"Sayang apa kamu bisa memasak daging kelinci." Kata Arthur menunjukan dua kelinci yang dia tangkap di hutan.
"Tentu saja aku bisa." Balas Lily.
"Bagus, sudah lama aku tidak makan daging kelinci." Arthur tersenyum.
2 bulan telah berlalu. Saat ini Arthur sedang bersantai dan meminum teh. "Sayang." Lily berjalan ke arah Arthur.
"Ada apa." Tanya Arthur.
"Sepertinya aku hamil." Kata Lily memegang perutnya.
"Jika begitu tidak lama lagi aku akan menjadi seorang ayah." Kata Arthur terkejut.
7 bulan telah berlalu. Saat ini Arthur melihat Lily sedang melakukan persalinan. "Ueekk." "Ueeekk."
"Selamat Arthur kamu memiliki anak perempuan yang cantik dan sehat." Kata Calisa.
"Karena anakku adalah perempuan. Maka aku akan menamainya Viola Bennedict." Arthur tersenyum dan menggendong anaknya.
"Viola Bennedict, nama yang indah." Lily tersenyum.
Sementara itu di tempat lain. 11 laki-laki dan 9 perempuan sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Steven apa kamu yakin ingin menyerang istana raja iblis. Kita semua masih belum level max." Kata perempuan dengan rambut kuncir kuda yang tidak lain Melody.
"Melody mengapa kamu begitu takut. Jika kita tidak bisa mengalahkan raja iblis. Kita semua tinggal melarikan diri." Balas pemuda berkulit putih yang di panggil Steven.
"Apa yang Steven katakan benar. Kita tinggal melarikan diri jika tidak bisa mengalahkan raja iblis." Kata perempuan berambut coklat.
"Bagaimana pendapatmu bu Erika." Melody melihat wanita berambut pendek.
"Aku setuju dengan saran Steven. Kita akan melarikan diri jika tidak bisa mengalahkan raja iblis." Kata wanita berambut pendek yang di panggil Erika.
"Baiklah, jika begitu besok kita akan pergi menyerang istana raja iblis." Steven tersenyum.
3 Hari kemudian di sebuah ruangan 11 laki-laki dan 9 perempuan tergeletak di lantai. "Semuanya maafkan aku." Steven menangis melihat teman-teman yang tergeletak tidak bernyawa.
"Crasshhh." Kepala Steven tiba-tiba terpotong. "Manusia dari dunia lain tidak sekuat yang aku pikirkan." Kata Iblis berkulit ungu melihat kepala Steven yang menggelinding ke lantai.
Saat ini di tempat lain Arthur sedang menggendong bayinya. "Aku masih tidak menyangka diriku sekarang menjadi seorang ayah." Kata Arthur melihat Violet yang tertidur.
"Singg!!!." Tubuh Arthur tiba-tiba bersinar kemudian menghilang. Arthur terkejut melihat dirinya berada di sebuah ruangan. "Salam. Sebuah kehormatan dapat menyambut kalian disini." Kata pria paruh baya berambut pirang yang memakai mahkota.
"Apa!!." Arthur terkejut dengan yang di lihatnya.
"Kalian semua yang berasal dari dunia lain. Telah di panggil ke dunia ini." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Apa.!" Arthur melihat semua teman sekelasnya terkejut saat mendengar penjelasan pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Jangan bilang aku kembali ke masa lalu." Arthur bingung.
"Ayah, biarkan aku yang menjelaskan kepada mereka semua." Kata perempuan berambut pirang.
"Tidak, kamu pasti kelelahan setelah memanggil mereka semua ke dunia ini. Jadi ayah yang akan menjelaskan kepada mereka semua." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Dunia ini bernama Alfheim. Di dunia ini ada 3 benua dan setiap benua di huni oleh ras Manusia, Iblis, Elf, Beast Human, Dwarf, Naga, dan monster." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Negeri kami Bradfort dekat dengan wilayah ras iblis. Dan saat ini ras iblis berencana menyerang negara kami. Dan alasan kami memanggil kalian semua kesini. Karena kami membutuhkan bantuan kalian semua untuk mengalahkan raja iblis." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Apa!! Raja iblis." Arthur melihat semua teman sekelasnya terkejut. "Dilihat dari reaksi mereka semua. Sepertinya cuma aku saja yang kembali ke masa lalu." Gumam Arthur.
