BAB 20 MULAI KHAWATIR

Hari ini kelana mengantarkan ice coffee buat Gavin terlambat karena pagi-pagi sekali pemilik caffe menelfonnya dan menyuruhnya untuk ke caffe lebih pagi lagi, hari ini pelanggan di caffe tempat kelana bekerja sangat ramai karena ada yang menggunakan caffenya untuk acara arisan ibu-ibu sosialita.

" Aduh aku harus bagaimana ini ice coffee buat Gavin belum aku antarkan sampai sekarang, pasti dia akan marah besar dan menambahkan lagi hukumanku," kalau aku chat dia pasti tetap saja dia marah." kerjaan dari pagi belum selesai sampai sekarang aku harus bagaimana ini..." Kelana merasa cemas karena belum mengantarkan ice coffee buat Gavin.

kelana pun buru-buru menyelesaikan pekerjaannya waktu telah menunjukkan pukul 5 sore yang biasanya kelana mengantarkan ice coffee buat Gavin jam 8 pagi tapi hari ini malah molor sampai jam 5 sore gara-gara pekerjaan di caffe sangat banyak.

"Kenapa hari ini kelana tidak mengantarkan ice coffee buat aku,apa dia tidak masuk kerja? apa dia sakit? aaa..." atau dia mau mencoba kabur dari tanggung jawabnya? hmm..." dia fikir dia bisa kabur dengan mudahnya." sambil bolak balik Gavin khawatir dengan Kelana, setiap menit melirik jam yang berada di lengannya. Gavin terus menunggu kelana dengan penuh pertanyaan sambil sesekali mengintip ke jendela.

lalu tiba-tiba hujan deras turun, langit menjadi gelap sesekali terdengar suara kilat  menyambar, di tengah derasnya hujan Gavin melihat dari jendela sebuah cahaya masuk kedalam halaman rumahnya, terdengar sama-samar suara motor semakin mendekat.

"Siapa yang datang hujan deras seperti ini?"

Gavin bertanya pada dirinya sendiri, sebelum pintu rumah Gavin di ketok Gavin sudah lebih dulu membuka pintunya karena jarak pintu dengan Gavin tidak jauh dari tempat dia duduk.

"Kelana..!?" Gavin kaget melihat kelana yang basah kuyup telah berdiri di depannya." Hey..." gadis bodoh kenapa kamu kesini dalam keadaan seperti ini!" apa kamu tidak melihat hujan sangat deras?" Gavin mengomeli kelana yang nekat mengantarkan ice coffee buat Gavin.

" Aku datang untuk mengantarkan ice coffee buat kamu bapak Gavin karena dari tadi pagi aku tidak sempat

mengantarkannya di caffe lagi banyak kerjaan." kelana menjawab pertanyaan Gavin dengan suara bergetar karena kedinginan.

"Tapi ini kan lagi hujan deras kenapa kamu nekat," sampai basah kuyup seperti ini?" Gavin terlihat khawatir.

" Lebih baik aku menerobos hujan deras yang penting aku tidak dapat tambahan hukuman kalau tidak mengantarkanmu ice coffee." kelana menjawab dengan nada agak kesal karena di omelin Gavin.

"Dasar gadis bodoh," kenapa kamu tidak chat saja kasi tau alasannya sampai kamu tidak antarkan ice coffee hari ini." Gavin terus saja mengomeli Kelana.

" Aku fikir walaupun aku chat kasi tau alasannya kamu pasti tetap kasi hukuman buat aku," ada saja jawaban kelana untuk menjawab pertanyaan Gavin.

" Kamu fikir aku ini sekejam itu yang tidak mau memberikan keringanan kalau alasannya masuk akal?" Gavin mulai kesal dengan perbuatan kelana.

"Tunggu di situ..!"

Gavin pun masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil handuk dan baju buat kelana.

" Ini handuk dan baju buat kamu," cepat keringkan badanmu agar tidak masuk angin," kamar mandi ada di ujung bagian kiri."Gavin menunjukan letak kamar mandi pada kelana.

" Semalam aku mimpi apa?" tadi aku salah makan apa? kenapa Gavin begitu perhatian denganku, wajahnya juga sangat khawatir padaku walaupun dia mengomeliku tapi raut wajahnya tidak bisa berbohong kalau dia perduli dan mengkhawatirkanku."Di dalam kamar mandi kelana loncat-loncat kegirangan sambil menepuk-nepuk kedua pipinya.

