Arimbi terus mencari keberadaan orang yang sudah menjadikan putrinya sebagai tumbal pesugihan.
Orang itu tadinya pindah ke luar pulau. Sekarang dia datang untuk menghadiri pesta pernikahan salah satu saudaranya.
Arimbi lalu bersemedi dan mencari petunjuk dimana orang itu berada. Arimbi mengatupkan kedua tangannya dan memohon pada yang maha kuasa agar pencarian nya segera berhasil dan dia bisa menemukan pria itu. Setelah itu bisa membebaskan putrinya. Lalu dia dan putrinya akan meninggalkan dunia ini dengan tenang tanpa perlu gentayangan lagi.
Classshhhh!
Kini di hadapannya nampak sebuah lingkaran yang bercahaya dan didalamnya ada penampakan orang yang dia cari sedang bersulang minum dengan beberapa kawan lama di sebuah tempat hiburan malam.
"Aku tahu dimana tempat hiburan itu. Aku akan segera kesana," Arimbi lalu bangkit dari semedinya dan melayang di jalan raya menuju tempat hiburan malam.
Didalam bar itu sedang berkumpul tiga orang pria sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sudah lama kita tidak berjumpa kawan," kata seorang pria sambil menuangkan minuman kedalam gelas sahabatnya.
"Ya, sejak aku pindah, baru pertama kali aku datang kemari. Usahaku membuat aku tidak bisa kemanapun," kata orang yang sedang dicari Arimbi, namanya Aryan.
"Apakah kau datang dengan keluarga mu?"
"Haha, tidak kawan. Aku sendirian. Mereka disana. Istri mudaku sedang hamil. Dan istri tuaku sedang menyusui bayinya. Bagaimana aku bisa mengajak mereka berdua?" kata Aryan dengan congkak nya.
"Wah, rupanya kawan kita ini sudah menambah istri. Nampaknya kau sangat sukses kawan," kata salah satu kawan nya berbaju putih menimpali.
"Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga sudah menambah satu lagi?" canda Aryan.
"Wah, mana sangguplah kami. Satu istri saja membuat kami kembang kempis. Anak-anak sedang membutuhkan biaya sekolah banyak. Tidak sanggup kami seperti kau ini, Pak Aryan," kata temannya berbaju merah.
"Kalian rupanya suami sayang istri...." Aryan tertawa lagi dengan tergelak.
"Tambah lagi.... Bersulang!"
Mereka terus berbicara dan berkicau karena mulai dalam pengaruh minuman itu.
Sementara Arimbi menyamar menjadi gadis cantik belia dengan dandanan seksi duduk tidak jauh dari Aryan.
"Waahhh, ada yang wangi dan seksi disini. Kenapa aku tidak melihat tadi? Sejak kapan gadis secantik itu sendirian disana," celoteh pak Aryan pada dua temannya. Mereka lalu menoleh bersamaan.
"Kau seperti nya butuh buah segar kawan. Kalau begitu, selamat berpetualang. Kami akan pulang. Bisa ngamuk istri kami jika kami tetap disini," kata dia temannya dan pamit pulang pada kawan lamanya yang sudah menjamu mereka makan dan minum disini.
"Kenapa kalian cepat sekali pulang. Ayolah bersenang-senang. Biar aku traktir. Pilih gadis yang mana yang kau sukai. Kapan lagi kawan. Hidup cuma sekali, nikmati saja...." Pak Aryan mulai meracau.
"Tidak bos. Kami tidak berani. Dipotong burung kami ini nanti kalau ketahuan," gurau dua temannya sambil berjalan pulang.
"Dasar, suami takut istri!" kicau pak Aryan lalu berjalan mendekati hantu Arimbi yang sudah berubah wujud menjadi wanita cantik dan seksi.
Dadanya menantang membuat perut Aryan terasa menggelitik. Tangannya tidak sabar dan terasa gatal ingin meremasnya.
"Kemari Tuan...." sapa Arimbi pada Aryan.
"Saya?" Aryan pura-pura lalu menikah ke kanan dan ke kiri.
"Sendirian saja Tuan. Kemana kawan anda?"
"Ohh, mereka kangen istri mereka dirumah,"
"Anda sendiri? Apa tidak kangen sama istri dirumah?"
"Ohhhh, kalau ada gadis cantik di depanku. Bagaimana aku ingat pada istriku dirumah?"
Cih, Arimbi merasa jijik pada pria hidung belang di hadapannya.
"Kita keatas?" kata Arimbi tidak sabar ingin membantai buruannya yang sudah lama dia tunggu kedatangannya.
"Ohh, rupanya kau tidak sabar untuk naik keatas? Baiklah, apa kekasihmu tidak marah?" tanya Aryan sambil menoleh ke kanan dan kiri.
