BAB 17 MENJALANKAN PERJANJIAN

Ding dong.. ding dong..." suara bel pintu berbunyi dan itu tandanya ada seseorang yang memencetnya.

" Siapa yang bertamu sepagi ini..?"

Brian bertanya pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju pintu.

Cekleek.."

pintu pun terbuka oleh si pemilik rumah.

" No-nona kelana..," bagaimana nona tau rumah ku dan ada tujuan apa nona ke sini?"Brian kaget dengan sosok wanita yang berada di hadapannya dan langsung memberondongnya dengan pertanyaan.

Kelana terkejut ternyata yang membuka pintu adalah Brian bukan Gavin. " Em em ini..." Belum sempat kelana menjawab semua pertanyaan Brian," tiba-tiba Gavin sudah datang menghampirinya di depan pintu.

" Ternyata kamu datang juga membawakan ice coffeenya aku fikir kamu bakalan kabur."Gavin mulai memancing keributan pada Kelana.

" Tunggu sebentar," apa kalian berdua kenal? Gavin sejak kapan kamu punya kenalan wanita?" Brian merasa kaget melihat Gavin punya teman wanita soalnya selama ini Gavin paling anti berteman dengan wanita.

" Dia yang selama ini meneror ku dengan kiriman ice coffee americano kak." Gavin menjelaskan kepada Brian.

" Apa..!" jadi kamu yang selama ini mengirim ice coffee buat Gavin?" Brian balik bertanya pada kelana.

" I-Iya kak.." dengan menundukkan kepalanya kelana berusaha menyembunyikan rasa malunya.

" Bukannya waktu itu kita bertabrakan di supermarket kan?" Brian mencoba mengingat kejadian waktu di supermarket itu, kalau tidak salah nama kamu kelana kan?"  lagi- lagi Brian membombardir kelana dengan pertanyaan yang membuat kelana bingung mau jawab yang mana dulu.

" Iya kak itu aku." kelana semakin merasa malu karena Brian masi mengingat kejadian itu.

" Berarti kamu sudah tau aku kalau aku ini salah 1 member boyband yang paling tampan sedunia?" Brian mulai membanggakan ketampanannya tapi itu memang benar kalau Brian itu tampan.

" Iya kak aku tau." Sambil menjawab Kelana sambil menahan tawanya karena selama ini yang Kelana fikir cuma di tv atau di depan kamera saja Brian selalu memuji dirinya tapi ternyata di dunia nyatapun Brian suka membanggakan ketampanannya.

" Jadi kakak sudah kenal dia," dan sudah tau namanya.?" Gavin baru tau kalau ternyata Brian sudah pernah ketemu dengan kelana walaupun dengan cara tidak sengaja.

" Kalau begitu apa harus aku tambah lagi hukuman buat dia Kak?" Gavin mulai mengerjai kelana.

" Ja- jangan kak please jangan tambah lagi hukumannya cukup hukuman dari Gavin saja kak," kelana memohon pada Brian agar tidak mendengarkan tawaran Gavin yang kejam itu.

" Ayo katakan saja kak biar aku tambah masa hukumannya." Gavin semakin menjadi-jadi mengerjai Kelana sambil menahan tawa melihat raut wajah Kelana yang ketakutan.

" Hey Gavin kenapa kamu menghukum kelana seharusnya kamu senang ada yang mau mengantarkan kamu ice coffee setiap hari." Brian mencoba menegur kelakuan Gavin pada kelana.

" Dia harus di hukum kak karena gara-gara dia semua pekerjaan ku terbengkalai karena harus mencari tau siapa si pengirim kopi itu." Gavin mencoba meyakinkan Brian kalau kelana memang pantas dapat hukuman.

" Ah terserah kalian saja bagaimana baiknya menurut kalian," karena ini masalah kalian jadi selesaikan saja sendiri, kakak tidak mau ikut campur."

Brian pun masuk meninggalkan mereka berdua di depan pintu.

" Ini ice coffeenya aku mau berangkat kerja," kelana menyodorkan segelas ice coffee kepada Gavin yang dia bawa sebagai hukumannya itu.

" Ingat baca setiap pesan yang aku kirim kalau tidak..." Gavin belum selesai melanjutkan perkataannya kelana sudah menyambung perkataan Gavin.

" Iya kalau tidak kamu akan menambah hukumannya kan..!" kelana memperjelas perkataan Gavin dengan muka kesal.

" Sudah lah aku pergi dulu." kelana pun pergi meninggalkan Gavin tanpa memberi Gavin waktu untuk menjawabnya.

Gavin memperhatikan kelana yang sedang mengendarai motornya sampai kelana menghilang dari pandangan Gavin.

" Waaaah..." kak wanita itu cantik juga apa kakak suka dengan wanita itu?" Jimmy menggoda Gavin yang masi terpaku di depan pintu.

" Tidak..tidak..." dia tidak masuk dalam tipe wanita idaman ku." Gavin mencoba berbohong pada Jimmy, karena Gavin belum tau apa dia suka dengan kelana atau cuma sekedar mengaguminya saja.

" Hati-hati kak dengan ucapannya.." Jimmy mengingatkan ucapan Gavin barusan.

" Ah sudah lah aku mau sarapan dan bersiap-siap ke studio." Gavin pun pergi ke ruang makan untuk sarapan.

Setelah Gavin sarapan dia berangkat ke studio masi banyak pekerjaan yang harus di selesaikan Gavin hari ini, sedangkan member lain berangkat belakangan karena mereka cuma punya jadwal latihan dance saja hari ini.

Selama di studio bayangan wajah cantik kelana bermain-main di fikiran Gavin dan itu membuat Gavin semakin tidak berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaannya.

" Aaaa..." kenapa wajah kelana selalu ada di fikiran ku," tidak mungkin aku suka dengan dia secara kami baru kenal 2 hari ini, ini tidak bisa di biarkan hilangkan wajah kelana di fikiran aku."

Gavin meraih gelas ice coffee yang berada di atas meja dekat komputernya dan mencoba menyeruputnya.

" Ah sial..." kenapa ice coffee ku habis di saat seperti ini," Gavin mengomel dalam hati.

"Sebaiknya aku coba ke ruang latihan saja siapa tau member lain ada yang mau keluar aku bisa titip ice coffee."Gavin pun menuju ke ruang latihan dan menemui semua para member.

" Apakah ada di antara kalian yang mau keluar untuk membeli sesuatu?" tanya Gavin

" Memangnya kenapa kak?" Chal bertanya balik pada Gavin.

"Aku ingin titip ice coffee americano." Gavin menjelaskan maksud pertanyaannya tadi.

" Kenapa kamu tidak minta di antarkan saja sama kelana bukannya kamu punya nomor kontaknya kelana?" Brian memberikan solusi buat Gavin

" Apa.." meminta kelana antarkan ice coffee?" tidak tidak..."

kak Brian ini apa tidak tau kalau dari tadi itu wajah kelana menari-nari di kepalaku Gavin mengomeli Brian dalam hati," Tapi kalau di fikir-fikir bagus juga ide kak Brian anggap saja ini buat menjalankan hukuman.."

Gavin akhirnya mengikuti ide Brian.

✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧

︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.

Episodes
1 BAB 1 KERUSUHAN DI PAGI HARI
2 BAB 2 MULAI MENERKA-NERKA
3 BAB 3 MULAI MENJADI DETEKTIF
4 BAB 4 MEMULAI PENCARIAN
5 BAB 5 RUANG LATIHAN
6 BAB 6 IKUT PENASARAN
7 BAB 7 KERUSUHAN PART 2
8 BAB 8 SEDIKIT TITIK TERANG
9 BAB 9 PESAN LEWAT SURAT
10 BAB 10 KEGADUHAN DI SUPERMARKET
11 BAB 11 MERASA BERSALAH
12 BAB 12 BERBOHONG
13 BAB 13 MEMINTA MAAF
14 BAB 14 RUTINITAS BARU
15 BAB 15 PENGINTAIAN
16 BAB 16 MISI BERHASIL
17 BAB 17 MENJALANKAN PERJANJIAN
18 BAB 18 Muncul Ide Jail
19 BAB 19 PERANG DI MULAI
20 BAB 20 MULAI KHAWATIR
21 BAB 21 MULAI CURIGA
22 BAB 22 MULAI ADA RASA
23 BAB 23 TRAGEDI
24 BAB 24 RUMAH SAKIT
25 BAB 25 MENEMANI KELANA DI RS
26 BAB 26 BERLATIH BERJALAN
27 BAB 27 GENG RUSUH
28 BAB 28 PULANG KERUMAH
29 BAB 29 KEMBALI BEKERJA
30 BAB 30 MENJENGUK KELANA
31 BAB 31 FANSIGN
32 BAB 32 KELANA MASUK KERJA
33 BAB 33 MULAI NGEDATE
34 BAB 34 MULAI CEMBURU
35 BAB 35 PASUKAN HURU HARA MULAI BERGERAK
36 BAB 36 MULAI ATUR STRATEGI
37 BAB 37 PENGUNTIT
38 BAB 38 JEMPUT KELANA
39 BAB 39 DEMI KESELAMATAN KELANA
40 TUGAS RUTIN TAMBAHAN
41 BAB 41 MENGUNGKAPKAN PERASAAN
42 BAB 42 JADIAN...
43 BAB 43 NGUMPUL BERSAMA KELANA
44 BAB 44 BERLIBUR UNTUK MERAYAKAN JADIAN GAVIN DAN KELANA
45 BAB 45 MENIKMATI PAGI HARI
46 BAB 46 BERTEMU SEORANG GADIS
47 Bab 47 Pendekatan
48 Bab 48 Di Tepi Danau
49 Bab 49 Kembali Vila
50 Bab 50 Pura-pura Tidak Tau
51 Bab 51 Pertengkaran Kecil
52 Bab 52 Tiba di Rumah Kelana
53 Bab 53 Kembali Ke Rutinitas
54 Bab 54 Di Studio
55 Bab 55 KENCAN PERTAMA
56 Bab 56 SAHABAT KEPO
57 Bab 57 DINNER
58 Bab 58 PENASARAN
59 Bab 59 LATIHAN UNTUK KONSER
60 Bab 60 TIKET KONSER part 1
61 Bab 61 TIKET KONSER part 2
62 Bab 62 KONSER
63 Bab 63 MENGUNJUNGI KELANA
64 Bab 64 KEBUTIK
65 Bab 65 PARTY
66 Bab 66 ANNIVERSARY
67 Bab 67 PACKING
68 Bab 68 ADEGAN APA INI
69 Bab 69 KEMANA KELANA
70 Bab 70 MENEMUKAN PERSEMBUNYIAN KELANA
71 Bab 71 BERTEMU KELANA
72 Bab 72 MENGAJAK KELANA PULANG
73 Bab 73 MENGANTAR PULANG KE RUMAH KELANA
74 Bab 74 KEMBALI KE RUTINITAS
75 Bab 75 LEODRA
76 Bab 76 PEKERJAAN BARU UNTUK KELANA
77 Bab 77 KEPUTUSAN YANG TEPAT
78 Bab 78 TEMPAT KERJA YANG BARU
79 Bab 79 HARI PERTAMA KERJA
80 Bab 80 MELIHAT MEREKA LATIHAN
81 Bab 81 MENJALANI HARI SEBAGAI ASISTEN
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1 KERUSUHAN DI PAGI HARI
