Selama Gavin dan si pengantar kopi itu saling berbalas surat, Gavin setiap hari berusaha bangun pagi agar bisa membaca surat balasan dari si pengantar kopi itu dengan cepat..
Dan sepertinya ini waktu yang tepat untuk menanyakan nomor hp si pengantar kopi itu agar komunikasi mereka tidak memakan waktu yang lama..
Dear Si Pengirim Kopi..
Selama ini kita berkomunikasi lewat surat tapi kamu tidak pernah menuliskan nama kamu di dalam surat, sampai kapan kamu tidak mau menyebutkan nama kamu?
apa kamu mau selamanya aku panggil si pengantar kopi?
sampai kapan kita berkomunikasi lewat surat sekarang sudah jamannya HP yang lebih gampang dan tidak memakan waktu yang lama untuk membalas?
Aku tunggu balasan dari kamu dengan nama dan nomor HP..
Gavin mencoba untuk meminta nomor hp dari si pengantar kopi itu, Gavin merasa kerepotan dengan cara komunikasi lewat surat.
Sedangkan di ruang tengah member lain lagi membicarakan tentang Gavin yang semakin hari semakin dekat dengan si pengantar kopi itu.
"Sepertinya kak Gavin semakin dekat dengan si pengantar kopi itu tapi Kak Gavin belum tau jatidiri orang itu," Jamal menyadari kedekatan Gavin dan si pengantar kopi itu.
"Apakah tidak apa-apa kak Gavin seperti itu? aku takut kak Gavin kecewa dan sakit hati lagi seperti waktu itu." Aland mengkhawatirkan hubungan Gavin dengan cara seperti ini.
Semua member tau kisah cinta Gavin yang dulu kandas dan itu yang membuat Gavin sangat terpukul sampai hampir depresi, dan mereka tidak mau itu terulang lagi.
"Mungkin kak Gavin sengaja pakai cara seperti ini agar si pengirim kopi itu mau menunjukkan dirinya." Jimmy menanggapi kekhawatiran kakak-kakaknya dengan fikiran yang positif.
Lalu Gavin pun keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah amplop yang mau dia letakkan di tempat biasa Gavin membalas surat dari si pengantar kopi itu..
"Kakak mau kemana?" Chal bertanya pada Gavin yang keluar dari kamarnya.
"Mau meletakkan surat ini di tempat biasa." Gavin menjawab pertanyaan Chal.
"Apa kakak masi saling berkomunikasi dengan orang itu?" Jimmy mulai bertanya pada Gavin soal hubngannya dengan si pengantar kopi itu.
"Iya kakak masi berkomunikasi dengan orang itu." Gavin menjawab dengan singkat
"Sampai kapan kakak mau berkomunikasi dengan cara seperti itu?" Edgar ikut bertanya.
"Sampai dia mau kasi tau siapa dia sebenarnya dan mau menemuiku." ujar Gavin.
"Kakak yakin dia mau menunjukkandirinya?" Aland meragukan perkataan Gavin.
" Ya aku yakin dia pasti akan keluar dari persembunyiannya dan mau bertemu dengan aku," Gavin percaya dia bakalan tahu siapa si pengantar kopi itu.
" Sebaiknya kakak hati-hati dengan orang itu, kalau ada apa-apa kasih tau kami biar kami bantu Kak." Jimmy menasehati Gavin dan menawarkan untuk membantu.
" Iya kalian tenang saja aku akan baik-baik saja," Gavin meyakinkan member lain agar tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
Semua memberpun percaya dengan keyakinan Gavin yang mengambil cara seperti ini untuk bisa menemukan si pengantar kopi itu.
Malam pun berganti menjadi pagi yang sangat cerah dan yang pastinya Gavin yang paling duluan bangun untuk mengambil ice coffee di depan pintu dan balasan surat dari si pengantar kopi.
Gavin tidak sabar dan buru-buru membuka surat dari si pengantar kopi itu.
Dear Gavin..
Selamat pagi Gavin bagaimana kabar kamu pagi ini apakah tidur kamu nyenyak?
semoga hari ini kamu lebih semangat lagi menjalani rutinitasmu.
kamu menanyakan nama ku?
panggil saja aku Kelana.
kamu menanyakan nomor HP ku?
nanti kamu akan tau hehehe.
By. Kelana
Akhirnya Gavin mengetahui nama si pengirim kopi itu, setidaknya Gavin tidak lagi memanggil Kelana dengan sebutan si pengantar kopi lagi.
" Sepertinya aku harus lebih bersabar lagi untuk mengetahui nomor kontak si Kelana, selangkah lagi aku akan tau siapa si Kelana itu," Gavin berbicara dalam hati dengan perasaan yang sedikit tenang. "Apa aku undang saja dia untuk menghadiri acara fanmeet nanti,"tapi bagaimana caranya aku bisa menemukannya di antara ratusan fans yang hadir?
sepertinya itu sangat sulit."
Sambil mondar mandir di kamarnya Gavin mengatur rencana baru agar bisa menemukan Kelana..
" Tapi apa salahnya kalau aku mencobanya, sepertinya jalan satu-satunya mengundang Kelana di acara fanmeet, sepertinya itu cara terakhir ku untuk menemukannya."Kali ini Gavin sangat yakin dengan caranya ini untuk menemukan wanita yang bernama Kelana, seandainya gagal itu artinya Gavin harus mundur dengan usahanya menemukan si pengantar kopi itu.
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments