Sonia masih dirawat dirumah sakit karena kakinya baru saja di operasi. Sementara suaminya datang bersama kedua anak mereka.
Sonia masih terbaring lemah, menatap kedua anaknya dengan sedih. Teringat akan kondisinya kini yang tidak bisa berjalan lagi.
"Ibu...." Roki langsung berlari memeluknya. Leher Sonia masih terpasang gips, sehingga dia hanya tersenyum tanpa bisa leluasa menggerakkannya.
"Sayang...." hanya itu yang diucapkan Sonia dengan tatapan mata sendu.
"Ibu....kami berharap ibu cepat sembuh. Lalu pulang kerumah. Tidak ada ibu, rumah terasa sangat sepi," kata Kumala sambil menggenggam tangan ibunya yang terpasang selang infus.
Suaminya berdiri didekat kaki Sonia. Mereka beradu pandang. Dalam hati Sonia menyangkal jika suaminya telah salah jalan. Dan bahkan menjadikanya tumbal.
Tidak mungkin, batin Sonia.
"Sonia, bagaimana keadaanmu? Kami sedih melihat kondisi mu seperti ini," kata Sandi menatap Sonia.
"Lebih baik mas," terasa sakit saat berkata, maka Sonia memilih lebih banyak diam. Ada luka dilehernya, membuatnya harus sedikit berbicara.
Tidak lama kemudian, dipintu berdiri Tina, yang datang untuk menengok nya setelah tahu jika bos perempuannya menjadi korban tabrak lari.
"Mas, apakah sudah ketemu yang menabrak mbak Sofia?" Tina bertanya karena tidak menduga jika yang ditabrak malam itu adalah Sonia.
"Belum. Orangnya belum ditemukan. Polisi sedang mencarinya. Tidak ada saksi mata. Dan malam itu gelap serta hujan mengguyur sangat deras,"
"Tega sekali orang itu. Sudah tahu menabrak malah kabur,"
Tina segera teringat jika malam itu Sandi juga menabrak seseorang.
"Mas, waktu itu bukankah kita juga menabrak seseorang?" tanya Tina lirih.
"Itu orang lain. Dia tidak terluka separah Sonia. Aku sudah mengurusnya," kata Sandi berbohong.
"Ohh, syukurlah jika begitu," Tina memang tidak melihat orang yang ditabrak oleh bosnya. Dia juga takut jika menjadi saksi dan ditanya polisi. Maka dia milih diam dan tidak mau terlibat kelalaian yang dilakukan bosnya.
Sandi menatap Tina yang duduk disebelah Sofia. Berulang kali terlihat menatap pegawainya dengan lama dan tatapan yang hangat.
"Sebaiknya kita pulang, Sonia biar istirahat," kata Sandi sambil bangun dan mendatangi kedua anaknya.
"Tapi kami ingin menemani ibu disini," rengek Roki memohon. Tidak tega hatinya membiarkan ibunya sendirian dirumah sakit.
"Besok kita datang lagi. Kalian harus istirahat dan besok sekolah bukan?" kata Sandi membujuk kedua anaknya.
"Lalu bagaimana dengan ibu?" Sonia tersenyum dan menatap kedua buah hatinya dengan trenyuh.
"Ada banyak suster disini. Kalian pulanglah dan istirahat," kata Sonia yang tidak ingin anaknya menginap dirumah sakit dan nantinya kelelahan.
"Tuh, dengar kata ibumu. Kalian harus pulang. Besok ayah antar kemari jika ingin bertemu ibumu," kata Sandi tersenyum pada Sonia.
Sonia mengedipkan matanya dan dalam hati semakin yakin jika suaminya tidak mungkin menjadikanya tumbal seperti kata perempuan dalam mimpinya itu.
Sandi berpamitan pada Sonia dan mencium keningnya.
Setelah keluarga nya pergi, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Namun tidak ada yang masuk. Sonia merasakan kehadiran makhluk lain didalam kamarnya. Namun dia tidak bisa berbuat apapun, selain hanya pasrah.
Berulang kali merasakan kehadiran makhluk abstrak, tapi makhluk itu tidak menyakitinya. Hanya saja, kehadirannya membuat bulu kuduk Sonia berdiri dan nafasnya menjadi cepat. Detak jantungnya juga berdegup kencang.
Untunglah Suster segera datang untuk mengantar kan obat yang harus dia minum. Sonia menjadi tenang.
"Suster apakah merasakan sesuatu?"
"Maksud anda?" Suster bertanya dengan penuh selidik.
"Apakah merasakan seperti yang saya rasakan? Kamar ini, seperti ada yang aneh," Sonia tidak bisa menjelaskan.
"Ohh, beberapa hari yang lalu, pasien dikamar ini meninggal karena sebuah kecelakaan,"
"Pria atau wanita suster?" bertanya karena semakin penasaran.
"Wanita,"
Deg.
Jantung Sonia menderu. Bulu kuduknya semakin kaku. Sosok itu saat ini seperti sedang melihatnya dari kamar mandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
Siti Lestari
aku nyimak kak
2022-11-25
0