Bab 5: Akhirnya Selesai

“Misi Sistem ini sangat membuatku kesal,” ucap Alseenio yang geram dengan orang-orang yang ada di aplikasi Telegrom.

Satu jam lebih dia berusaha untuk mendapatkan satu teman wanita yang normal dan tidak menghentikan percakapannya.

Namun, tidak ada satu pun dirinya menemukan orang tersebut. Dia dibuat emosi oleh orang di aplikasi ini, ingin memprotes pada Sistem, tapi rasanya percuma.

Sudah beberapa kali dia meminta untuk meringankan hukuman misi atau durasi penyelesaian, paling tidak mengganti misi. Namun, dijawab bahwa itu tidak bisa oleh Sistem, alasannya karena semua misi sudah ditentukan dan tidak akan bisa diubah.

Bangkit dari kasur, Alseenio berniat untuk mengisi gelas yang kosong di tangannya ini dengan air minum.

Setelah melihat gelas penuh dengan air bening, dia berjalan kembali ke kamarnya.

Di luar kamar ada ruang tamu yang merangkap juga ruang keluarga, juga terdapat ruangan dapur, tidak jauh dari situ terdapat kamar mandi.

Kamar mandi di rumah sederhana dan sedikit kecil ini ada dua, meski begitu keduanya memiliki luas kamar mandi yang sempit. Bukan masalah bagi Alseenio, paling penting adalah kegunaannya. Selagi air bersih Alseenio akan nyaman dengan kamar mandi.

Duduk di atas kasur, Alseenio mengambil ponselnya yang berada di dekat bantal miliknya.

“Aku akan terus mencoba meskipun itu gagal,” kata Alseenio yang pantang menyerah.

Menarik nafas panjang, Alseenio harus menyiapkan mental dan emosinya sebelum bermain fitur aplikasi yang aneh ini.

Ibu jarinya bergerak, menekan logo aplikasi telegrom dan masuk ke dalam fitur anonymous bot.

“Ayolah, beri aku teman wanita yang normal, Zeus!“ Alseenio berharap sambil menatap ke langit-langit kamar.

Lalu dengan tegas jarinya menekan tombol pencarian teman.

Beberapa detik terdapat jeda sebelum akhirnya dia mendapatkan teman percakapan.

|Teman Ditemukan|

|/Next - Temukan teman baru|

|/Stop – Berhentikan percakapan|

|Anonymous: “Halo.“|

Sebuah pesan dikirimkan oleh teman percakapan yang baru Alseenio temukan.

Melihat awalan percakapan yang bagus ini, Alseenio segera mengetik untuk membalas pesan.

Khawatir teman percakapan ini pergi karena menunggu dirinya membalas pesan dengan waktu yang lama.

|Alseenio: “Halo juga.“|

|Anonymous: “Cowok atau Cewek?“|

Dihadapkan lagi oleh pertanyaan yang sering dia temui, di sini memang sangat penting bertanya mengenai gender atau kelamin teman percakapan yang tak diketahui terlebih dahulu.

Mengetik cepat dan mengirimkan pesan lagi.

|Alseenio: “Cowok. Kamu?“|

|Anonymous: “Cewek.“|

Pihak lawan tidak menanyakan sesuatu lagi, artinya Alseenio yang harus mencari topik percakapan untuk bisa mendapatkan nama pengguna dari teman percakapan yang satu ini.

|Alseenio: “Umur berapa?“|

Sehabis dirinya berpikir beberapa detik, pertanyaan menanyakan umur lebih tepat untuk dikirimkan, Alseenio tidak tahu berapa umur pihak lawan bicara.

Supaya dia lebih sopan saat memanggil di dalam pesan. Alseenio mulai tahu susunan pertanyaan dasar di fitur aplikasi Telegrom.

|Anonymous: “15 tahun. Kalau kamu?“|

“Eh?“ Alseenio sedikit terkejut melihat pesan yang dikirim teman percakapan ini.

Teman baru ini masih sangat muda, sekarang Alseenio bingung mengenai misi ini. Apakah ada syarat dan ketentuan yang berlaku tentang berapa umur wanita yang diperbolehkan untuk mendapatkan nama pengguna atau ID username.

“Wanita ini … tidak, gadis ini masih sangat muda. Apakah Sistem memperbolehkan mendapatkan nama pengguna wanita di bawah umur? Lalu, apakah misi sistem dapat selesai setelah itu?“

Daripada bertanya-tanya kepada diri sendiri, lebih baik dia langsung bertanya ke Sistem yang memberi misi ini.

“Sistem, jika aku mendapatkan ID gadis ini, apakah misi akan selesai?“ tanya Alseenio yang masih melihat percakapan di fitur ini.

[Ding! Maaf tuan, Sistem lupa untuk memberitahukan tentang umur wanita yang bisa dikatakan valid sebagai objek tujuan misi.]

[Misi sistem akan selesai apabila Anda mendapatkan nama pengguna wanita yang berumur 18 tahun ke atas.]

Penjelasan ringkas dari Sistem membuatnya mengetahui lebih rinci wanita apa yang bisa membuat misi selesai.

“Baiklah, aku mengerti,“ Alseenio menjawab dengan tenang tanpa amarah.

Jika seperti itu, ia harus mencari wanita yang lain, sesuai dengan kriteria misi sistem. Jari Alseenio bergerak cepat untuk mengetik sebuah kalimat, lalu mengirim pesan.

|Alseenio: “20 tahun. Aku mau tidur dulu. Selamat tinggal.“|

|Kamu memberhentikan percakapan. Mencari teman baru…|

Alseenio menekan tombol /Next untuk mencari teman percakapan yang lain.

Sebelum pergi Alseenio harus pamit dengan kalimat yang baik, dia tidak ingin pihak lawan percakapan tersinggung dan membuatnya sakit hati.

Hanya dalam beberapa detik, ia segera menemukan teman yang lain.

|Anonymous: “Kirim pap.“|

Pesan yang dikirim sedikit aneh, ekspresi Alseenio langsung berubah.

Kemungkinan besar teman yang dia temukan kali ini seseorang yang aneh dan tidak begitu normal sikapnya di media sosial.

Memastikan bahwa perkiraannya itu benar, Alseenio mengirim pesan.

|Alseenio: “Pap? Foto apa?“|

Pesan yang Alseenio nampak polos. Mungkin saja pihak lawan menganggap dia sebagai wanita. Karena terkesan terlalu polos.

|Anonymous: “Belahan bakpao kamu aja deh.“|

Melihat pesan ini, Alseenio menarik nafas berat, berusaha meredam amarahnya untuk tidak melempar ponsel usangnya.

Tiba-tiba, senyum Alseenio berubah saat menatap pesan ini.

|Alseenio: “Aku enggak punya, mau pap batang?“|

|Temanmu telah menghentikan percakapan. Tekan /Search untuk mendapatkan teman baru.|

“Hahaha!“ Alseenio tertawa besar melihat percakapan ini.

Teman yang dia temui memberhentikan percakapan setelah dia mengirim pesan seperti itu.

Tak usah diragukan lagi, teman yang dia temui ini adalah seorang penjahat kelamin di dunia maya.

“Ck ck, cari bahan, kok, di sini, ada-ada saja. Tidak ada modal untuk memuaskan hasrat dan akhirnya cari yang gratis.“ Alseenio menggelengkan kepalanya sambil mendecak.

“Tapi, kalau ada wanita yang memberinya foto tersebut. Aku tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran wanita itu. Semoga saja wanita-wanita di sini tidak menjadi korban pelecehan secara tidak langsung.“

Dipikir lagi, semenjak bermain fitur mencari teman acak ini, Alseenio sering menemui teman atau orang yang aneh dan berpikiran kotor, mungkin lebih dari setengah total orang yang telah dia temui di sini.

Terhitung banyak sekali, lebih dari setengahnya. Nampaknya ia salah menerima misi sistem, akan sulit jika seperti ini.

Menekan tombol pencarian teman, Alseenio bermain cepat untuk menyelesaikan misi.

|Anonymous: “Cowok atau Cewek?“|

|Alseenio: “Cowok. Kamu?“|

|Anonymous: “Aku cewek. Umur berapa, mas?“|

Melihat percakapan kali ini, Alseenio mempunyai firasat bahwa orang ini tidak aneh.

Alseenio menggunakan prinsip sebelumnya, yaitu jujur terlebih dahulu.

|Alseenio: “Tahun ini, aku umur 20 Tahun.“|

|Anonymous: “Oh seperti itu. Kuliah atau kerja, mas?“|

Pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita ini cukup personal dan juga Alseenio bingung untuk menjawabnya.

Dia sekarang hanya pengangguran dan tak bekerja. Lantas dia harus menjawab apa yang tepat.

“Hmm … di kehidupanku sebelumnya aku pernah bekerja di berbagai bidang pekerjaan. Aku akan berbohong untuk menjawab ini, tapi tidak bohong sepenuhnya.“

Seperti yang sudah dijelaskan, Alseenio di Bumi dia memiliki pengalaman dalam bekerja. Bahkan saat dia meninggal dan pergi ke sini, dia masih memiliki pekerjaan, yaitu menjadi tukang bersih di sebuah mall juga penulis di malam hari.

|Alseenio: “Aku bekerja. Kalau kamu?“|

Kini pihak lawan tidak merespon percakapan dengan cepat.

Alseenio pun memutuskan untuk menunggu sembari melihat aplikasi yang lain.

Beberapa menit kemudian, suara notifikasi khas Telegrom berbunyi.

Segera dia pergi untuk membuka aplikasi Telegrom.

|Temanmu telah menghentikan percakapan. Tekan /Search untuk mendapatkan teman baru.|

“Sial! Kapan aku bisa menemukan wanita yang tidak menghentikan percakapan!“ Alseenio berkata dengan lantang di dalam kamar.

