"Suster Lily setelah selesai makan kamu ingin pergi kemana." Tanya Arthur.
"Aku ingin pergi ke gereja pusat. Apa kamu ingin ikut ke gereja." Tanya Lily.
"Aku ikut." Kata Arthur.
"Bagus." Lily tersenyum.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Lily telah selesai makan. Arthur berjalan ke arah kasir dan berkata. "Berapa biaya makanannya."
"Total biaya makanan dan minuman adalah 1 coin emas." Balas kasir.
Arthur kemudian memberikan 1 coin emas kepada kasir. "Terimakasih." "Silakan datang lagi." Kasir tersenyum.
Arthur mengangguk kemudian berjalan ke arah Lily. "Arthur berapa biaya makananku." Tanya Lily.
"1 koin tembaga." Kata Arthur.
"Kamu berbohong." Balas Lily.
"Hehe. Simpan saja uang suster. Mungkin suster ingin membeli sesuatu di kota." Arthur tersenyum.
"Baiklah, jika kamu memaksa." Lily menghela nafas.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Lily berada di depan sebuah gereja. "Arthur ayo masuk." Kata Lily.
"Baik." Arthur kemudian masuk ke dalam gereja.
"Suster Elvie." Kata Lily melihat wanita berusia 30an yang memakai kerudung putih.
"Lily." Kata wanita yang di panggil Suster Elvie.
Arthur melihat Lily dan wanita berusia 30an berkerudung putih yang di panggil Suster Elvie berpelukan. "Lily bagaimana kabarmu." Tanya Elvie.
"Aku baik-baik saja suster Elvie." Lily tersenyum.
"Lily siapa dia." Elivie melihat Arthur.
"Dia adalah Arthur seorang pemuda yang tinggal di desaku." Kata Lily.
"Halo suster. Perkenalkan saya adalah Arthur." Arthur tersenyum dan mengenalkan dirinya.
"Apakah kamu Arthur manusia yang di panggil dari dunia lain." Tanya Elvie.
"Benar, aku Arthur manusia yang di panggil dari dunia lain." Kata Arthur.
"Ahhh." Lily terkejut dengan jawaban Arthur. "Arthur mengapa kamu tidak bilang kalau kamu berasal dari dunia lain." Kata Lily.
"Aku pikir suster Lily sudah tahu bahwa aku berasal dari dunia lain." Kata Arthur.
"Aku baru tahu sekarang jika kamu berasal dari dunia lain." Kata Lily. Arthur, Lily dan Elvie mulai mengobrol.
"Suster Lily, suster Elvie aku akan pergi membeli pedang." Kata Arthur melihat Lily dan Elvie.
"Baik, kembalilah ke sini setelah kamu selesai membeli pedang." Kata Lily.
"Baik." Arthur mengangguk dan keluar dari gereja.
Melihat Arthur yang pergi, Elvie berkata. "Arthur sangat tidak beruntung. Semua teman-temannya mendapatkan job. Sementara dirinya tidak mendapatkan job."
"Jika aku tahu dia tidak memiliki job. Aku akan melarangnya saat pergi ke hutan untuk memburu goblin." Lily tersenyum kecut.
Saat ini Arthur sedang berjalan di tengah kota. "Permisi paman. Dimana aku bisa membeli pedang." Kata Arthur bertanya kepada seorang pria berjenggot.
Pria berjenggot kemudian menunjuk sebuah toko. "Terimakasih paman." Kata Arthur berjalan ke arah toko.
"Kreekk." Arthur membuka pintu dan masuk ke dalam toko. "Ehhh. Dimana pemilik toko ini." Kata Arthur melihat toko tanpa penjaga.
"Pedang seperti apa yang ingin kamu beli." Arthur melihat pria berjenggot masuk ke dalam toko.
"Apakah paman pemiliki toko ini." Tanya Arthur.
"Benar, aku pemilik toko ini." Kata pria berjenggot duduk di kursi.
"Aku ingin membeli pedang dengan panjang 90 cm." kata Arthur.
"Ikuti aku." Kata pria berjenggot masuk ke dalam ruangan. Arthur kemudian masuk ke dalam ruangan.
Saat masuk ke dalam ruangan Arthur melihat puluhan pedang yang tergantung di dinding.
"Paman, pedang mana yang paling mahal." Tanya Arthur. Pria berjenggot mengambil sebuah pedang kemudian memberikan pedang kepada Arthur.
"Berapa harga pedang ini." Kata Arthur melihat pedang sepanjang 90 cm.
"Harga pedang itu 10 coin emas." Kata pria berjenggot. Arthur kemudian memberikan 10 coin emas kepada pria berjenggot.
"Ambilah. Sarung tangan ini sebagai bonus karena kamu membeli pedang terbaikku." Kata pria berjenggot memberikan sarung angan kepada Arthur.