"Sial, bagaimana bisa aku kembali ke masa lalu." Arthur bingung.
"Kalian semua yang telah di panggil ke dunia ini. Akan mendapatkan sebuah job dan kemampuan. Kalian bisa membuka layar status dan melihat job dan kemampuan apa yang kalian dapat." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Bagaimana caranya melihat status kami." Tanya pemuda gemuk berkacamata yang tidak lain Deni.
"Kalian tinggal mengatakan buka status." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.
Mendengar kata pria paruh baya yang memakai mahkota. Arthur kemudian berkata. "Buka status."
"Singg!!." Sebuah layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 0 Next Level Membutuhkan 1 Exp
Job : -
Ras : Manusia
Strength : 7
Agility : 7
Vitality : 8
Stamina : 8
Magic : 0
Poin : 0
Poin Skill : 0
Skill : Observation (S) Copy (S)
"Skill Tehnik Pedang, Sihir Air dan Sihir Penyembuh Hilang." Kata Arthur melihat statusnya.
"Namun skill Copyku level S tidak seperti dulu yang level E." Kata Arthur melihat statusnya.
"Permisi." Arthur melihat perempuan berambut pendek berkacamata yang tidak lain Erika mengangkat tangannya.
"Bisakah anda mengirim kami semua ke bumi." Kata Erika melihat pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Untuk saat ini kamu tidak bisa mengirim kalian kembali. Karena kami tidak mempunyai magic crystal." Kata pria paruh baya memakai mahkota.
"Memanggil kalian semua kesini menghabiskan 100 magic crystal. Dan kerajaan tidak memiliki 100 magic crystal untuk mengirim kalian kembali ke dunia asal kalian." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Ahhh. Jadi kami tidak akan pernah bisa kembali ke bumi." Erika terkejut.
"Kalian bisa kembali ke bumi." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Menurut informasi yang kami miliki. Raja iblis memiliki ratusan magic crystal. Jika kalian berhasil mengalahkan raja iblis. Kalian bisa kembali ke bumi." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain. Selain membunuh raja iblis." Kata seorang pemuda berambut hitam.
"Uhukk. Kalian semua tolong ikuti aku." Kata pria tua berambut putih panjang yang memegang tongkat. Arthur kemudian mengikuti pria tua berambut putih panjang Bersama semua teman sekelasnya.
"Lihatlah bola kristal ini. Sekarang aku ingin kalian semua berbaris dan menyentuhnya satu persatu." Kata pria tua berambut putih panjang.
"Bola kristal ini adalah peralatan sihir. Bola ini akan memindai dan menampilkan status kalian." Kata pria tua berambut putih panjang.
"Baiklah, mengapa kamu tidak menyentuh bola kristal terlebih dulu." Kata pria berambut putih melihat perempuan berambut hitam yang di kuncir kuda.
"Baik." Perempuan dengan rambut di kuncir kuda mengangguk dan menyentuh bola kristal. Layar status kemudian muncul di depan perempuan dengan rambut di kuncir kuda.
Job Mage dan memiliki 2 skill level c. Tidak buruk." Kata pria tua berambut putih panjang.
"Baiklah, siapa selanjutnya." Kata pria tua berambut putih melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Giliranku." Kata pemuda berkulit putih berjalan ke arah bola kristal. Layar status kemudian muncul di depan pemuda berkulit putih.
"Aku sudah menebak bahwa Steven adalah seorang Hero." Kata perempuan berambut coklat.
"Benar, di antara semua laki-laki di kelas hanya Steven yang cocok menjadi hero." Kata perempuan berambut hitam.
"Dulu aku tidak punya kesempatan untuk menyalin jobnya. Skill copyku telah level S. seharusnya aku bisa menyalin jobnya." Kata Arthur melihat Steven.
"Aktifkan skill Copy salin Job Hero Steven."
"Anda menyalin job Hero"
" Anda mendapatkan Double Exp (S) " Notifikasi muncul di depan Arthur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Kang Comen
cpe² baca malah ngulang dari awal
hadehhhh
2024-04-04
0
Taufik Hidayat
kgk jelas bet balik lagi kecerita awal
2024-03-14
2
Zoelf 212 🛡⚡🔱
weng
2023-11-10
0