Tidak lama kemudian kelana keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian yang di berikan oleh Gavin, Gavin pun sudah menyiapkan secangkir teh hangat untuk kelana agar bisa menghangatkan tubuh kelana.

" Terimakasih sudah mau meminjamkan pakaian untukku," nanti setelah aku cuci aku akan mengembalikannya." kelana berterimakasih pada Gavin yang telah meminjamkannya pakaian.

" Tidak usah kamu kembalikan ambil saja buat kamu," Gavin menolak niat kelana untuk mengembalikan pakaian yang telah dia berikan pada kelana.

" Tapi..," kelana berusaha agar Gavin mau menerima pakaian itu, namun sebelum kata-kata kelana selesai Gavin langsung memotongnya.

" Apa kamu mau hukumannya aku tambah lagi?" Gavin menakuti kelana dengan tambahan hukuman.

" Tidak.. tidak..." jangan tambah lagi hukumannya," kelana dengan cepat menolak tambahan hukumannya dan menerima pakain itu tidak di kembalikan.

Tiba-tiba suasana jadi hening dan sepi tidak ada suara sedikitpun dari mereka berdua, Gavin sibuk memainkan HPnya sebenarnya Gavin menutupi kecanggungannya terhadap kelana. Gavin merasa bingung harus membahas apa agar suasananya tidak kaku, sedangkan di luar hujan semakin deras dan tak kunjung reda.

Lalu kelana mencoba mencairkan suasana dengan bertanya pada Gavin.

" Emm member yang lain kemana?" apa kamu sendiri di rumah?" tanya Kelana.

" Mereka masi di studio," ada beberapa pekerjaan yang harus mereka selesaikan." Gavin menjawab pertanyaan kelana.

" Oww begitu," tapi kenapa kamu sudah ada di rumah bukannya kamu yang paling sering pulang belakangan dari studio?" kelana mencoba bertanya lagi dengan hati-hati.

" Ta-tadi aku cepat pulang karena kerjaanku sudah selesai," Gavin terbatah-batah menjawab pertanyaan kelana karena dia berbohong dengan jawabannya, sebenarnya Gavin pulang cepat karena dia mau menunggu kelana mengantarkan ice coffee.

" Oww begitu," kelana mempercayai perkataan Gavin." Sepertinya hujan sudah mulai reda sebaiknya aku pulang." kelana minta izin untuk pulang kelana merasa tidak enak kalau semua member datang dan mendapati kelana berduaan dengan Gavin.

"Di luar masi hujan tunggu saja sampai hujannya benar-benar reda." Gavin mencoba menahan kelana karena di luar masi hujan deras.

" Tidak apa-apa siapa tau di jalan hujannya sudah reda," kelana meyakinkan Gavin.

"Kalau begitu biar aku mengantarmu pulang," Gavin menawarkan diri untuk mengantarkan kelana pulang.

" Tidak usah biar aku pulang sendiri saja lagipula kalau kamu mengantarku pulang bagaimana dengan motorku,besok aku mau memakainya berangkat kerja."

Kelana berusaha menolak tawaran Gavin

"Motormu simpan saja di sini besok aku antarkan ke tempat kerjamu," besok pagi kamu berangkat kerja naik taxi saja." Gavin memberi solusi pada kelana.

"Baiklah kalau kamu memaksa," daripada aku kena omelanmu lagi." dengan agak sedikit malu kelana menerima tawaran Gavin.

"Aku ambil kunci mobil dulu." Gavin pun masuk ke kamarnya mengambil kunci mobil.

Sambil berlari kecil untuk menghindari hujan merekapun masuk kedalam mobil dengan bersamaan, namun saat kelana akan memasang seatbelt kelana kesusahan menjangkaunya, Gavin yang meliriknya tiba-tiba mendekati kelana dengan posisi wajah yang sangat dekat, mata merekapun beradu dalam satu pandangan, jantung mereka berdegup kencang tak karuan ada perasaan aneh yang merasuki jantung mereka.

"Ya tuhan ada apa ini,? Gavin mau ngapain kenapa jarak wajah Gavin begitu dekat dengan wajahku." kelana gugup menghadapi perasaannya.

"Ternyata kelana sangat cantik kalau di lihat dengan jarak sedekat ini," kenapa perasaanku seperti ini saat dekat dengan kelana.?" Gavin masi bertahan dan terus memandangi kelana.

lamunan mereka pun buyar dengan suara klakson mobil dari member lain yang baru saja pulang.

