Hari ini kelana mengantarkan ice coffee buat Gavin terlambat karena pagi-pagi sekali pemilik caffe menelfonnya dan menyuruhnya untuk ke caffe lebih pagi lagi, hari ini pelanggan di caffe tempat kelana bekerja sangat ramai karena ada yang menggunakan caffenya untuk acara arisan ibu-ibu sosialita.
" Aduh aku harus bagaimana ini ice coffee buat Gavin belum aku antarkan sampai sekarang, pasti dia akan marah besar dan menambahkan lagi hukumanku," kalau aku chat dia pasti tetap saja dia marah." kerjaan dari pagi belum selesai sampai sekarang aku harus bagaimana ini..." Kelana merasa cemas karena belum mengantarkan ice coffee buat Gavin.
kelana pun buru-buru menyelesaikan pekerjaannya waktu telah menunjukkan pukul 5 sore yang biasanya kelana mengantarkan ice coffee buat Gavin jam 8 pagi tapi hari ini malah molor sampai jam 5 sore gara-gara pekerjaan di caffe sangat banyak.
"Kenapa hari ini kelana tidak mengantarkan ice coffee buat aku,apa dia tidak masuk kerja? apa dia sakit? aaa..." atau dia mau mencoba kabur dari tanggung jawabnya? hmm..." dia fikir dia bisa kabur dengan mudahnya." sambil bolak balik Gavin khawatir dengan Kelana, setiap menit melirik jam yang berada di lengannya. Gavin terus menunggu kelana dengan penuh pertanyaan sambil sesekali mengintip ke jendela.
lalu tiba-tiba hujan deras turun, langit menjadi gelap sesekali terdengar suara kilat menyambar, di tengah derasnya hujan Gavin melihat dari jendela sebuah cahaya masuk kedalam halaman rumahnya, terdengar sama-samar suara motor semakin mendekat.
"Siapa yang datang hujan deras seperti ini?"
Gavin bertanya pada dirinya sendiri, sebelum pintu rumah Gavin di ketok Gavin sudah lebih dulu membuka pintunya karena jarak pintu dengan Gavin tidak jauh dari tempat dia duduk.
"Kelana..!?" Gavin kaget melihat kelana yang basah kuyup telah berdiri di depannya." Hey..." gadis bodoh kenapa kamu kesini dalam keadaan seperti ini!" apa kamu tidak melihat hujan sangat deras?" Gavin mengomeli kelana yang nekat mengantarkan ice coffee buat Gavin.
" Aku datang untuk mengantarkan ice coffee buat kamu bapak Gavin karena dari tadi pagi aku tidak sempat
mengantarkannya di caffe lagi banyak kerjaan." kelana menjawab pertanyaan Gavin dengan suara bergetar karena kedinginan.
"Tapi ini kan lagi hujan deras kenapa kamu nekat," sampai basah kuyup seperti ini?" Gavin terlihat khawatir.
" Lebih baik aku menerobos hujan deras yang penting aku tidak dapat tambahan hukuman kalau tidak mengantarkanmu ice coffee." kelana menjawab dengan nada agak kesal karena di omelin Gavin.
"Dasar gadis bodoh," kenapa kamu tidak chat saja kasi tau alasannya sampai kamu tidak antarkan ice coffee hari ini." Gavin terus saja mengomeli Kelana.
" Aku fikir walaupun aku chat kasi tau alasannya kamu pasti tetap kasi hukuman buat aku," ada saja jawaban kelana untuk menjawab pertanyaan Gavin.
" Kamu fikir aku ini sekejam itu yang tidak mau memberikan keringanan kalau alasannya masuk akal?" Gavin mulai kesal dengan perbuatan kelana.
"Tunggu di situ..!"
Gavin pun masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil handuk dan baju buat kelana.
" Ini handuk dan baju buat kamu," cepat keringkan badanmu agar tidak masuk angin," kamar mandi ada di ujung bagian kiri."Gavin menunjukan letak kamar mandi pada kelana.
" Semalam aku mimpi apa?" tadi aku salah makan apa? kenapa Gavin begitu perhatian denganku, wajahnya juga sangat khawatir padaku walaupun dia mengomeliku tapi raut wajahnya tidak bisa berbohong kalau dia perduli dan mengkhawatirkanku."Di dalam kamar mandi kelana loncat-loncat kegirangan sambil menepuk-nepuk kedua pipinya.
Tidak lama kemudian kelana keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian yang di berikan oleh Gavin, Gavin pun sudah menyiapkan secangkir teh hangat untuk kelana agar bisa menghangatkan tubuh kelana.