Ia sedang meluapkan kekesalannya.

Tepat saat dia berteriak, Alseenio berpikir sesuatu hal.

“Aku baru sadar! Suara yang aku miliki sekarang dapat menarik perhatian wanita. Kenapa aku tidak mengirim voice note atau pesan suara kepada teman percakapan yang aku temui.“ Alseenio berkata lalu menepuk dahinya.

Kenapa dia tidak menyadarinya dari awal, mungkin misi sistem ini selesai lebih cepat.

“Sebelum mengirim pesan suara, aku harus memberi alasan dan izin dahulu. Kalau tidak, nanti aku dicap jelek dan aneh-aneh.“

Benar, Alseenio harus memprediksi bagaimana reaksi mereka saat dikirimkan pesan suara secara tiba-tiba. Wanita akan waspada dan bukan tidak mungkin jika lawan bicara menghentikan percakapan.

“Baiklah, sesuai rencana!“

Alseenio menekan tombol pencarian teman, dan menunggu beberapa saat untuk mendapatkan teman percakapan baru.

|Anonymous: “Halo.“|

|Alseenio: “Hai.“|

|Anonymous: “Kamu cewek atau cowok?“|

Semakin lama Alseenio terbiasa dengan pertanyaan ini. Dia menjawab dengan sejujurnya.

Akan tetapi, sebelum itu, Alseenio ingin meminta izin untuk mengirimkan pesan suara.

|Alseenio: “Apa aku boleh mengirimkan pesan suara? Aku lagi malas mengetik. Omong-omong, aku cowok.“|

Menggosokkan tangannya, Alseenio menunggu pihak lawan bicara menjawab pesannya.

|Anonymous: “Boleh saja. Tapi jangan aneh-aneh, nanti aku pergi. Aku cewek.“|

Senyuman senang terbentuk di wajahnya, tanpa ragu lagi, dia mencoba mengirimkan pesan suara.

“Kamu umurnya berapa?“ Alseenio berkata di depan lubang microphone sembari menahan tombol yang bergambar seperti mic.

Selanjutnya dia melepaskan tombol, dan otomatis perkataannya direkam dan dikirimkan pada teman percakapan ini.

|Alseenio: Anda mengirim pesan suara.|

Pesan suaranya berhasil terkirim kepada teman percakapan kali ini.

Alseenio sendiri penasaran dengan suaranya di pesan ini.

Apakah suaranya tetap bagus dan indah sama dengan yang aslinya atau ada pengurangan kualitas saat direkam oleh ponsel miliknya.

Karena ingin tahu, Alseenio memencet tombol play atau mainkan pada pesan suaranya.

Pesan suara berdurasi tiga detik telah didengar oleh dirinya sendiri, dan suaranya masih sama dengan aslinya.

Suara pria yang lembut dan nyaman saat didengar, intonasi dan aksen bicara sangat baik. Padahal Alseenio berbicara seperti biasanya, tapi saat suaranya keluar dari mulutnya, suara itu terasa sangat dalam, telinga orang akan merasa dimanja olehnya.

Belasan detik berikutnya, teman percakapan itu membalasnya.

|Anonymous: “Aku umur 19 tahun.“|

|Anonymous: “Itu beneran suara kamu?“|

Dua pesan sekaligus dikirimkan oleh wanita ini.

“Akhirnya!“ Alseenio bersemangat ketika melihat pesan yang dikirimkan oleh wanita yang tak diketahui.

Cepat-cepat Alseenio membalas pesan wanita ini sesuai dengan pikirannya.

|Alseenio: “Oh, begitu. Sekarang kuliah atau kamu kerja?“|

|Alseenio: “Iya itu suara aku, memangnya kenapa?|

|Anonymous: “Aku kuliah. Kamu kerja atau kuliah juga sama kaya aku?“|

|Anonymous: “Tidak apa-apa. Hanya saja, aku merasakan sesuatu yang aneh dari diriku, setelah mendengar suara kamu.“|

Alseenio dan Wanita ini menjadi double pesan, dan sedikit pusing jika dilihat, ada dua topik yang dibicarakan sekaligus.

“Ternyata kuliah, sepertinya wanita ini anak mahasiswa baru,” gumam kecil Alseenio sambil menatap dengan lekat layar ponselnya.

Pesan yang dikirim wanita ini menunjukkan bahwa suara magnetisnya benar-benar berfungsi.

Tentu, ini adalah kesempatan untuk mendapatkan nama penggunanya dan pindah ke kotak obrolan pribadi.

Untuk memberi ketertarikan tambahan pada wanita ini terhadap dirinya, Alseenio mengirim sebuah pesan suara lagi.

