Beberapa bulan kemudian,
Arimbi tidak bisa masuk ke rumah Sandi karena ada perisai yang menghalanginya di seluruh rumah itu.
Slinggggg!
Arimbi terpental kala melayang dan akan masuk kedalam halaman rumah Sandi untuk melihat kedua anak Sonia.
"Apa ini?" Arimbi tersungkur ketika badannya menyentuh kekuatan di sekeliling rumah Sandi.
"Siapa yang sudah melakukan ini?"
Dari jauh nampak Indah sedang menyiram bunga di halaman sambil berbicara sendiri.
"Rasakan! Kamu sekarang tidak akan bisa masuk kerumah ini dan mengganggu kami lagi! Kau pikir aku akan kalah melawan dirimu? Meskipun aku tidak bisa melihat mu, tapi aku punya guru yang sangat sakti. Rumah ini seperti rumahku sekarang. Tidak ada Sonia tidak ada hantu sialan itu!"
Indah bersenandung senang seakan dia adalah nyonya rumahnya.
"Ehm, tapi....masih ada satu lagi yang menghalangiku. Pegawai itu. Nanya Tina. Pak Sandi menyukai Tina dan bukan aku. Aku tidak rela jika Tina yang akan menggantikan posisi Sonia. Aku yang sudah melenyapkannya! Enak saja orang lain tinggal memetik buahnya! Tidak akan ku biarkan hal itu terjadi. Aku akan membuat Tina pergi jauh dari kehidupan pak Sandi dan keluarganya. Kedua anak Sonia juga mulai terpengaruh oleh Tina dan dekat dengannya. Aku harus segera menghentikan semua ini. Hanya aku yang menjadi satu-satunya milik Pak Sandi dan menguasai harta serta kekayaannya,"
Dari luar Arimbi memperhatikan Indah yang berbicara sendiri.
"Sayangnya aku tidak bisa mendengar apa yang dia bicarakan. Aku yakin, pasti Indah yang melakukan semua ini. Sejak awal aku curiga jika dia bukan gadis lugu dan polos. Dia punya niat jahat dayang kemari. Biar aku coba lagi masuk kedalam,"
Arimbi lalu mengucapkan mantra dan mencoba menerobos perisai itu.
Slinggggg!
Namun lagi-lagi dia terpental dan tidak bisa menembusnya.
"Kenapa perisai ini kuat sekali? Aku tetap tidak bisa menembusnya. Aku tidak bisa masuk dan memberi pelajaran pada Sandi serta Indah. Dua orang yang jahat itu!"
Arimbi kesal karena usahanya gagal untuk masuk kedalam.
"Lihat saja! Kalian pikir bisa lepas dariku? Aku akan mengganggu kalian ketika kalian ada diluar rumah ini. Jika tidak bisa masuk kedalam tidak papa. Aku tetap bisa melakukan nya suatu hari nanti. Tunggu saja hari itu tiba," Hantu Arimbi lalu melayang kejalan raya.
Dan saat itu dia terkejut melihat orang yang sangat dia tunggu-tunggu. Didalam sebuah mobil, orang yang sudah membuat anaknya menjadi tumbal kini ada didalam mobil namun sayangnya mobil itu melaju dengan kencang.
Arimbi kehilangan jejaknya.
"Orang itu! Ya, orang itu yang sudah menjadikan anakku sebagai tumbal. Aku yakin aku tidak salah lihat. Ohh, jadi dia sudah kembali. Anakku...bersabarlah sayang, ibu akan mengeluarkanmu dari dunia iblis. Dan orang yang sudah menjadikanmu sebagai tumbal akan menggantikannya. Aku akan mencarimu. Kau sekarang sudah ada di kota ini. Dekat dengan kematianmu!"
Arimbi melayang dan terus mencari dimana mobil tadi menghilang dari pandanganya. Dia akan membebaskan putrinya dari perbudakan para iblis.
*
*
Di dunia Iblis, Sonia mulai melakukan berbagai perintah layaknya seorang pelayan. Dia melayani para iblis sebagai tawanan karena di jadikan tumbal.
"Sonia! Jangan istirahat sampai aku menyuruhmu berhenti!" kata sekarang kepala pelayan di dunia iblis.
"Tapi, saya sudah bekerja sejak tadi pagi dan saya sangat lelah," kata Sonia.
"Hahahaha. Dasar manusia! Banyak mengeluh dan alasan saja. Kalian malas bekerja tapi mau hidup enak! Cepat kerjakan atau kau akan menerima cambukan dariku!"
"Baiklah. Saya akan mengerjakannya," Sonia tidak bisa di cambuk lagi. Punggungnya masih sakit akibat cambukan kemarin ketika dia ketiduran ketika memasak untuk para iblis.
Sarah Arimbi lalu datang mendekati Sonia dan membantunya.
"Biar saya bantu Bu," kata Sarah yang pekerjaannya lebih ringan karena dia tumbal orang lain. Dia hanya membawa nampan dan minuman untuk para iblis.
"Terimakasih..." kata Sonia yang memang sudah sangat lelah bekerja layaknya kuda untuk para iblis.
Sedangkan Sonia pekerjaannya lebih berat karena permintaan Sandi yang sangat besar pada para iblis.
Sonia harus bekerja sangat keras di dunia iblis dan hasilnya di nikmati Sandi saat ini.
*
*
Sementara Sandi mulai mendapatkan hasil yang berkali lipat dari pesugihan yang dia lakukan.
Dia sudah berubah total. Dari segi penampilan, cara bicara dan gaya hidupnya. Tidak lagi memakai baju sederhana melainkan sekarang memakai dasi dan jas.
Mobilnya yang sudah tua langsung diganti dengan keluaran terbaru dan beli secara kontan. Sepatunya dari kulit binatang buang harganya mahal dan bet merk. Rambutnya slalu tertata rapi karena sering ke salon.
Benar-benar layaknya bos besar jika di lihat dari penampilan dan gaya hidupnya. Sementara, Sang pembantu yang bernama Indah mulai menghasut bosnya agar mengeluarkan Tina dari tokonya.
Hal itu dilakukan karena kedua anak Sandi sangat dekat dengan Tina. Bukan hanya itu saja, ada cemburu didalam hatinya pada Tina. Sandi mengatakan jika dia ingin memperistri Tina untuk menggantikan Sonia jika saja pegawainya mau dan tidak keras kepala. Sayangnya cinta Sandi di tolak oleh Tina beberapa hari yang lalu.
Sandi tidak patah semangat. Dia tetap mbujuk Tina agar mau menjadi istrinya.
"Tin, kamu pembawa keberuntungan bagi perubahan hidupku. Meskipun kamu menolak cintaku, tapi aku tidak akan menyerah Tina. Coba jika bukan untukku. Kau menikahlah denganku demi anak-anak ku," kata Sandi kala mereka makan siang bersama.
Tina mendongak dan menggelengkan kepalanya dengan kelakuan bosnya.
"Tidak Mas. Berapa kali saya bilang, saya tidak bisa menggantikan Mbak Sonia. Saya tidak bisa menikah dengan Mas Sandi. Jika Mas Sandi terus memaksa, saya akan keluar dari pekerjaan ini," kata Tina menghentikan makannya.
"Ow, jangan Tin. Baiklah. Tapi, kenapa kamu tidak mau menikah dengan ku Tina. Kau lihat penampilanku sekarang. Aku masih muda. Aku kaya raya. Aku punya mobil dan usaha. Kekayaan dan rumah yang besar. Jika menjadi istriku. Apapun yang kamu minta akan aku berikan. Kamu menjadi bos dan bukan karyawan lagi," bujuk Sandi lebih halus dan tidak memaksa seperti kemarin.
"Mas Sandi benar-benar sudah melupakan mbak Sonia? Padahal Mbak Sonia baru meninggal beberapa bulan. Belum juga ada satu tahun. Tapi Mas Sandi sudah mau mencari penggantinya. Saya pikir Mas Sandi sangat mencintai mbak Sonia," kata Tina sedikit kesal.
"Bukan begitu Tin. Kamu tahu kan aku punya dua anak. Semua ini aku lakukan demi mereka. Agar mereka tidak kesepian dirumah. Dan aku tahu kalau anak-anak ku sangat dekat denganmu. Kau adalah pengganti yang paling cocok. Tapi sayangnya, kamu terus menolak nya," keluh Sandi menatap Tina sangat lekat.
"Maaf pak. Saya bisa tetap menyayangi mereka tanpa menjadi pengganti ibunya," Tina lalu berjalan ke belakang dan meninggalkan Sandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments