"Rapunsel antarkan mereka semua ke kamar yang sudah di sediakan." Pria paruh baya melihat perempuan berambut pirang.
"Baik." Perempuan berambut pirang mengangguk.
"Semuanya tolong ikuti aku." Kata perempuan berambut pirang melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian mengikuti perempuan berambut pirang.
Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam kamar. "Kamar yang mereka berikan tidak terlalu buruk." Kata Arthur berbaring di kasur.
"Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu.
Arthur berjalan membuka pintu dan melihat seorang prajurit. "Yang mulia ingin berbicara kepada anda." Kata Prajurit.
"Baiklah, antar aku menemui rajamu." Kata Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur berada di ruangan dan melihat pria paruh baya berambut pirang yang duduk di singgasana. "Aku dengar kamu tidak memiliki job." Kata pria paruh baya melihat Arthur.
"Benar. Saya tidak memiliki Job." Arthur mengangguk.
"Karena kamu tidak memiliki job. Kamu tidak ada bedanya dengan manusia biasa di dunia ini." Pria paruh baya melihat Arthur. Arthur terdiam saat mendengar kata pria paruh baya.
"Aku akan memberimu 2 pilihan. Pilihan pertama kamu akan masuk ke dalam sebuah akademi dan belajar tehnik berpedang serta sihir disana. Pilihan kedua kamu akan ku berikan uang dan tempat tinggal di sebuah desa." Kata pria paruh baya.
Arthur terdiam beberapa detik dan berkata. "Saya pilih yang kedua."
"Aku hargai pilihanmu." Kata pria paruh baya.
"Kamu bisa kembali ke kamarmu. Besok pagi kamu akan di antar ke desa." Kata pria paruh baya.
"Baik." Arthur mengangguk dan keluar dari ruangan.
Ke esokan harinya Arthur berada di luar istana. "Arthur aku dengar dari yang mulia, kamu ingin tinggal di sebuah desa." Kata wanita berambut pendek berkacamata.
"Benar bu. Aku ingin tinggal di desa." Arthur mengangguk.
"Mengapa kamu tidak memilih untuk belajar pedang dan sihir di akademi." Kata pemuda gemuk berkacamata.
"Aku tidak memiliki job jadi buat apa berlajar di akademi." Kata Arthur masuk ke dalam kereta.
"Ayo berangkat." Kata Arthur melihat supir kereta.
"Baik." Supir kereta mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikkk."
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur melihat kereta kuda tiba-tiba berhenti.
"Kita sudah sampai." Kata supir kereta. Arthur keluar dari kereta dan melihat sebuah desa.
"Apa kamu Arthur." Seorang wanita berusia 30an yang memiliki kulit kuning dan rambut hitam panjang berjalan ke arah Arthur.
"Benar, aku adalah Arthur." Balas Arthur.
"Aku adalah Rosmila kepala desa disini." Kata wanita berambut hitam panjang.
"Ehhh. Aku tidak menyangka kepala desa disini adalah wanita." Arthur terkejut.
"Ikuti aku. Aku akan mengantarmu ke tempat tinggalmu." Kata Rosmila.
"Baik." Balas Arthur kemudian mengikuti Rosmila.
"Ini adalah tempat tinggalmu." Kata Rosmila berhenti di depan sebuah rumah.
Arthur membuka pintu dan melihat bagian dalam rumah. "Tidak buruk. Meski rumah ini kecil. Rumah ini bersih dan terawat." Arthur mengangguk.
"Kruuukk." Perut Arthur berbunyi. "Maaf. Aku belum makan sejak pagi." Kata Arthur.
"Ayo makan ke rumahku." Kata Rosmila.
"Baik." Arthur mengangguk.
Arthur kemudian mengikuti Rosmila ke rumahnya. "Mengapa aku hanya melihat wanita dan anak kecil di desa ini." Kata Arthur melihat penghuni desa adalah perempuan dan anak kecil.
"Semua laki-laki di desa diwajibkan untuk menjadi tentara." Kata Rosmila.
"Jadi aku cuma satu-satunya laki-laki di desa ini." Arthur terkejut.
"Benar, cuma kamu satu-satunya laki-laki di desa ini." Kata Rosmila.
"Ayo masuk." Kata Rosmila sampai di depan rumahnya. Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah.
"Kamu ingin makan apa." Tanya Rosmila.
"Terserah, aku bukan pria yang pilih-pilih makanan." Balas Arthur.
"Jika begitu. Aku akan membuatkanmu telur." Kata Rosmila.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Rosmila selesai memasak. "Makanlah." Kata Rosmila menaruh nasi dan 2 telur mata sapi ke meja.
"Apa kamu tidak mau makan juga." Tanya Arthur.
