Bab 10 Omset berlimpah

Sore ini, setelah menjemput Kumala dan Roki, mereka akan ke rumah sakit untuk menjenguk Sonia.

"Kami ikut," kata Roki pada ayahnya.

"Tidak. Kau sedang ujian. Kau belajar dirumah dengan kakakmu. Biar ayah dan tante Tina yang menjenguk ibumu," Sandi membukakan pintu untuk kedua anaknya.

"Baiklah..." menjawab dengan enggan. Roki bergegas turun dan berjalan masuk kerumah tanpa menoleh. Dia kecewa karena tidak boleh menjenguk ibunya dirumah sakit.

"Roki, jangan marah. Besok kita akan kesana. Kamu kan sedang ujian. Dengar apa kata ayah. Ibu juga akan mengatakan hal yang sama jika ada disini," kata Kumala merangkul adiknya yang sedang merajuk.

Sandi masuk lagi dan akan menjemput Tina. Tadi saat toko akan tutup ada pelanggan yang datang untuk membeli pakaian dalam jumlah banyak. Katanya akan dijual lagi. Sehingga Sandi meninggalkan Tina ditoko.

Saat sandi datang, Tina sedang menutup tokonya lalu menoleh.

"Mas Sandi? Kok sendirian? Apa anak-anak ngga ikut?"

"Ngga. Mereka sedang ujian. Nanti ngga bisa belajar. Mereka juga lelah jika pulang sekolah langsung ke rumah sakit,"

"Ohh, tapi mbak Sonia pasti sangat merindukan mereka," kata Tina sedih.

"Besok kalau selesai ujian mereka akan aku ajak ke rumah sakit,"

Tina lalu masuk kedalam mobil dan menyerahkan segepok uang yang sudah dia rapikan pada bosnya.

"Wah, hari ini kita untung besar ya Tin?" kata Sandi kegirangan. Dia segera memegang semua uang itu dan menghitungnya.

"Tiga puluh juta," kata Sandi.

"Iya Mas. Mbak Sonia pasti senang jika mendengar kabar tokonya rame," kata Tina sambil memakai seatbelt.

"Sebaiknya jangan bilang Tin. Dia bantu malah kepikiran masalah tokonya. Biar aku handle semuanya. Dia biar fokus pada kesehatan nya," kata Sandi sengaja tidak ingin istrinya tahu jika tokonya tiba-tiba rame.

"Iya udah Mas. Tina sampai kaget, tidak pernah selama bekerja dengan mbak Sonia kami sehari mendapat omset tiga puluh juta. Biasanya paling mentok lima sampai sepuluh juta. Ini sangat mengejutkan, padahal toko lain pada mengeluh sepi tadi pas tutup toko," kata Tina bingung tapi bahagia.

"Ohh, ini berarti rejeki kita bagus Tin. Mereka aja yang apes," kata Sandi lalu menyalakan mobilnya.

"Pak Broto juga bilang jika hanya dapat omset dua juta. Mbak Sari juga bilang begitu. Mereka tadi lewat dan melihat toko kita rame kayak heran gitu," imbuh Tina.

"Ya, begitulah sesama pedagang Tin. Kadang kalau toko mereka sepi dan toko kita rame jadi iri, nanti fitnah yang enggak-enggak, jangan hiraukan mereka. Kalau mereka bilang hal ngga baik, jangan di dengarkan," kata Sandi pada Tina.

"Iya Mas," sahut Tina menurut apa kata bos nya.

Satu jam kemudian mereka sampai dirumah sakit.

Sandi masuk lebih dulu dan akan ke toilet. Tina menemui Sonia yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan mereka.

"Tina....kalian sendirian? Dimana anak-anak?" jelas mata Sonia menyiratkan kerinduan yang tidak terkira.

"Ehm, mereka sedang ujian mbak. Jadi dirumah,"

"Ohh, ya sudah ngga papa,"

Didalam kamar mandi, Sandi sedang buang air kecil. Dan saat menyalakan kran tiba-tiba airnya berubah menjadi berwarna merah seperti darah.

"Da...darah...." Sandi lalu mematikan kran itu lagi dan kaget.

"Apakah ini hanya perasaan ku saja? Bagaimana airnya bisa berubah warna menjadi merah?

Belum hilang rasa terkejutnya, tiba-tiba lampu kamar mandi mati. Dan menjadi gelap gulita.

Sepertinya hantu yang menjaga Sonia sedang kesal dengan Sandi, sehingga mengganggunya.

Terpopuler

Comments

Siti Lestari

Siti Lestari

nyimak kak

2022-11-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!