“Bagaimana kalau kita pindah saja ke kotak obrolan pribadi, kamu bisa mengirimkan ID milikmu kalau boleh.“ Melepaskan tombol berlogo mic, dan pesan suaranya berhasil dikirimkan.

|Alseenio: Anda mengirim pesan suara.|

|Anonymous: “Oke, sebentar, ya. Aku ketik dulu.“|

Tak lama kemudian, pesan dari wanita ini masuk ke dalam kotak Anonymous Bot.

|Anonymous: “@Niaraaa.“|

|Anonymous: “Itu ID punyaku, chat saja, tapi jangan aneh-aneh. Nanti aku blokir.“|

“Yoshiii!!! Akhirnya! Misi sialan ini akan terselesaikan!“ Alseenio berteriak kegirangan hingga berdiri di atas kasur.

“Persetan dengan hukumanmu, Sistem!“ Alseenio mengutuk Sistem karena hukuman kegagalan, apabila misi gagal.

Lalu Alseenio kembali duduk, dan membalas pesan.

|Alseenio: “Tidak akan aneh-aneh seperti itu. Aku akan chat.“|

Menekan ID yang tercantum, dengan sendirinya dia keluar dari kotak obrolan Anonymous Bot dan masuk ke kotak obrolan seseorang.

Terdapat nama di kotak obrolan pribadi ini, namanya adalah Niara.

Tanpa berpikir panjang, Alseenio mengirim pesan penanda bahwa ini adalah dirinya.

|Alseenio: “Halo, ini aku dari bot.“|

Dengan cepat wanita bernama Niara ini mengetik karena akan terdapat pengingat atau penanda bahwa pihak lawan bicara sedang mengetik atau tidak.

|Niara: “Halo, oke, ini aku juga yang di bot.“|

Wanita itu segera mengirimkan pesan dan memverifikasikan bahwa yang ada di bot adalah dirinya.

[Ding! Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Menyelesaikan Misi Satu Wanita Anonymous Bot Kurang dari Dua Jam!]

[Hadiah 1x Kotak Misteri sudah disimpan!]

[Harap Anda periksa sendiri.]

Terpopuler

Comments

Benny

Benny

nextt

2023-08-30

1

lance lor

lance lor

yoi keren thor

2023-07-21

3

Nanay

Nanay

awokawkwkwk

2023-03-30

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Sistem Terikat
2 Bab 2: Menyelesaikan Misi Pertama
3 Bab 3: Kulit Lembut Bayi
4 Bab 4: Hampir Gila
5 Bab 5: Akhirnya Selesai
6 Bab 6: Penjelasan Jendela Status
7 Bab 7: Bertambah Tampan
8 Bab 8: Mencoba Keluar Rumah
9 Bab 9: Sarapan Berbagi
10 Bab 10: Misi Spesial Pertama
11 Bab 11: Mulai Menyelesaikan Misi Spesial Pertama
12 Bab 12: Kebetulan Nama yang Sama
13 Bab 13: Hadiah yang Mencengangkan GoTe
14 Bab 14: Persiapan Pindah
15 Bab 15: CEO GoTe
16 Bab 16: Melihat Apartemen
17 Bab 17: Melewati Tempat Bermain
18 Bab 18: Terong Makin Panjang
19 Bab 19: Pelonjakan Akun
20 Bab 20: Wanita Agak Lain
21 Bab 21: Mobil Mewah Pertama
22 Bab 22: Mengambil Mobil
23 Bab 23: Santai di Kafe
24 Bab 24: Persiapan Motovlog
25 Bab 25: Misi Bernyanyi Malam Hari
26 Bab 26: Membuat Video Pertama
27 Bab 27: Mengutuk Sistem
28 Bab 28: Kebetulan Bertemu
29 Bab 29: Rekor Satu Juta
30 Bab 30: Sistem yang Baik
31 Bab 31: Candy Terkejut
32 Bab 32: Salam Kepal Tangan
33 Bab 33: Guru Menarik Gas
34 Bab 34: Terkenal di Sekolah
35 Bab 35: Pertunjukan Dadakan Sekolahan
36 Bab 36: Perayaan Channel
37 Bab 37: Jaya Exford Berkumpul
38 Bab 38: Puas Bertemu Teman
39 Bab 39: Anti-Geh
40 Bab 40: Fara?
41 Bab 41: Seperti Dahulu Kecil
42 Bab 42: Wanita Gila
43 Bab 43: Mobil Bekas
44 Bab 44: Keluarga yang Berprinsip
45 Bab 45: Konten Adik Gemas
46 Bab 46: Misi Sampingan Lanjutan
47 Bab 47: Misi Gagal
48 Bab 48: Pergi Menuju Cency
49 Bab 49: Tidak Memberi Misi
50 Bab 50: Pergi Menikmati Kota
51 Bab 51: Berkenalan dengan Wanita
52 Bab 52: Kolaborasi Dadakan
53 Bab 53: Mengantarkan Pulang Tiara
54 Bab 54: Membantu Wanita
55 Bab 55: Hari yang Sial
56 Bab 56: Sengatan Listrik Sistem
57 Bab 57: Pemuda Tidak Biasa
58 Bab 58: Penjahat Kelamin
59 Bab 59: Bakat Yoga
60 Bab 60: Penipuan
61 Bab 61: Bernyanyi Penuh Hayat
62 Bab 62: Band Perempuan?
63 Bab 63: Lagu Nostalgia
64 Bab 64: Pria Cantik
65 Bab 65: Kartu Legendaris
66 Bab 66: Borong Ponsel
67 Bab 67: Kuliah?
68 Bab 68: Mencari Pasangan
69 Bab 69: Wanita Mahal
70 Bab 70: Donasi Streamer Tier SSSR
71 Bab 71: Panggilan dan Hadiah Berkala
72 Bab 72: Romantis di Depan Alseenio
73 Bab 73: Masalah Tiara Selesai
74 Bab 74: Pria Suka Susu?
75 Bab 75: Mansion di Luar Nalar
76 Bab 76: Cosplay Karakter Nazito
77 Bab 77: Pria-Pria yang Aneh
78 Bab 78: Alseenio Idaman Wanita Cosplayer
79 Bab 79: Tantangan dari Alseenio
80 Bab 80: Pindah ke Apartemen
81 Bab 81: Acara Pameran Terbesar
82 Bab 82: Ribuan Wanita yang Ingkar
83 Bab 83: Ryan Sedikit Aneh
84 Bab 84: Keluarga Fara yang Bermasalah
85 Bab 85: Misteri Dunia
86 Bab 86: Bertambah Panjang
87 Bab 87: Misi Cosplayer Selesai
88 Bab 88: Misi Spesial Baru
89 Bab 89: Persiapan OkeTV
90 Bab 90: Benci Fitur Acak
91 Bab 91: Ganti Server
92 Bab 92: Bertemu Wanita Rusia
93 Bab 93: Tinggal Bersama
94 Bab 94: Fara Berbohong
95 Bab 95: Wanita Tercantik?
96 Bab 96: Kembali Normal
97 Bab 97: Fara Menjadi Nyamuk
98 Bab 98: Pegang Ucapanku
99 Bab 99: Diincar Agensi
100 Bab 100: Menikmati Waktu Berdua
101 Bab 101: Makan Bersama Ryan
102 Bab 102: Belanjaan Fara
103 Bab 103: OkeTV Terakhir
104 Bab 104: Berangkat Bertemu Niara
105 Bab 105: Hati yang Lembut
106 Bab 106: Niara Menangis
107 Bab 107: Hari yang Buruk
108 Bab 108: Persoalan Keuangan Dimudahkan
109 Bab 109: Kebahagiaan Datang
110 Bab 110: Terkejut Berat
111 Bab 111: Traktir Jaya Exford
112 Bab 112: Menghabiskan Uang dengan Mudah
113 Bab 113: Penonton Terharu
114 Bab 114: Bersin Tiba-tiba
115 Bab 115: Insting Hebat Wanita
