"Suster Lily mengapa tidak ikut denganku berburu ke dalam hutan. Saat aku terluka, suster Lily bisa menyembuhkanku. Dengan begitu suster Lily bisa mendapatkan exp dengan cepat." Arthur melihat Lily.
Lily terdiam saat mendengar kata Arthur. "Arthur aku akan memikirkan ajakanmu terlebih dulu." Kata Lily.
"Baik suster." Arthur tersenyum.
Beberapa menit kemudian Arthur berada di rumahnya. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 35 Next Level Membutuhkan 36 Exp
Job : Healer
Ras : Manusia
Strength : 40
Agility : 40
Vitality : 35
Stamina : 35
Magic : 55
Poin : 0
Poin Skill : 0
Skill : Observation (S) Copy (B) Tehnik Pedang (C) Sihir Penyembuh (C)
"Jobku berubah lagi menjadi Healer." Kata Arthur melihat statusnya.
"Aku penasaran apakah skill copyku saat ini bisa menyalin job hero atau tidak." Gumam Arthur
Keesokan harinya Arthur berada di dalam gereja. "Bagaimana suster Lily, apa kamu bisa menemaniku berburu di hutan." Arthur tersenyum.
"Aku akan menemanimu berburu di hutan." Balas Lily.
"Bagus." Arthur tersenyum mendengar Lily setuju menemaninya berburu.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Lily telah berada di dalam hutan. "Grrr." "Arthur ada serigala." Kata Lily melihat seekor serigala hitam sebesar 1,7 meter.
"Aku akan membunuh serigala dengan cepat suster." Kata Arthur melesat ke arah serigala.
"Auuuu." "Crasshhh." Arthur menebas serigala hitam. "Aauuu!!." Serigala hitam melolong sebelum kematiannya.
"Exp +25." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Grrrr." "Arthur." Lily berteriak saat melihat 5 serigala hitam yang mengelilingi dirinya dan Arthur.
"Tenang suster. Aku akan melindungi dirimu." Kata Arthur berdiri di depan Lily.
"Wooaarrr." 5 serigala melesat ke arah Arthur dan Lily. "Jangan berpikir untuk menyerang suster." Kata Arthur menebas serigala yang melompat ke arah Lily. "Crasshh." Serigala terpotong menjadi dua.
"Arthur di sampingmu." Teriak Lily.
"Crasshh." Arthur mengayunkan pedangnya dan memotong tubuh serigala menjadi dua.
"Craasshh." "Ahhhh." Arthur berteriak saat salah satu serigala mengigit kakinya.
"Mati kau serigala berengsek." Arthur mengutuk dan menusuk kepala serigala "Ceeepp."
"Arthur apa kamu baik-baik saja." Lily khawatir.
"Aku baik-baik saja suster. Aku akan membunuh 2 serigala ini terlebih dulu." Kata Arthur berlari ke arah 2 serigala. "Crasshh." "Crasshh." Arthur membunuh 2 serigala dengan mudah.
"Exp +125."
"Level Up"
"Anda mendapatkan 5 poin."
"Level Up" "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Arthur aku akan menyembuhkan lukamu." Kata Lily kemudian memegang kaki Arthur yang terluka. "Heal." "Singg!!!." Cahaya hijau menyinari kaki Arthur.
Tidak lama kemduian Arthur melihat kakinya sembuh. "Terimakasih suster." Arthur tersenyum.
"Arthur ayo kita kembali." Lily melihat Arthur.
"Baik." Arthur mengangguk. Arthur dan Lily kemudian kembali ke desa.
"Arthur level berapa kamu sekarang." Lily melihat Arthur. "Aku level 35." Balas Arthur.
"Ahhh." Lily terkejut saat mendengar Arthur sudah mencapai level 35. "Kamu baru beberapa hari datang ke dunia ini tapi sudah level 35." Lily terkejut.
"Jika aku tidak memburu goblin dan serigala. Aku tidak akan mencapai levelku sekarang suster." Arthur tersenyum.
"Suster apa kamu tahu berapa level tertinggi yang bisa manusia capai." Tanya Arthur.
"Level tertinggi yang bisa manusia capai adalah 999." Balas Lily.
"Sepertinya perjalananku untuk mencapai level 999 masih sangat jauh." Kata Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke desa. "Arthur ayo ikut aku ke gereja. Aku akan membuatkanmu makanan." Kata Lily.
"Baik suster." Arthur tersenyum.
Keesokan harinya Arthur berada di dalam gereja. "Suster aku akan pergi ke kota lagi." Arthur melihat Lily.
"Ehh. Kamu ingin pergi ke kota lagi." Lily terkejut.
