Tidak lama kemudian dua beruang hitam mati karena kehabisan nafas.
"Exp +100."
"Level Up"
"Anda mendapatkan 5 poin."
"Level Up"
"Anda mendapatkan 5 poin."
"Bagus, aku level up lagi." Arthur tersenyum melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Aku akan meningkatkan statusku nanti. Saat ini aku lanjut berburu." Kata Arthur masuk ke dalam hutan.
"Oohh, ada danau di tengah hutan." Kata Arthur melihat danau.
"Bunga yang indah." Kata Arthur melihat bunga merah di tepi danau. Arthur berjalan ke arah tepi danau kemudian memetik bunga.
Saat mencium bau bunga Arthur merasakan gairahnya mulai meningkat. "Sial, bunga ini memiliki efek afrosidak." Kata Arthur melihat burungnya mulai tegang.
Saat hendak membuang bunga, Arthur teringat dengan Lily. "Sepertinya aku akan memberikan bunga ini kepada suster Lily." Arthur tersenyum kemudian berlari menjauh dari danau.
Tidak lama setelah Arthur pergi ular sepanjang 15 meter keluar dari dalam danau. "Sssss." Ular mendesis.
30 menit kemudian Arthur kembali ke desa. "Arthur apa kamu baru saja selesai berburu." Rosmila melihat Arthur yang kembali ke desa.
"Benar, aku baru saja selesai berburu." Balas Arthur berjalan ke arah gereja.
Arthur masuk ke dalam gereja dan melihat Lily sedang duduk membaca buku. "Arthur." Kata Lily melihat Arthur masuk ke dalam gereja.
"Suster apa kamu memiliki makanan." Arthur tersenyum.
"Apa kamu belum makan." Tanya Lily.
"Aku belum makan." Balas Arthur.
"Tunggu sebentar. Aku akan membuatkanmu makanan." Kata Lily masuk ke dalam ruangan.
Arthur kemudian mengikuti Lily masuk ke dalam ruangan. Arthur menaruh bunga yang dia dapatkan dari danau di bawah meja. "Aku harap bunga ini juga bekerja kepada wanita." Gumam Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Lily telah selesai makan. "Aku membuatkanmu kentang rebus dan sayuran." Lily tersenyum.
"Suster ayo kita makan bersama." Arthur melihat Lily.
"Aku masih kenyang Arthur." Balas Lily.
"Jika begitu temani aku makan." Kata Arthur.
"Baiklah, aku akan menemanimu makan." Lily tersenyum. Arthur tersenyum kemudian mulai makan.
Tidak lama kemudian Arthur melihat Lily yang terengah-engah dengan wajah merah. "Suster apa kamu baik-baik saja." Arthur melihat Lily.
"Aku baik-baik saja." Lily tersenyum dan mengigit bibirnya.
"Sial, bibirnya sungguh seksi." Gumam Arthur melihat bibir merah Lily.
"Arthur lanjutkan saja makanmu. Aku ingin pergi ke kamar mandi." Kata Lily berjalan ke kamar mandi.
Arthur menaruh piring di meja kemudian berjalan ke arah kamar mandi. "Emmmm." Saat berada di depan kamar mandi Arthur mendengar suara erangan.
"Suster Lily apa kamu masih lama. Aku tiba-tiba ingin buang air kecil." Kata Arthur mengetuk pintu kamar mandi.
"Tunggu sebentar Arthur." Kata Lily.
Tidak lama kemudian Arthur melihat Lily keluar dari kamar mandi. "Suster Lily apa kamu baik-baik saja." Tanya Arthur memegang lengan Lily. Lily mengigit bibirnya saat Arthur memegang tangannya.
"Aku sudah tidak tahan." Kata Lily memeluk Arthur kemudian mencium bibir Arthur dengan agresif.
"Sepertinya efek bunga afrosidak itu lebih berpengaruh pada wanita." Gumam Arthur di pikirannya kemudian memeluk Lily dengan erat.
"Suster Lily bibirmu sangat manis." Kata Arthur mencium bibir Lily. "Emmm." Lily memejamkan matanya dan mencium bibir Arthur.
"Suster Lily ayo kita pergi ke kamar." Kata Arthur menggendong Lily kemudian berjalan kea rah sebuah ruangan.
Arthur masuk ke dalam ruangan dan membaringkan Lily ke kasur. "Suster Lily aku akan melepas pakaianmu." Kata Arthur melepas pakaian Lily.
"Suster Lily dadamu sungguh indah." Kata Arthur melihat dada bulat Lily. "Ahhhh." Lily berteriak saat Arthur menghisap dadanya.