116 Bab 116: Pemungutan Suara
117 Bab 117: Rencana Meminta Maaf
118 Bab 118: Pertunangan Niara dan Ryan
119 Bab 119: Saling Mengenal
120 Bab 120: Pergi ke Jepang
121 Bab 121: Sampai di Jepang
122 Bab 122: Berbelanja di Tokyo
123 Bab 123: Bertemu CEO
124 Bab 124: Melihat Seni Modern
125 Bab 125: Setengah Misi Terselesaikan
126 Bab 126: Terkenal di Thailand
127 Bab 127: Bersantai Sejenak
128 Bab 128: Misi Berbagi Uang Random
129 Bab 129: Bertemu Anak Kecil
130 Bab 130: Buat Anak?
131 Bab 131: Siap Merayakan Tahun Baru
132 Bab 132: Pesta Tahun Baru
133 Bab 133: Pergi Jalan-jalan Sekali Lagi
134 Bab 134: Belanja Brutal
135 Bab 135: Pergi Bertemu Idol
136 Bab 136: Kartu Langka
137 Bab 137: Ski Salju Korsel
138 Bab 138: Fandick Tidak Bisa Pulang
139 Bab 139: Anda Kena Prank
140 Bab 140: Belanja Oleh-oleh
141 Bab 141: Mengungkapkan Identitas
142 Bab 142: Bertemu Wanita
143 Bab 143: Makin Dekat
144 Bab 144: Kemajuan Cinta Fandick
145 Bab 145: Keanehan di Dunia
146 Bab 146: Wujud Wanita Tercantik
147 Bab 147: Pemberkatan
148 Bab 148: Penusukan Ayah Fara
149 Bab 149: Dipukuli Orang
150 Bab 150: Membereskan Penjahat Teri
151 Bab 151: Menimbang Persetujuan Undangan
152 Bab 152: Datang ke Acara
153 Bab 153: Tampil di Televisi
154 154: Mengekspos Hubungan
155 Bab 155: Rahasia Lain
156 Bab 156: Misi yang Sulit
157 Bab 157: Duel Om Botak
158 Bab 158: Misi Pengalaman Hidup
159 Bab 159: Penempatan Kerja
160 Bab 160: Ibu Rekrutmen
161 Bab 161: Menabung Konten
162 Bab 162: Berangkat Kerja
163 Bab 163: Hari Pertama Kerja
164 Bab 164: Berjalan Lancar
165 Bab 165: Tragedi Restoran
166 Bab 166: Mengajari Fara Seni Bela Diri
167 Bab 167: Seorang Dikenal ke Restoran
168 Bab 168: Cantika ke Restoran
169 Bab 169: Fandick Lampu Hijau
170 Bab 170: Kenaikan Omzet
171 Bab 171: Daun Aneh
172 Bab 172: Latihan Bela Diri dan Fandick
173 Bab 173: Hari Terakhir Pelayan
174 Bab 174: Perpisahan Restoran
175 Bab 175: Panen Hadiah Besar
176 Bab 176: Kedua Orang Tinggi
177 Bab 177: Acara Meriah
178 Bab 178: Pertandingan Dimulai
179 Bab 179: Menunjukkan Kekuatan
180 Bab 180: Pemenang Acara
181 Bab 181: Acara Selesai
182 Bab 182: Reputasi Besar
183 Bab 183: Pergi Bisnis Syuting
184 Bab 184: Bertemu dengan Seseorang
185 Bab 185: Memberi iPon
186 Bab 186: Penyelesaian Pembagian Ponsel
187 Bab 187: Berdiskusi Bersama Direktur
188 Bab 188: Syuting Film
189 Bab 189: Penyelesaian Tugas Aktor
190 Bab 190: Hadiah Super Langka
191 Bab 191: Menunjukkan Burung
192 Bab 192: Bermain dengan Burung Huia
193 Bab 193: Kedatangan Tamu Jaya Exford
194 Bab 194: Tujuan Kedatangan Mereka
195 Bab 195: Misi Baru Kolaborasi
196 Bab 196: Terkadang Pamer Diwajibkan
197 Bab 197: Pengalaman Berkesan Tamu
198 Bab 198: Persiapan Kolaborasi kedua
199 Bab 199: Bertemu Boyband Terkenal
200 Bab 200: Heboh Satu Mall
201 Bab 201: Kabur dari Para Penggemar
202 Bab 202: Mulai Bermain OkeTV
203 Bab 203: Bertemu Wanita Tak Terduga
204 Bab 204: Bertemu Artis India
205 Bab 205: OkeTV dengan PTS Selesai
206 Bab 206: Hari Penuh Kebebasan
207 Bab 207: Kejutan untuk Fara
208 Bab 208: Keterkejutan di Karaoke
209 Bab 209: Kolaborasi Bernyanyi
210 Bab 210: Kolaborasi Tahap Pertama Selesai
211 Bab 211: Kebahagiaan Teman
212 Bab 212: Hadiah Besar Teman
213 Bab 213: Bertemu Goat
214 Bab 214: Menyimpan Rahasia Besar
215 Bab 215: Konser Kolaborasi
216 Bab 216: Kemampuan Sedikit Hambar
217 Bab 217: Suami?
218 Bab 218: Rencana Pernikahan Dipercepat
219 Bab 219: Kolaborasi Hampir Selesai
220 Bab 220: Terima Kasih
221 Bab 221: Perencanaan Pernikahan Serius
222 Bab 222: Penantian Panjang
223 Bab 223: Kebahagiaan Menanti
224 Bab 224: Nostalgia
225 Bab 225: Bertemu Kembali (Tamat)
226 Pengumuman
Episodes

Updated 226 Episodes

1
Bab 1: Sistem Terikat
2
Bab 2: Menyelesaikan Misi Pertama
3
Bab 3: Kulit Lembut Bayi
4
Bab 4: Hampir Gila
5
Bab 5: Akhirnya Selesai
6
Bab 6: Penjelasan Jendela Status
7
Bab 7: Bertambah Tampan
8
Bab 8: Mencoba Keluar Rumah
9
Bab 9: Sarapan Berbagi
10
Bab 10: Misi Spesial Pertama
11
Bab 11: Mulai Menyelesaikan Misi Spesial Pertama
12
Bab 12: Kebetulan Nama yang Sama
13
Bab 13: Hadiah yang Mencengangkan GoTe
14
Bab 14: Persiapan Pindah
15
Bab 15: CEO GoTe
16
Bab 16: Melihat Apartemen
17
Bab 17: Melewati Tempat Bermain
18
Bab 18: Terong Makin Panjang
19
Bab 19: Pelonjakan Akun
20
Bab 20: Wanita Agak Lain
21
Bab 21: Mobil Mewah Pertama
22
Bab 22: Mengambil Mobil
23
Bab 23: Santai di Kafe
24
Bab 24: Persiapan Motovlog
25
Bab 25: Misi Bernyanyi Malam Hari
26
Bab 26: Membuat Video Pertama
27
Bab 27: Mengutuk Sistem
28
Bab 28: Kebetulan Bertemu
29
Bab 29: Rekor Satu Juta
30
Bab 30: Sistem yang Baik
31
Bab 31: Candy Terkejut
32
Bab 32: Salam Kepal Tangan
33
Bab 33: Guru Menarik Gas
34
Bab 34: Terkenal di Sekolah
35
Bab 35: Pertunjukan Dadakan Sekolahan
36
Bab 36: Perayaan Channel
37
Bab 37: Jaya Exford Berkumpul
38
Bab 38: Puas Bertemu Teman
39
Bab 39: Anti-Geh
40
Bab 40: Fara?
41
Bab 41: Seperti Dahulu Kecil
42
Bab 42: Wanita Gila
43
Bab 43: Mobil Bekas
44
Bab 44: Keluarga yang Berprinsip
45
Bab 45: Konten Adik Gemas
46
Bab 46: Misi Sampingan Lanjutan
47
Bab 47: Misi Gagal
48
Bab 48: Pergi Menuju Cency
49
Bab 49: Tidak Memberi Misi
50
Bab 50: Pergi Menikmati Kota
51
Bab 51: Berkenalan dengan Wanita
52
Bab 52: Kolaborasi Dadakan
53
Bab 53: Mengantarkan Pulang Tiara
54
Bab 54: Membantu Wanita
55
Bab 55: Hari yang Sial
56
Bab 56: Sengatan Listrik Sistem
57
Bab 57: Pemuda Tidak Biasa
58
Bab 58: Penjahat Kelamin
59
Bab 59: Bakat Yoga
60
Bab 60: Penipuan
61
Bab 61: Bernyanyi Penuh Hayat
62
Bab 62: Band Perempuan?
63
Bab 63: Lagu Nostalgia
64
Bab 64: Pria Cantik
65
Bab 65: Kartu Legendaris
66
Bab 66: Borong Ponsel
67
Bab 67: Kuliah?
68
Bab 68: Mencari Pasangan
69
Bab 69: Wanita Mahal
70
Bab 70: Donasi Streamer Tier SSSR
71
Bab 71: Panggilan dan Hadiah Berkala
72
Bab 72: Romantis di Depan Alseenio
73
Bab 73: Masalah Tiara Selesai
74
Bab 74: Pria Suka Susu?
75
Bab 75: Mansion di Luar Nalar
76
Bab 76: Cosplay Karakter Nazito
77
Bab 77: Pria-Pria yang Aneh
78
Bab 78: Alseenio Idaman Wanita Cosplayer
79
Bab 79: Tantangan dari Alseenio
80
Bab 80: Pindah ke Apartemen
81
Bab 81: Acara Pameran Terbesar
82
Bab 82: Ribuan Wanita yang Ingkar
83
Bab 83: Ryan Sedikit Aneh
84
Bab 84: Keluarga Fara yang Bermasalah
85
Bab 85: Misteri Dunia
86
Bab 86: Bertambah Panjang
87
Bab 87: Misi Cosplayer Selesai
88
Bab 88: Misi Spesial Baru
89
Bab 89: Persiapan OkeTV
90
Bab 90: Benci Fitur Acak
91
Bab 91: Ganti Server
92
Bab 92: Bertemu Wanita Rusia
93
Bab 93: Tinggal Bersama
94
Bab 94: Fara Berbohong
95
Bab 95: Wanita Tercantik?
96
Bab 96: Kembali Normal
97
Bab 97: Fara Menjadi Nyamuk
98
Bab 98: Pegang Ucapanku
99
Bab 99: Diincar Agensi
100
Bab 100: Menikmati Waktu Berdua
101
Bab 101: Makan Bersama Ryan
102
Bab 102: Belanjaan Fara
103
Bab 103: OkeTV Terakhir
104
Bab 104: Berangkat Bertemu Niara
105
Bab 105: Hati yang Lembut
106
Bab 106: Niara Menangis
107
Bab 107: Hari yang Buruk
108
Bab 108: Persoalan Keuangan Dimudahkan
109
Bab 109: Kebahagiaan Datang
110
Bab 110: Terkejut Berat
111
Bab 111: Traktir Jaya Exford
112
Bab 112: Menghabiskan Uang dengan Mudah
113
Bab 113: Penonton Terharu
114
Bab 114: Bersin Tiba-tiba
115
Bab 115: Insting Hebat Wanita
116
Bab 116: Pemungutan Suara
117
Bab 117: Rencana Meminta Maaf
118
Bab 118: Pertunangan Niara dan Ryan