"Ehm, tidak ada yang mau menjadi kekasihku Tuan,"
"Kau rupanya sudah tidak sabar nona. Ayo buat aku buat kau melayang ke udara," kata Aryan pada Arimbi.
Bukan aku yang akan melayang. Tapi kau! Kau akan melayang ke udara dan tiada selamanya.
Arimbi dan Aryan lalu naik keatas. Mereka menaiki lift ke lantai lima.
"Kita ke balkon Tuan,"
"Kenapa sayang?" panggilannya mulai berubah. "Bukankah dikamar lebih enak,"
"Ayolah Tuan, kita bersenang-senang terlebih dahulu. Baru nanti di lanjutkan dikamar," kata Arimbi.
Dikamar mayat.
Arimbi lalu naik ke balkon. Dan hari ini sangat sepi. Hanya ada mereka berdua saja di balkon itu.
"Wah, rupanya kau tipe cewek yang suka pria romantis. Baiklah. Kita bersenang-senang disini lalu tempur di ranjang,"
"Tentu Tuan...." kata Arimbi dengan mata merah menyala.
"Kemari Tuan..." Arimbi melambai pada Aryan yang baru saja menaruh handphone di atas meja.
"Iya sayang...." Aryan mendekat dan memeluk Arimbi.
"Kenapa punggungmu basah?" tanya Aryan ketika merasakan punggung Arimbi basah dan melunak.
"Itu karena punggungku berlubang Tuan," sahut Arimbi ringan.
"Berlubang? Apa maksudmu?" Aryan lalu memasukkan tangannya ke dalam punggung Arimbi dan merasakan sensasi lunak di punggungnya.
Aryan lalu menarik tangannya dan melihat salah satu tanganya berlumuran darah.
"Darah....."
"Iya Tuan...itu darah...." kata Arimbi.
"Kau berdarah? Dan kakimu....tidak menginjak tanah?" Aryan sangat kaget dan membuat kakinya mundur beberapa langkah.
"Siapa kau!?" Arimbi lalu berubah wujud.
"Aku adalah hantu Arimbi,"
"Apa!? Kau hantu!?"
Aryan segera berlari ke arah pintu.
Braakkkkk!
Pintu terkunci. Mereka terjebak di atas balkon.
"Mau lari kemana Tuan? Kenapa tidak bersenang-senang denganku? Ayo Tuan...kita ke kamar..." Hantu Arimbi mendekati Aryan.
"Tidak! Jangan mendekat!"
Aryan mulai gemetar ketakutan. Dia berusaha mencari jalan keluar.
Tidak ada jalan untuk kembali ke bawah selain pintu itu. Atau dia harus melompat dari lantai lima. Mana mungkin? Melompat berarti mati.
"Kau takut? Kenapa harus takut? Apakah kau takut mati? hahahaha!?"
"Enyah kau hantu dari disini! Aku tidak punya urusan denganmu!"
"Kata siapa tuan tidak punya urusan denganku? Kau membuat putriku menjadi tumbal pesugihan mu. Urusan kita akan berakhir disini!"
"Tidak! Omong kosong!"
"Putriku sekarang menjadi pelayan di dunia iblis karena kau! Dan akan aku akhiri dengan melenyapkan mu!" Arimbi melayang semakin dekat dengan Aryan. Tanganya menjadi sangat panjang dan menggapai leher Aryan. Akan mencekiknya.
"Tidak! Jangan bunuh aku! Jangan bunuh aku!" Aryan berteriak ketakutan ketika melihat tangan Arimbi memanjang menjangkau lehernya.
Tanganya terasa sangat dingin di leher Aryan dan mencekiknya dengan keras.
"Aaaakkkkk" Aryan berusaha melepaskan tangan hantu itu dari lehernya.
Nafasnya semakin tersengal akibat di cekik.
Nafasnya mulai habis dan kini dia terkulai dengan lidah menjulur dan mata melotot. Arimbi lalu melemparkannya dari gedung tinggi dan jatuh ke parkiran.
Braakkkkk!
Dua pria menoleh ke atas mobil mereka dan kaget ketika melihat teman yang sudah menjamunya minum, kini tergeletak di atas mobilnya dengan mata melotot dan leher menjulur tak bernyawa.
"Pak Aryan!" Mereka berdua berteriak dan minta bantuan keamanan.
Hantu Arimbi melayang dari lantai lima dan tersenyum menyeramkan.
Sementara Hantu Arimbi akan menjemput putrinya dari dunia para iblis. Dan membebaskan dirinya dari perbudakan pesugihan iblis.
"Ayo kita bawa pak Aryan ke rumah sakit,"
"Sudah terlambat. Beliau sudah meninggal,"
"Apa!?" Kedua temannya kaget saat mendengar kawan lamanya sudah meninggal malam itu juga dalam pengaruh minuman keras.
Tidak ada yang menyangka jika hantu Arimbi yang membunuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments