"Jadi ini yang di namakan sihir." Kata Arthur melihat bola air di tangannya.
"Menghilang." "Wuushh." Bola air kemudian menghilang.
"Jika Bu Erika dan semua teman sekelasku tahu bahwa aku menguasai sihir air. Mereka semua pasti akan kaget." Kata Arthur.
Keesokan harinya Arthur berada di penginapan tempat Rosmila menginap. "Kepala desa, ayo kita kembali ke desa." Kata Arthur mengetuk pintu.
"Tuan, teman anda sudah meninggalkan penginapan sejak tadi pagi." Kata pelayan penginapan melihat Arthur.
"Sepertinya kepala desa marah denganku." Gumam Arthur kemudian berjalan keluar penginapan.
"Permisi paman, dimana aku bisa membeli kuda." Kata Arthur bertanya kepada pria yang melewati dirinya. Pria kemudian menunjuk sebuah bangunan.
"Terimakasih paman." Kata Arthur berjalan ke bangunan yang di tunjuk pria.
Arthur masuk ke dalam bangunan dan melihat seorang pria paruh baya. "Apa disini menjual kuda." Kata Arthur melihat pria paruh baya.
"Benar, disini tempat jual beli kuda." Balas pria paruh baya.
"Aku ingin membeli kuda." Kata Arthur.
"Ikuti aku." Balas pria paruh baya berjalan ke belakang. Arthur mengangguk kemudian mengikuti pria paruh baya.
Tidak lama kemudian Arthur berada di kandang kuda. "Kuda mana yang ingin kamu beli." Tanya pria paruh baya.
"Berapa harga kuda itu" Kata Arthur melihat kuda bewarna putih.
"Kuda ini seharga 100 coin emas." Balas pria paruh baya.
"Sial, aku tidak membawa banyak uang." Gumam Arthur.
"Paman, apa ada kuda yang seharga 10 coin emas." Tanya Arthur.
"Tidak ada." Pria paruh baya menggeleng.
"Baiklah, jika begitu saya tidak jadi membeli." Arthur tersenyum kecut. Arthur meninggalkan kandang kuda dan berkata. "Sepertinya aku harus naik kereta kuda lagi."
Tidak lama kemudian Arthur menemukan kereta kuda. "Antarkan aku ke desa Vaughan." Kata Arthur memberikan 10 coin emas kepada supir kereta.
"Baik tuan. Saya akan mengantarkan anda ke desa Vaughan." Supir kereta tersenyum saat menerima 10 coin emas dari Arthur.
Arthur naik ke dalam kereta dan berkata. "Ayo berangkat."
"Baik." Supir kereta mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikkk." Kuda berlari dan menarik kereta.
Beberapa jam kemudian, Arthur melihat kereta kuda tiba-tiba berhenti. "Kita sudah sampai." Kata supir kereta.
Arthur keluar dari kereta dan berjalan ke arah rumah Rosmila. "Kreekk." Arthur membuka pintu dan melihat Rosmila sedang duduk di kursi.
"Mengapa kamu datang kesini." Kata Rosmila menatap Arthur. "Aku hanya memastikan apakah kepala desa kembali selamat ke desa atau tidak." Kata Arthur keluar dari rumah. Rosmila mengigit bibirnya saat melihat Arthur berjalan pergi.
Arthur masuk ke dalam rumahnya dan mengkunci pintu. Saat hendak masuk ke dalam kamarnya, Arthur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." Arthur membuka pintu dan melihat Lily berdiri di depan rumahnya. "Suster Lily." Kata Arthur melihat Lily.
"Apa kamu baru saja kembali dari kota." Lily melihat Arthur.
"Benar suster. Aku baru saja kembali dari kota." Balas Arthur.
"Apa kamu sudah makan." Tanya Lily.
"Belum." Arthur menggeleng.
"Ayo ikut denganku. Aku membuatkanmu makanan." Kata Lily.
"Baik suster." Arthur tersenyum dan mengikuti Lily.
Beberapa menit kemudian Arthur berada di dalam ruangan bersama Lily. "Maaf, aku hanya bisa membuatkanmu telur dan sayuran." Lily melihat Arthur.
"Tidak masalah suster. Aku sudah senang kamu membuatkanku makanan." Arthur tersenyum. Lily tersenyum saat mendengar jawaban Arthur.
"Suster, ayo kita makan bersama." Arthur melihat Lily.
"Baiklah, ayo kita makan bersama." Lily mengangguk. Arthur dan Lily kemudian mulai makan bersama.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Lily telah selesai makan. "Suster aku akan kembali." Arthur melihat Lily.
