Ding dong.. ding dong..." suara bel pintu berbunyi dan itu tandanya ada seseorang yang memencetnya.
" Siapa yang bertamu sepagi ini..?"
Brian bertanya pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju pintu.
Cekleek.."
pintu pun terbuka oleh si pemilik rumah.
" No-nona kelana..," bagaimana nona tau rumah ku dan ada tujuan apa nona ke sini?"Brian kaget dengan sosok wanita yang berada di hadapannya dan langsung memberondongnya dengan pertanyaan.
Kelana terkejut ternyata yang membuka pintu adalah Brian bukan Gavin. " Em em ini..." Belum sempat kelana menjawab semua pertanyaan Brian," tiba-tiba Gavin sudah datang menghampirinya di depan pintu.
" Ternyata kamu datang juga membawakan ice coffeenya aku fikir kamu bakalan kabur."Gavin mulai memancing keributan pada Kelana.
" Tunggu sebentar," apa kalian berdua kenal? Gavin sejak kapan kamu punya kenalan wanita?" Brian merasa kaget melihat Gavin punya teman wanita soalnya selama ini Gavin paling anti berteman dengan wanita.
" Dia yang selama ini meneror ku dengan kiriman ice coffee americano kak." Gavin menjelaskan kepada Brian.
" Apa..!" jadi kamu yang selama ini mengirim ice coffee buat Gavin?" Brian balik bertanya pada kelana.
" I-Iya kak.." dengan menundukkan kepalanya kelana berusaha menyembunyikan rasa malunya.
" Bukannya waktu itu kita bertabrakan di supermarket kan?" Brian mencoba mengingat kejadian waktu di supermarket itu, kalau tidak salah nama kamu kelana kan?" lagi- lagi Brian membombardir kelana dengan pertanyaan yang membuat kelana bingung mau jawab yang mana dulu.
" Iya kak itu aku." kelana semakin merasa malu karena Brian masi mengingat kejadian itu.
" Berarti kamu sudah tau aku kalau aku ini salah 1 member boyband yang paling tampan sedunia?" Brian mulai membanggakan ketampanannya tapi itu memang benar kalau Brian itu tampan.
" Iya kak aku tau." Sambil menjawab Kelana sambil menahan tawanya karena selama ini yang Kelana fikir cuma di tv atau di depan kamera saja Brian selalu memuji dirinya tapi ternyata di dunia nyatapun Brian suka membanggakan ketampanannya.
" Jadi kakak sudah kenal dia," dan sudah tau namanya.?" Gavin baru tau kalau ternyata Brian sudah pernah ketemu dengan kelana walaupun dengan cara tidak sengaja.
" Kalau begitu apa harus aku tambah lagi hukuman buat dia Kak?" Gavin mulai mengerjai kelana.
" Ja- jangan kak please jangan tambah lagi hukumannya cukup hukuman dari Gavin saja kak," kelana memohon pada Brian agar tidak mendengarkan tawaran Gavin yang kejam itu.
" Ayo katakan saja kak biar aku tambah masa hukumannya." Gavin semakin menjadi-jadi mengerjai Kelana sambil menahan tawa melihat raut wajah Kelana yang ketakutan.
" Hey Gavin kenapa kamu menghukum kelana seharusnya kamu senang ada yang mau mengantarkan kamu ice coffee setiap hari." Brian mencoba menegur kelakuan Gavin pada kelana.
" Dia harus di hukum kak karena gara-gara dia semua pekerjaan ku terbengkalai karena harus mencari tau siapa si pengirim kopi itu." Gavin mencoba meyakinkan Brian kalau kelana memang pantas dapat hukuman.
" Ah terserah kalian saja bagaimana baiknya menurut kalian," karena ini masalah kalian jadi selesaikan saja sendiri, kakak tidak mau ikut campur."
Brian pun masuk meninggalkan mereka berdua di depan pintu.
" Ini ice coffeenya aku mau berangkat kerja," kelana menyodorkan segelas ice coffee kepada Gavin yang dia bawa sebagai hukumannya itu.
" Ingat baca setiap pesan yang aku kirim kalau tidak..." Gavin belum selesai melanjutkan perkataannya kelana sudah menyambung perkataan Gavin.
" Iya kalau tidak kamu akan menambah hukumannya kan..!" kelana memperjelas perkataan Gavin dengan muka kesal.
" Sudah lah aku pergi dulu." kelana pun pergi meninggalkan Gavin tanpa memberi Gavin waktu untuk menjawabnya.
Gavin memperhatikan kelana yang sedang mengendarai motornya sampai kelana menghilang dari pandangan Gavin.
" Waaaah..." kak wanita itu cantik juga apa kakak suka dengan wanita itu?" Jimmy menggoda Gavin yang masi terpaku di depan pintu.
" Tidak..tidak..." dia tidak masuk dalam tipe wanita idaman ku." Gavin mencoba berbohong pada Jimmy, karena Gavin belum tau apa dia suka dengan kelana atau cuma sekedar mengaguminya saja.
" Hati-hati kak dengan ucapannya.." Jimmy mengingatkan ucapan Gavin barusan.
" Ah sudah lah aku mau sarapan dan bersiap-siap ke studio." Gavin pun pergi ke ruang makan untuk sarapan.
Setelah Gavin sarapan dia berangkat ke studio masi banyak pekerjaan yang harus di selesaikan Gavin hari ini, sedangkan member lain berangkat belakangan karena mereka cuma punya jadwal latihan dance saja hari ini.
Selama di studio bayangan wajah cantik kelana bermain-main di fikiran Gavin dan itu membuat Gavin semakin tidak berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaannya.
" Aaaa..." kenapa wajah kelana selalu ada di fikiran ku," tidak mungkin aku suka dengan dia secara kami baru kenal 2 hari ini, ini tidak bisa di biarkan hilangkan wajah kelana di fikiran aku."
Gavin meraih gelas ice coffee yang berada di atas meja dekat komputernya dan mencoba menyeruputnya.
" Ah sial..." kenapa ice coffee ku habis di saat seperti ini," Gavin mengomel dalam hati.
"Sebaiknya aku coba ke ruang latihan saja siapa tau member lain ada yang mau keluar aku bisa titip ice coffee."Gavin pun menuju ke ruang latihan dan menemui semua para member.
" Apakah ada di antara kalian yang mau keluar untuk membeli sesuatu?" tanya Gavin
" Memangnya kenapa kak?" Chal bertanya balik pada Gavin.
"Aku ingin titip ice coffee americano." Gavin menjelaskan maksud pertanyaannya tadi.
" Kenapa kamu tidak minta di antarkan saja sama kelana bukannya kamu punya nomor kontaknya kelana?" Brian memberikan solusi buat Gavin
" Apa.." meminta kelana antarkan ice coffee?" tidak tidak..."
kak Brian ini apa tidak tau kalau dari tadi itu wajah kelana menari-nari di kepalaku Gavin mengomeli Brian dalam hati," Tapi kalau di fikir-fikir bagus juga ide kak Brian anggap saja ini buat menjalankan hukuman.."
Gavin akhirnya mengikuti ide Brian.
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments