Bab 13 Pemuja Setan

Pagi sekali, Indah bangun dan menyalakan kemenyan. Dia lalu mengucapkan mantra dan berbicara pada makhluk tidak terlihat.

Sonia mengetuk pintunya dari luar. Dia mencium bau asab dari dalam. Sonia khawatir Indah menyalakan lilin dan membuat rumahnya kebakaran.

"Indah, kau sudah bangun?" Sonia duduk di kursi roda dan kini berada didepan kamar ART nya.

"Sudah Bu,"

"Ohh, apa kau baik-baik saja?"

"Iya Bu,"

"Ya sudah," Sonia lalu kembali kekamar anak-anaknya. Dan membangunkan Kumala serta Roki.

"Sayang...bangun sayang....kalian sekolah bukan?" dengan menepuk pipi Kumala yang belajar hingga larut malam.

"Eehhhh..." merasa berat untuk bangun. Kumala malah menarik selimutnya lagi.

"Kumala.. bangun sayang....kalian ujian hari ini," Sonia mengingatkan.

"Hehehehe....Maaf Bu. Kumala lupa. Tadi malam belajar sampai larut malam," langsung kaget ketika ibunya mengingatkan jika hari ini ujian.

"Ya sudah. Minum air hangat dulu. Ibu sudah siapin. Baru mandi. Ibu mau bangunin adik kamu" Sonia lalu kekamar disebelahnya. Roki masih meringkuk dengan buku di samping tempat tidurnya.

Sonia menggelengkan kepalanya melihat Roki tertidur dengan buku disampingnya.

"Dia pasti ketiduran ketika membaca buku," kata Sonia mengambil buku-buku itu dan menaruhnya didekat meja belajar.

"Apa sudah pagi?" Roki bertanya tapi matanya terpejam.

"Sudah sayang. Ayo bangun. Minum lalu mandi ya..."

"Iya Bu...." Akhirnya bangun lalu duduk.

Sonia membantunya merapikan selimutnya dan melihat Roki yang berjalan kekamar mandi.

Saat akan masuk kekamar mandi. Roki merasakan seperti menabrak seseorang. Namun tidak ada siapapun disana. Melainkan Arimbi yang mengikuti Sonia terus sejak dari rumah sakit.

Sandi juga sudah rapi akan ketoko. Dan dia bertemu Sonia yang akan kedapur.

"Mas, kamu menyimpan kunci gudang ini?" tanya Sonia karena penasaran sejak kemarin.

"Ada. Untuk apa?"

"Aku mau pinjam sebentar," kata Sonia pada Sandi.

"Sonia, jika kamu butuh sesuatu katakan saja. Untuk apa kegudang? Kamu kan belum sembuh benar," Sandi tidak ingin Sonia tahu rahasia pesugihan yang belum lama dia lakukan.

"Aku tidak butuh apapun. Aku hanya ingin gudang dibersihkan saja,"

"Ohh, kalau begitu, nanti siang biar aku yang bersihkan," kata Sandi dan menyimpan kuncinya didalam tas yang dia bawa kemana-mana.

Sonia nampak terpaku. Ada apa dengan suaminya, pikirnya. Sikapnya aneh. Apa yang dia sembunyikan? gumam Sonia.

Kedua anaknya keluar dari kamar dengan tas masing-masing. Dan menuju meja makan. Sandi sudah duduk disana.

Indah menyiapkan sarapan untuk majikannya. Dan ketika Sonia sibuk makan dengan kedua anaknya, tangan nakal Sandi meremas bokong Indah. Indah hanya meliriknya saja dan tersenyum manis pada Sandi.

Hantu Arimbi yang melihat itu semua sangat kesal. Hanya saja dia tidak bisa mendekati Indah. Arimbi dengan jarinya menggerakkan gelas berisi air panas dan menyiramkannya pada kaki Indah.

"Aduhhhhh" kata Indah ketika kakinya tersiram air panas.

Semua menoleh pada Indah.

"Apa yang terjadi?" tanya Sonia kaget. Karena saat ini Indah berdiri disamping suaminya. Sedangkan Sonia dan Sandi duduk berhadapan terhalang oleh meja.

"Ada hantu dirumah ini," kata Indah tiba-tiba dan sontak membuat Sonia mengerutkan keningnya. Sementara Sandi berjongkok dan mengobati lukanya dengan salep.

"Benar Bu. Ada hantu dirumah ini. Tadi pagi ketika didapur, kompornya juga nyala sendiri. Dan ketika saya ke kamar mandi dapur, airnya berwarna merah," kata Indah gemetar.

Hantu itu memang tidak bisa menyentuhnya. Namun karena dia tidak terlihat maka dia bisa menggerakkan barang untuk mencelakai orang lain.

Kumala dan Roki saling berpandangan.

"Aku juga melihat buaya di sana," kata Roki menunjuk pada ruang tamu.

"Ohh, ada apa dengan kalian?" Sandi mengalihkan perhatian mereka semua. "Tidak ada hantu dirumah ini. Benarkan Sonia?" bertanya sambil menatap wajah istrinya.

Sonia mengangguk.

"Benar. Roki, kau pasti bermimpi. Tidak ada hantu dirumah sendiri. Sekarang, ayo kalian sarapan dan ayah akan mengantar kalian ke sekolah,"

"Iya Bu," kata Roki menurut.

Indah nampak masih kesal namun sayangnya dia tidak bisa melihat hantu. Dia hanya bisa merasakan kehadirannya saja.

Dia berguru pada seorang sakti yang membuat wajahnya awet muda dan memasang susuk dibeberapa tubuhnya untuk kecantikan.

"Awas saja! Aku akan membalas perbuatan mu!" umpat Indah kesal dan mengelus serta meniup kakinya yang sakit dan melepuh.

"Sonia, aku berangkat dulu," kata Sandi lalu mencium kening Sonia didepan Indah.

Kedua anaknya juga berpamitan pada ibunya dan mencium tangannya.

"Bu, kami berangkat," Kumala dan Roki berpamitan.

"Hati-hati sayang..."

Indah nampak tidak suka dengan kebahagiaan Sonia. Merasa iri dan cemburu setelah kebersamaan nya tadi malam dengan majikannya.

"Sebaiknya aku singkirkan Bu Sonia. Jika tidak, maka dia akan menjadi pengganggu antara aku dan Pak Sandi," gumam Indah dalam hati.

Dia lalu berpikir untuk mencelakai Sonia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!