"Ma-maaf aku tidak bermaksud untuk macam-macam aku hanya ingin membantumu memasang seatbelt." Gavin dengan perasaan gugup menarik pesosisinya yang dari tadi sangat dekat dengan kelana.

" Tidak apa-apa," kelana memperbaiki posisi duduknya agar tidak kelihatan canggung.

" Aku pergi dulu.." Gavin minta izin dengan member lain.

Gavin pun pergi mengantar kelana pulang kerumahnya.

✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧

︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.

Episodes
1 BAB 1 KERUSUHAN DI PAGI HARI
2 BAB 2 MULAI MENERKA-NERKA
3 BAB 3 MULAI MENJADI DETEKTIF
4 BAB 4 MEMULAI PENCARIAN
5 BAB 5 RUANG LATIHAN
6 BAB 6 IKUT PENASARAN
7 BAB 7 KERUSUHAN PART 2
8 BAB 8 SEDIKIT TITIK TERANG
9 BAB 9 PESAN LEWAT SURAT
10 BAB 10 KEGADUHAN DI SUPERMARKET
11 BAB 11 MERASA BERSALAH
12 BAB 12 BERBOHONG
13 BAB 13 MEMINTA MAAF
14 BAB 14 RUTINITAS BARU
15 BAB 15 PENGINTAIAN
16 BAB 16 MISI BERHASIL
17 BAB 17 MENJALANKAN PERJANJIAN
18 BAB 18 Muncul Ide Jail
19 BAB 19 PERANG DI MULAI
20 BAB 20 MULAI KHAWATIR
21 BAB 21 MULAI CURIGA
22 BAB 22 MULAI ADA RASA
23 BAB 23 TRAGEDI
24 BAB 24 RUMAH SAKIT
25 BAB 25 MENEMANI KELANA DI RS
26 BAB 26 BERLATIH BERJALAN
27 BAB 27 GENG RUSUH
28 BAB 28 PULANG KERUMAH
29 BAB 29 KEMBALI BEKERJA
30 BAB 30 MENJENGUK KELANA
31 BAB 31 FANSIGN
32 BAB 32 KELANA MASUK KERJA
33 BAB 33 MULAI NGEDATE
34 BAB 34 MULAI CEMBURU
35 BAB 35 PASUKAN HURU HARA MULAI BERGERAK
36 BAB 36 MULAI ATUR STRATEGI
37 BAB 37 PENGUNTIT
38 BAB 38 JEMPUT KELANA
39 BAB 39 DEMI KESELAMATAN KELANA
40 TUGAS RUTIN TAMBAHAN
41 BAB 41 MENGUNGKAPKAN PERASAAN
42 BAB 42 JADIAN...
43 BAB 43 NGUMPUL BERSAMA KELANA
44 BAB 44 BERLIBUR UNTUK MERAYAKAN JADIAN GAVIN DAN KELANA
45 BAB 45 MENIKMATI PAGI HARI
46 BAB 46 BERTEMU SEORANG GADIS
47 Bab 47 Pendekatan
48 Bab 48 Di Tepi Danau
49 Bab 49 Kembali Vila
50 Bab 50 Pura-pura Tidak Tau
51 Bab 51 Pertengkaran Kecil
52 Bab 52 Tiba di Rumah Kelana
53 Bab 53 Kembali Ke Rutinitas
54 Bab 54 Di Studio
55 Bab 55 KENCAN PERTAMA
56 Bab 56 SAHABAT KEPO
57 Bab 57 DINNER
58 Bab 58 PENASARAN
59 Bab 59 LATIHAN UNTUK KONSER
60 Bab 60 TIKET KONSER part 1
61 Bab 61 TIKET KONSER part 2
62 Bab 62 KONSER
63 Bab 63 MENGUNJUNGI KELANA
64 Bab 64 KEBUTIK
65 Bab 65 PARTY
66 Bab 66 ANNIVERSARY
67 Bab 67 PACKING
68 Bab 68 ADEGAN APA INI
69 Bab 69 KEMANA KELANA
70 Bab 70 MENEMUKAN PERSEMBUNYIAN KELANA
71 Bab 71 BERTEMU KELANA
72 Bab 72 MENGAJAK KELANA PULANG
73 Bab 73 MENGANTAR PULANG KE RUMAH KELANA
74 Bab 74 KEMBALI KE RUTINITAS
75 Bab 75 LEODRA
