" Po- polisi...!" kenapa mesti bawa-bawa polisi,? "oke baiklah aku terima hukuman dari kamu. Dengan muka kesal Kelana menerima hukuman dari Gavin.
" Apa hukumannya..?" tanya Kelana dengan muka kesal.
"Hukumannya kamu harus tiap hari mengantarkan ice coffee americano selama 30 hari," dan kamu harus menunggu aku sampai aku yang ambil ice coffee itu dari tangan kamu, jangan sekali-sekali meletakkan di depan pintu atau menitipkan ke member lain.
oh ya satu lagi berikan nomor HP kamu biar aku lebih mudah menghubungimu."
Gavin sengaja memberikan hukuman ke Kelana agar Gavin bisa setiap hari ketemu Kelana dan soal nomor HP itu cuma akal-akalan Gavin saja biar bisa menghubungi Kelana kapanpun..
" Kenapa aku harus memberikan nomor HPku ke kamu..."bukannya aku tiap hari datang mengantarkan ice coffee buat kamu, jadi kalau ada apa-apa kamu bisa ngomong langsung ke aku?"Kelana protes soal nomor HP yang di minta Gavin.
" Kalau kamu tiba-tiba kabur dan tidak menjalankan hukumanmu bagaimana aku bisa mencarimu," apa aku harus mengumumkan di setiap masjid untuk mencari kamu?"Gavin selalu banyak ide agar Kelana mau memberikannya nomor HP.
" Enak saja kamu mengumumkan nama ku di mesjid memangnya aku sudah meninggal..! "Kelana merasa kesal dengan perkataan Gavin.
" Kalau begitu cepat berikan nomor HPmu," Gavin tetap berusaha untuk mendapatkan nomor hp Kelana.
" Iya iya..." ini nomor hpku," Kelana pun dengan terpaksa memberikan nomor hpnya ke Gavin dengan wajah kesal.
" Oke setiap aku menghubungimu kamu harus mengangkat atau membalas pesanku," kalau kamu lambat mengangkat atau membalasnya hukumanmu akan di tambah." ancam Gavin.
Gavin sangat senang bisa membalas perbuatan Kelana yang selama ini telah menguras energi dan fikirannya untuk mencari tau siapa yang selama ini mengirimkannya ice coffee americano, yang lebih bahagianya lagi Gavin bisa membalas Kelana yang telah mengganggu jam tidurnya hanya untuk menangkapnya.
" Terus sampai kapan aku di sini melihatmu menghayal?" apa aku sudah bisa pulang?
Kelana mengagetkan Gavin dari lamunannya..
" A em iya..." kamu boleh pulang sekarang tapi ingat dengan hukumannya..," Gavin pun mengizinkan Kelana untuk pulang.
"Iya iya aku akan ingat dengan hukumannya..." Kelana pun meninggalkan rumah Gavin dengan wajah kesal.
Sejak pertemuan mereka beberapa menit yang lalu, mereka seperti kucing dan tikus sangat berbeda saat mereka masi komunikasi lewat surat, tapi diam-diam Gavin mengagumi kecantikan Kelana sejak pertama kali dia melihat wajah Kelana.
Kelana memang memiliki wajah yang cantik, kulit yang putih,postur tubuh yang kecil dan rambut yang panjang, Kelana termasuk kategori wanita idaman Gavin.
Kelana adalah wanita sederhana yang sangat ngefans dengan Gavin, Kelana sangat mengagumi Gavin dengan karya-karya yang selama ini di hasilkan dari tangan genius Gavin, tapi Kelana tidak menyangka ternyata Gavin orangnya sangat galak.
"Baru kali ini aku menemui idol yang bertemu dengan fansnya malah bikin kesal seperti ini," selama ini yang aku tau Gavin itu baik, pendiam dan sabar tapi kenyataannya Gavin itu bikin kesal untung saja aku mengaguminya jadi bagaimanapun aku tetap menyayangi sampai kapanpun."Kelana mengomel sendiri, atas perlakuan Gavin kepadanya tadi pagi..
" Ah sebaiknya aku fokus saja bekerja kalau soal hukuman dan perilaku Gavin aku tidak perduli setidaknya aku bisa melihat wajah Gavin yang begitu tampan di depan mataku," matanya sangat indah, kulit wajahnya sangat mulus dan wangi parfumnya sangat wangi."
Kelana pun menyelesaikan pekerjaannya sambil membayangkan kejadian tadi pagi yang membuat Kelana deg degan sampai jantungnya mau copot..
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments