"Arthur sekarang giliranmu." Kata pemuda gemuk berkacamata melihat Arthur. Arthur berjalan ke depan dan menyentuh bola kristal.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 0
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 7
Agility : 7
Vitality : 8
Stamina : 8
Magic : 0
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S)
"Ahhh. Arthur juga memiliki job hero." Perempuan berambut coklat terkejut melihat status Arthur.
"Menajubkan. Baru kali ini aku melihat seseorang yang memiliki 3 skill level S." Pria tua berambut putih terkejut saat melihat status Arthur.
"Baiklah, kalian semua ikuti aku." Kata pria tua berambut putih panjang melihat Arthur dan semua teman sekelasnya. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian mengikuti pria tua berambut putih panjang.
"Yang mulia. Saya telah melihat status dan job mereka semua." Kata pria berambut putih Panjang kemudian mengobrol dengan pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Rapunsel antarkan mereka semua ke kamar yang sudah di persiapkan." Pria paruh baya melihat perempuan berambut pirang.
"Baik." Perempuan berambut pirang mengangguk. "Semuanya tolong ikuti aku." Kata perempuan berambut pirang melihat Arthur dan semua teman sekelasnya. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian mengikuti perempuan berambut pirang.
Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam kamar. "Kamar ini jauh lebih bagus. Dari yang mereka berikan pada diriku dulu." Kata Arthur mengingat ingatan di masa lalunya.
"Karena aku kembali ke masa lalu. Maka Lily tidak akan mengingatku." Arthur tersenyum kecut saat mengingat Lily dan anaknya yang baru saja lahir.
Tidak lama kemudian Arthur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." Arthur membuka pintu dan melihat seorang prajurit.
"Yang mulia ingin bertemu dengan anda." Kata Prajurit.
"Baiklah, antar aku menemui rajamu." Kata Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur masuk ke dalam sebuah ruangan. "Arthur memberi hormat kepada yang mulia." Kata Arthur membungkuk.
Pria paruh baya tersenyum saat melihat sikap Arthur. "Duduklah." Kata pria paruh baya berambut pirang melihat Arthur.
"Baik yang mulia." Arthur mengangguk kemudian duduk di kursi.
"Arthur aku dengar kamu memiliki Job hero dan 3 skill level S." Kata pria paruh baya melihat Arthur.
"Benar yang mulia. Saya memiliki job hero dan 3 skill level S." Arthur mengangguk.
"Mungkin kamu tidak tahu. Dalam sejarah umat manusia hanya kamu yang memiliki 3 skill level S." Kata pria paruh baya. Arthur dan pria paruh baya mulai mengobrol.
"Kamu bisa kembali ke kamarmu untuk istirahat." Kata pria paruh baya.
"Baik yang mulia." Arthur mengangguk dan keluar dari ruangan.
Melihat Arthur yang keluar dari ruangan pria paruh baya berkata. "Bagaimana pendapat anda tentangnya."
"Tidak salah lagi, dia adalah manusia yang ditakdirkan untuk mengalahkan raja iblis. Dia memiliki attidute yang baik dan 3 skill level s." Kata pria tua berambut putih panjang yang muncul dari balik tembok.
"Lalu bagaimana dengan pemuda bernama Steven yang juga memiliki job hero." Kata pria berambut paruh baya.
"Meskipun dia juga memiliki job hero. Dia tidak lebih baik dari Arthur." Kata pria tua berambut putih panjang.
Saat ini Arthur telah kembali ke kamarnya. "Masa lalu telah berubah. Dulu dia memberiku 2 pilihan. Pilihan pertama aku akan masuk ke dalam akademi dan belajar tehnik berpedang serta sihir. Pilihan kedua aku di berikan uang dan tempat tinggal di sebuah desa. Dan aku memilih pilihan kedua." Kata Arthur berbaring di kasur.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur yang sedang tertidur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." "Arthur ayo kita makan." Arthur terbangun dan membuka pintu.
"Arthur ayo kita makan." Kata wanita berambut pendek berkacamata yang tidak lain Erika.
"Baik, aku akan mencuci muka dulu." Kata Arthur mencuci mukanya.
Tidak lama kemudian Arthur berada di sebuah ruangan dan melihat teman-temannya sedang makan. "Arthur, jika kamu tidak makan. Aku akan menghabiskan bagianmu." Kata pemuda gemuk berkacamata yang tidak lain Deni.
"Deni jangan makan bagian Arthur." Kata Erika.