76 Bab 76 PEKERJAAN BARU UNTUK KELANA
77 Bab 77 KEPUTUSAN YANG TEPAT
78 Bab 78 TEMPAT KERJA YANG BARU
79 Bab 79 HARI PERTAMA KERJA
80 Bab 80 MELIHAT MEREKA LATIHAN
81 Bab 81 MENJALANI HARI SEBAGAI ASISTEN
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1 KERUSUHAN DI PAGI HARI
2
BAB 2 MULAI MENERKA-NERKA
3
BAB 3 MULAI MENJADI DETEKTIF
4
BAB 4 MEMULAI PENCARIAN
5
BAB 5 RUANG LATIHAN
6
BAB 6 IKUT PENASARAN
7
BAB 7 KERUSUHAN PART 2
8
BAB 8 SEDIKIT TITIK TERANG
9
BAB 9 PESAN LEWAT SURAT
10
BAB 10 KEGADUHAN DI SUPERMARKET
11
BAB 11 MERASA BERSALAH
12
BAB 12 BERBOHONG
13
BAB 13 MEMINTA MAAF
14
BAB 14 RUTINITAS BARU
15
BAB 15 PENGINTAIAN
16
BAB 16 MISI BERHASIL
17
BAB 17 MENJALANKAN PERJANJIAN
18
BAB 18 Muncul Ide Jail
19
BAB 19 PERANG DI MULAI
20
BAB 20 MULAI KHAWATIR
21
BAB 21 MULAI CURIGA
22
BAB 22 MULAI ADA RASA
23
BAB 23 TRAGEDI
24
BAB 24 RUMAH SAKIT
25
BAB 25 MENEMANI KELANA DI RS
26
BAB 26 BERLATIH BERJALAN
27
BAB 27 GENG RUSUH
28
BAB 28 PULANG KERUMAH
29
BAB 29 KEMBALI BEKERJA
30
BAB 30 MENJENGUK KELANA
31
BAB 31 FANSIGN
32
BAB 32 KELANA MASUK KERJA
33
BAB 33 MULAI NGEDATE
34
BAB 34 MULAI CEMBURU
35
BAB 35 PASUKAN HURU HARA MULAI BERGERAK
36
BAB 36 MULAI ATUR STRATEGI
37
BAB 37 PENGUNTIT
38
BAB 38 JEMPUT KELANA
39
BAB 39 DEMI KESELAMATAN KELANA
40
TUGAS RUTIN TAMBAHAN
41
BAB 41 MENGUNGKAPKAN PERASAAN
42
BAB 42 JADIAN...
43
BAB 43 NGUMPUL BERSAMA KELANA
44
BAB 44 BERLIBUR UNTUK MERAYAKAN JADIAN GAVIN DAN KELANA
45
BAB 45 MENIKMATI PAGI HARI
46
BAB 46 BERTEMU SEORANG GADIS
47
Bab 47 Pendekatan
48
Bab 48 Di Tepi Danau
49
Bab 49 Kembali Vila
50
Bab 50 Pura-pura Tidak Tau
51
Bab 51 Pertengkaran Kecil
52
Bab 52 Tiba di Rumah Kelana
53
Bab 53 Kembali Ke Rutinitas
54
Bab 54 Di Studio
55
Bab 55 KENCAN PERTAMA
56
Bab 56 SAHABAT KEPO
57
Bab 57 DINNER
58
Bab 58 PENASARAN
59
Bab 59 LATIHAN UNTUK KONSER
60
Bab 60 TIKET KONSER part 1
61
Bab 61 TIKET KONSER part 2
62
Bab 62 KONSER
63
Bab 63 MENGUNJUNGI KELANA
64
Bab 64 KEBUTIK
65
Bab 65 PARTY
66
Bab 66 ANNIVERSARY
67
Bab 67 PACKING
68
Bab 68 ADEGAN APA INI
69
Bab 69 KEMANA KELANA
70
Bab 70 MENEMUKAN PERSEMBUNYIAN KELANA
71
Bab 71 BERTEMU KELANA
72
Bab 72 MENGAJAK KELANA PULANG
73
Bab 73 MENGANTAR PULANG KE RUMAH KELANA
74
Bab 74 KEMBALI KE RUTINITAS
75
Bab 75 LEODRA
76
Bab 76 PEKERJAAN BARU UNTUK KELANA
77
Bab 77 KEPUTUSAN YANG TEPAT
78
Bab 78 TEMPAT KERJA YANG BARU
79
Bab 79 HARI PERTAMA KERJA
80
Bab 80 MELIHAT MEREKA LATIHAN
81
Bab 81 MENJALANI HARI SEBAGAI ASISTEN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!