119
Bab 119: Saling Mengenal
120
Bab 120: Pergi ke Jepang
121
Bab 121: Sampai di Jepang
122
Bab 122: Berbelanja di Tokyo
123
Bab 123: Bertemu CEO
124
Bab 124: Melihat Seni Modern
125
Bab 125: Setengah Misi Terselesaikan
126
Bab 126: Terkenal di Thailand
127
Bab 127: Bersantai Sejenak
128
Bab 128: Misi Berbagi Uang Random
129
Bab 129: Bertemu Anak Kecil
130
Bab 130: Buat Anak?
131
Bab 131: Siap Merayakan Tahun Baru
132
Bab 132: Pesta Tahun Baru
133
Bab 133: Pergi Jalan-jalan Sekali Lagi
134
Bab 134: Belanja Brutal
135
Bab 135: Pergi Bertemu Idol
136
Bab 136: Kartu Langka
137
Bab 137: Ski Salju Korsel
138
Bab 138: Fandick Tidak Bisa Pulang
139
Bab 139: Anda Kena Prank
140
Bab 140: Belanja Oleh-oleh
141
Bab 141: Mengungkapkan Identitas
142
Bab 142: Bertemu Wanita
143
Bab 143: Makin Dekat
144
Bab 144: Kemajuan Cinta Fandick
145
Bab 145: Keanehan di Dunia
146
Bab 146: Wujud Wanita Tercantik
147
Bab 147: Pemberkatan
148
Bab 148: Penusukan Ayah Fara
149
Bab 149: Dipukuli Orang
150
Bab 150: Membereskan Penjahat Teri
151
Bab 151: Menimbang Persetujuan Undangan
152
Bab 152: Datang ke Acara
153
Bab 153: Tampil di Televisi
154
154: Mengekspos Hubungan
155
Bab 155: Rahasia Lain
156
Bab 156: Misi yang Sulit
157
Bab 157: Duel Om Botak
158
Bab 158: Misi Pengalaman Hidup
159
Bab 159: Penempatan Kerja
160
Bab 160: Ibu Rekrutmen
161
Bab 161: Menabung Konten
162
Bab 162: Berangkat Kerja
163
Bab 163: Hari Pertama Kerja
164
Bab 164: Berjalan Lancar
165
Bab 165: Tragedi Restoran
166
Bab 166: Mengajari Fara Seni Bela Diri
167
Bab 167: Seorang Dikenal ke Restoran
168
Bab 168: Cantika ke Restoran
169
Bab 169: Fandick Lampu Hijau
170
Bab 170: Kenaikan Omzet
171
Bab 171: Daun Aneh
172
Bab 172: Latihan Bela Diri dan Fandick
173
Bab 173: Hari Terakhir Pelayan
174
Bab 174: Perpisahan Restoran
175
Bab 175: Panen Hadiah Besar
176
Bab 176: Kedua Orang Tinggi
177
Bab 177: Acara Meriah
178
Bab 178: Pertandingan Dimulai
179
Bab 179: Menunjukkan Kekuatan
180
Bab 180: Pemenang Acara
181
Bab 181: Acara Selesai
182
Bab 182: Reputasi Besar
183
Bab 183: Pergi Bisnis Syuting
184
Bab 184: Bertemu dengan Seseorang
185
Bab 185: Memberi iPon
186
Bab 186: Penyelesaian Pembagian Ponsel
187
Bab 187: Berdiskusi Bersama Direktur
188
Bab 188: Syuting Film
189
Bab 189: Penyelesaian Tugas Aktor
190
Bab 190: Hadiah Super Langka
191
Bab 191: Menunjukkan Burung
192
Bab 192: Bermain dengan Burung Huia
193
Bab 193: Kedatangan Tamu Jaya Exford
194
Bab 194: Tujuan Kedatangan Mereka
195
Bab 195: Misi Baru Kolaborasi
196
Bab 196: Terkadang Pamer Diwajibkan
197
Bab 197: Pengalaman Berkesan Tamu
198
Bab 198: Persiapan Kolaborasi kedua
199
Bab 199: Bertemu Boyband Terkenal
200
Bab 200: Heboh Satu Mall
201
Bab 201: Kabur dari Para Penggemar
202
Bab 202: Mulai Bermain OkeTV
203
Bab 203: Bertemu Wanita Tak Terduga
204
Bab 204: Bertemu Artis India
205
Bab 205: OkeTV dengan PTS Selesai
206
Bab 206: Hari Penuh Kebebasan
207
Bab 207: Kejutan untuk Fara
208
Bab 208: Keterkejutan di Karaoke
209
Bab 209: Kolaborasi Bernyanyi
210
Bab 210: Kolaborasi Tahap Pertama Selesai
211
Bab 211: Kebahagiaan Teman
212
Bab 212: Hadiah Besar Teman
213
Bab 213: Bertemu Goat
214
Bab 214: Menyimpan Rahasia Besar
215
Bab 215: Konser Kolaborasi
216
Bab 216: Kemampuan Sedikit Hambar
217
Bab 217: Suami?
218
Bab 218: Rencana Pernikahan Dipercepat
219
Bab 219: Kolaborasi Hampir Selesai
220
Bab 220: Terima Kasih
221
Bab 221: Perencanaan Pernikahan Serius
222
Bab 222: Penantian Panjang
223
Bab 223: Kebahagiaan Menanti
224
Bab 224: Nostalgia
225
Bab 225: Bertemu Kembali (Tamat)
226
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!