" Terimakasih sudah mau meminjamkan pakaian untukku," nanti setelah aku cuci aku akan mengembalikannya." kelana berterimakasih pada Gavin yang telah meminjamkannya pakaian.
" Tidak usah kamu kembalikan ambil saja buat kamu," Gavin menolak niat kelana untuk mengembalikan pakaian yang telah dia berikan pada kelana.
" Tapi..," kelana berusaha agar Gavin mau menerima pakaian itu, namun sebelum kata-kata kelana selesai Gavin langsung memotongnya.
" Apa kamu mau hukumannya aku tambah lagi?" Gavin menakuti kelana dengan tambahan hukuman.
" Tidak.. tidak..." jangan tambah lagi hukumannya," kelana dengan cepat menolak tambahan hukumannya dan menerima pakain itu tidak di kembalikan.
Tiba-tiba suasana jadi hening dan sepi tidak ada suara sedikitpun dari mereka berdua, Gavin sibuk memainkan HPnya sebenarnya Gavin menutupi kecanggungannya terhadap kelana. Gavin merasa bingung harus membahas apa agar suasananya tidak kaku, sedangkan di luar hujan semakin deras dan tak kunjung reda.
Lalu kelana mencoba mencairkan suasana dengan bertanya pada Gavin.
" Emm member yang lain kemana?" apa kamu sendiri di rumah?" tanya Kelana.
" Mereka masi di studio," ada beberapa pekerjaan yang harus mereka selesaikan." Gavin menjawab pertanyaan kelana.
" Oww begitu," tapi kenapa kamu sudah ada di rumah bukannya kamu yang paling sering pulang belakangan dari studio?" kelana mencoba bertanya lagi dengan hati-hati.
" Ta-tadi aku cepat pulang karena kerjaanku sudah selesai," Gavin terbatah-batah menjawab pertanyaan kelana karena dia berbohong dengan jawabannya, sebenarnya Gavin pulang cepat karena dia mau menunggu kelana mengantarkan ice coffee.
" Oww begitu," kelana mempercayai perkataan Gavin." Sepertinya hujan sudah mulai reda sebaiknya aku pulang." kelana minta izin untuk pulang kelana merasa tidak enak kalau semua member datang dan mendapati kelana berduaan dengan Gavin.
"Di luar masi hujan tunggu saja sampai hujannya benar-benar reda." Gavin mencoba menahan kelana karena di luar masi hujan deras.
" Tidak apa-apa siapa tau di jalan hujannya sudah reda," kelana meyakinkan Gavin.
"Kalau begitu biar aku mengantarmu pulang," Gavin menawarkan diri untuk mengantarkan kelana pulang.
" Tidak usah biar aku pulang sendiri saja lagipula kalau kamu mengantarku pulang bagaimana dengan motorku,besok aku mau memakainya berangkat kerja."
Kelana berusaha menolak tawaran Gavin
"Motormu simpan saja di sini besok aku antarkan ke tempat kerjamu," besok pagi kamu berangkat kerja naik taxi saja." Gavin memberi solusi pada kelana.
"Baiklah kalau kamu memaksa," daripada aku kena omelanmu lagi." dengan agak sedikit malu kelana menerima tawaran Gavin.
"Aku ambil kunci mobil dulu." Gavin pun masuk ke kamarnya mengambil kunci mobil.
Sambil berlari kecil untuk menghindari hujan merekapun masuk kedalam mobil dengan bersamaan, namun saat kelana akan memasang seatbelt kelana kesusahan menjangkaunya, Gavin yang meliriknya tiba-tiba mendekati kelana dengan posisi wajah yang sangat dekat, mata merekapun beradu dalam satu pandangan, jantung mereka berdegup kencang tak karuan ada perasaan aneh yang merasuki jantung mereka.
"Ya tuhan ada apa ini,? Gavin mau ngapain kenapa jarak wajah Gavin begitu dekat dengan wajahku." kelana gugup menghadapi perasaannya.
"Ternyata kelana sangat cantik kalau di lihat dengan jarak sedekat ini," kenapa perasaanku seperti ini saat dekat dengan kelana.?" Gavin masi bertahan dan terus memandangi kelana.
lamunan mereka pun buyar dengan suara klakson mobil dari member lain yang baru saja pulang.
"Ma-maaf aku tidak bermaksud untuk macam-macam aku hanya ingin membantumu memasang seatbelt." Gavin dengan perasaan gugup menarik pesosisinya yang dari tadi sangat dekat dengan kelana.
" Tidak apa-apa," kelana memperbaiki posisi duduknya agar tidak kelihatan canggung.
" Aku pergi dulu.." Gavin minta izin dengan member lain.
Gavin pun pergi mengantar kelana pulang kerumahnya.
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments