Tidak lama kemudian Arthur berada di depan gereja. Arthur membuka pintu dan melihat Lily yang sedang berdoa. "Arthur." Lily berhenti berdoa dan melihat Arthur.
"Suster Lily. Apakah kamu bisa menyembuhkanku." Kata Arthur melihat Lily.
"Mengapa kamu masih bertanya. Aku pasti akan menyembuhkanmu." Lily tersenyum kemudian menyembuhkan semua luka ringan di tubuh Arthur.
"Mengapa kamu memiliki banyak luka." Tanya Lily.
"Aku baru saja bertarung dengan goblin." Kata Arthur.
"Ahhh." Lily terkejut dengan jawaban Arthur.
"Aku sudah menyembuhkan semua lukamu." Kata Lily melihat Arthur.
"Terimakasih suster." Arthur melihat Lily.
"Sudah kewajibanku untuk menyembuhkan seseorang yang terluka." Lily tersenyum.
"Suster Lily aku punya hadiah untukmu." Kata Arthur memberikan kalung berlian kepada Lily.
"Ini." Lily terkejut melihat Arthur memberinya kalung berlian.
"Arthur kalung ini pasti sangat mahal. Aku tidak pantas menerima kalung ini." Lily mengembalikan kalung kepada Arthur.
"Jika suster tidak mau menerima kalung ini. Aku akan membuang kalung ini." Kata Arthur.
"Jangan dibuang." Lily terkejut.
"Jika begitu, terimalah kalung ini suster." Arthur tersenyum.
Lily menghela nafas dan berkata. "Aku akan menerima kalung ini. Jika dimasa depan kamu menginginkan kalung ini. Kamu bisa mengambilnya dariku." Kata Lily. Arthur tersenyum saat Lily menerima kalung pemberiannya.
"Baiklah suster aku akan kembali." Kata Arthur keluar dari gereja.
Melihat Arthur yang meninggalkan gereja, Lily melihat kalung berlian di tangannya. "Kalung ini sangat bagus." Gumam Lily.
Tidak lama kemudian Arthur telah kembali di rumahnya. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 20 Next Level Membutuhkan 21 Exp
Job : Healer
Ras : Manusia
Strength : 23
Agility : 23
Vitality : 22
Stamina : 22
Magic : 30
Poin : 10
Poin Skill : 1
Skill : Observation (S) Copy (D) Sihir Penyembuh (D)
"Aku akan menambahkan 2 poin pada Strength, 2 poin pada Agilty, 3 poin pada Vitality, dan 3 poin pada stamina." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Aku akan meningkatkan level skill copyku lagi." Kata Arthur menggunakan 1 poin skill untuk meningkatkan level skill copy.
"Skill copy level up." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Bagus, sekarang skill copyku level c." kata Arthur.
Arthur melihat pedang yang di pinjam dari Rosmila dan berkata. "Sepertinya aku harus pergi ke kota untuk membeli pedang."
Keesokan harinya Arthur berada di rumah Rosmila. "Aku akan pergi ke kota." Arthur melihat Rosmila.
"Apa kamu akan berjalan kaki menuju kota." Tanya Rosmila.
"Benar, aku akan berjalan kaki." Arthur mengangguk.
"Tunggu sebentar. Aku akan membuatkanmu bekal." Kata Rosmila.
"Tidak perlu. Aku akan memakan buah-buahan yang aku temukan di jalan." Kata Arthur keluar dari rumah.
"Arthur, apa kamu ingin pergi ke kota." Arthur melihat Lily yang berjalan ke arahnya.
"Benar suster. Aku akan pergi ke kota untuk membeli pedang." Balas Arthur.
"Jika begitu, aku ikut denganmu. Aku juga ingin pergi ke kota." kata Lily.
"Bagus, jika begitu ayo kita pergi bersama." Arthur tersenyum.
Arthur dan Lily kemudian berjalan meninggalkan desa. "Suster jika boleh tahu berapa usia anda sekarang." Tanya Arthur meski sudah tahu usia Lily.
"Usiaku sekarang 23 tahun." Balas Lily.
"Benarkah. Aku pikir usia suster 18 tahun sama sepertiku. Karena wajah suster terlihat sangat muda." Kata Arthur. Lily tersenyum saat mendengar kata Arthur.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur dan Lily sedang beristirahat di tepi sungai. "Suster, apa kamu suka daging ikan." Tanya Arthur.
"Aku suka." Lily mengangguk.
"Jika begitu, aku akan menangkap ikan." Arthur tersenyum kemudian menangkap ikan di sungai.
Tidak lama kemudian Arthur berhasil menangkap 4 ikan. Setelah membersihkan kotoran ikan. Arthur kemudian membakar ikan.
