“Misi Sistem ini sangat membuatku kesal,” ucap Alseenio yang geram dengan orang-orang yang ada di aplikasi Telegrom.
Satu jam lebih dia berusaha untuk mendapatkan satu teman wanita yang normal dan tidak menghentikan percakapannya.
Namun, tidak ada satu pun dirinya menemukan orang tersebut. Dia dibuat emosi oleh orang di aplikasi ini, ingin memprotes pada Sistem, tapi rasanya percuma.
Sudah beberapa kali dia meminta untuk meringankan hukuman misi atau durasi penyelesaian, paling tidak mengganti misi. Namun, dijawab bahwa itu tidak bisa oleh Sistem, alasannya karena semua misi sudah ditentukan dan tidak akan bisa diubah.
Bangkit dari kasur, Alseenio berniat untuk mengisi gelas yang kosong di tangannya ini dengan air minum.
Setelah melihat gelas penuh dengan air bening, dia berjalan kembali ke kamarnya.
Di luar kamar ada ruang tamu yang merangkap juga ruang keluarga, juga terdapat ruangan dapur, tidak jauh dari situ terdapat kamar mandi.
Kamar mandi di rumah sederhana dan sedikit kecil ini ada dua, meski begitu keduanya memiliki luas kamar mandi yang sempit. Bukan masalah bagi Alseenio, paling penting adalah kegunaannya. Selagi air bersih Alseenio akan nyaman dengan kamar mandi.
Duduk di atas kasur, Alseenio mengambil ponselnya yang berada di dekat bantal miliknya.
“Aku akan terus mencoba meskipun itu gagal,” kata Alseenio yang pantang menyerah.
Menarik nafas panjang, Alseenio harus menyiapkan mental dan emosinya sebelum bermain fitur aplikasi yang aneh ini.
Ibu jarinya bergerak, menekan logo aplikasi telegrom dan masuk ke dalam fitur anonymous bot.
“Ayolah, beri aku teman wanita yang normal, Zeus!“ Alseenio berharap sambil menatap ke langit-langit kamar.
Lalu dengan tegas jarinya menekan tombol pencarian teman.
Beberapa detik terdapat jeda sebelum akhirnya dia mendapatkan teman percakapan.
|Teman Ditemukan|
|/Next - Temukan teman baru|
|/Stop – Berhentikan percakapan|
|Anonymous: “Halo.“|
Sebuah pesan dikirimkan oleh teman percakapan yang baru Alseenio temukan.
Melihat awalan percakapan yang bagus ini, Alseenio segera mengetik untuk membalas pesan.
Khawatir teman percakapan ini pergi karena menunggu dirinya membalas pesan dengan waktu yang lama.
|Alseenio: “Halo juga.“|
|Anonymous: “Cowok atau Cewek?“|
Dihadapkan lagi oleh pertanyaan yang sering dia temui, di sini memang sangat penting bertanya mengenai gender atau kelamin teman percakapan yang tak diketahui terlebih dahulu.
Mengetik cepat dan mengirimkan pesan lagi.
|Alseenio: “Cowok. Kamu?“|
|Anonymous: “Cewek.“|
Pihak lawan tidak menanyakan sesuatu lagi, artinya Alseenio yang harus mencari topik percakapan untuk bisa mendapatkan nama pengguna dari teman percakapan yang satu ini.
|Alseenio: “Umur berapa?“|
Sehabis dirinya berpikir beberapa detik, pertanyaan menanyakan umur lebih tepat untuk dikirimkan, Alseenio tidak tahu berapa umur pihak lawan bicara.
Supaya dia lebih sopan saat memanggil di dalam pesan. Alseenio mulai tahu susunan pertanyaan dasar di fitur aplikasi Telegrom.
|Anonymous: “15 tahun. Kalau kamu?“|
“Eh?“ Alseenio sedikit terkejut melihat pesan yang dikirim teman percakapan ini.
Teman baru ini masih sangat muda, sekarang Alseenio bingung mengenai misi ini. Apakah ada syarat dan ketentuan yang berlaku tentang berapa umur wanita yang diperbolehkan untuk mendapatkan nama pengguna atau ID username.
“Wanita ini … tidak, gadis ini masih sangat muda. Apakah Sistem memperbolehkan mendapatkan nama pengguna wanita di bawah umur? Lalu, apakah misi sistem dapat selesai setelah itu?“
Daripada bertanya-tanya kepada diri sendiri, lebih baik dia langsung bertanya ke Sistem yang memberi misi ini.
“Sistem, jika aku mendapatkan ID gadis ini, apakah misi akan selesai?“ tanya Alseenio yang masih melihat percakapan di fitur ini.
[Ding! Maaf tuan, Sistem lupa untuk memberitahukan tentang umur wanita yang bisa dikatakan valid sebagai objek tujuan misi.]
[Misi sistem akan selesai apabila Anda mendapatkan nama pengguna wanita yang berumur 18 tahun ke atas.]
Penjelasan ringkas dari Sistem membuatnya mengetahui lebih rinci wanita apa yang bisa membuat misi selesai.
“Baiklah, aku mengerti,“ Alseenio menjawab dengan tenang tanpa amarah.
Jika seperti itu, ia harus mencari wanita yang lain, sesuai dengan kriteria misi sistem. Jari Alseenio bergerak cepat untuk mengetik sebuah kalimat, lalu mengirim pesan.
|Alseenio: “20 tahun. Aku mau tidur dulu. Selamat tinggal.“|
|Kamu memberhentikan percakapan. Mencari teman baru…|
Alseenio menekan tombol /Next untuk mencari teman percakapan yang lain.
Sebelum pergi Alseenio harus pamit dengan kalimat yang baik, dia tidak ingin pihak lawan percakapan tersinggung dan membuatnya sakit hati.
Hanya dalam beberapa detik, ia segera menemukan teman yang lain.
|Anonymous: “Kirim pap.“|
Pesan yang dikirim sedikit aneh, ekspresi Alseenio langsung berubah.
Kemungkinan besar teman yang dia temukan kali ini seseorang yang aneh dan tidak begitu normal sikapnya di media sosial.
Memastikan bahwa perkiraannya itu benar, Alseenio mengirim pesan.
|Alseenio: “Pap? Foto apa?“|
Pesan yang Alseenio nampak polos. Mungkin saja pihak lawan menganggap dia sebagai wanita. Karena terkesan terlalu polos.
|Anonymous: “Belahan bakpao kamu aja deh.“|
Melihat pesan ini, Alseenio menarik nafas berat, berusaha meredam amarahnya untuk tidak melempar ponsel usangnya.
Tiba-tiba, senyum Alseenio berubah saat menatap pesan ini.
|Alseenio: “Aku enggak punya, mau pap batang?“|
|Temanmu telah menghentikan percakapan. Tekan /Search untuk mendapatkan teman baru.|
“Hahaha!“ Alseenio tertawa besar melihat percakapan ini.
Teman yang dia temui memberhentikan percakapan setelah dia mengirim pesan seperti itu.
Tak usah diragukan lagi, teman yang dia temui ini adalah seorang penjahat kelamin di dunia maya.
“Ck ck, cari bahan, kok, di sini, ada-ada saja. Tidak ada modal untuk memuaskan hasrat dan akhirnya cari yang gratis.“ Alseenio menggelengkan kepalanya sambil mendecak.
“Tapi, kalau ada wanita yang memberinya foto tersebut. Aku tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran wanita itu. Semoga saja wanita-wanita di sini tidak menjadi korban pelecehan secara tidak langsung.“
Dipikir lagi, semenjak bermain fitur mencari teman acak ini, Alseenio sering menemui teman atau orang yang aneh dan berpikiran kotor, mungkin lebih dari setengah total orang yang telah dia temui di sini.
Terhitung banyak sekali, lebih dari setengahnya. Nampaknya ia salah menerima misi sistem, akan sulit jika seperti ini.
Menekan tombol pencarian teman, Alseenio bermain cepat untuk menyelesaikan misi.
|Anonymous: “Cowok atau Cewek?“|
|Alseenio: “Cowok. Kamu?“|
|Anonymous: “Aku cewek. Umur berapa, mas?“|
Melihat percakapan kali ini, Alseenio mempunyai firasat bahwa orang ini tidak aneh.