Setelah puas menghisap dada Lily, Arthur kemudian melepas panties Lily. "Suster Lily bibir bagian bawahmu juga sangat segsi." Kata Arthur kemudian menjilati bibir bagian bawah Lily.
"Ahhhh." Lily berteriak saat Arthur menjilati miliknya."Suster Lily aku sudah tidak tahan." Kata Arthur kemudian menusuk milik Lily. "Ahhhh." Lily berteriak dan memeluk Arthur dengan erat.
1 Jam kemudian Arthur dan Lily berbaring di kasur dengan telanjang. "Arthur aku telah melakukan dosa besar. Sebagai seorang suster seharusnya aku menjaga kesucianku dan tidak berhubungan dengan seorang laki-laki." Lily menangis.
"Mungkin suster Lily tidak tahu. Di duniaku seorang suster memiliki suami dan memiliki seorang anak." Kata Arthur berbohong.
"Benarkah." Lily terkejut.
"Benar suster. Buat apa aku berbohong kepadamu." Arthur tersenyum dan mengelus pipi Lily.
"Tapi dunia ini bukan dunia asalmu Arthur. Tuhan kita pasti berbeda." Lily menatap Arthur.
"Jika begitu suster Lily bisa berhenti menjadi seorang suster dan hidup bersama denganku." Kata Arthur memegang tangan Lily. Lily terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Arthur bisakah kamu keluar. Aku ingin berpakaian." Lily melihat Arthur.
"Baik, aku akan keluar." Arthur mengangguk kemudian keluar dari ruangan.
Arthur mengambil bunga di bawah meja dan berkata. "Tanpa bunga ini. Aku tidak akan bisa tidur dengan suster Lily." Arthur tersenyum saat mengingat dirinya tidur dengan Lily.
Tidak lama kemudian Arthur melihat Lily keluar dari ruangan. "Arthur apa kamu serius ingin hidup bersamaku." Lily melihat Arthur.
"Aku serius suster. Jika aku tidak menyukaimu. Aku tidak akan berhubungan badan denganmu." Kata Arthur memegang tangan Lily.
Wajah Lily memerah saat Arthur mengatakan hubungan badan. "Mungkin suster tidak tahu bahwa kepala desa menyukaiku." Kata Arthur kemudian menceritakan tentang kejadian di kota.
"Kamu memiliki wajah yang tampan. Jadi wajar jika kepala desa menyukaimu." Kata Lily setelah mendengar cerita Arthur.
"Apa suster Lily juga menyukaiku." Arthur tersenyum dan memegang tangan Lily.
"Mengapa kamu masih bertanya." Kata Lily dengan wajah merah.
Arthur tersenyum dan memeluk Lily dengan erat. "Suster ayo kita hidup bersama mulai sekarang."
"Tidak, sebelum kamu menikahiku. Aku tidak mau hidup bersama denganmu." Lily mendorong Arthur.
"Baiklah, jika begitu aku akan menikahi suster." Kata Arthur memegang tangan Lily.
Lily tersenyum mendengar Arthur akan menikahi dirinya. "Besok ayo kita pergi ke kota dan melaksanakan pernikahan disana." Lily menatap Arthur.
Arthur terkejut mendengar Lily ingin menikah keesokan harinya. "Baiklah suster. Besok ayo kita pergi ke kota dan melaksanakan pernikahan." Kata Arthur memegang tangan Lily.
"Baiklah, sekarang kamu pulanglah. Besok pagi kita akan pergi ke kota." Lily tersenyum.
"Baik suster." Arthur tersenyum kemudian mencium bibir Lily.
Lily terkejut saat Arthur tiba-tiba mencium bibirnya. "Aku pergi suster." Kata Arthur keluar dari gereja.
"Semoga tuhan tidak membenci apa yang aku lakukan." Kata Lily melihat ke arah patung wanita.
Tidak lama kemudian Arthur kembali ke rumahnya. Arthur masuk ke dalam kamarnya dan berkata. "Buka status."
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 42 Next Level Membutuhkan 43 Exp
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 45
Agility : 45
Vitality : 40
Stamina : 40
Magic : 55
Poin : 15
Poin Skill : 0
Skill : Observation (S) Copy (A) Tehnik Pedang (B) Sihir Air (B) Sihir Penyembuh (C)
"Aku akan menambahkan 5 poin pada Strength, 5 poin pada Vitality, dan 5 poin pada stamina." Kata Arthur. "Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
RDR2122
MC bejat
2024-04-16
1
Zoelf 212 🛡⚡🔱
lho he
2023-11-10
0
Yose KenX
MC nya penjahat kelamin ternyata 🤮🤮
2023-05-17
3