"Baik, jika kamu lapar datanglah kesini. Aku akan membuatkanmu makanan." Lily tersenyum.
"Jika begitu aku akan sering kesini." Arthur tersenyum.
Keesokan harinya Arthur yang sedang tidur mendengar suara ketukan pintu. Arthur turun dari kasur dan berjalan keluar kamarnya. Arthur membuka pintu dan melihat Rosmila berdiri di depan rumahnya.
"Arthur ayo ke rumah. Aku memasak banyak makanan." Rosmila melihat Arthur.
"Sepertinya kepala desa sudah tidak marah lagi padaku." Gumam Arthur melihat Rosmila.
"Baiklah, ayo ke rumahmu." Balas Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur berada di rumah Rosmila. "Arthur maafkan aku tentang kejadian kemarin." Rosmila melihat Arthur.
"Aku sudah memaafkanmu." Balas Arthur. Rosmila tersenyum saat Arthur memaafkannya.
"Baiklah Arthur ayo kita makan." Rosmila tersenyum.
"Ayo kita makan." Arthur mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Terimakasih atas makanannya kepala desa." Kata Arthur berjalan pergi.
"Jika kamu lapar datang saja kemari Arthur. Aku akan membuatkanmu makanan." Kata Rosmila.
"Perutku sudah terisi. Saat berburu di hutan." Kata Arthur berjalan ke arah hutan.
Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam hutan. "Grrr." Arthur melihat seekor serigala hitam sebesar 1,7 meter. "Panggil teman-temanmu. Sebelum aku membunuhmu." Kata Arthur.
"Wooaarrr." Serigala meraung dan melesat ke arah Arthur. "Baiklah, jika kamu tidak ingin memanggil teman-temanmu." Kata Arthur kemudian menebas serigala. "Crasshh." Tubuh serigala terpotong menjadi dua.
"Exp +25." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Sepertinya aku harus masuk ke dalam hutan. Jika ingin menemukan kawanan serigala." Kata Arthur berjalan masuk ke dalam hutan.
Setelah masuk ke dalam hutan Arthur melihat beruang hitam sebesar 2,5 meter. "Aku ingin tahu berapa banyak exp yang aku dapatkan jika membunuh seekor beruang." Kata Arthur melihat beruang.
"Wooaarr." Beruang meraung dan melesat ke arah Arthur. "Aktifkan sihir air." "Water ball." Kata Arthur kemudian bola air sebesar 1 meter muncul di udara.
"Mati." Teriak Arthur kemudian bola air melesat ke arah beruang hitam.
"Blusshh." Kepala beruang hitam berada di dalam bola air. "Wooaarr." Beruang hitam meraung dan mencakar-cakar bola air. Namun bola air tidak hancur setelah terkena cakaran beruang hitam.
Tidak lama kemudian Arthur melihat beruang hitam terbaring di tanah.
"Exp +50."
"Level Up"
"Anda mendapatkan 5 poin."
"Anda mendapatkan 1 poin skill."
"Tidak buruk. Aku mendapatkan 50 exp dari membunuh beruang." Kata Arthur melihat notifikasi yang muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 40 Next Level Membutuhkan 41 Exp
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 45
Agility : 45
Vitality : 40
Stamina : 40
Magic : 55
Poin : 5
Poin Skill : 1
Skill : Observation (S) Copy (B) Tehnik Pedang (B) Sihir Air (B) Sihir Penyembuh (C)
"Aku akan menyimpan 5 poinku. Dan seperti biasa aku akan meningkatkan level skill Copy." Kata Arthur meningkatkan level skill Copy.
"Skill Copy level up." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Wooaarr." "Bagus, kalian datang sendiri tanpa aku cari." Arthur tersenyum saat melihat 2 beruang hitam sebesar 2,5 meter yang mendekat ke arahnya.
"Aktifkan sihir air." "Water ball." Kata Arthur kemudian 2 bola air sebesar 1 meter muncul di udara.
"Mati." Teriak Arthur kemudian bola air melesat ke arah dua beruang hitam. "Blusshh." "Bluusshh." Dua kepala beruang hitam berada di dalam bola air.
"Wooaarr." Dua beruang hitam meraung dan mencakar-cakar bola air. Namun bola air tidak hancur setelah terkena cakaran beruang hitam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
🇳🇴🇻🇪🇱 🇮🇩
lah???
bukannya MC yang membuat kesalahan 🗿 malah orang lain yg minta maaf
2025-01-03
0
RDR2122
MC ny kasar + Mandang fis
2024-04-16
1
Sak. Lim
marh la ga menghargai seorg wanita cara nolak nya trllu kasar menyebabkan sakit hati seorang wanita goblok idioooooot mc nya
2023-12-26
5