"Kamu luar biasa. Bahkan aku dan semua teman sekelas kita hanya bisa membunuh slime." Kata Deni.
"Apa Slime di dunia ini adalah monster jelly." Tanya Arthur.
"Benar, Slime adalah monster jelly." Deni mengangguk.
"Berapa banyak exp yang kamu dapatkan dari membunuh slime." Tanya Arthur.
"1 Exp." Kata Deni.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Deni telah selesai makan. "Arthur apa kamu tidak ingin bertemu dengan Bu Erika. Bu Erika sepertinya mengkhawatirkan dirimu." Kata Deni.
"Tidak, katakan saja pada Bu Erika bahwa aku baik-baik saja." Balas Arthur.
"Baiklah." Deni mengangguk.
Arthur dan Deni kemudian keluar dari restoran. "Deni jangan katakan kepada siapapun bahwa aku sudah level 10." Arthur melihat Deni.
"Baiklah." Balas Deni. "Jaga dirimu Arthur." Kata Deni mengulurkan tangannya.
"Kamu juga jaga dirimu." Balas Arthur menjabat tangan Deni.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke gereja. "Arthur apa kamu sudah membeli pedang." Kata Lily melihat Arthur.
"Aku sudah membeli pedang." Kata Arthur menunjukan pedang yang dia beli.
"Baiklah, ayo kita makan. Suster Elvie sudah membuatkan kita makanan." Kata Lily.
"Baik." Arthur mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur, Lily dan Elvie telah selesai makan. "Suster Lily kapan kita akan kembali ke desa." Tanya Arthur.
"Kita akan kembali ke desa besok." Balas Lily.
"Baiklah." Balas Arthur.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang duduk di luar gereja. "Arthur." Kata Lily duduk di samping Arthur.
"Arthur bisakah kamu cerita. Seperti apa dunia tempat tinggalmu berasal." Lily melihat Arthur. Arthur melihat langit malam dan mulai bercerita.
"Aku tidak menyangka di duniamu hanya ada ras manusia." Kata Lily mendengar cerita Arthur.
"Arthur ayo masuk ke dalam." Kata Lily melihat Arthur.
"Baik suster." Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam gereja bersama Lily.
Keesokan harinya Arthur dan Lily berada di luar gereja. "Suster Elvie jika kamu memiliki waktu luang, datanglah ke desaku." Kata Lily.
"Baik." Aku akan mengunjungimu dan Arthur saat memiliki waktu luang." Elvie tersenyum.
"Arthur." Saat hendak masuk ke dalam kereta, Arthur mendengar suara teriakan.
"Bu Erika." Kata Arthur melihat wanita berambut pendek berkacamata berlari ke arahnya.
"Arthur mengapa kamu tidak mengunjungi ibu, jika kamu kembali ke kota." Kata Erika. Arthur hanya tersenyum tidak bisa menjawab pertanyaan Erika.
Melihat Arthur yang tidak menjawab pertanyaannya Erika berkata. "Aku dengar dari Deni kamu baru-baru ini membunuh goblin."
"Benar bu, aku membunuh goblin yang menyerang desa." Balas Arthur.
"Ahhh." Erika terkejut mendengar goblin yang menyerang desa. "Apakah goblin yang menyerang desa sangat banyak." Tanya Erika.
"Tidak, hanya 1 goblin yang menyerang desa." Balas Arthur.
"Baiklah bu, aku akan kembali ke desa." Arthur melihat Erika.
"Arthur jika kamu kembali lagi ke kota. Kunjungilah ibu dan teman-teman sekelasmu." Kata Erika.
"Baik bu." Arthur tersenyum kemudian masuk ke dalam kereta kuda.
"Ayo berangkat." Kata Arthur melihat supir kereta.
"Baik." Supir kereta mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikkk."
"Apakah dia guru yang kamu ceritakan." Lily melihat Arthur.
"Benar suster dia guru kelasku." Arthur mengangguk.
"Sepertinya guru kelasmu menyukaimu Arthur." Lily tersenyum.
"Dia hanya mengkhawatirkan diriku. Karena aku tidak memiliki job." Balas Arthur.
"Jangan bersedih Arthur. Banyak orang yang tidak memiliki job sama sepertimu." Lily tersenyum.
"Saya tahu suster." Arthur tersenyum.
Beberapa jam kemudian, Arthur melihat kereta kuda tiba-tiba berhenti. "Kita sudah sampai." Kata supir kereta.
Arthur keluar dari kereta dan memberikan 10 coin emas kepada supir kereta.
"Terimakasih tuan." Supir kereta tersenyum saat Arthur memberinya 10 coin emas.
"Arthur, suster Lily." Arthur melihat Rosmila berjalan ke arahnya.
"Kepala desa." Kata Lily saat melihat Rosmila.
"Ayo ke rumahku. Aku sudah memasak beberapa makanan. Aku tahu kalian berdua pasti lapar." Kata Rosmila.
Arthur dan Lily saling melihat kemudian tersenyum. "Baik kepala desa." Kata Arthur dan Lily secara bersamaan.