Alseenio menggunakan prinsip sebelumnya, yaitu jujur terlebih dahulu.
|Alseenio: “Tahun ini, aku umur 20 Tahun.“|
|Anonymous: “Oh seperti itu. Kuliah atau kerja, mas?“|
Pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita ini cukup personal dan juga Alseenio bingung untuk menjawabnya.
Dia sekarang hanya pengangguran dan tak bekerja. Lantas dia harus menjawab apa yang tepat.
“Hmm … di kehidupanku sebelumnya aku pernah bekerja di berbagai bidang pekerjaan. Aku akan berbohong untuk menjawab ini, tapi tidak bohong sepenuhnya.“
Seperti yang sudah dijelaskan, Alseenio di Bumi dia memiliki pengalaman dalam bekerja. Bahkan saat dia meninggal dan pergi ke sini, dia masih memiliki pekerjaan, yaitu menjadi tukang bersih di sebuah mall juga penulis di malam hari.
|Alseenio: “Aku bekerja. Kalau kamu?“|
Kini pihak lawan tidak merespon percakapan dengan cepat.
Alseenio pun memutuskan untuk menunggu sembari melihat aplikasi yang lain.
Beberapa menit kemudian, suara notifikasi khas Telegrom berbunyi.
Segera dia pergi untuk membuka aplikasi Telegrom.
|Temanmu telah menghentikan percakapan. Tekan /Search untuk mendapatkan teman baru.|
“Sial! Kapan aku bisa menemukan wanita yang tidak menghentikan percakapan!“ Alseenio berkata dengan lantang di dalam kamar.
Ia sedang meluapkan kekesalannya.
Tepat saat dia berteriak, Alseenio berpikir sesuatu hal.
“Aku baru sadar! Suara yang aku miliki sekarang dapat menarik perhatian wanita. Kenapa aku tidak mengirim voice note atau pesan suara kepada teman percakapan yang aku temui.“ Alseenio berkata lalu menepuk dahinya.
Kenapa dia tidak menyadarinya dari awal, mungkin misi sistem ini selesai lebih cepat.
“Sebelum mengirim pesan suara, aku harus memberi alasan dan izin dahulu. Kalau tidak, nanti aku dicap jelek dan aneh-aneh.“
Benar, Alseenio harus memprediksi bagaimana reaksi mereka saat dikirimkan pesan suara secara tiba-tiba. Wanita akan waspada dan bukan tidak mungkin jika lawan bicara menghentikan percakapan.
“Baiklah, sesuai rencana!“
Alseenio menekan tombol pencarian teman, dan menunggu beberapa saat untuk mendapatkan teman percakapan baru.
|Anonymous: “Halo.“|
|Alseenio: “Hai.“|
|Anonymous: “Kamu cewek atau cowok?“|
Semakin lama Alseenio terbiasa dengan pertanyaan ini. Dia menjawab dengan sejujurnya.
Akan tetapi, sebelum itu, Alseenio ingin meminta izin untuk mengirimkan pesan suara.
|Alseenio: “Apa aku boleh mengirimkan pesan suara? Aku lagi malas mengetik. Omong-omong, aku cowok.“|
Menggosokkan tangannya, Alseenio menunggu pihak lawan bicara menjawab pesannya.
|Anonymous: “Boleh saja. Tapi jangan aneh-aneh, nanti aku pergi. Aku cewek.“|
Senyuman senang terbentuk di wajahnya, tanpa ragu lagi, dia mencoba mengirimkan pesan suara.
“Kamu umurnya berapa?“ Alseenio berkata di depan lubang microphone sembari menahan tombol yang bergambar seperti mic.
Selanjutnya dia melepaskan tombol, dan otomatis perkataannya direkam dan dikirimkan pada teman percakapan ini.
|Alseenio: Anda mengirim pesan suara.|
Pesan suaranya berhasil terkirim kepada teman percakapan kali ini.
Alseenio sendiri penasaran dengan suaranya di pesan ini.
Apakah suaranya tetap bagus dan indah sama dengan yang aslinya atau ada pengurangan kualitas saat direkam oleh ponsel miliknya.
Karena ingin tahu, Alseenio memencet tombol play atau mainkan pada pesan suaranya.
Pesan suara berdurasi tiga detik telah didengar oleh dirinya sendiri, dan suaranya masih sama dengan aslinya.