"Tidak, aku masih kenyang." Rosmila menggeleng.
"Baiklah, kalau begitu aku akan makan." Kata Arthur mulai makan. Rosmila tersenyum saat melihat Arthur yang sedang makan.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Terimakasih atas makanannya." Kata Arthur melihat Rosmila.
Rosmila mengangguk dan berkata. "Besok pagi datanglah kemari. Ayo kita sarapan bersama."
"Baiklah, aku tidak akan menolak tawaranmu." Kata Arthur. Rosmila tersenyum saat mendengar jawaban Arthur.
"Baiklah, aku akan kembali ke rumahku." Kata Arthur berjalan pergi.
Tidak lama kemudian Arthur telah kembali ke rumahnya. Arthur masuk ke dalam kamar dan berbaring di kasur. "Aku rindu bumi." Arthur menghela nafas dan memejamkan matanya.
Keesokan harinya Arthur yang sedang tertidur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." Arthur mengusap matanya dan turun dari kasur. Arthur membuka pintu rumahnya dan melihat seorang wanita berusia 20an yang memiliki kulit kuning dan rambut hitam.
"Siapa." Kata Arthur melihat wanita berusia 20an yang memiliki kulit kuning dan rambut hitam.
"Namaku Calisa." Wanita tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Arthur." Kata Arthur menjabat tangan Calisa.
"Arthur apa kamu sudah makan." Tanya Calisa.
"Tidak, aku baru saja bangun." Balas Arthur.
"Kalau begitu, ayo makan di rumahku." Calisa tersenyum.
"Baiklah." Balas Arthur.
"Bagus." Calisa tersenyum. Arthur kemudian mengikuti Calisa menuju rumahnya.
Tidak lama kemudian Arthur berada di depan sebuah rumah.
"Ayo masuk." Kata Calisa membuka pintu. Arthur mengangguk dan masuk ke dalam rumah.
"Apa kamu tinggal sendirian." Tanya Arthur.
"Benar, aku tinggal sendirian. Ibuku mati 1 tahun lalu karena penyakit dan ayahku menjadi tentara." Kata Calisa.
"Apa kamu suka daging." Tanya Calisa.
"Aku suka daging." Balas Arthur.
"Baiklah, kalau begitu aku akan memasak daging." Calisa tersenyum.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Calisa selesai memasak. "Ayo kita makan." Kata Calisa.
Arthur mengangguk kemudian mulai mengigit daging ayam.
"Bagaimana rasa masakanku." Tanya Calisa.
"Enak." Kata Arthur mengigit daging. Calisa tersenyum mendengar masakannya enak.
"Ahhh!!." Arthur yang sedang makan tiba-tiba mendengar suara teriakan. Arthur keluar dari rumah dan melihat seorang wanita yang di kejar monster hijau setinggi 1 meter. "Goblin." Kata Arthur.
Arthur berlari ke arah goblin kemudian memukul wajahnya. "Buuukk." Goblin terjatuh setelah terkena pukulan Arthur. Arthur mengambil sebuah batu yang cukup besar kemudian memukul kepala goblin. "Buuukk." "Buuukk."
"Exp + 5"
"Level Up"
"Anda mendapatkan 5 poin."
"Level Up"
"Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Ehhh. Aku 2 kali level up." Arthur bingung melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Jika begitu aku baru saja membunuh goblin ini." Kata Arthur melihat goblin yang wajahnya hancur.
"Arthur apa kamu baik-baik saja." Arthur melihat Rosmila dan penduduk desa mengelilingi dirinya.
"Aku baik-baik saja." Balas Arthur.
"Dari mana datangnya goblin ini." Kata Arthur melihat wanita yang di kejar goblin.
"Saat aku mencari sayuran di hutan. Tiba-tiba aku bertemu dengan goblin." Kata wanita berusia 40an berkulit coklat dan berambut hitam.
"Siapa di antara kalian yang punya pedang." Kata Arthur melihat Rosmila dan semua penduduk desa.
"Aku mempunyai pedang." Kata Rosmila berlari ke rumahnya.
Tidak lama kemudian Rosmila kembali dengan membawa pedang sepanjang 90 cm. "Ini pedang milik suamiku yang telah meninggal." Kata Rosmila memberikan pedang kepada Arthur.
"Aku pinjam pedang ini." Kata Arthur berjalan ke arah hutan.
"Hati-hati Arthur." Teriak Rosmila.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
🇳🇴🇻🇪🇱 🇮🇩
mwehehehe 😋
2025-01-03
0
Sky•X7
keselek gua pas tau namanya Rapunzel
2024-07-05
0
pur~nq
bisa di ganti "meninggal" ngak thor "mati" keknya kasar banget
2024-03-22
1