"Benar suster. Ada hal yang ingin aku lakukan di kota." Balas Arthur.
"Apa suster ingin ikut pergi ke kota lagi bersama denganku." Tanya Arthur.
"Tidak, kamu bisa pergi ke kota sendirian." Lily menggeleng.
"Baiklah, jika begitu aku akan pergi sendiri." Kata Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur telah meninggalkan desa. "Arthur." Arthur mendengar teriakan dan melihat Rosmila mengejarnya.
"Ada apa kepala desa." Tanya Arthur.
"Aku ingin ikut denganmu ke kota." Kata Rosmila.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi bersama." Balas Arthur. Rosmila tersenyum mendengar kata Arthur.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur melihat langit mulai gelap. "Kepala desa malam ini kita akan bermalam disini." Arthur melihat Rosmila.
"Baiklah." Rosmila mengangguk.
"Aku akan mencari kayu untuk di bakar." Kata Arthur mulai mencari kayu.
Tidak lama kemudian Arthur kembali dengan membawa banyak kayu. Arthur mengambil korek dari sakunya kemudian membakar kayu. "Wuusshh." Kayu terbakar.
"Arthur apa kamu menyukai Lily." Rosmila melihat Arthur.
"Suster Lily baik dan cantik. Semua orang pasti menyukainya termasuk diriku." Kata Arthur.
"Benar, Lily cantik dan baik. Jadi wajar jika kamu menyukainya." Balas Rosmila.
"Kepala desa jika kamu mengantuk tidurlah. Aku akan menjagamu." Kata Arthur melihat Rosmila.
"Baiklah." Rosmila tersenyum kemudian berbaring di atas daun pisang.
"Sepertinya aku harus membeli tenda jika sampai di kota." Gumam Arthur.
Arthur terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Buka status." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 39 Next Level Membutuhkan 40 Exp
Job : Healer
Ras : Manusia
Strength : 40
Agility : 40
Vitality : 35
Stamina : 35
Magic : 55
Poin : 20
Poin Skill : 0
Skill : Observation (S) Copy (B) Tehnik Pedang (C) Sihir Penyembuh (C)
"Kurang 1 level lagi aku akan level 40 dan mendapatkan 1 poin skill." Kata Arthur melihat statusnya.
Arthur kemudian menambahkan 5 poin pada Strength, 5 poin pada Agilty, 5 poin pada Vitality, dan 5 poin pada stamina.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
Keesokan harinya Arthur melihat Rosmila yang bangun dari tidurnya. "Selamat pagi Arthur." Kata Rosmila melihat Arthur.
"Selamat pagi juga kepala desa." Balas Arthur.
"Arthur apa kamu tidak tidur sama sekali." Tanya Rosmila.
"Aku tidur beberapa menit kepala desa." Balas Arthur.
"Arthur mengapa kamu masih memanggilku kepala desa. Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk memanggilku Rosmila." Kata Rosmila.
"Baiklah Rosmila. Ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Arthur melihat Rosmila.
"Baik." Rosmila mengangguk. Arthur dan Rosmila kemudian melanjutkan perjalanan ke kota.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Rosmila tiba di sebuah kota. "Ayo kita makan terlebih dulu." Arthur melihat Rosmila.
"Baik." Rosmila mengangguk. Arthur kemudian berjalan ke arah restoran di ikuti oleh Rosmila.
"Selamat datang, apa yang ingin tuan dan nona pesan." Saat masuk ke dalam restoran Arthur disambut oleh pelayan restoran.
"Aku pesan satu porsi daging ayam dan segelas teh hijau." Kata Arthur.
"Aku juga pesan satu porsi daging ayam dan segelas teh hijau." Kata Rosmila.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran berjalan ke dapur.
"Ehhh. Bukankah kamu Arthur." Arthur melihat perempuan berkulit putih dengan rambut di kuncir kuda.
"Jika tidak salah namamu Melody." Kata Arthur melihat perempuan.
"Benar, namaku Melody." Melody mengangguk.
"Aku mendengar dari bu Erika bahwa kamu membunuh goblin seorang diri." Melody melihat Arthur.
"Benar, aku membunuh goblin seorang diri." Arthur mengangguk.
"Arthur mengapa kamu tidak mengenalkan temanmu padaku." Kata Rosmila.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
RDR2122
alur ceritanya cpt bgt ya
2024-04-16
0
Kang Comen
job pedang nya kmna kopet ???
2024-04-04
0
Taufik Hidayat
hanya butuh 1 kenaikan level lagi untuk mendapatkan 1 point skill
2024-03-14
2