"Aku hanya bercanda bu." Deni tersenyum kecut. Arthur duduk di samping Deni kemudian mulai makan.
"Arthur apa kamu memiliki kekasih." Tanya perempuan berambut coklat.
Mendengar kata perempuan berambut coklat. Semua perempuan kemudian melihat Arthur. "Saat ini aku tidak memiliki kekasih." Kata Arthur mengigit daging. Semua perempuan tersenyum saat mendengar jawaban Arthur.
"Sial, mereka semua tergila-gila kepada Arthur." Kata pemuda dengan gigi kelinci.
"Arthur sangat tampan. Dia juga memiliki job hero dan 3 skill level S. Wajar jika mereka semua ingin dekat dengan Arthur." Kata pemuda berkulit coklat dengan rambut keriting.
Arthur berhenti makan dan melihat semua teman sekelasnya. "Ini waktu yang tepat untuk menyalin Job mereka." Gumam Arthur.
"Aktifkan skill Copy salin Job Swordsman Deni." Gumam Arthur melihat Deni.
"Anda menyalin job Swordsman"
"Anda mendapatkan Tehnik Pedang C." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Aktifkan skill Copy salin job Mage Melody." Gumam Arthur melihat Melody.
"Anda menyalin job Mage"
"Anda mendapatkan sihir Air level C." Notifikasi muncul di depan Arthur.
Arthur kemudian mulai menyalin Job semua teman sekelasnya.
Tidak lama kemudian Arthur telah selesai menyalin Job semua teman sekelasnya. "Aku akan kembali ke kamar." Kata Arthur berjalan pergi.
"Putri Rapunsel." Kata Arthur melihat perempuan berambut pirang berjalan ke arahnya.
"Apa kamu tidak makan." Tanya Rapunsel.
"Saya sudah selesai makan putri." Arthur tersenyum.
"Apa kamu suka dengan makanan yang kami berikan." Tanya Rapunsel.
"Saya menyukainya putri." Arthur tersenyum.
"Bagus, jika kamu menyukainya." Rapunsel tersenyum.
"Putri saya akan kembali ke kamar." Kata Arthur melihat Rapunsel.
"Baiklah." Rapunsel mengangguk. Arthur kemudian berjalan ke arah kamarnya.
Tidak lama kemudian Arthur telah berada di kamarnya. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 0
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 7
Agility : 7
Vitality : 8
Stamina : 8
Magic : 0
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C) Tehnik Pedang (C)
"Aku mendapatkan 6 skill level C." Kata Arthur melihat skill barunya.
"Sayang sekali mereka semua tidak memiliki skill di atas level C." Arthur tersenyum kecut.
Keesokan harinya Arthur berada di sebuah lapangan. "Hari ini kita akan melakukan pelatihan sebelum berburu." Kata Pria berusia 40an yang memakai armor besi.
"Berburu." Semua teman sekelas Arthur terkejut.
"Bagi yang memiliki job Hero dan Swordsman berdiri di sisi kanan, bagi yang memiliki Job Mage dan Healer berdiri di sisi kiri." Arthur kemudian berdiri sisi kanan.
"Kalian yang memiliki Job Hero dan Swordsman akan berlatih di bawah bimbinganku. Sementara kalian yang memiliki Job Mage dan Healer akan berlatih di bawah bimbingan putri Rapunsel." Kata pria berusia 40an melihat Rapunsel.
"Kalian semua berlarilah memutari lapangan 1x." Pria berusia 40an melihat Arthur dan yang lain.
"Baik." Arthur dan semua teman sekelasnya mulai berlari memutari lapangan.
"Karena kalian memiliki job Mage dan Healer. Kalian tidak perlu mempelajari sihir dari awal." Kata Rapunsel melihat Erika, Melody dan yang lain.
"Untuk Mage yang memiliki skill sihir air. Kalian hanya perlu mengatakan Water Ball kemudian bola air akan muncul." Kata Rapunsel.
"Water Ball." Kata Melody kemudian bola air muncul di udara. "Ahhh." Melody terkejut melihat bola air sebesar bola basker yang muncul di depannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Muhammad Mk
mc anj!!!!
2024-03-22
1
Muhammad Mk
halah halah napa copy dulu cok biar gk ekpos habis itu baru copy job hero dan keluar kerajaan ke desa bikin hubungan lagi suster huh😭
2024-03-22
1
Taufik Hidayat
y lily juga masih jadi suster lah kalau alurnya balik lagi kemasa lalumah
2024-03-14
0