"Terimakasih paman." Arthur tersenyum.
"Siapa namamu." Tanya pria berjenggot.
"Namaku Arthur." Balas Arthur.
"Namaku adalah Chad, jika pedangmu rusak datanglah ke tokoku. Aku akan memperbaiki pedangmu 1 kali secara gratis." Kata Chad.
"Terimakasih paman Chad." Arthur tersenyum.
Arthur keluar dari toko kemudian berjalan ke arah gereja. "Arthur." Arthur mendengar seseorang memanggilnya.
Arthur menoleh kebelakang dan melihat pemuda gemuk berkacamata yang tidak lain adalah teman sekelasnya.
"Arthur bukankah beberapa hari lalu kamu meninggalkan ibukota." Tanya pemuda gemuk.
"Aku kembali ke ibukota untuk membeli pedang." Kata Arthur menunjukan pedangnya.
"Kamu membeli pedang yang bagus." Kata pemuda gemuk melihat pedang Arthur.
"Arthur, ayo kita mengobrol di tempat lain." Kata pemuda gemuk.
"Baiklah." Balas Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur berada di restoran bersama pemuda gemuk berkacamata. "Arthur apa yang ingin kamu pesan." Tanya pemuda gemuk berkacamata.
"Aku baru saja selesai makan. Jadi aku pesan segelas teh hijau." Kata Arthur.
"Aku pesan 1 daging sapi dan 2 gelas teh hijau." Kata pemuda gemuk berkacamata.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran.
"Arthur ceritakan seperti apa desa yang kamu tempati saat ini." Kata pemuda gemuk berkacamata.
"Desa yang aku tempati tidak jauh berbeda dengan desa di planet bumi." Kata Arthur.
"Apa yang kamu lakukan selama beberapa hari terakhir." Tanya Arthur.
"Aku berlatih pedang dengan Captain Prajurit." Kata pemuda gemuk mulai bercerita.
"Level berapa kamu sekarang." Tanya Arthur.
"Aku level 5." Balas pemuda gemuk berkacamata.
"Levelnya lebih rendah dariku." Gumam Arthur.
"Aktifkan skill Observasi munculkan status Deni." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Deni
Usia : 17 tahun
Level : 5
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 10
Agility : 10
Vitality : 10
Stamina : 10
Magic : 10
Skill : Observation (B) Tehnik pedang (C)
"Aku akan mencoba unuk menyalin jobnya." Gumam Arthur melihat status pemuda gemuk.
"Aktifkan skill Copy salin Job Swordsman Deni."
"Anda menyalin job Swordsman."
"Anda mendapatkan tehnik pedang (C)." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Sebuah pengetahuan tentang tehnik pedang masuk ke dalam otakku." Gumam Arthur.
"Ini pesanan anda." Pelayan restoran mengantarkan makanan.
"Arthur apa kamu serius tidak ingin makan." Deni melihat Arthur.
"Tidak." Balas Arthur.
"Jika begitu, aku akan makan dulu." Kata Deni.
"Kamu bisa makan." Balas Arthur.
Melihat Deni yang makan Arthur bergumam. "Buka status." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 20 Next Level Membutuhkan 21 Exp
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 25
Agility : 25
Vitality : 25
Stamina : 25
Magic : 30
Poin : 0
Poin Skill : 0
Skill : Observation (S) Copy (C) Tehnik Pedang (C) Sihir Penyembuh (D)
"Jobku berubah menjadi Swordsman." Gumam Arthur melihat statusnya.
"Arthur level berapa kamu sekarang." Deni melihat Arthur.
"Bukankah kamu punya skill Observation. Jadi kamu bisa melihat statusku." Balas Arthur.
"Skill Observationku hanya bisa digunakan untuk melihat informasi mahluk hidup yang lebih lemah dariku. Dan aku tidak bisa melihat statusmu. Jadi levelmu lebih tinggi dariku." Deni melihat Arthur.
"Oohh." Arthur terkejut dengan jawaban pemuda gemuk. "Saat ini aku level 10." Kata Arthur.
"Arthur bagaimana caramu level up dengan cepat. Bukankah kamu tidak memiliki job." Deni terkejut saat mendengar Arthur mencapai level 10.
"Baru-baru ini aku membunuh goblin. Yang memberiku banyak exp untuk level up." Kata Arthur.
"Sial, kamu membunuh goblin." Deni terkejut.
"Benar, aku membunuh goblin." Balas Arthur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Christ
bkan nya skill nya tingkat S yah thor kok brubah jadi B
2022-12-22
6
☠zephir atrophos☠
ilang kemana tu job healer?
2022-11-30
2
Jimmy Avolution
Ayo....
2022-11-28
2