Kamu tidak akan kesulitan saat melawan goblin." Balas Arthur.
"Jika kalian semua sudah meningkatkan status kalian. Ayo kita lanjutkan berburu." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekalasnya.
"Baik captain." Balas Lisa dan semua teman sekelas Arthur.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur dan semua teman sekelasnya sedang berada di tengah hutan. "Perburuan hari ini cukup sampai disini. Kita semua akan kembali ke istana." Kata Romeo melihat matahari yang mulai terbenam.
"Baik Captain." Balas Steven dan semua teman sekelas Arthur.
Beberapa jam kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya tiba di istana. "Kalian semua makanlah terlebih dulu sebelum tidur." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Baik Captain." Deni dan semua teman sekelas Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam istana.
"Lisa apa kamu tidak ingin makan terlebih dulu." Kata Erika melihat Lisa yang masuk ke dalam kamarnya.
"Tidak bu, aku sangat lelah dan ingin tidur." Kata Lisa menutup pintu.
"Karena Lisa tidak ingin makan. Jadi bagian Lisa bisa aku makan." Deni tersenyum.
Tidak lama kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berada di ruang makan. "Arthur level berapa kamu sekrang." Tanya Deni.
Mendengar kata Deni, Steven dan yang lain melihat Arthur. Mereka tahu Arthur membunuh goblin jauh lebih banyak dari mereka semua.
"Saat ini aku level 30." Balas Arthur. "Ahhh." Deni dan semua teman sekelas Arthur terkejut saat mendengar Arthur level 30.
"Kamu 15 level lebih tinggi dariku." Kata Deni melihat Arthur.
"Baiklah, ayo kita makan sebelum makanannya dingin." Erika tersenyum.
"Baik bu." Balas Deni dan yang lain.
Beberapa menit kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya telah selesai makan.
Arthur masuk ke dalam kamarnya kemudian berbaring di kasur. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 30 Next Level Membutuhkan 31 Exp
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 30
Agility : 30
Vitality : 30
Stamina : 30
Magic : 30
Poin : 30
Poin Skill : 3
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Tehnik Pedang (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C)
"Aku memiliki 3 poin skill yang tidak terpakai." Kata Arthur melihat statusnya.
Arthur melihat 30 poin miliknya kemudian menambahkan 10 poin pada Magic, 5 poin pada Strength, 5 poin pada Agilty, 5 poin pada Vitality, dan 5 poin pada stamina.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
Keesokan harinya Arthur dan semua teman sekelasnya berada di lapangan. "Hari ini kita akan bersitirahat. Kita akan melanjutkan perburuan besok." Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Yesss." Arthur melihat semua teman sekelasnya senang saat mendengar kata Romeo.
"Arthur ayo temani ibu berkeliling kota." Erika tersenyum kepada Arthur..
"Baiklah, aku juga ingin berkeliling kota." Balas Arthur.
"Apa cuma perasaanku saja. Arthur dan bu Erika terlihat sangat dekat." Kata Melody.
"Bukan cuma perasaan kamu saja. Bu Erika memang ingin dekat dengan Arthur." Kata Lisa. Lisa mengingat kejadian saat di hutan. Saat dirinya ingin melakukan perburuan bersama Arthur, namun di larang oleh Erika.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berkeliling kota bersama Erika. "Arthur apa kamu percaya jika tuhan itu ada." Kata Erika melihat sebuah gereja.
"Jika di dunia ini ada iblis. Maka tuhan juga pasti ada." Kata Arthur.
"Arthur ayo temani aku ke gereja." Erika melihat Arthur.
"Baiklah, ayo ke gereja." Balas Arthur. Arthur dan Erika masuk ke dalam gereja.
Saat masuk ke dalam gereja tatapan Arthur terfokus kepada wanita berkulit putih yang memakai kerudung. "Lily." Arthur berbicara tanpa sadar.
"Apa anda mengenal saya." Lily melihat ke arah Arthur.
"Sepertinya aku salah orang. Kamu sangat mirip dengan seseorang yang aku kenal." Arthur tersenyum.
"Jadi begitu." Lily mengangguk. "Apa kalian berdua datang kesini untuk berdoa." Tanya Lily.
Saat hendak menjawab pertanyaan Lily, Erika melihat Arthur yang keluar dari gereja. "Arthur tunggu aku." Erika berlari mengejar Arthur.
"Arthur mengapa kamu tiba-tiba pergi." Tanya Erika.
"Meski aku percaya dengan adanya tuhan. Aku tidak pernah berdoa kepada mereka." Kata Arthur. Erika terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Apa kamu pergi karena suster itu." Tanya Erika.
"Aku ingin makan. Kamu ingin ikut atau tidak." Arthur melihat Erika.
"Aku akan ikut denganmu." Erika mengangguk. Arthur dan Erika kemudian berjalan ke arah restoran.
Tidak lama kemudian Arthur dan Erika berada di dalam restoran. "Selamat datang, apa yang ingin tuan dan nona pesan." Pelayan restoran tersenyum kepada Arthur dan Erika.
"Aku pesan 1 porsi daging sapi dan sebotol anggur." Kata Arthur.
"Aku pesan 1 daging sapi dan segelas teh hijau." Kata Erika.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran berjalan ke dapur.
"Arthur mengapa kamu memesan anggur. Kamu masih murid sekolah." Kata Erika.
"Saat ini kita tidak ada di bumi. Terlebih lagi aku sudah dewasa." Arthur tersenyum dan memegang paha Erika.
"Arthur jangan lakukan ini di tempat umum." Kata Erika dengan wajah merah.
"Baiklah, kita akan melakukannya setelah selesai makan." Bisik Arthur di telinga Erika.
"Ahhh, apa kamu ingin melakukannya di siang hari." Erika terkejut.
"Pelankan suaramu bu. Semua orang melihat kita." Kata Arthur. Erika tersipu malu dan mengangguk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Zoelf 212 🛡⚡🔱
werr
2023-11-10
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Kalau aja dunia gak di ulang, Mc gak bakal kaya gitu
2023-01-29
5
Jimmy Avolution
Ayo...ayo...
2022-11-28
2