Saat ini di tempat lain. Beberapa goblin masuk ke dalam gua. "Waaaa." Semua Goblin berteriak saat melihat puluhan bayi goblin yang mati terbunuh.
"Waaaa." Salah satu goblin berteriak dan mengangkat pedang. "Waaa." Semua goblin berteriak dan mengangkat pedang.
Saat ini Arthur yang sedang makan di rumah Rosmila Bersama Lily mendengar suara teriak. "Ahhh. Goblin." "Goblin." Arthur mengambil pedangnya dan berjalan keluar dari rumah Rosmila.
"Sepertinya goblin yang aku bunuh beberapa hari lalu. Adalah goblin yang belum dewasa." Kata Arthur melihat 10 goblin dengan tinggi 150 cm.
"Tolong." Arthur melihat Calisa sedang di kejar goblin.
"Calisa." Kata Arthur berlari ke arah goblin yang mengejar Calisa.
"Mati kau goblin jelek." Kata Arthur mengayunkan pedangnya. "Crasshh." Tubuh Goblin terbelah menjadi dua.
"Pedang ini sangat tajam." Kata Arthur melihat goblin yang terbelah menjadi dua setelah terkena tebasannya.
"Terimakasih Arthur." Kata Calisa melihat Arthur menyelamatkannya. "Waaaa." 9 goblin berteriak melihat Arthur membunuh salah satu teman mereka.
"Pergilah dari sini." Kata Arthur melihat Calisa.
"Baik." Calisa mengangguk kemudian berlari menjauh dari Arthur.
"Kalian ingin maju satu persatu atau 9 sekaligus." Kata Arthur melihat 9 goblin. "Waaaa." 9 Goblin berteriak dan berlari ke arah Arthur.
"Sepertinya kalian para goblin suka bertarung bersama." Kata Arthur melihat 9 goblin berlari ke arahnya.
"Crasshhh." Arthur menebas salah satu goblin. "Buukkk." Tubuh goblin terpotong menjadi dua.
"Waaa." Salah satu Goblin berteriak dan menyerang Arthur. "Tingg!!." Arthur menahan serangan goblin.
"Matilah." Kata Arthur mengayunkan pedangnya. "Crasshh." "Buukkk." Kepala goblin terpotong dan menggelinding ke tanah.
"Waaa." 7 goblin berteriak dan menyerang Arthur dari segala arah. "Crasshh." Arthur memotong tubuh goblin menjadi dua.
"Tinggg!!." "Crasshh." "Aaahhh." Arthur berteriak saat salah satu goblin menebas punggungnya.
"Mati kau goblin berengsek." Arthur mengutuk, kemudian memotong kepala goblin yang menyerangnya. "Crasshh." "Buuukk." Kepala goblin terpotong dan menggelinding ke tanah.
"Hari ini aku akan membunuh kalian semua." Kata Arthur melihat 5 goblin yang mengelilingi dirinya. "Waaaa." 5 goblin berteriak dan menyerang Arthur.
"Mati." Kata Arthur menyerang salah satu goblin. "Crasshh." Arthur memotong kepala goblin.
"Ceeeppp." "Ahhhh." Arthur berteriak melihat salah satu goblin menusuk perutnya.
"Mati kau goblin jelek" Arthur mengutuk kemudian menyerang goblin yang menusuk perutnya. "Crasshh." Tubuh goblin terpotong menjadi dua.
"Sekarang tersisa kalian bertiga." Kata Arthur kemudian menyerang ketiga goblin. "Crasshh.' "Crasshh." "Crassshh." Arthur memotong tubuh ketiga goblin menjadi dua.
"Exp + 200"
"Level Up"
"Anda mendapatkan 5 poin."
"Level Up"
"Anda mendapatkan 5 poin."
"Level Up"
"Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Uuuhhh." Arthur terjatuh dan terbaring di tanah. "Arthur." Lily, Rosmila dan Calisa berteriak melihat Arthur yang terjatuh.
"Suster sembuhkan aku." Kata Arthur melihat Lily.
"Baik. Aku akan menyembuhkan lukamu." Kata Lily kemudian menyentuh perut Arthur yang terluka.
"Heal." Kata Lily kemudian cahaya hijau menyinari luka di bahu Arthur. Arthur melihat luka di perutnya perlahan sembuh."
"Duduklah. Aku akan menyembuhkan luka di punggungmu." Kata Lily setelah menyembuhkan luka di perut Arthur.
"Baik." Arthur mengangguk kemudian duduk. Lily menyentuh punggung Arthur yang terluka dan berkata. "Heal." "Singg!!." Cahaya hijau menyinari luka di punggung Arthur.
"Aku sudah menyembuhkan semua lukamu." Kata Lily melihat luka di punggung Arthur telah sembuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Kang Comen
buat naon boga skil Healing ai teu dipake ???
tolol
2024-04-04
1
Muhammad Mk
gw harap mc copy job hero sih gk lama lama soalnya dpt double exp skill kalo naikin tuh skill beh😋
2024-03-22
1
Abbie Jard
njiiiiiirrr ceritanya cepet banget ganti halaman selanjutnya
2023-12-25
4