Suara pria yang lembut dan nyaman saat didengar, intonasi dan aksen bicara sangat baik. Padahal Alseenio berbicara seperti biasanya, tapi saat suaranya keluar dari mulutnya, suara itu terasa sangat dalam, telinga orang akan merasa dimanja olehnya.
Belasan detik berikutnya, teman percakapan itu membalasnya.
|Anonymous: “Aku umur 19 tahun.“|
|Anonymous: “Itu beneran suara kamu?“|
Dua pesan sekaligus dikirimkan oleh wanita ini.
“Akhirnya!“ Alseenio bersemangat ketika melihat pesan yang dikirimkan oleh wanita yang tak diketahui.
Cepat-cepat Alseenio membalas pesan wanita ini sesuai dengan pikirannya.
|Alseenio: “Oh, begitu. Sekarang kuliah atau kamu kerja?“|
|Alseenio: “Iya itu suara aku, memangnya kenapa?|
|Anonymous: “Aku kuliah. Kamu kerja atau kuliah juga sama kaya aku?“|
|Anonymous: “Tidak apa-apa. Hanya saja, aku merasakan sesuatu yang aneh dari diriku, setelah mendengar suara kamu.“|
Alseenio dan Wanita ini menjadi double pesan, dan sedikit pusing jika dilihat, ada dua topik yang dibicarakan sekaligus.
“Ternyata kuliah, sepertinya wanita ini anak mahasiswa baru,” gumam kecil Alseenio sambil menatap dengan lekat layar ponselnya.
Pesan yang dikirim wanita ini menunjukkan bahwa suara magnetisnya benar-benar berfungsi.
Tentu, ini adalah kesempatan untuk mendapatkan nama penggunanya dan pindah ke kotak obrolan pribadi.
Untuk memberi ketertarikan tambahan pada wanita ini terhadap dirinya, Alseenio mengirim sebuah pesan suara lagi.
“Bagaimana kalau kita pindah saja ke kotak obrolan pribadi, kamu bisa mengirimkan ID milikmu kalau boleh.“ Melepaskan tombol berlogo mic, dan pesan suaranya berhasil dikirimkan.
|Alseenio: Anda mengirim pesan suara.|
|Anonymous: “Oke, sebentar, ya. Aku ketik dulu.“|
Tak lama kemudian, pesan dari wanita ini masuk ke dalam kotak Anonymous Bot.
|Anonymous: “@Niaraaa.“|
|Anonymous: “Itu ID punyaku, chat saja, tapi jangan aneh-aneh. Nanti aku blokir.“|
“Yoshiii!!! Akhirnya! Misi sialan ini akan terselesaikan!“ Alseenio berteriak kegirangan hingga berdiri di atas kasur.
“Persetan dengan hukumanmu, Sistem!“ Alseenio mengutuk Sistem karena hukuman kegagalan, apabila misi gagal.
Lalu Alseenio kembali duduk, dan membalas pesan.
|Alseenio: “Tidak akan aneh-aneh seperti itu. Aku akan chat.“|
Menekan ID yang tercantum, dengan sendirinya dia keluar dari kotak obrolan Anonymous Bot dan masuk ke kotak obrolan seseorang.
Terdapat nama di kotak obrolan pribadi ini, namanya adalah Niara.
Tanpa berpikir panjang, Alseenio mengirim pesan penanda bahwa ini adalah dirinya.
|Alseenio: “Halo, ini aku dari bot.“|
Dengan cepat wanita bernama Niara ini mengetik karena akan terdapat pengingat atau penanda bahwa pihak lawan bicara sedang mengetik atau tidak.
|Niara: “Halo, oke, ini aku juga yang di bot.“|
Wanita itu segera mengirimkan pesan dan memverifikasikan bahwa yang ada di bot adalah dirinya.
[Ding! Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Menyelesaikan Misi Satu Wanita Anonymous Bot Kurang dari Dua Jam!]
[Hadiah 1x Kotak Misteri sudah disimpan!]
[Harap Anda periksa sendiri.]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 226 Episodes
Comments
Benny
nextt
2023-08-30
1
lance lor
yoi keren thor
2023-07-21
3
Nanay
awokawkwkwk
2023-03-30
3