2
BAB 2 MULAI MENERKA-NERKA
3
BAB 3 MULAI MENJADI DETEKTIF
4
BAB 4 MEMULAI PENCARIAN
5
BAB 5 RUANG LATIHAN
6
BAB 6 IKUT PENASARAN
7
BAB 7 KERUSUHAN PART 2
8
BAB 8 SEDIKIT TITIK TERANG
9
BAB 9 PESAN LEWAT SURAT
10
BAB 10 KEGADUHAN DI SUPERMARKET
11
BAB 11 MERASA BERSALAH
12
BAB 12 BERBOHONG
13
BAB 13 MEMINTA MAAF
14
BAB 14 RUTINITAS BARU
15
BAB 15 PENGINTAIAN
16
BAB 16 MISI BERHASIL
17
BAB 17 MENJALANKAN PERJANJIAN
18
BAB 18 Muncul Ide Jail
19
BAB 19 PERANG DI MULAI
20
BAB 20 MULAI KHAWATIR
21
BAB 21 MULAI CURIGA
22
BAB 22 MULAI ADA RASA
23
BAB 23 TRAGEDI
24
BAB 24 RUMAH SAKIT
25
BAB 25 MENEMANI KELANA DI RS
26
BAB 26 BERLATIH BERJALAN
27
BAB 27 GENG RUSUH
28
BAB 28 PULANG KERUMAH
29
BAB 29 KEMBALI BEKERJA
30
BAB 30 MENJENGUK KELANA
31
BAB 31 FANSIGN
32
BAB 32 KELANA MASUK KERJA
33
BAB 33 MULAI NGEDATE
34
BAB 34 MULAI CEMBURU
35
BAB 35 PASUKAN HURU HARA MULAI BERGERAK
36
BAB 36 MULAI ATUR STRATEGI
37
BAB 37 PENGUNTIT
38
BAB 38 JEMPUT KELANA
39
BAB 39 DEMI KESELAMATAN KELANA
40
TUGAS RUTIN TAMBAHAN
41
BAB 41 MENGUNGKAPKAN PERASAAN
42
BAB 42 JADIAN...
43
BAB 43 NGUMPUL BERSAMA KELANA
44
BAB 44 BERLIBUR UNTUK MERAYAKAN JADIAN GAVIN DAN KELANA
45
BAB 45 MENIKMATI PAGI HARI
46
BAB 46 BERTEMU SEORANG GADIS
47
Bab 47 Pendekatan
48
Bab 48 Di Tepi Danau
49
Bab 49 Kembali Vila
50
Bab 50 Pura-pura Tidak Tau
51
Bab 51 Pertengkaran Kecil
52
Bab 52 Tiba di Rumah Kelana
53
Bab 53 Kembali Ke Rutinitas
54
Bab 54 Di Studio
55
Bab 55 KENCAN PERTAMA
56
Bab 56 SAHABAT KEPO
57
Bab 57 DINNER
58
Bab 58 PENASARAN
59
Bab 59 LATIHAN UNTUK KONSER
60
Bab 60 TIKET KONSER part 1
61
Bab 61 TIKET KONSER part 2
62
Bab 62 KONSER
63
Bab 63 MENGUNJUNGI KELANA
64
Bab 64 KEBUTIK
65
Bab 65 PARTY
66
Bab 66 ANNIVERSARY
67
Bab 67 PACKING
68
Bab 68 ADEGAN APA INI
69
Bab 69 KEMANA KELANA
70
Bab 70 MENEMUKAN PERSEMBUNYIAN KELANA
71
Bab 71 BERTEMU KELANA
72
Bab 72 MENGAJAK KELANA PULANG
73
Bab 73 MENGANTAR PULANG KE RUMAH KELANA
74
Bab 74 KEMBALI KE RUTINITAS
75
Bab 75 LEODRA
76
Bab 76 PEKERJAAN BARU UNTUK KELANA
77
Bab 77 KEPUTUSAN YANG TEPAT
78
Bab 78 TEMPAT KERJA YANG BARU
79
Bab 79 HARI PERTAMA KERJA
80
Bab 80 MELIHAT MEREKA LATIHAN
81
Bab 81 MENJALANI HARI SEBAGAI ASISTEN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!