Tidak lama kemudian Arthur melihat ikan yang dia bakar telah matang. "Suster Lily cobalah." Arthur memberikan Lily ikan.
"Baiklah." Lily mengangguk dan mengigit ikan. "Rasanya hambar." Kata Lily.
"Rasanya hambar karena aku tidak memakai garam dan bumbu." Kata Arthur mengigit ikan.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Lily telah selesai makan. "Arthur aku sudah tidak lelah. Ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Lily.
"Baik suster." Arthur mengangguk. Arthur dan Lily kemudian melanjutkan perjalanan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berjalan bersama Lily. "Suster langit mulai gelap. Ayo kita cari tempat untuk bermalam." Kata Arthur melihat matahari mulai terbenam.
"Tidak ada penginapan di dekat sini. Jadi kita akan bermalam di luar." Kata Lily.
"Baiklah." Arthur mengangguk.
Tidak lama kemudian Arthur dan Lily berada di dekat danau. "Kita akan bermalam disini." Kata Lily.
"Baik suster." Arthur mengangguk.
"Suster tunggulah disini. Aku akan mencari kayu untuk dibakar." Kata Arthur mulai mencari kayu.
Tidak lama kemudian Arthur kembali dengan membawa banyak kayu. Arthur mengambil korek dari sakunya kemudian membakar kayu. "Wuusshh." Kayu terbakar.
"Suster Lily apa kamu mempunyai seseorang yang kamu suka." Arthur melihat Lily.
"Seorang suster tidak boleh menyukai seorang pria Arthur." Lily tersenyum.
"Jika boleh tahu mengapa suster Lily menjadi seorang suster." Tanya Arthur.
"Saat masih kecil aku bermimpi." Lily kemudian mulai bercerita tentang mimpinya.
"Kamu bertemu god di dalam mimpi." Arthur terkejut.
"Benar, aku bertemu god di dalam mimpi. Dia ingin aku menjadi seorang suster dan nenyembuhkan seseorang yang terluka." Kata Lily.
"Arthur apa kamu percaya dengan God." Lily melihat Arthur.
"Jika di dunia ini ada iblis. Tentu saja aku percaya dengan adanya god." Kata Arthur. Arthur dan Lily kemudian mulai mengobrol.
"Suster tidurlah jika kamu mengantuk. Aku akan menjaga suster saat tidur." Arthur tersenyum.
"Baiklah, suster akan tidur." Lily tersenyum kemudian bersandar di pohon dan memejamkan matanya.
"Bibirnya suster Lily sangat indah." Kata Arthur melihat Lily yang tertidur.
"Aku sangat ingin merasakan bibirnya." Gumam Arthur melihat bibir Lily yang bewarna pink.
"Sial, apa yang aku pikirkan." Arthur memukul kepalanya kemudian duduk di depan api.
Keesokan harinya Arthur melihat Lily yang terbangun. "Selamat pagi suster." Arthur tersenyum.
"Selamat pagi Arthur." Balas Lily. "Arthur apa kamu tidak tidur sejak tadi malam." Tanya Lily.
"Aku tidur beberapa menit." Balas Arthur. "Baiklah suster ayo kita melanjutkan perjalanan." Kata Arthur melihat Lily.
"Baik." Lily mengangguk. Arthur dan Lily kemudian melanjutkan perjalanan.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Lily tiba di sebuah kota. "Suster ayo kita cari restoran." Arthur melihat Lily.
"Baik." Lily mengangguk. Arthur dan Lily kemudian mencari restoran.
Tidak lama kemudian Arthur dan Lily menemukan restoran. Arthur dan Lily masuk ke dalam restoran dan duduk di kursi kosong.
"Selamat datang, apa yang ingin tuan dan nona pesan." Pelayan restoran tersenyum kepada Arthur dan Lily.
"Aku pesan satu porsi daging sapi dan segelas teh hijau." Kata Arthur.
"Aku pesan satu porsi daging ayam dan segelas teh hijau." Kata Lily.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran berjalan ke dapur.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat pelayan restoran berjalan ke arahnya. "Ini pesanan tuan dan nona." Kata pelayan restoran mengantarkan pesanan Arthur dan Lily.
"Suster ayo kita makan." Kata Arthur melihat Lily.
"Baik." Lily mengangguk kemudian mulai makan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Sky•X7
bagus sih cuman yaa perbanyak narasi lah biar gk canggung gtu lah
2024-07-05
0
RDR2122
makin seru cerita ny
2024-04-12
1
Aria Sulfahmi
Kayak percakapan 2 bocil yang baru mulai sekolah
2024-03-31
1